cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2010)" : 31 Documents clear
POTENSI SUMBERDAYA EKONOMI DALAM MENDUKUNG KEBUTUHAN INVESTASI KABUPATEN TABALONG
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam iklim investasi yang baik pada suatu daerah harus didukung oleh banyak hal, baik dari segi kebujakan pemerintah pusat ataupun daerah. Sumber daya ekonomi merupa-kan salah satu faktor pendukung dalam kegiatan investasi,. Potensi sumber daya alam yang banyak, ketersedian tenaga kerja dan diduking oleh sarana dan prasarana yang baik, sehingga dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya
PENGARUH DESENTRALISASI DAN IMPLEMENTASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan) Dewi, Eka Kusuma
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh Desentralisasi dan Im-plementasi Pengendalian Intern terhadap Kinerja Manajerial baik secara Simultan mau-pun Parsial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu di bidang akuntansi sektor publik. Bagi pemerintah diharapkan da-pat memberikan masukan bagi pimpinan dinas dan para pengambil keputusan dalam mengambil keputusan untuk menentukan arah kebijakan yang berkaitan dengan strategi pencapaian kinerja pada organisasi pemerintah.Penelitian ini dilakukan terhadap semua dinas yang ada di pemerintahan kota Banjarbaru yang berjumlah 12 dinas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-verifikatif dan mengguna-kan metode analisa regresi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi dan implementasi pengendalian intern secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Secara keseluruhan hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa desentralisasi dan implemen-tasi pengendalian intern memiliki pengaruh yang berarti terhadap kinerja manajerial di pemerintah kota Banjarbaru.
KESERASIAN ALAT GALI MUAT EXCAVATOR LIBHERR 994 DAN ALAT ANGKUT CAT 777D UNTUK PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP JOB SITE PT. ADARO INDONESIA Anisari, Rezky
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Produksi alat muat dan alat angkut sangat perlu dioptimalkan, dengan demikian diharapkan target produksi dapat tercapai. Kegiatan pembukaan tanah penutup dilaku-kan dengan menggunakan alat muat excavator type back hoe Liebherr 994 dengan alat muat off high way truck CAT 777D.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja alat muat yaitu dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi hambatan-hambatan yang dapat dihindari sehingga efisiensi kerja, produksi meningkat, dan mengoptimalkan keserasian alat muat.Optimalisasi kerja alat muat sebelum dioptimalkan yaitu 65.9%, dengan hasil produksi 580.31 BCM/jam untuk 1 unit. Setelah dioptimalkan efisiensi kerja menjadi 70.64 %, dan hasilnya meningkat menjadi 622.055 BCM/jam untuk 1 unit alat muat. Sedangkan efisi-ensi alat angkut sebelumnya 62.3% dengan hasil 372.48 BCM/jam untuk 6 unit, diopti-malkan menjadi 67 % dengan hasil produksi 400.58 BCM/jam.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan alat kerja muat dan alat angkut yaitu de-ngan menambahkan jumlah alat angkutnya, yang awalnya 6 unit ditambah 3 unit lagi, se-hingga nilai keserasian kerja alat muat dan alat angkut menjadi 1.01. Dengan begitu pro-duksi alat angkut pun meningkat menjadi 600.88 BCM/jam.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PEMIMPIN OPINI TERHADAP NILAI PELANGGAN PADA RESTORAN SOTO BANJAR DI KOTA BANJARMASIN
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA HIERARKI RUANG DENGAN BENTUK DAN UKURAN GAPURA PADA KOMPLEK MESJID BESAR MATARAM KOTAGEDE YOGYAKARTA Wastuty, Prima Widia
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplek mesjid Besar Mataram terletak di Kotagede yang merupakan kota lama bekas kerajaan. Secara garis besar komplek ini terbagi ke dalam tujuh ruang dengan tingkatan / nilai ruang yang berbeda-beda, di mana masing-masing ruang terdapat beberapa ba-ngunan dan hubungan antar ruang ditandai dengan gapura.Lingkup penelitian yang dilakukan meliputi studi hierarki ruang ditinjau dari sifat ruang (publik/privat) dan dari nilai filosofi Ruang, studi karakter gapura meliputi : tinggi gapura, tinggi pintu masuk, lebar pintu masuk, tinggi lantai gapura, kelir, daun pintu, dan ruang-ruang yang dihubungkan.Hierarki ruang pada komplek mesjid ini terwujud dengan adanya perbedaan ketinggian ruang dan perbedaan karakter gapura. Dari hasil analisa diperoleh bahwa tinjauan hie-rarki ruang berdasarkan sifat ruang (publik/privat) tidak menghasilkan suatu pola karakter tertentu, sedangkan tinjauan hierarki ruang berdasarkan nilai filosofis menghasilkan pola karakter tertentu untuk ruang bernilai tinggi dan ruang bernilai rendah, yaitu pada keting-gian gapura, adanya kelir/pintu, ketinggian letak pintu masuk dan lebar pintu masuk
ANALISIS METODE BIAYA PERAWATAN HAUL TRUCK DENGAN SISTEM KONTRAK PADA PT “ABC” BANJARMASIN Teguh Suprianto; Hermansyah .
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance system contracts all this time was popular. It because of marks sense thatperception mantenance model with system contract precious been looked on by heavy equipmentowner. Therefore needs to be done by count outgrows maintenance cost with system contractswith notice reliability of heavy equipments.In this analysis will be worked through about whatever parameters that is used to determinemaintenance cost haul truck with system contracts and how methodic to account maintenancecost with system contracts that effective so can compete and advantages owner and also agentparty. In cost count contracts to be accounted by expectation point full scale downtimeequipment up to one period so gets to be determined by expectation of penalty cost. Fromexpectation Corrective Maintenance and Preventive Maintenance hereafter will bedetermined expectation of the cost contracts.
HUBUNGAN ANTARA HIERARKI RUANG DENGAN BENTUK DAN UKURAN GAPURA PADA KOMPLEK MESJID BESAR MATARAM KOTAGEDE YOGYAKARTA Prima Widia Wastuty
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplek mesjid Besar Mataram terletak di Kotagede yang merupakan kota lama bekas kerajaan. Secara garis besar komplek ini terbagi ke dalam tujuh ruang dengan tingkatan / nilai ruang yang berbeda-beda, di mana masing-masing ruang terdapat beberapa ba-ngunan dan hubungan antar ruang ditandai dengan gapura.Lingkup penelitian yang dilakukan meliputi studi hierarki ruang ditinjau dari sifat ruang (publik/privat) dan dari nilai filosofi Ruang, studi karakter gapura meliputi : tinggi gapura, tinggi pintu masuk, lebar pintu masuk, tinggi lantai gapura, kelir, daun pintu, dan ruang-ruang yang dihubungkan.Hierarki ruang pada komplek mesjid ini terwujud dengan adanya perbedaan ketinggian ruang dan perbedaan karakter gapura. Dari hasil analisa diperoleh bahwa tinjauan hie-rarki ruang berdasarkan sifat ruang (publik/privat) tidak menghasilkan suatu pola karakter tertentu, sedangkan tinjauan hierarki ruang berdasarkan nilai filosofis menghasilkan pola karakter tertentu untuk ruang bernilai tinggi dan ruang bernilai rendah, yaitu pada keting-gian gapura, adanya kelir/pintu, ketinggian letak pintu masuk dan lebar pintu masuk
PERANAN PENGELOLA PERAWATAN BANGUNAN DALAM KEGIATAN PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN Anna Oktaviana
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di bidang konstruksi dan metoda membangun, memungkinkan di ba-ngunnya gedung bertingkat dengan berbagai bentuk desain, akan tetapi kondisi yang de-mikian tidak disertai dengan kegiatan pemeliharaan yang benar dan secara profesional sehingga dalam beberapa tahun kemudian gedung mengalami penurunan mutu. Usaha-usaha  terhadap  pemecahan masalah  perawatan bangunan gedung masih kurang men-dalam dan kurang menyeluruh. Padahal apabila  bangunan kurang dirawat atau tertunda perawatannya, maka akibatnya akan terlambat untuk mengetahui bahwa sebagian besar dari gedung termasuk komponennya mengalami kerusakan yang cukup berat. Mengingat pentingnya kegiatan pemeliharaan dan perawatan, peran serta pengelola bangunan divi-si perawatan sangat diperlukan, agar kegiatan dilaksanakan baik dan tepat sasaran. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan peranan pengelola perawatan bangunan dalam kegiatan pemeliharaan dan perawatan meliputi tugas dan tanggungjawabnya.Peranan pengelola perawatan bangunan sangat besar dalam menjaga kondisi bangun-an. Kegiatan pengelolaan perawatan bangunan sangat penting pada pasca-konstruksi karena berpengaruh terhadap : umur bangunan, besar kecilnya biaya operasional dan pemeliharaan, tingkat kenyamanan hunian gedung, nilai jual yang tinggi jika bangunan terpelihara dengan baik, tingkat penyewaan yang tinggi, benefit cost ratio yang tinggi
PENDEKATAN STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI DI BANJARMASIN Kurnia Widiastuti
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara empiris daerah bantaran sungai di kota selalu digunakan terutama oleh masyara-kat ekonomi bawah sebagai hunian, tidak terkecuali di Banjarmasin. Budaya kehidupan masyarakat banjarmasin tumbuh dan berkembang dari sungai.  Dari situ awal berdirinya rumah-rumah ”lanting” alias rumah yang berdiri di atas air. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupannya di sungai, baik  dari transportasi, mata pencaharian, sampai mandi cuci kakus. Permasalahan selanjutnya adalah bahwa kebe-radaan rumah kumuh di bantaran sungai merupakan penyebab masalah ekologi, pence-maran, dan pendangkalan sungai yang berakibat turunnya kualitas lingkungan permu-kiman.Tujuan penulisan ini mengarahkan pembangunan perumahan sebagai bagian suatu ling-kungan permukiman yang lebih tegas dalam rangka upaya pengendalian, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan permukiman di kawasan perkotaan.Pendekatan Konsep perbaikan mutu lingkungan permukiman bantaran Sungai hendak-nya mendapat dukungan dan peran serta  dari masyarakat dan pihak-pihak terkait baik dari dana maupun ethic social nya.
ANALISIS HIDROLOGI PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAWASAN RAWA BANGKAU KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Abdul Khaliq
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Bangkau di Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk lahan tidak produktif dan ti-dak ada pola pemanfaatan lahan tersebut. Lahan tersebut selama ini tidak dimanfaatkan atau lahan terlantar. Selain tidak produktifnya lahan pertanian, kualitas air Rawa Bang-kau juga belum diketahui pemanfaatannya untuk keperluan rumah tangga, untuk perikan-an dan peternakan. Melihat potensi  lahan tersebut seperti suburnya tanah, banyaknya jenis tanaman pangan, holtikultura dan varietas ikan yang dapat dibudidayakan seharus-nya dapat dioptimalkan produktifitasnya. Tidak produktifitasnya lahan disebabkan adanya pola musim kemarau pendek, lahan termasuk kategori rawa tergenang terus menerus, belum ada pola pengembangan rawa dan belum diketahuinya kualitas air Rawa Bangkau yang dipengaruhi aktifitas di lingkungan setempat.Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian dengan tahapan pengambilan data pri-mer dan data sekunder, melakukan analisis Karakteristik Rawa, dan analisis Hidrologi serta menyusun Konsep Pengembangan Rawa. Tahapan-tahapan yang dilakukan bertu-juan untuk mengetahui konsep pola tangkapan ikan di Rawa Bangkau, sehingga dapat menjaga ekosistem dan kelestarian habitat Rawa dan mengetahui kondisi debit maksi-mum sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Rawa Bangkau.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola tangkapan ikan di Rawa Bangkau harus memperhatikan kerakteristik Rawa Bangkau dan debit maksimum, kondisi debit maksi-mum yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Rawa Bangkau adalah sebesar 1,4763 m3/det dan langkah pengembangan kawasan rawa dapat berupa pem-buatan zonasi, mempertahankan kuantitas air, pengelolaan perikanan, mempertahankan bantaran danau, memanfaatkan gulma air dan plankton, serta pengelolaan kualitas air

Page 2 of 4 | Total Record : 31


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10 No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8, No 1 (2008) Vol 8 No 1 (2008) More Issue