cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Anestesi pada Operasi Palatoplasty dengan Penyulit Tetralogy of Fallot Arief Munandar
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i1.1708

Abstract

Di laporkan penatalaksanaan anestesi pada pasien Labiopalatoschisis dengan penyulit Tetralogy of Fallot yang dilakukan operasi palatoplasti pada seorang anak wanita umur 4 tahun, berat badan 9 kg, dengan anestesi umum, status fisik ASA III. Premedikasi dengan midazolam 0,75 mg, sulfas atropin 0,25 mg, ketalar 5 mg. Induksi dengan ketalar 15 mg, fasilitas intubasi dengan Esmeron 6 mg. Pemeliharaan dengan fentanil 20 mg, halotan 0,5% dan oksigen 5 1/mnt. Durante operasi dilakukan monitoring pada tekanan darah, saturasi 02 nadi dan EKG dengan monitor elektrik. Anestesi dilakukan selama 100 menit, operasi berlangsung selama 60 menit. Durante operasi tidak didapatkan penyulit anestesi maupun pembedahan. Pasca operasi pasien tetap terintubasi dengan sedasi, nafas spontan assist. Perawatan pasca operasi dilakukan di ICU.
Pengaruh Pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap Berat Badan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Gustrin Oktaviayu Cendhikalistya; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1589

Abstract

which can be used for overcoming the obesity is by consuming VCO (Virgin Coconut Oil). This study want to know the efficacy of VCO, due to decrease the body weight. This study is a preclinical unrandomized control trial design. Twenty five male Spraque- Dawley strain rats (Rattus norvegicus), 4 months age and ± 300 grams body weight are used for subjects. These rats are divided into 5 groups : positive and negative control, and three groups for treatment groups which are given by fat first. The dosage given is the conversion of human dosage, they are 50 cc/day, 25 cc/day, and 12,5 cc/day. VCO given orally everyday for 28 days then the body weight were measured every 7 days as long as 28 days, the pigs will also measured everyday. Body weight and food intake data are analyzed with Kruskal-Wallis test continued with Mann-Whitney test and also paired t-test for intragroup (before and after). Based on this study, it could be known that VCO can decrease body weight. Dose II (25 cc/ day) is the best in decreasing body weight although in between groups analyzing it has no differences with dose I (50 cc/days). The decreasing of rat ’s body weight is not influence by appetite because the food intake is constant.Obesitas dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, hipertensi misalnya. Salah satu alternatif diet yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi obesitas adalah dengan mengkonsumsi VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat VCO dalam membantu menurunkan berat badan. Penelitian ini berjenis eksperimental praklinik dengan rancangan unrandomized control trial. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 ekor tikus putih galur Spraque-Dawleyjantan, umur 4 bulan dan berat badan rata-rata 300 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif dan negatif serta tiga kelompok perlakuan yang digemukkan terlebih dahulu. Dosis yang diberikan adalah hasil konversi dosis manusia, yaitu 50 cc/hari, 25 cc/hari, dan 12,5 cc/hari. VCO diberikan peroral setiap hari selama 28 hari kemudian ditimbang sisa pakannya selama itu sedangkan berat badannya dicatat setiap 7 hari sekali. Data selisih berat badan dan intake pakan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk menganalisa hasil antarkelompok. Uji t berpasangan dilakukan untuk menganalisa hasil intrakelompok (sebelum dan sesudah perlakuan). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa VCO dapat menurunkan berat badan tikus putih yang telah digemukkan terlebih dahulu. Dosis II (25 cc/hari) adalah dosis terbaik dalam menurunkan berat badan walaupun pada analisis antarkelompok tidak terdapat perbedaan bermakna dengan kelompok dosis I (50 cc/hari). Penurunan berat badan tikus putih ini tanpa dipengaruhi oleh nafsu makan karena intake pakan stabil.
Efektivitas Salep Kitosan terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimia pada Rattus norvegicus Fitri Rizkia Putri; Sri Tasminatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.997

