Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 2 (2017)"
:
10 Documents
clear
Pembentukan Kultur Konsumtif melalui eWOM Kuliner di Instagram
Hifziati, Lailia
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Communication eWOM as culinary promotion media has grown rapidly in Instagram, with Food Instagrammer followers who actively become opinion seeker and the shaper of the phenomenon itself. In addition to being the most up-to-date eWOM culinary promotional tool in Instagram has formed a consumptive culture. This research is to see how followers food Instagrammer able to play an active role in forming culinary eWOM and consumptive culture in Instagram. This study uses virtual ethnography, which focuses on media object analysis taken from three active followers of Instagrammer professional food. The results of this study indicate that culinary eWOM in Instagram besides establishing a new identity becomes an effective promotional tool rather than the use of other media. eWOM culinary in instagram is able to form millennial consumer culture in the digital era.
Sowan Kyai, Komunikasi Perspektif Islam-Jawa
Zuliansyah, Muhammad Alfien
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku komunikasi dalam perspektif Masyarakat Islam-Jawa melalui perilaku Sowan Kyai diwilayah Tebuireng-Cukir, Kabupaten Jombang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya dominasi dan hegemoni keilmuan Barat dalam perkembangan kajian Ilmu Komunikasi. Metode yang digunakan adalah Kualitatif-Fenomenologi Komunikasi dengan pemilihan informan Purposive Sampling dan Deviant Case Sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi perspektif Islam-Jawa lebih ditekankan pada 3 konsep, diantaranya Barokah, Tawadlu, serta Merujuk pada orang terdahulu. Dengan hasil tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi perspektif Islam-Jawa lebih menekankan adanya keseimbangan, manfaat pada lingkungan sekitar, serta penghormatan pada orang yang lebih bijaksana daripada sekedar persuasif dan transaksionis.Kata Kunci : Sowan Kyai, Komunikasi Perspektif Asia, Islam-Jawa
SUBJEKTIVITAS ORANG TUA PASIEN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA DOKTER ANAK DENGAN ORANG TUA PASIEN
Umi Satiti, Nur Latifah
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan bentuk subjektivitas pada orang tua pasien melalui pengalamannya berinteraksi dengan dokter anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah orang tua yang pernah berkunjung ke dokter anak serta memiliki latar belakang pendidikan sarjana (S1) dan magister (S2). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam. Teknik validitas yang digunakan adalah triangulasi peneliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan menyatakan resisten. Informan menyatakan subjektivitas mereka melalui cara yang berbeda, yaitu dengan tidak mengikuti saran dokter, menyatakan penolakan secara langsung (memberikan argumen), dan beralih ke dokter yang lain. Meskipun sebagian besar informan menyatakan resisten, namun sebagian informan justru menunjukkan bahwa mereka tidak resisten, dan cenderung untuk menerima perlakuan yang diberikan oleh dokter.Kata Kunci: Dokter anak, orang tua pasien, power, subjektivitas
Konstruksi Citra Feminisme Beyonce Dalam Lirik Lagu If I Were A Boy, Run The World, Flawless
Akmala, Nisa
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The third wave of feminism or postfeminism comes with a new picture of the woman who had gotten out of the shackles of patriarchy. The image woman who was still attached to femininity, women are synonymous with modernity, women have the freedom to express themselves in various ways and forms, things that were presented by the fighters of feminism in this third wave. As a world star that carries the image of feminism through women themed lyrics, Beyonce comes with a picture of an independent and successful woman, but still did not leave the side of femininity as a woman. Using star studies on the research aimed at to determine the image of feminism as what you want built by towards Beyonce in her self, through analytical techniques semiotics of Roland Barthes against Beyonceâs songs lyrics, so that in the end postfeminism found signs like womented to be irrational or emotional, full of freedom, glamourous in the work of Beyonce.Â
Relasi Bonek dan Jawa Pos dalam Perspektif Strukturasi
Junaedi, Fajar;
Nugroho, Heru;
Wahyono, Sugeng Bayu
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jawa Pos is a regional newspaper from Surabaya that has successfully expanded its business to the national level as a national media conglomeration since the 1980s by developing sports journalism. Through sports journalism, Jawa Pos provides an affluent portion of news on Persebaya, a football club from Surabaya. Coinciding with an abundance of news section of Persebaya, Jawa Pos from the beginning made Persebaya fans known as Bonek as a newspaper consumer. The relations between Jawa Pos and Bonek is getting stronger when Jawa Pos holds Persebaya shares in 2017. Bonek is not only consumes as a reader of Jawa Pos newspaper, but also a consumer of match tickets and various Persebaya merchandise officially controlled by Jawa Pos. Although Jawa Pos is trying to build a structure that places Bonek as a consumer, the relationship between Jawa Pos and Bonek is not deterministic, but it develops dynamically. On the one hand, Java Post became a structure and Bonek became an agency whose relation was duality. In this relationship, Bonek is not only in a passive position, but also in an active position in their relationship with Jawa Pos. This Bonek and Jawa Pos relationship shows that Indonesian football fans are able to become an agency in the relations with club management.
Relasi Bonek dan Jawa Pos dalam Perspektif Strukturasi
Fajar Junaedi;
Heru Nugroho;
Sugeng Bayu Wahyono
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jawa Pos is a regional newspaper from Surabaya that has successfully expanded its business to the national level as a national media conglomeration since the 1980s by developing sports journalism. Through sports journalism, Jawa Pos provides an affluent portion of news on Persebaya, a football club from Surabaya. Coinciding with an abundance of news section of Persebaya, Jawa Pos from the beginning made Persebaya fans known as Bonek as a newspaper consumer. The relations between Jawa Pos and Bonek is getting stronger when Jawa Pos holds Persebaya shares in 2017. Bonek is not only consumes as a reader of Jawa Pos newspaper, but also a consumer of match tickets and various Persebaya merchandise officially controlled by Jawa Pos. Although Jawa Pos is trying to build a structure that places Bonek as a consumer, the relationship between Jawa Pos and Bonek is not deterministic, but it develops dynamically. On the one hand, Java Post became a structure and Bonek became an agency whose relation was duality. In this relationship, Bonek is not only in a passive position, but also in an active position in their relationship with Jawa Pos. This Bonek and Jawa Pos relationship shows that Indonesian football fans are able to become an agency in the relations with club management.
Sowan Kyai, Komunikasi Perspektif Islam-Jawa
Muhammad Alfien Zuliansyah
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku komunikasi dalam perspektif Masyarakat Islam-Jawa melalui perilaku Sowan Kyai diwilayah Tebuireng-Cukir, Kabupaten Jombang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya dominasi dan hegemoni keilmuan Barat dalam perkembangan kajian Ilmu Komunikasi. Metode yang digunakan adalah Kualitatif-Fenomenologi Komunikasi dengan pemilihan informan Purposive Sampling dan Deviant Case Sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi perspektif Islam-Jawa lebih ditekankan pada 3 konsep, diantaranya Barokah, Tawadlu, serta Merujuk pada orang terdahulu. Dengan hasil tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi perspektif Islam-Jawa lebih menekankan adanya keseimbangan, manfaat pada lingkungan sekitar, serta penghormatan pada orang yang lebih bijaksana daripada sekedar persuasif dan transaksionis.Kata Kunci : Sowan Kyai, Komunikasi Perspektif Asia, Islam-Jawa
Pembentukan Kultur Konsumtif melalui eWOM Kuliner di Instagram
Lailia Hifziati
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Communication eWOM as culinary promotion media has grown rapidly in Instagram, with Food Instagrammer followers who actively become opinion seeker and the shaper of the phenomenon itself. In addition to being the most up-to-date eWOM culinary promotional tool in Instagram has formed a consumptive culture. This research is to see how followers food Instagrammer able to play an active role in forming culinary eWOM and consumptive culture in Instagram. This study uses virtual ethnography, which focuses on media object analysis taken from three active followers of Instagrammer professional food. The results of this study indicate that culinary eWOM in Instagram besides establishing a new identity becomes an effective promotional tool rather than the use of other media. eWOM culinary in instagram is able to form millennial consumer culture in the digital era.
SUBJEKTIVITAS ORANG TUA PASIEN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA DOKTER ANAK DENGAN ORANG TUA PASIEN
Nur Latifah Umi Satiti
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan bentuk subjektivitas pada orang tua pasien melalui pengalamannya berinteraksi dengan dokter anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah orang tua yang pernah berkunjung ke dokter anak serta memiliki latar belakang pendidikan sarjana (S1) dan magister (S2). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam. Teknik validitas yang digunakan adalah triangulasi peneliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan menyatakan resisten. Informan menyatakan subjektivitas mereka melalui cara yang berbeda, yaitu dengan tidak mengikuti saran dokter, menyatakan penolakan secara langsung (memberikan argumen), dan beralih ke dokter yang lain. Meskipun sebagian besar informan menyatakan resisten, namun sebagian informan justru menunjukkan bahwa mereka tidak resisten, dan cenderung untuk menerima perlakuan yang diberikan oleh dokter.Kata Kunci: Dokter anak, orang tua pasien, power, subjektivitas
Konstruksi Citra Feminisme Beyonce Dalam Lirik Lagu If I Were A Boy, Run The World, Flawless
Nisa Akmala
Komunikator Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The third wave of feminism or postfeminism comes with a new picture of the woman who had gotten out of the shackles of patriarchy. The image woman who was still attached to femininity, women are synonymous with modernity, women have the freedom to express themselves in various ways and forms, things that were presented by the fighters of feminism in this third wave. As a world star that carries the image of feminism through women themed lyrics, Beyonce comes with a picture of an independent and successful woman, but still did not leave the side of femininity as a woman. Using star studies on the research aimed at to determine the image of feminism as what you want built by towards Beyonce in her self, through analytical techniques semiotics of Roland Barthes against Beyonce’s songs lyrics, so that in the end postfeminism found signs like womented to be irrational or emotional, full of freedom, glamourous in the work of Beyonce.