cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013)" : 26 Documents clear
Analisis Faktor-Faktor Risiko Penurunan Kepekaan Rasa Manis Pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Dwi Suhartiningtyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.575

Abstract

Pengecapan merupakan komponen penting fungsi oral, namun sejauh ini penurunan kepekaan rasa (PKR) manis pada diabetes mellitus (DM) tipe 2 kurang dianggap sebagai suatu rintangan yang serius bila dibandingkan dengan penurunan pendengaran dan penglihatan. Sejumlah faktor seperti jenis kelamin, usia, kadar glukosa darah (KGD), durasi DM tipe 2, merokok, status nutrisi dan medikasi telah dikaitkan dengan PKR manis pada DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berperan dalam PKR manis pada DM tipe 2. Penelitian ini terdiri dari 120 penyandang DM tipe 2 (67 laki – laki dan 53 wanita), berusia ≥ 40 tahun yang datang ke Poliklinik Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah KotaYogyakarta dari bulan Juli 2013 - Oktober 2013. Skrining pasien dilakukan berdasarkan rekam medis. Data tentang faktor-faktor risiko PKR manis diperoleh dari anamnesis, pengukuran dan pemeriksaan laboratorium. Evaluasi fungsi pengecapan menggunakan gustometri kimia. Data dianalisis dengan uji chi- square dan uji multipel regresi logistik dengan tingkat signifikansi 95% (p 0,05). Analisis statistik menunjukkan durasi DMtipe 2 dan usia secara signifikan sebagai faktor risiko yang berperan dalam PKR manis pada DM tipe 2 (p0,05), tetapi tidak untuk KGD, jenis kelamin, status nutrisi, merokok, dan medikasi (p0,05). Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa, durasi DM tipe 2 dan usia merupakan faktor risiko PKR manis pada DM tipe 2.
Perbedaan Kekuatan Geser dan Kekuatan Tarik pada Restorasi Resin Komposit Microhybrid dengan Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII Susra, Winda; Listya Nur, Desi; Puspita, Sartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.578

Abstract

Microhybrid composite resin is current development of a hybrid composite resin which has particle size of 0.6- 0.8 µm in average and 0.04µm as filler for 78% of the whole weight that have contribution to improve mechanical properties. A bonding agent is required to bond composite resin into tooth. It has a function to embed composite resin as restorative material, therefore it has to had a good adhesive strength. This study has purpose to determine the differences between shear and tensile bond strength of V and VII bonding agent generation in the microhybrid composite resin restoration. The study was in vitro experimental laboratory with 20 samples of post-extraction-caries-free premolars. The samples were cut through dentin. Before microhybrid resin composite was applied into the samples, they were equally separated into two groups. Fifth bonding agent generation was applied on first group and seventh bonding agent generation was applied on second group then incubated for 24hours at room temperature. It was tested in the term of shear and tensile bond strength by universal testing machine at speed 0.5mm/second. The result showed significance shear and tensile bond strength between two groups (p0,05) by Independent Sample T-Test. It can be concluded that V bonding agent generation has greater shear and tensile strength than VII bonding agent generation.
Perbedaan Tingkat Kejadian Karies Pada Anak Berkebutuhan Khusus Berdasarkan Jenis Kelamin Di Kelas 1-4 SDLB Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY Krisna Adhi, Yudhanto; Octavia, Alfini
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.573

Abstract

Background.Oral health in children with special needs, usually need more treatment than those in normal. This is going to get worse if their parents have lack of knowledge and attention. Commonly in our society children with special needs is still considered as a second class civil. This circumstance could inhibit their growth, development and potency. Purpose. The purpose of this study is to know the difference of caries index level between boys and girls in grades 1-4 SDLB using caries index def - t and DMF - T. Methods.This study has been done to 22 student of 1-4 grades of Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY. Subjects consisted of 12 boys and 10 girls. The method was observational with cross sectional design. When the subjects were examined, the caries index( def-t and DMF-T) has recorded with odontogram sheet. The the severity of caries between boys and girls was compared. Result. The score of def-t in boys 1-4 grades are 4,33 and the girls 3,2. The score ofDMF-T in boys 3 and the girls 3,2. Conclusion. The result of this research was found that the caries index between boys and girls SDLB 1-4 graders at Widya Mulya, Pundong, Bantul, DIY was not different significantly
Pengaruh Penambahan Polyethylene Fiber Dan Serat Sisal Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Komposit Resin Akrilik Eko Hadianto; Widjijono Widjijono; M.K. Herliansya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.577

Abstract

Resin Akrilik Menjadi Pilihan Untuk Pembuatan Gigi Tiruan Lepasan Karena Harganya Relatif Murah, Mudah Direparasi Dan Proses Pembuatan Mudah. Kelemahan Resin Akrilik Adalah Terbatasnya Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan Polyethylene Fi ber Dan Serat Sisal Dengan Konsentrasi 1,6% Berat Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Basis Gigi Tiru an Resin Akrilik. Penelitian Ini Menggunakan Resin Akrilik Kuring Panas Merek Qc 20 Dengan Ukuran 65x10x2,5 Mm Untuk Uji Fleksural Dan 65x10x8 Mm Untuk Uji Impak. Sampel Penelitian Masing-Masing Terbagi Menjadi 3 Kelompok, Setiap Kelompok Terdiri Dari 4 Subyek. Kelompok I Tanpa Penambahan Fiber, Kelompok Ii Dengan Penambahan Polyethylene Fiber, Kelompok Iii Dengan Penambahan Serat Sisal. Seluruh Plat Resin Akrilik Direndam Di Dalam Air Destilasi Selama 24 Jam Pada Suhu 370c. Pengujian Kekuatan Fleksural Menggunakan Universal Testing Machine Dan Pengujian Kekuatan Impak Menggunakan Metode Charpy. Analisis Data Menggunakan One Way Anova Dengan Tingkat Kepercayaan 95% (Α=0,05) Dan Analisis Lsd. Hasil Penelitian Menunjukkan Rerata Kekuatan Fleksural (Mpa) Tanpa Penambahan Fiber (109,79±5,93);Penambahan Polyethylene Fiber (134,18 ±3,80); Serat Sisal (170,15±5,50). Pada Kekuatan Impak (Kj/M2) Tanpa Penambahan (4,45±1,95) Penambahan Polyethylene Fiber (60,79±26,49); Penambahan Serat Sisal (16,23±3,02). Hasil Analisis One Way Anova Menunjukkan Pengaruh Bermakna Akibat Penembahan Fiber Terhadap Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Resin Akrilik (P0,05). Analisis Lsd Menunjukkan Perbedaan Bermakna Rerata Kekuatan Fleksural Antar Kelompok (P0,05). Pada Hasil Uji Impak Menunjukkan Bahwa Rerata Kelompok Tanpa Fiber Berbeda Bermakna Dengan Kelompok Dengan Penambahan Fiber (P0,05), Dan Antara Kelompok Penambahan Polyethylene Fiber Dengan Penambahan Serat Sisal Tidak Berbeda Bermakna. Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah Terdapat Peningkatan Kekuatan Fleksural Dan Impak Base Plate Komposit Resin Akrilik Pada Penambahan Polyethylene Fiber Dan Serat Sisal. Base Plate Dengan Penguat SeratSisal Memiliki Rerata Kekuatan Fleksural Paling Tinggi, Sedangkan Base Plate Dengan Penguat Polyethylene Fi ber Memiliki Rerata Kekuatan Impak Tertinggi.
Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Metode Ceramah Interaktif Dan Demonstrasi Disertai Alat Peraga Pada Guru Sekolah Dasar Sebagai Fasilitator Novitasari Ratna Astuti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.572

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut banyak dialami siswa SD. Guru SD berperan sebagai health educator di sekolah. Promosi kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi disertai alat peraga merupakan salah satu langkah dalam menyampaikan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan komunikasi verbal dan non verbal kepada guru SD. Tujuan: menguji pengaruh metode ceramah interaktif dan demonstrasi disertaialat peraga, terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi tentang kesehatan gigi dan mulutpada guru SD, serta perbedaan pengetahuan dan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal guru SD padakelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode: Jenis penelitian yang digunakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Subjek penelitian dibagi atas kelompok perlakuan (20 orang) dan kelompok kontrol (17 orang). Sampel penelitian berdasarkan purposive sampling. Kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan check list untuk mengukur keterampilan. Analisis data menggunakan paired t-testdan independent t-test. Hasil: Uji paired t-test, pengetahuan, serta keterampilan komunikasi verbal dan non verbal guru pada kelompok perlakuan meningkat secara signifikan setelah mendapatkan pelatihan (p0,05). Melalui independent t-test, ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Metode ceramah interaktif dan demonstrasi disertai alat peraga memiliki pengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi guru serta ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan komunikasi guru pada kelompok perlakuan dan kontrol.
Pengaruh Kombinasi Posisi Fiber Terhadap Kekuatan Fleksural dan Ketangguhan Retak Fiber Reinforced Composite Polyethylene Widyapramana Widyapramana; Widjijono Widjijono; S. Sunarintyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.569

Abstract

Kehilangan gigi akibat karies, trauma, kondisi sistemik dan penyakit periodontal, dapat menyebabkan gangguan fungsional terutama pada saat digunakan untuk pengunyahan. Restorasi gigi tiruan cekat (GTC) secara direct yang menggunakan material komposit dengan penguatan fiber sering disebut sebagai fiber reinforced composite (FRC). UHMWPE merupakan non-impregnated polyethylene fiber yang mempunyai kekuatan fleksural lebih baik dari Pre-impregnated glass fiber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi posisifiber terhadap kekuatan fleksural dan ketangguhan retak (fracture toughness) FRC UHMWPE. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratoris. Bahan penelitian menggunakan fiber Polyethylene (Construct, Kerr, USA) lebar 2mm, resin komposit flowable (Filtek Z350 XT 3M ESPE, USA), silane (RelyX 3M ESPETMSil, Germany). Sampel dalam penelitian ini adalah batang polyethylene fiber reinforced composite (FRC) dengan ukuran 2 x 2 x 25 mm terbagi dalam 3 kelompok kombinasi posisi fiber. Kelompok pertama adalah kombinasi posisi compression – neutral, kelompok kedua posisi neutral – tension dan kelompok ketiga posisi compression – tension dengan jumlah total sampel adalah 18. Sampel FRC diuji dengan menggunakan universal testing machine untuk mengetahui kekuatan fleksural (Mpa) dan ketangguhan retak/fracture toughness (MPa-m1/2). Perbedaan pengaruh diukur menggunakan analisis data Anova 1 jalur dan LSD (p0,05). Hasil uji statistik pada sampel FRC menunjukkan terdapat pengaruh perbedaan yang bermakna pada semua sampel yangdiuji p=0,00. Sampel batang polyethylene fiber reinforced composite (FRC) dengan kombinasi posisi compression – tension memiliki kekuatan fleksural 189 MPa dan ketangguhan retak 91,08 MPa-m1/2 tertinggi dibandingkan dengan kelompok sampel yang lainnya. Terdapat pengaruh perbedaan kombinasi posisi fiber polyethylene pada sampel FRC UHMWPE terhadap kekuatan fleksural dan ketangguhan retak (fracture toughness). Berdasarkan hasil uji sampel tersebut dapat dikatakan bahwa kombinasi posisi fiber compressiontension pada aplikasi gigi tiruan cekat (GTC) dapat memberikan kekuatan fleksural 189 Mpa yang optimal dan mendekati rerata tekanan pengunyahan sebesar 193 Mpa.

Page 3 of 3 | Total Record : 26