Abstract

Proses penyembuhan luka adalah satu respon terkoordinasi pada cedera jaringan yang menghasilkan kontraksi jaringan, penutupan luka, dan pemulihan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa salep kitosan kadar 2,5% efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan persentase penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kitosan terhadap gambaran histologis penyembuhan luka bakar kimia pada kulit melaui pengamatan ketebalan epitel dan jumlah fibroblas. Studi in vivo, tikus Sprague Dawley dibagi menjadi enam kelompok, kontrol tanpa perlakuan, kontrol vaselin, kontrol Bioplacenton®, salep kitosan dosis 1,25%, 2,5%, dan 5%. Punggung tikus diinduksi luka bakar derajat tiga dengan asam sulfat 75%. Formula kitosan dioleskan tiap hari sampai kriteria sembuh terkonfirmasi. Jaringan kulit yang telah sembuh dibuat preparat histologi dengan pewarnaan HE kemudian diukur ketebalan epitel dan jumlah fibroblasnya. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah, dilanjutkan dengan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan epitel paling tipis dihasilkan oleh salep kitosan 5% (13,31 ± 4,05) dengan nilai signifikansi (p = 0,015). Jumlah fibroblas yang paling sedikit dihasilkan oleh salep kitosan 5% (49, 80 ± 6,01 sel) dengan nilai signifikansi (p = 0,000). Penelitian ini membuktikan bahwa dosis salep kitosan terbaik adalah 5%. The process of wound healing is a set of coordinated responses to tissue injury that results in tissue contraction, closure, and restoration. Previous study had shown that chitosan ointment 2,5% is effective in promoting wound healing and increasing healing percentage. This experiment has aim to gain the chitosan effect on histological properties in chemical burn healing of skin through epithelial thickness and number of fibroblast observation. In in vivo studies, rats Sprague Dawley were divided into six groups; control without treatment, vaseline control, Bioplacenton® control, chitosan ointment dose 1.25 %, 2.5%, and 5%. A third degree burn of the backskin was performed by 75% sulfate acid. Chitosan formulations were day repeatedly applied on the burned areas until the final healing process criterias were confirmed. Healing tissue was evaluated by histology preparation with HE staining then its epithelial thickness and number of fibroblast were measured. The datas were analyzed by one way ANOVA, followed by LSD. The results indicated that the thinnest epithelial thickness was showed on chitosan 5 % (13.31 ± 4.05) with a value of significance (p=0,015). The fewest number of fibroblast is performed on chitosan 5% (49, 80 ± 6.01 cells) with a value of significance (p = 0,000). This study proved the best chitosan ointment dose is 5%.
Derajat Peradangan Duodenum Mencit BALB/c setelah Pemberian Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Diinduksi Ovalbumin Arinta Prinarbaningrum; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2016): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v16i1.4721

Abstract

Ipomoea batatas L. mengandung antosianin yang tergolong flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai agen aintiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji derajat peradangan duodenum mencit setelah diinduksi ovalbumin dan diberi perlakuan ekstrak etanol I. batatas L. (EEIB). Penelitian bersifat eksperimental dengan posttest only control group design. Hewan uji adalah mencit BALB/c jantan sebanyak 28 ekor dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif dengan ovalbumin, 4 kelompok perlakuan (ekstrak etanol I. batatas L. dosis 0.21g, 0.42g, 0.84g, 1.65g) dan kelompok kontrol positif (antihistamin + ovalbumin). Kelompok perlakuan dan antihistamin diberikan selama 28 hari. Pada hari ke-29 mencit dikorbankan dan diambil duodenumnya untuk dibuat sediaan histologi dengan teknik pewarnaan HE. Data berupa derajat peradangan duodenum dianalisis dengan Anava satu jalan dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan derajat peradangan tertinggi pada kelompok kontrol negatif, derajat peradangan menurun pada kelompok perlakuan EEIB dan obat antihistamin secara bermakna (p0.05). Pemberian EEIB pada semua dosis tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol normal dan kelompok kontrol positif (p0,05). EEIB dosis 0,84 g/kg memiliki derajat peradangan duodenum paling rendah tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol normal (p0,05). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol I. batatas L. mampu menurunkan derajat peradangan duodenum mencit BALB/diinduksi ovalbumin dengan dosis efektif 0.84 g/kg.
Uji Aktivitas Antioksi dan Rebusan Daun Dewa (Gynura Pseudochina) dan Perannya Sebagai Inhibitor Advanced Glycation End Products (Ages) Akibat Reaksi Glikosilasi Eko Suhartono; Bambang Setiawan; - Edyson; Nur Yulia Sari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1748

Abstract

The research of an antioxidant activity of Daun Dewa leaf boiled (Gynura pseudochina) and the role as inhibitor of advanced gly cation end products (AGEs) formation in vitro had been done. Aims of this research are to measure an antioxidant activity by Daun Dewa leaf boiled and the role as inhibitor of AGEs formation. The methods, to measured an antioxidant activity by Daun Dewa leaf boiled is reacted with 2,4-dinitrophenylhydrazin (DNPH) and ana¬lyzed with spectrophotometry methods with 1—390 nm. Meanwhile, AGEs com¬pounds is measure every 48 hours during 20 days of research and analyzed with spectrophotometry methods with 1=340 nm Content of dicarbonyl com¬pounds is measured with DNPH methods that developed by Uchida and modi¬fied by Sadikin. The result, showed that an antioxidant activity of Daun Dewa leaf boiled at 25% concentration is 66,34 ± 3,72 %. On the other hand, is able to block rate of AGEs formation.Telah dilakukan penelitian aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa dan perannya sebagai penghambat pembentukan AGEs. Penelitian ini bertujuan menentukan aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa dan perannya sebagai penghambat pembentukan AGEs. Untuk penentuan aktivitas antioksidan, rebusan dauan tanaman Daun Dewa direaksikan dengan 2,4-dinitrophenylhydrazin (DNPH) dan dianalisis secara spektrofotmetri pada 1 = 390nm. Senyawa AGEs diukur setiap 48 jam selama 20 hari dengan menggunakan spektrofotometri pada 1 = 340 nm. Kadar senyawa dikarbonil ditentukan dengan cara metoda DNPH yang dikembangkan Uchida dan dimodifikasi oleh Sadikin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa konsentrasi 25% adalah 66,34 ± 3,72%. Selain itu, daun Dewa juga dapat menghambat pembentukan AGEs.
Peran Pemeriksaan Barium Enema pada Penderita Megacolon Congenital (Hirschprung Diseases) Ana Majdawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i2.1606

Abstract

Hircshprung diseases (HD) occurred in a ratio of1:5000 live births with the objective of this literature review mortality of infant 80%, while that handled can reduce up to 30%. This Literature review have goal to early diagnose of HD with introduce sign and symptom, the apperance of HD in imaging radiology examination. HD diagnosis is confirmed by signs and symptoms, i.e. the fail use of issuing meconium at a newborn more than 24 hours, followed by bilious vomit, abdominal distention, and advanced condition or for older infant undergo irritable, grunting, and because of abdominal distention with Darm contour, Darm Steifung appearances. Result of the study indicates that the supporting examination with a role of directing the HD diagnosis was radiological imaging. In the smooth photographs of anteroposterior- supine, lateral-erect, and left lateral decubitus (LLD) positions, luminal dilatation of the colon appeared, while intestinal air was not seen at pelvic region with obstructive signs of low position. The barium enema examination was a selected one for HD with a diagnostic accuracy of approximately 90%. The exercise of HD diagnosis was made as a scoring system of eight radiological signs on the Barium enema examination. A scoring of the scoring system in the determination of HD diagnoses was: 1) scores 1-3, possibility of HD was 40% with low assessment criteria; 2) scores 4-5: possibility of HD 66% with moderate assessment criteria; and 3) scores 6-8: possibility of HD 100% with high assessment criteria. It is concluded that HD diagnosis was made as a scoring system of eight radiological signs on the Barium enema examination can reduce morbidity and mortality rate.Hirschprung diseases (HD) adalah kelainan kongenital tidak adanya sel-sel saraf parasimpatetik, yaitu aganglion intramural dan submucosa yang umumnya terjadi pada bagian distal colon yaitu rectum dan sebagian colon sigmoid. HD terjadi 1 kasus pada 5000 kelahiran hidup dengan angka mortalitas pada bayi yang tidak ditangani segera berkisar 80%, sedang yang ditangani dapat menurun sampai 30%. Tujuan penulisan literature review ini adalah mempelajari tanda dan gejala HD dan menentukan gambaran radiologi HD dari penelusuran beberapa jurnal penelitian, Penegakan diagnosis HD dari tanda dan gejala klinik yaitu kegagalan pengeluaran meconeum pada bayi baru lahir lebih 24 jam diikuti muntah bilous, distensi abdomen dan pada keadaan lanjut atau pada bayi yang lebih tua dapat berakibat iritable, nafas cepat (grunting) karena adanya distensi abdomen dengan gambaran Darm contour, Darm Steifung. Pemeriksaan penunjang yang berperan untuk mengarahkan diagnosis HD adalah pencitraan radiologi. Foto polos abdomen posisi anteroposterior-supine, Lateral-errect dan Left Lateral Decubitus (LLD), tampak dilatasi lumen colon dan tak tampak udara usus pada regio pelvic dengan tanda-tanda obstruksi letak rendah. Pemeriksaan barium enema merupakan pemeriksaan pilihan pada HD dengan akurasi diagnostik sekitar 90%. Penelitian tahun 1996 oleh A.N.O’Donovan, et al penegakan diagnosis HD dibuat sistem skoring dari 8 tanda radiologi pada pemeriksaan Barium enema, yaitu: 1). zona transisional, 2). kontraksi irreguler, 3). index rectosigmoid ( lebar maximum rectum dibagi lebar maximum sigmoid ; abnormal jika kurang dari 1, 4). spasmus, 5). adanya gambaran cobble stone mukosa pada WSCE (Water Soluble Contrast Enema), 6). mukosa irreguler, 7). mukosa yang bergerigi dan 8). retensi kontras (evakuasi lambat setelah 24 jam). Penilaian sistem skoring dalam menentukan diagnostik HD adalah: 1). Nilai 1-3 : kemungkinan HD 40% dengan kriteria penilaian rendah; 2). Nilai 4-5 : kemungkinan HD 66% dengan kriteria penilaian sedang; 3). Nilai 6-8 : kemungkinan HD 100% dengan kriteria penilaian tinggi. Kesimpulannya bahwa penegakan diagnosis HD dengan mengenali tanda dan gejala serta gambaran pemeriksaan barium enema dengan sistem skoring dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penderita HD.
Perbedaan Hubungan antara Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 2-5 Tahun Dixy Febrianita Titi Pratama Putri; - Kusbaryanto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i3.1032

Abstract

Terdapat hubungan antara wanita yang bekerja dengan tumbuh kembang anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara profesi ibu sebagai pegawai di perusahaan dan ibu rumah tangga dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 2-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah analytic observational dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah pasangan ibu seorang pegawai di perusahaan dan ibu rumah tangga (istri pegawai pria yang tidak bekerja) dengan anaknya yang berusia 2-5 tahun. Sampel yang digunakan sebanyak 80. Data dianalisis menggunakan uji Chisquare. Hasil uji statistik didapat nilai p=0,012 RR=0,38 (CI 95%: 0,16–0,86) untuk hubungan antara profesi ibu dengan perkembangan anak, sedangkan dengan pertumbuhan anak nilai p=0,330 RR=1,75 ( CI 95%: 0,55–5,51). Hubungan antara profesi ibu dengan pola asuh makan (p=0,120) dan pola asuh stimulus (p=0,172). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara profesi ibu dengan perkembangan anak, namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara profesi ibu dengan pertumbuhan anak, pola asuh makan, dan pola asuh pemberian stimulus. There is any relationship between working mother with growth and development her child. The objectives of this study are to determine the relationship between mother profession as an employee in the company and the housewife with the growth and development of 2-5 years children. This study is observational analytic with cross sectional approach. The subjects in this study are the mother of an employee in the company and housewife (wife of male employees who are not working) with their children aged 2-5 years. The samples used for as many as 80. The data were analyzed using Chi-square test. Results from statistical tests obtained the p=0.012 RR=0.38 (CI 95%: 0.16-0.86) for the relationship between mother’s profession with child development, while with child growth, p=0.330 RR=1,75 (CI 95%: 0.55-5.51). Relationship between mother’s profession with ate parenting (p=0,120) and stimulation parenting (p=0,172). Based on the result above shows there are significant relationships between mother’s professions with child development, but there’s no significant relationships between mother’s professions with child growth, ate parenting, and also with stimuli parenting.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Kesadaran untuk Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Bayi Baru Lahir Asti Widuri; Bambang Edy Susyanto; Supriyatiningsih Supriyatiningsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.190122

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak-anak di negara yang belum ada program deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir diawali dari kecurigaan saat anak terlambat bicara. Keterlambatan deteksi tersebut karena kurangnya pengetahuan orang tua terhadap perkembangan bicara dan bahasa sebelum anak berumur 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap sikap/kesadaran tentang deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Penelitian dengan desain potong lintang menilai pendidikan orang tua dan sikap terhadap pemeriksaan deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dilakukan pada orang tua/pasien klinik Asri Medical Centre Yogyakarta (AMC) bulan Juni-Juli 2018. Hasil penelitian menunjukkan 55 responden, 6 (10,9%) dengan pendidikan sangat tinggi, 42 (76,3%) dengan pendidikan tinggi, dan 7 (12,7%) dengan pendidikan menengah. Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak adanya pengaruh yang bermakna antara skor pendidikan orang tua, pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, usia dan jumlah anak terhadap sikap orang tua pada program deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh pada sikap positif/tertarik pada program deteksi dini pemeriksaan pendengaran, sehingga dibutuhkan kebijakan pemerintah agar deteksi dini gangguan pendengaran berjalan optimal.
Masalah-masalah dalam Penatalaksanaan Tekanan Darah Tinggi pada Lanjut Usia dan Peran-peran Pengasuh Utamanya (Caregiver): Sebuah Studi Kualitatif Uswatun Khasanah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i2.1877

Abstract

A caring nursing relationship with hypertensive clients at their homes can have positive effects upon their blood pressure. This paper attempts to reveal efforts of the hypertensive older adults and their caregivers in dealing the high blood pressure. This study shows that often older adults they do not realize they are having hypertension at first; accidentally they are diagnosed with hypertension when they seek help for other health problem. While the others realize that they are having hypertension after the screening program conducted by students or health professional.Soon after the older adults realize they are diagnosed with hypertension, changing the risky behaviors, asking and searching information related the disease follows. However, often they neglect the disease management when they feel the disease symptoms disappear. Or still practicing incorrect management, such as improper medical regiment, irregular checking blood pressure till does not manage their high blood pressure at all. The common practices among the hypertensive are alternative medicine used, such as using herbs, holy water, or asking help from the traditional healer as well as the spiritual leader. Concerning older adult caregivers roles are as the main psychological and financial support for the older adults.This study demonstrates various perspectives of older adults and caregivers problems and efforts in maintaining blood pressure within recommended level. This is very useful information for the health professional in caring the hypertensive older adult comprehensively according to their needs and their perspective.Artikel ini mengemukakan tentang persepsi dari lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha mereka untuk mengontrol tekanan darah tinggi yang dialami oleh para lanjut usia dirumah. Hasil dari penelitian dengan desain kualitatif dan wawancara sebagai tehnik pengumpulan data ini yaitu kebanyaan pada awalnya lanjut usia tidak menyadari bahwa mereka menderita tekanan darah tinggi, baru setelah mereka memeriksakan masalah kesehatan yang lainnya kepada tenaga kesehatan dan dicek tekanan darah tingginya, didapakan tekanan darah tingginya melebihi batas normal yang direkomendasikan. Sedangkan lanjut usia yang lainnya mengetahui kalau mereka menderita tekanan darah tinggi setelah ada program screening dari mahasiswa atau tenaga kesehatan yang lainnya.Segera setelah lanjut usia mengetahui mereka menderita tekanan darah tinggi, maka merubah tingkah laku yang membahayakan kesehatan, bertanya dan mencari informasi yang berkaitan dengan penyakitnya adalah hal yang dilakukan oleh para lanjut usia tersebut. Akan tetapi masih banyak diantara lanjut usia tersebut yang melakukan penatalaksanaan yang kurang tepat, seperti penggunaan obat yang salah, tidak teratur mengontrol tekanan darah atau juga tidak melakukan apapun untuk mengontrol penyakitnya tersebut. Praktek yang sering dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi diantaranya yaitu lanjut usia menggunakan pengobatan alternative seperti dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan, air suci, atau meminta pertolongan dari pengobat tradisional dan juga pemimpin agama. Tentang pengasuh anjut usia, mereka adalah pendukung secara psykologis dan juga financial.Penelitian ini menunjukkan beberapa perspektif lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan lanjut usia. Hal ini merupakan informasi yang sangat berharga bagi tenaga kesehatan dalam merawat lanjut usia dengan darah tinggi secara komprehensif dan berdasarkan kebutuhannya dan dengan memperhatikan perspective mereka.
Pengaruh Terapi Alquran terhadap Skor Kecemasan dan Respon Fisiologis Sistem Neuromuskular pada Wanita Hamil Fitra Sari; - Sagiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1622

Abstract

The pregnant woman often feels anxious (anxiety). One of physiologies response as consequences from this anxiety such as headache, increasing of blood pressure, and uncomfortable with stomach. One of relaxation method to minimize the anxiety is using Alquran therapy which can give calmness of soul. The purpose of this research is to decide about the effectiveness of Alquran therapy to minimize the score of anxiety at pregnant woman. The research design is experimental design with pre-post control group randomized control trial. Subject is pregnant woman who get treading of ante natal care (ANC) in the hospital, medical center, and BPS (Bidan Praktek Swasta) in Yogyakarta and Salatiga. Subject is divided into two groups, experiment group who get Alquran therapy (n=33) and second group is control group who get therapy with lyrics (n=30). Time of this research is two weeks. The result showed that there is significant decreasing of anxiety score in those groups (experiment group and control group). Neuromuscular score isn ’t get significant degradation in those groups. But, ifwe see it from mean difference of Alquran is bigger than neuromuscular score. Value assess of anxiety score before and after to experiment group p=0,000 and control group p=0,006. Difference of mean value between control and experiment group p=0,111. Mean values of differences of neuromuscular score before and after therapy, for experiment group p=0,215 and control p=0,942. Difference mean value of neuromuscular score between control and experiment p=0,186. The conclusion of this research is the guidance during pregnancy can decrease anxiety score (with Alquran therapy or with positive sentences which can give calmness to pregnant women), but at light level, Alquran therapy can ’t show significant result to decrease neuromuscular score.Kecemasan banyak dialami wanita hamil. Salah satu respon fisiologis yang muncul dari manifestasi kecemasan meliputi sakit kepala, naiknya tekanan darah dan rasa tidak nyaman pada perut. Salah satu metode relaksasi dalam menurunkan kecemasan adalah dengan menggunakan terapi Alquran yang dapat memberi ketenangan padajiwa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efektivivitas pendampingan dengan Alquran terhadap penurunan skor kecemasan pada wanita hamil. Desain penelitian yaitu eksperimental dengan pre-post control group randomized control trial. Subyek penelitian wanita hamil yang menjalani antenatal care (ANC) di Rumah Sakit Bersalin, Puskesmas dan Bidan Praktek Swasta (BPS) di Yogyakarta dan Salatiga. Subyek dibagi menjadi2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapat terapi dengan Alquran (n=33) dan kelompok kontrol yang mendapat terapi dengan syair (n=30). Penelitian ini berlangsung selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan skor kecemasan yang bermakna pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Skor neuromuskular tidak menurun secara bermakna pada kedua kelompok, namun dilihat dari selisih rata-rata Alquran lebih besar menurunkan skor neuromuskular. Nilai rerata skor kecemasan sebelum dan sesudah untuk kelompok eksperimen p=0,000 dan kelompok kontrol p=0,006. Nilai selisih rerata penurunan skor kecemasan kelompok kontrol dan eksperimen p=0,111. Nilai rerata perbedaan skor Neuromuskular sebelum dan sesudah, untuk kelompok eksperimen p=0,215, dan kelompok kontrol p =0,942, Nilai selisih rerata skor neuomuskular kelompok eksperimen dan kontrol p=0,186. Kesimpulan penelitian ini adalah pendampingan pada masa kehamilan dapat menurunkan skor kecemasan baik itu melalui terapi Alquran ataupun dengan memberikan kalima-kalimat positif yang dapat menenangkan jiwa. Pada tingkat ringan terapi alquran tidak menunjukan hasil yang bermakna dalam menurunkan skor neuromuskular.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue