cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2007)" : 19 Documents clear
Gambaran Rekam Medik Gigi sebagai Posisi Sentral bagi Dokter Gigi di Yogyakarta Dewanto, Iwan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dan kendala utama dari pelaksanaan rekam medis pada pelayanan kesehatan adalah dokter dan dokter gigi tidak menyadari sepenuhnya manfaat dan kegunaan rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan. Akibatnya, rekam medis seringkali dibuat tidak lengkap, tidak jelas dan tidak tepat waktu. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan bentuk survey. Cara pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan limitasi sampel yaitu dokter gigi praktek swasta mandiri di wilayah Kota Yogyakarta, dengan masa pengalaman buka praktek dokter gigi 0 sampai dengan 10 tahun. Cara penelitan sampel menggunakan teknik observasional dengan instrumen checklist yang diisi oleh surveyor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian adalah 40 dokter gigi praktek sore di kota Yogyakarta. Seorang dokter gigi tidak menggunakan rekam medik pada saat praktek swasta mandiri. Terdapat 12 dokter gigi (30%) yang menggunakan media buku sebagai rekam medik dan 19 dokter gigi (47,5%) yang menggunakan rekam medis sederhana, yaitu hanya berisi data pasien dan terapi. Standar rekam medis nasional yang mengharuskan menulis odontogram (gambar skema gigi dengan penomoran khusus sesuai FDI World Dental Federation) hanya dilakukan oleh 2 dokter gigi (5%). Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak rekam medis dokter gigi yang harus diperbaiki sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini menggambarkan rentannya profesi kedokteran gigi di bidang regulasi hukum di Indonesia.The main problem and obstacle of the implementation of medical/ dental record in the health care services is that medical doctors and dentists do not have sufficient understanding about the importance and functions of medical/ dental records in health care facilities. Consequently, health care providers often write incomplete, unclear and untimely medical/ dental records. This research was a cross sectional study done in a survey. The sampling method used was a random sampling with sample limitation i.e. independent private-practicing dentists in Yogyakarta with practice length of 0-10 years. Research instrument used in this research was a checklist completed by a surveyor. Data collected was analyzed descriptively. Research subjects were 40 independent private-practicing dentists in Yogyakarta. One dentist did not use dental record in his private practice. There were 12 dentists (30%) who used books as media for dental record and 19 dentists (47.5%) us/ed simple dental record consisting of patient data and treatment. National standard of medical record, which obliges writing odontogram (teeth diagram with special numbering in accordance to FDI World Dental Federation) was only done by 2 dentists (5%). The findings revealed that the writing of dental record needed to be improved in accordance with the prevailing standard. This shows the vulnerability of dental profession in the field of law regulation in Indonesia.
Kasus Depresi Berulang pada Anak Usia Sekolah dengan Penolakan Bersekolah Puspitosari, Warih Andan; Pratiti, Budi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1677

Abstract

Depression in children is often under-recognized because not all children complain of sad feeling. The incidence of depression in prepuberty and adolescence is estimated 1.5-2.5% and 4-5% respectively. The clinical appearance is influenced by the child’s age and psychological experience such as irritability, decrease of school achievement, withdrawal from social or leisure activity, and feeling more of inward signs like depressed, guilty or useless feeling and suicidal ideation. The aim of this paper is to report a case of recurrent child depression with refusal of going to school with method depth-interview towards the child and his family. Result of this report case of recurrent depression in a school-aged child with refusal to go to school was reported. A 10-year old boy who was in 5th grade of elementary school refused to go to school for 3 months. Clinical appearance showed sad looking, withdrawal, irritability, difficulty to sleep, depressed feeling, and decreased school achievement. The psychosocial stressor was bullying done by his schoolmates. Two years prior to the condition when he was in the 3th grade, the child showed the same clinical appearance with a stressor of mistreatment from his teacher. He was given pharmacotherapy and behavioral therapy.Berbeda dengan Depresi pada orang dewasa, kasus depresi pada anak sering tidak terdiagnosis (uunderrecognised), karena tidak semua penderita Depresi pada anak mengeluh sedih. Insiden anak prapubertas diperkirakan 1,5-2,5% dan menjadi 4-5% pada masa remaja. Gambaran klinis yang tampak pada anak dipengaruhi oleh usia dan pengalaman psikologis anak, seperti lekas marah (iirritable), prestasi sekolah menurun, menyingkir dari kegiatan sosial atau aktivitas yang menyenangkan dan anak merasa murung (inward sign) seperti perasaan yang tertekan, rasa bersalah, rasa tak berharga, dan pikiran bunuh diri, tujuannya adalah melaporkan 1 kasus depresi berulang pada anak dengan masalah penolakan bersekolah, metoda yang digunakan wawancara mendalam terhadap penderita dan keluarga penderita. Dilaporkan 1 kasus depresi berulang pada anak usia sekolah dengan masalah penolakan sekolah. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, klas 5 SD, tidak mau sekolah selama 3 bulan. Gejala klinis yang ada adalah tampak sedih, tidak mau keluar rumah untuk berinteraksi dengan teman-temannya, mudah marah (irritabel), sulit tidur, merasa tertekan, prestasi belajar menurun, menyakiti diri sendiri. Stressor psikososial adalah perlakuan nakal dari teman-temannya dalam bentuk ejekan dan perilaku kasar yang menyakitkan. Dua tahun sebelumnya pada saat duduk di kelas 3, anak pernah mengalami hal serupa dengan stressor perlakuan gurunya yang tidak baik. Diberikan farmakoterapi dan terapi perilaku pada penderita.
Pergerakan Gigi dan Remodeling Tulang Maksila Regio Anterior di Akhir Perawatan Ortodontik Teknik Begg Maloklusi Angle Klas I dengan Insisivus Maksila Protusif : Penelitian Deskriptif Observasional Utari, Tita Ratya; Soehardono, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1668

Abstract

Basic axiom in the orthodontic treatment is “bone trace tooth movement”, which means that a good orthodontic tooth movement is a tooth movement followed by remodeling of alveolus bone in the same degree (BT ratio 1:1). This study described tooth movement and bone remodeling of maxillary anterior region in the end of stage IIIBegg technique orthodontic treatment of Class I Angle malocclusion with protrusive maxillary incisors in adult patients who were treated in Orthodontic Clinic, Faculty of Dentistry, GadjahMada University from 1997 to 2005. Twenty-two cases fulfilled the criteria of research subjects. Cephalogram in the end of treatment was superimposed on the cephalogram of initial treatment for each case. The changes of point A described the amount of labial cortex bone remodeling, whereas the changes of maxillary incisor apex described the amount of tooth movement. The average of point A changes was 1.37 mm and average of incisors apex changes was 2.65 mm (ratio 1:1.93). The results demostrated that there was tooth movement which was greater than bone remodeling.Aksioma dasar perawatan ortodontik adalah “bone trace tooth movement”, artinya pergerakan gigi ortodontik yang baik adalah pergerakan gigi yang diikuti remodeling tulang alveolus dengan derajat yang sama besar (Rasio BT 1:1). Penelitian ini mendiskripsikan pergerakan gigi dan remodeling tulang maksila regio anterior di akhir tahap III perawatan ortodontik teknik Begg maloklusi Angle klas I dengan insisivus maksila protusifpada pasien dewasa yang dirawat di Klinik Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada dari tahun 1997 sampai 2005. Duapuluh dua kasus memenuhi syarat sebagai subyek penelitian. Sefalogram akhir perawatan disuperposisikan pada sefalogram awal perawatan dari setiap kasus. Perubahan titik A mendiskripsikan besarnya remodeling tulang korteks labial, sedangkan perubahan apeks insisivus maksila mendiskripsikan besarnya pergerakan gigi. Rerata perubahan titik A adalah 1,37 mm dan rerata perubahan apeks insisivus maksila adalah 2,65 mm (rasio 1:1,93). Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi pergerakan gigi yang lebih besar dari pada remodeling tulangnya.
Efektifitas Model Community As Partner dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Komunitas pada Kelompok Balita dengan Gizi Buruk di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok huriah, titih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1673

Abstract

The prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in Indonesia has been increasing. This also happens in Depok City, particularly in Pancoran Mas Village, wherein the prevalence rate of under-five children with poor nutritional status in 2005 reached 1.67% or there were 88 under-five children with poor nutritional status among 5249 under- five children. This study aimed to evaluating the effectiveness of the application of community nursing concept and theory in order to improve health services through community nursing care particularly in under-five children group with poor nutritional status in Pancoran Mas Village, Depok. This was a quasi experiment research using a non-randomized pretest-posttest control group design. Data collection was done using observation, interview, focus group discussion (FGD) dan questionaire. Research instruments used included food journal of under-five children within 24 hours, physical examination guideline, interview guideline, FGD guideline and questionaire. The questionaire was developed based on Community as a Partner Model. Research population was 44 mothers who had under-five children with poor nutritional status in Pancoran Mas Village. Research sample was 30 mothers who had under-five children with poor nutritional status who fulfilled the inlcusion criteria. Primary, seconadry dan tertiary interventions were done to the 30 mothers within 9 months. Evaluation after the implementation of serial community nursing interventions showed that there was an increase in knowledge about nutrition and poor nutrition from 46% to 92%, an increase in attitude from 60% to 96%, and an increase in family skill in meeting the nutrition requirement for under-five children with poor nutritional status from 30% to 85%. Furthermore, there was improvement of nutritional status i.e. from 27 under-five children with poor nutritional status, after interventions they improved to 1 child with poor nutritional status, 19 children with low nutritional status and 12 children with good nutritional status; whereas five children with low nutritional status improved to good nutritional status.Angka prevalensi kasus gizi buruk pada balita di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini juga terjadi di Kota Depok khususnya di Kelurahan Pancoran Mas, di mana angka prevalensi gizi buruk pada balita pada tahun 2005 mencapai 1,67% atau terdapat 88 balita gizi buruk dari 5249 balita. Tujuan penelitian ini adalah menilai keefektifan aplikasi teori dan konsep keperawatan komunitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan komunitas khususnya pada kelompok balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Penelitian ini adalah eksperimen semu atau quasi eksperimental menggunakan desain non- randomizedpretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, focus group discussion (FGD) dan kuesioner: Alat yang digunakan adalah catatan makanan balita selama 24 jam, pedoman pemeriksaan fisik, pedoman wawancara, pedoman FGD, dan kuesioner. Kuesioner disusun berdasarkan Community as a Partner Model. Populasi penelitian adalah 44 ibu yang memiliki balita dengan gizi buruk di Kelurahan Pancoran Mas Depok. Sampel penelitian adalah 30 ibu yang mempunyai balita dengan gizi buruk yang memenuhi kriteria inklusi. Pada 30 ibu tersebut dilakukan intervensi primer, sekunder dan tertier selama 9 bulan. Evaluasi setelah pelaksanaan rangkaian kegiatan keperawatan komunitas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang gizi dan gizi buruk dari 46% menjadi 92%, peningkatan sikap dari 60% menjadi 96% dan peningkatan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi pada balita gizi buruk dari 30% menjadi 85%. Selain itu, terjadi perbaikan status gizi yaitu dari 27 balita gizi buruk, setelah intervensi menjadi 1 balita gizi buruk, 19 gizi kurang dan 12 gizi baik. Sedangkan dari lima balita gizi kurang telah meningkat menjadi gizi baik.
Pengaruh Konsumsi Fastfood Terhadap Obesitas Anak Sekolah Dasar Santosa, Erwin
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1669

Abstract

Obesitas adalah kelebihan akumulasi lemak dalam tubuh manusia. Banyak faktor yang mempengaruhi obesitas antara lain frekuensi konsumsi fastfood yang berlebihan, asupan makanan jajanan, status sosial ekonomi, aktifitas fisik dan perilaku aktivitas fisik yang tidak banyak bergerak sehari-hari. Prevalensi obesitas meningkat dari tahun ke tahun baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh adanya perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan. Pola makan di kota-kota besar telah bergeser dari pola makan tradisional ke pola makan barat yang dapat menimbulkan mutu gizi yang tidak seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsifastfood terhadap obesitas anak SD. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian case control.. Lokasi penelitian di SDN 1 Sleman dan dilaksanakan pada bulan Mei 2007. Populasi penelitian ini adalah sejumlah siswa kelas 5 yang bersekolah di SDN 1 Sleman. Alat ukur penelitian berupa kuesioner sebagai pedoman untuk wawancara. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna (p e” 0,05) pada umur (p = 0.666), jenis kelamin (p = 0,464), merasa gemuk (p = 0,536), takut gemuk (p = 0,079), serta usaha mengurangi konsumsifastfood (p = 1,00) untuk mencegah obesitas. Perbedaan yang bermakna (p d” 0,05) didiapatkan pada konsumsi fastfood (p = 0,002), aktivitas fisik (p = 0,014), aktivitas diam (p = 0,021), dan tingkat pendapatan keluarga (p = 0,026). Terdapat perbedaan yang bermakna untuk tingkat konsumsi fastfood, aktivitas fisik, aktivitas diam dan tingkat pendapatan keluarga, sedangkan untuk umur, jenis kelamin, dan variabel lain tidak terdapat perbedaan yang bermaknaObesity is an excessive accumulation of fat inside human body. May factors influence obesity namely high frequency of fast food consumption, snacks intake, social economic status, physical activities and sedentary lifestyle. Obesity prevalence has been increasing every year in developed and developing countries including Indonesia; this is influenced by the change of lifestyle and eating habits. Dietary consumption in big cities has shifted from traditional to western pattern, which can cause imbalance quality of nutrients. This research aimed to identifying the influence of fast food consumption and other related factors on obesity in elementary school children. This research was an analytic observational study using case control research design. Research location was in Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Sleman; and it was conducted in June 2007. Research subjects were 30 fifth-grade students in SDN 1 Sleman. Research tool used was a questionnaire as an interview guide. Data was analyzed using chi-square test. The research results showed no significant differences (p e” 0.5) on age (p = 0.666), sex (p = 0.464), fat self-perception (p = 0.536), fear of being fat (p = 0.079), and effort to decrease fast food consumption to prevent obesity (p = 1.00). Significant differences (p = 0.05) were found in fast-food consumption (p = 0.002), physical activities (p = 0.014), sedentary lifestyle (p = 0.021) and family income (p = 0.026). There were significant differences in fast food consumption, physical activities, sedentary lifestyle and family income; meanwhile, age, sex, and other factors showed no significant differences.
Pengaruh Family Psychoeducation terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Klien Halusinasi di Kabupaten Bantul Tahun 2007 Wardaningsih, Shanti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental dosorder in brief range of time and surely long-range, will result the burden client, family and also state. The aim of this research is to know the influence of Family Psychoeducation toward family abilities and burdens to care of clients with hallucination. This research uses quantitative method with experimental quasi approaching. This research was take on 4 Public Health Center (Puskesmas) at Bantul District that are Puskesmas Kasihan 1, Kasihan 2, Sewon 1 and Imogiri 1. Samples was taken by used simple random sampling as much 28 samples for control & intervention groups . Data collected by using questionnaire and intervention modul that is FPE. Data analyzed by using chi-square and paired test, withp-value result < 0,05. The Result of this research influenced of FPE, which are decreasing burden and increasing family abilities to care of clients with hallucination. Also concluded that characteristics of the family and client are not as confounding variable. The result of the research is recommend the health services of Puskesmas to facilitate application FPE for families, which have member suffering mental disorderGangguan jiwa dalam kurun waktu singkat apalagi jangka panjang, akan mengakibatkan beban pada klien, keluarga serta negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Family Psychoeducation terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Tempat penelitian dilakukan di 4 Puskesmas di Kabupaten Bantul yaitu Puskesmas Kasihan 1, Kasihan 2, Sewon 1 dan Imogiri 1. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 28 untuk kelompok kontrol dan intervensi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan modul intervensi yaitu Family Psychoeducation. Analisa data menggunakan chi- square dan paired t test, dengan hasil p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh Family Psychoeducation yaitu penurunan beban dan peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Selain itu didapatkan bahwa karakteristik keluarga dan klien tidak menjadi variabel konfonding. Rekomendasi penelitian ini terutama ditujukan kepada pelayanan kesehatan di puskesmas agar menfasilitasi untuk penerapan family psychoeducation bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
Pengaruh Sel Galvanik Kawat Busur Ortodontik Cekat Australia dan Nikel Titanium dengan Amalgam terhadap Pelepasan Ion Nickel: Studi Laboratoris pada Lingkungan Saliva Tiruan dengan pH Normal Triawan, Andi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the oral environment, orthodontic appliances can potentially release metal elements; it is influenced by temperature change, oral microbe, oral enzymes, change of saliva pH and galvanic coupling of dissimilar metal alloy. At present, most orthodontic patients have amalgam fillings on their teeth. The aim of this study was to identify nickel ion release caused by Australian and nickel titanium orthodontic arch wires galvanic cells with amalgam. Subjects were divided into 4 groups i.e. group 1 consisting of 8 Australian wires, group 2 consisting of 8 Australian wires and 8 amalgams, group 3 consisting of 8 NiT wires, and group 4 consisting of 8 NiTi wires and 8 amalgams. Each group was immersed in 20 ml artificial saliva with normal pH and temperature 37C. On the third, fifth and seventh day, the artificial saliva was changed with fresh artificial saliva. The quantity of nickel ions released was measuredfrom the artificial saliva immerse of the four groups using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The data collected was analyzed statistically using 2-ways Analysis of Variance and t-test. The result of the study showed that the average release of nickel ions from Australian wires andNiTi wires coupled with amalgam was greater than Australian wires andNiTi wires themselves (p<0,01), and the quantity of nickel ions released from Australian wires was greater than NiTi wires (p<0,01). In conclusion, galvanic cells Australian and Nickel Titanium orthodontic arch wires with amalgam affect the release of nickel ions significantly.Pada lingkungan mulut, peralatan ortodontik berpotensi melepaskan elemen-elemen logam, yang dipengaruhi oleh perubahan suhu, mikroba mulut, enzim mulut, perubahan pH ludah dan pasangan galvanik logam paduan yang berbeda. Saat ini pada sebagian besar pasien ortodontik cekat digunakan amalgam sebagai bahan tambalan pada giginya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sel galvanik kawat busur ortodontik cekat australia dan nikel titanium dengan amalgam terhadap pelepasan ion nickel pelepasan ion nikel yang disebabkan oleh kawat busur ortodontik cekat australia dan nikel titanium. Subyek penelitian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 terdiri atas 8 kawat Australia; kleompok 2 terdiri atas 8 kawat Australia dan 8 amalgam, kelompok 3 terdri atas 8 kawat NiTi, dan kelompok 4 terdiri atas 8 kawat NiTi dan 8 amalgam. Tiap kelompok direndam dalam 20 ml saliva tiruan dengan pH normal dan suhu 37C. Saat perendaman hari ke-3, hari ke-5 dan ke-7, saliva tiruan diganti dengan saliva tiruan yang baru. Jumlah pelepasan ion nikel dianalisis dari saliva tiruan hasil perendaman ke-4 kelompok pada hari ke-3, hari ke-5 dan ke-7 dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Analisis statistik yang digunakan adalah varians 2 jalur dilanjutkan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah pelepasan ion nikel pada kawat Australia dan kawat NiTi yang berpasangan dengan amalgam lebih besar daripada kawat Australia dan kawat NiTi itu sendiri (p<0,01) dan jumlah pelepasan ion nikel pada kawatAustralia lebih besar dari pada kawat NiTi (p<0,01). Kesimpulannya adalah sel galvanik kawat busur ortodontik cekat australia dan nikel titanium dengan amalgam meningkatkanjumlah pelepasan ion nikel kawat busur ortodontik cekat Australia dan Nikel Titanium.
Kesehatan Gigi Anak Autis Anggraini, Laelia Dwi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1675

Abstract

Autism is a development disturbance in children, which includes communication, interaction and behavior. Autistic children suffer more serious mouth disease because disability to brush their teeth. The main problem in handling autistic children is building a good communication and giving attention in health teeth. Good cooperation from parents, autistic child, and their dentist is a key success for the teeth care of autistic children. This paper explains about autism including its etiology, diagnosis, therapy and how to handle the mouth and teeth health of autistic children.Autis adalah gangguan perkembangan pada anak yang meliputi komunikasi, interaksi dan kebiasaan. Anak autis mempunyai gangguan kesehatan mulut yang serius, disebabkan ketidakmampuannya menyikat gigi. Masalah utama menangani anak autis adalah membangun komunikasi dan memberi perhatian pada kesehatan giginya. Kerjasama yang baik antara orang tua, anak autis dan dokter giginya adalah kunci kesuksesan perawatan gigi anak autis. Makalah ini menerangkan tentang autis meliputi etiologi, diagnosis, terapi dan bagaimana menangani kesehatan gigi dan mulut anak autis.
Evaluasi Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Di RSUD Djojonegoro, Temanggung Afandi, Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1671

Abstract

Professional Nursing Practice Model is a system of structure, process, and values that enable nurses manage nursing care to patients including the environment which support the nursing care. In order to improve the quality of nursing services, the Management Board of Djojonegoro District Hospital in Temanggung District in cooperation with Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Yogyakarta, developed Professional Nursing Practice Model (PNPM) based on Decree Letter of Head of Management Board of Djojonegoro District Hospital No. 800/019/2006 on establishment of the committee for development of PNPM. The purpose of this research was to describe the implementation of PNPM in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital. It was a cross sectional study using descriptive analysis. Research subjects were recruited using a total sampling technique i.e. all nurses in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital. Data collection was done using a questionnaire consisting of twelve components of PNPM. The results showed that almost all components had scores above 80%, except for post conference component i.e. 70.8 %. In conclusion, the Professional Nursing Practice Model was well implemented in Dahlia Ward of Djojonegoro District Hospital.Model Praktik Keperawatan Profesional merupakan suatu sistem struktur, proses dan nilai-nilai yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (BP RSUD) Djojonegoro Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSIK FK UMY) mengembangkan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) berdasarkan Surat Keputusan Kepala BP RSUD Djojonegoro Kabupaten Temanggung Nomor 800/019/2006 tentang pembentukan panitia pengembangan MPKP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan MPKP di Ruang Dahlia RSUD Djojonegooro Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan total sampling, yaitu seluruh perawat di Ruang Dahlia RSUD Djojonegoro. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri atas dua belas komponen MPKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hampir seluruh komponen MPKP di Ruang Dahlia mencapai nilai di atas 80 %, kecuali pada komponen pelaksanaan post conference yaitu 70,8 %. Kesimpulannya pelaksanaan seluruh komponen MPKP di Ruang Dahlia RSUD Djojonegoro Temanggung telah berjalan dengan baik.
Surveilans Penderita Talasemia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2004 Rosita, Linda
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2.1676

Abstract

Surveillance based on demography data and laboratory data of patient ’s Thalassemia needing routine blood transfusion give a contribution in managing the disease in society and increase the service to patient and its family. The aim of this study is to investigate the epidemiology clinical and laboratory aspect of the Thalassemia patient needing routine transfusion in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. The study retrospectively, subject are the patient with routine transfusion and have complete laboratory data. Data are taken from patient’s Thalassemia needed routine transfusion or suspect Thalassemia and other variables needed rutinized from their medical records during of2004. There are 29 subject this study 18% is major Thalassemia, age 1-14 year, needing blood transfusion for a lifetime (48%), living outside DIY (52%) that is Central Java of part of south Pacitan. Family History knew (86%) at patient ’s, peripheral blood smear supporting diagnosed by Thalassemia (86%), existence of splenomegaly most of allpatient’s, test fragilities osmotic (71%) supporting diagnosed Thalassemia. Haemoglobin Rate gyrate 2,7-10g%, there are make-up of amount retikulosit till 4,9%,. pattern of Electrophoresis Hb there are improvement Hb S/D/G till 70mg%, improvement of Hb A2 till 86,7mg%, and also the existence of improvement of Hb F of father 2,84% and improvement of Hb F of mother 1,26%. Peripheral blood smear a step aside and usable osmotic fragility test as screening Thalassemia after existence of later clinic suspicion can be continued test of electrophoresis Hb and analyze the fi gene DNA. Test Electrophoresis Hb require to be socialized to doctor to make diagnosed by Thalassemia and suspicion to traits Thalassemia.Surveilans yang berbasis data demografi dan laboratorium pada pasien Talasemia yang memerlukan transfusi darah rutin dapat memberikan kontribusi terhadap penaggulangan penyakit di masyarakat dan meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien dan keluarganya. Penelitian secara retrospektif observasional, subyek penelitian pasien Talasemia menjalani transfusi rutin atau pasien dicurigai klinis Talasemia, memiliki data demografi dan data laboratorium lengkap, dirawat di Instalasi Kesehatan Anak (InsKA) dan Unit Penyakit Dalam (UPD) RSUP Dr. Sardjito. Kriteria eksklusi jika sampai akhir perawatan diagnosis Talasemia belum dapat ditegakkaan Terdapat 29 subyek penelitian dengan Talasemia mayor (18%), kelompok umur terbanyak 1-14 tahun, memerlukan transfusi darah seumur hidup (48%), berdomisili di luar DIY (52%) yaitu Jawa tengah bagian selatan hingga Pacitan. Riwayat keluarga pada pasien diketahui (86%), morfologi darah tepi yang mendukung diagnosis Talasemia (86%), adanya splenomegali pada hampir semua pasien, tes fragilitas osmotik (71%) mendukung diagnosis Talasemia. Kadar hemoglobin berkisar 2,7-10g%, peningkatan jumlah retikulosit hingga 4,9%. Pola elektroforesis Hb terdapat peningkatan pada Hb S/D/G hingga 70mg%, peningkatan Hb A hingga 86,7mg%, adanya peningkatan Hb F ayah rata-rata 2,84% dan peningkatan Hb F ibu rata-rata 1,26%. Morfologi darah tepi dan tes fragilitas osmotik dapat dipakai sebagai skrining Talasemia setelah adanya kecurigaan klinis dilanjutkan pemeriksaan elektroforesis Hb dan analisis DNA gen B. Pemeriksaan elektroforesis Hb perlu disosialisasikan kepada klinisi untuk menegakkan diagnosis Talasemia dan kecurigaan terhadap traits Talasemia.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue