cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Correlation between Osteoarthritis Knee Damage Based on Ultrasound with Kellgren-Lawrence Classification Wensri sevni Kurniawati; Muhammad Ilyas; Mirna Muis; Andi Alfian Z; Faridin Faridin; Sri Asriyani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 21, No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v21i1.7225

Abstract

The classic standard criteria to diagnose osteoarthritis (OA) of the knee is the conventional radiological imaging. Ultrasonography could assess the osteoarthritis early and show invisible joint structures in osteoarthritis. This study aimed to compare the cartilage changes of trochlear femur and osteophytes (femur and tibia) through ultrasound examination with the radiological imaging in stages to Kellgren-Lawrence (KL) classification. This is an observational study using cross-sectional design, involved 33 patients with knee OA who underwent conventional photo examination and ultrasonography at dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Hospital in the period of June - August 2019. Spearman's test showed that there is a significant correlation between the stage of OA by KL and the stage of femoral trochlear cartilage damage (p 0.001) with strong correlation (r 0.828). Significant correlation is also between the stage of OA and the stage of osteophytes on the femur-lateral condylus both medial and lateral sides (p 0.001) with strong correlation (r 0.823; 0.79; 0.816, and 0.818). It concluded that the higher grade of femoral trochlear cartilage damage will result in the higher the stage of OA. The higher grade of osteophytes in knee joints will also result in the higher the stage of OA.
Perbandingan Nilai APGAR Bayi Pada Kelahiran Presentasi Bokong Secara Pervaginam dan Perabdominal di RSUD Kebumen Tahun 2007 - Sukmaningrum; Akil Baehaqi; Titik Kuntari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1587

Abstract

Infant morbidity and mortality was higher in breech presentation than cephalic presentation. It is because of prematurity, asphyxia or trauma more often happening in breech presentation. Maternal morbidity rate was increased, which is caused of postpartum bleeding. The higher major caused of breech presentation perinatal mortality is asphyxia, which is can be identified by APGAR score. The objectives of this study are to compare the APGAR score among delivery history with breech presentation in pervaginam and perabdominal delivery. This research is a non experimental study using cross sectional study design. The subjects are patient with breech presentation and infant which is taking care in RSUD Kebumen during 2007. There is a significant infant APGAR score differences between pervaginam and perabdominal breech presentation delivery history (p value=0,00, IK95%). Infant APGAR score with breech presentation history wich is delivery by perabdominal is better than wich is delivery by pervaginam.Angka kematian bayi sangat dipengaruhi oleh kematian perinatal. Pada presentasi bokong morbiditas dan mortalitas bayi lebih besar bila dibandingkan dengan presentasi letak kepala. Hal ini disebabkan karena pada presentasi bokong lebih sering terjadi prematuritas, asfiksia, atau trauma. Angka morbiditas ibu juga meningkat yang disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan. Penyebab kematian perinatal pada presbo yang tertinggi umumnya adalah karena asfiksia, yang bisa diidentifikasikan dengan nilai APGAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai APGAR pada persalinan dengan riwayat presbo secara pervaginam dengan perabdominal. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian cross sectional dan data diambil secara retrospektif dibagian rekam medis. Subjek penelitian berasal dari pasien dengan presbo dan bayinya yang dirawat di RSUD Kebumen selama tahun. Ada perbedaan yang bermakna antara nilai Apgar pada bayi riwayat persalinan presentasi bokong pervaginam dengan perabdominal (nilai p=0,00, IK95%). Nliai Apgar bayi dengan riwayat presbo yang dilahirkan secara perabdominal lebih baik dibandingkan dengan yang dilahirkan secara pervaginam.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Hipertensi Chandra Hadi Prasetiya
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan. Desain penelitian ini adalah kuasi eksprimen one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 40 keluarga yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian berupa tingkat pengetahuan keluarga tentang hipertensi. Analisis data mengunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji T dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi (p value = 0,000). Diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat yang ada di wilayah kerja puskesmas Ngaliyan diharapkan melakukan kunjungan rumah guna melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya keluarga tentang penyakit hipertensi. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang hipertensi.This study aims to determine the effectiveness of health education to increase knowledge about family hypertension in Puskesmas Ngaliyan. The research design is a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The samples used as many as 40 families were taken using purposive sampling techniques and have met the inclusion and exclusion criteria. Data is the level of family knowledge about hypertension. Data analysis using bivariate analysis using T test dependent Data results showed that after counseling was an increase in family knowledge about hypertension (p value = 0.000). It is expected for health workers, especially nurses in the working area Ngaliyan health center is expected to make home visits to conduct outreach to increase public knowledge about the family, especially hypertension. It can be concluded that health education effectively improve family knowledge about hypertension.
Prevalensi Trikhomoniasis pada Lekorhe dan Faktor-faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kondisi Keluarga Tri Wulandari Kesetyaningsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i2.1705

Abstract

Leukhorhea is defined as the increasing of vaginal secretion. This condi¬tion occurs by both of physiological and pathological reason. Pathologi¬cally leukhorhea is particularly due to Candida albicans and Trichomonas vaginalis infection. There are many factors influence both of physiological or pathological leukhorhea. The purpose of of this research is to know prevalence of leukhorhea caused by trichomoniasis andto find the risk factors related with family condition.. The sample was carried out by vaginal swab to 93 women with leukhorhea attended Puskesmas Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Laboratory examina¬tion was done by using direct method. The result shows that prevalence of trichomoniasis is 33,3%. The relation of risk factors with trichomoniasis prevalence has satistically been analized by chi-square method. It shows that prevalence of trichomoniasis influenced with age, sexual activity, the user of vaginal cleanser, pregnancy, using cer¬tain contraception and is not influenced with education grade, family hygiene and sanitation facility and chronic disease suffered.Keputihan adalah terjadinya peningkatan pengeluaran sekret vagina. Keputihan bapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan yang patologis disebut lekorhe, kebanyakan disebabkan oleh infeksi jamur Cancida albicans dan parasit Trichomo¬nas vaginalis. Banyak faktor yang berpengaruh pada terjadinya keputihan, baik yang fisiologis maupun yang patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi trichomoniasis pada wanita penderita lekorhe dan faktor-faktor risiko jang berkaitan dengan kondisi keluarga. Sampel diambil dari sekret vagina dari 93 wanita yang mengeluh keputihan dari pasien pengunjung Puskesmas Watcs, Kulon Progo, kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis secara langsung dengan larutan NaCl fisiologis untuk melihat adanya trofozoit Trichomonas vaginalis. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi trichomo-niasis pada lekorhe adalah 33,3 % dari sampel yang diperiksa. Hubungan faktor- faktor risiko yang diteliti dengan prevalensi trichomoniasis dianalisis dengan chi- square menunjukkan bahwa trichomoniasis dipengaruhi oleh faktor umur, aktivitas seksual, penggunaan pembersih vagina, kehamilan, penggunaan alat KB dan tidak terpengaruh oleh faktor tingkat pendidikan, fasilitas hygiene sanitasi keluarga dan penyakit kronis.
Kemampuan Membaca pada Anak Tuna Rungu di SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta Asti Widuri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1558

Abstract

Reading activity is an important factor in almost all aspects of life and is significantly correlated with gaining information and knowledge. Speech perception, production and the development of language are closely associated as well as become the key of learning to reading process. Deaf children who received early intervention at SLB-B Karnnamanohara, actually to improve verbal communication ability at the optimal age of speech and language development were expected to have optimal language quotient in order to support their learning to read process and gain normal reading ability. The aim of this study is to identify the reading ability of deaf children at SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta. The design of this study was descriptive. The subjects were all student at SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta who met the inclusion and exclusion criteria. Reading skill test was conducted when the subjects had received 1 year training minimally. The average of reading ability score of deaf children at SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta is 11, 89 or 74%. The deaf children that reach over the average score were 63%. Higher average score was found in early training, higher class, feminin, hearing aid wearing children.Kegiatan membaca merupakan faktor yang penting dalam hampir seluruh aspek kehidupan dan berhubungan secara signifikan dengan pencapaian informasi dan pengetahuan. Persepsi suara, produksi suara dan perkembangan bahasa berhubungan sangat erat bahkan menjadi kunci dalam proses belajar membaca. Anak tuna rungu yang mendapatkan intervensi awal di SLB-B Karnnamanohara secara nyata meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada masa optimal perkembangan bicara dan bahasa sehingga mencapai kecerdasan bahasa yang optimal yang mendukung kegiatan belajar membaca pada anak tuna rungu sehingga dapat mencapai kemampuan membaca yang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skor kemampuan membaca pada anak tuna rungu yang bersekolah di SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sampel diambil dari seluruh siswa SLB-B Karnnamanohara yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Tes kemampuan membaca diberikan pada siswa yang telah mendapatkan minimal 1 tahun pendidikan. Rata-rata hasil skor tes kemampuan membaca pada anak tuna rungu di SLB-B Karnnamanohara adalah 11,89 atau 74%. Anak tuna rungu yang mempunyai skor kemampuan membaca diatas rata-rata adalah 63%, Skor lebih tinggi diperlihatkan pada anak dengan pendidikan awal, kelas yang lebih tinggi, anak dengan jenis kelamin wanita, dan anak yang memakai alat bantu dengar.
Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme Lodd.) terhadap Proliferasi Sel Kanker Lidah Manusia (Sp-c1) secara In Vitro Keri Pangesti Yudi Harhari; Supriatno Supriatno; Ana Medawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i1.922

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme Lodd.)  merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia. Keladi tikus memiliki zat aktif antikanker dalam bentuk triterpenoid, alkaloid, polifenol, Ribosome Inactivating Protein (RIP) dan fitol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak etanol daun keladi tikus terhadap proliferasi sel kanker lidah manusia ( SP-C1). Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratoris murni. Penelitian ini menggunakan biakan sel kanker lidah (SP-C1) yang diinkubasikan dengan ekstrak etanol daun keladi tikus berbagai konsentrasi (25 , 50, 75, 100, 125 µg/ml) dengan waktu paparan 24 dan 48 jam, sebagai kontrol negatif digunakan biakan sel dalam media Rosswell Park Memorial Institute 1640 (RPMI-1640). Uji aktivitas sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay. Pemberian ekstrak etanol daun keladi tikus cenderung menurunkan jumlah sel kanker lidah (SP-C1). Potensi hambatan proliferasi tertinggi ekstrak etanol daun keladi tikus terjadi pada konsentrasi 125 µg/ml yang menghambat proliferasi sel kanker lidah (SP-C1) sebesar 59% selama waktu 24 jam inkubasi dan sebesar 73% selama 48 jam inkubasi. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun keladi tikus dapat menghambat proliferasi sel kanker lidah manusia (SP-C1).
Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta titih huriah; Lisnawati Nur Farida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1574

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Pengaruh Rebusan Daun Sukun (Artocarpus altilis) terhadap Kadar Trigliserida, Kolesterol Total dan Low Density Lipoprotein (LDL) Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Ardi Pramono; Solikah Ulfa Kesuma; Nurul Hikma Tazkiana; Rahma Alma Yunita
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.945

Abstract

Tingginya asupan SAFA (saturated fatty acid)  dapat meningkatkan risiko penyakit yang dipicu oleh dislipidemia, termasuk penyakit jantung koroner.Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid, yang antara lain ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL). Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki kandungan flavonoid, yang diperkirakan mempunyai efek menurunkan kadar trigliserida,kolesterol total, dan LDL. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh rebusan daun A. altilis terhadap kadar trigliserida, kolesterol total dan LDL darah tikus putih (Rattus norvegicus) . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni, dilakukan selama 28 hari pada tikus putih (Rattus norvegicus)  berjumlah 24 ekor, yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan tiga kelompok perlakuan (pemberian rebusan sebanyak 1,4 ml; 2,8 ml; 4,2 ml). Profil lipid yang diukur adalah kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida. Serum darah diambil sebelum induksi minyak babi, 1 minggu setelah diinduksi minyak babi, dan 2 minggu setelah diinduksi minyak babi. Analisis dengan paired T-testmenunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi (p0,001) antara kelompok rebusan 4,2 ml; 2,8 ml; 1,4 ml terhadap kelompok aquades.Penurunan kadar trigliserida, kolesterol total, dan kadar LDL terbesar terdapat pada dosis 4,2 ml. Disimpulkan bahwa pemberian rebusan daun A. altilis dapat menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total, LDL serum tikus putih (Rattus norvegicus).
Pelepasan Tali Pusat dan Omphalithis Kajian terhadap Perawatan Dengan ASI, Alkohol 70% dan Kering Terbuka Sri Sumaryani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1.1591

Abstract

This study used ‘comparative study ’ to identify the different duration of umbilical cord separation, between umbilical cord care by using breast milk, alcohol 70%, and dry open care. Population of this study are healthy infants who were delivered spontaniously at Sakina Idaman hospital, PKU Muhammadiyah Kota Gede hospital, Queen Latifa hospital Yogyakarta. A total sample of 93 newborn were taken by quota sampling. The result of the study shown that the average duration of umbilical core separation with breast milk care 5,32 days, alcohol 70% 6,87 days, and dry care is 6,65 days. There is significant different in duration of umbilical cord separation between breast milk care and with alcohol 70% care (p=0,001), but there is no significant different in duration of umbilical cord separation between alcohol 70% care and dry care (p=1,000). In another hand there is no significant different of the omphalitis incidens between three group (p=1,000). Conclusion of this study shown that the duration of umbilical cord separation with breast milk is significanly faster than alcohol 70% and dry care.Penelitian ini merupakan penelitian 'comparative study’ yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu pelepasan tali pusat dan kejadian omphalitis pada perawatan tali pusat dengan ASI, alkohol 70%, dan perawatan kering terbuka. Populasi penelitian adalah bayi sehat yang lahir secara spontan di RB Sakina Idaman, RS PKU Muhammadiyah Kota Gede, dan RB Queen Latifa. Sampel dalam penelitian ini adalah 93 bayi baru lahir. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan rerata waktu pelepasan tali pusat yang dirawat dengan ASI 5.32, alkohol 70% 6,87 hari, sedangkan kering terbuka 6,65. Waktu pelepasan tali pusat yang dirawat dengan alkohol 70% tidak ada perbedaan yang bermakna bila dibandingkan dengan kering terbuka (p=1,000) dan tidak ada perbedaan yang bermakna kejadian infeksi lokal tali pusat atau omphalitis antara perawatan tali pusat dengan ASI, alkohol 70% maupun kering terbuka (p=1,000). Kesimpulan penelitian ini adalah waktu pelepasan tali pusat yang dirawat dengan ASI secara signifikan lebih cepat bila dibandingkan tali pusat yang dirawat dengan alkohol 70% maupun kering terbuka (p=0,001).
Persepsi dan Perilaku Merokok Siswa, Guru dan Karyawan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh Titiek Hidayati; Eka Arikensiwi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.998

Abstract

Perilaku merokok muncul karena faktor-faktor internal juga faktor eksternal. Faktor internal seperti persepsi, sikap fakta dan pengetahuan. Sedangkan faktor eksternal seperti pengaruh orang tua yang merokok, teman, dan fatwa haram rokok. Semua hal tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda pada tiap orang tentang merokok. Setelah seseorang memiliki persepsi tersendiri tentang merokok kemudian muncul suatu sikap, yaitu kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak, setuju atau tidak setuju terhadap respon yang datang dari luar, dalam hal ini adalah merokok. Jika setuju maka seseorang akan melakukan aktivitas merokok, tapi jika tidak setuju maka seseorang tidak akan merokok. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan persepsi dan perilaku merokok pada siswa siswi Madrasah Mu’allimin Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah studi non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 218 orang yg terdiri dari siswa 142 orang, guru 33 orang dan karyawan 43 orang di Lembaga Pendidikan Madrasah Mu’allimmin Yogyakarta. Analisis statistik yang dipakai adalah analisis Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi dan perilaku merokok pada siswa, guru, dan karyawan di Lembaga Pendidikan Madrasah Mu’allimin Yogyakarta. Persepsi positif, pengetahuan tinggi, dan sikap yang positif lebih tidak berisiko berperilaku merokok, adanya keluarga dan teman yang merokok lebih berisiko berperilaku merokok (PR1). Smoking behavior is influenced by many internal and external factor, such as perception, attitude and knowledge for the internal factor and smoking parents, smoking friends and fatwa haram rokok for the external factor. All of that factor will caused a different perception on each person about smoking. Then a person will start to decide to accept or resist, agree or disagree to put smoking into their life. Then they will act as they are choose to smoke or not. The research aims to analysis the  difference of smoking perception and behaviour among student, teacher, and employee in Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. The research method is non-experimental studies with cross-sectional approach. The number of sample for this research is 218 person consist of 142 student, 33 teacher, and 43 employee in Madrasah Mu’allimmin Yogyakarta. The data is processed with Chi square statistical analysis system. This research result shows that there are different perception and smoking behavior on students, teachers, and employees in Lembaga Pendidikan Madrasah Mu’allimin Yogyakarta. Perception, knowledge, and positive attitude is less influencing on someone’s smoking behavior, on the contrary if there are family member and friends who smoke are more influencing on someone’s smoking behavior (PR1).

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue