cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2015): Desember" : 12 Documents clear
KEPUASAN MAHASISWA DAN PIMPINAN FAKULTAS DALAM PEMBELAJARAN STUDI ISLAM 1 DAN 2 MODEL BAITUL ARQAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (Studi Kasus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Zuhri, Saifuddin
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kepuasan Mahasiswa dan Pimpinan Fakultas dalam Pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Jenis penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode interview terpimpin (Guide interview) dan metode Angket atau kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatifd mahasiswa dan pimpinan FKIP-UMS di dapat kesimpulan bahwa, (a) Kepuasan mahasiswa atas pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam dalam hal: a) Aspek Fasilitator dan Materi, yakni: pertama, Materi/pokok bahasan dengan buku rujukan dan pelaksanaan Kuliah Studi Islam  sudah sesuai Materi. Kedua, fasilitator dalam menerangkan perkuliahan dapat memahamkan Mahasiswa, mangkaitkan materi dengan kasus sehari-hari, menguasai materi perkuliahan, namun demikian perlu adanya pendalaman materi dikarenakan masih ada juga fasilitator yang tidak menguasai materi. b) Aspek Pelayanan dan fasilitas, yakni: Waktu yang disediakan untuk penyelenggaraan Baitul Arqom 3 hari 4 malam adalah waktu yang sangat pendek, MCK sangat kurang dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tempat Istirahat//tidur banyak, namun kotor dan keras ketika digunakan untuk tidur, Ruang kelas untuk Kuliah  Mahasiswa perlu diperluas, dikarenakan terlalu sempit, Ketersediaan PPPK sudah ada, namun obatnya masih minim, Pelayanan mobil antar-jemput mahasiwa sangat terbatas sehingga kadang berjubel dan datang telambat. (b) Pimpinan FKIP-UMS terlihat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 model Baitual Arqam, hal ini terlihat pernyataan-pernyataan beliau yang sangat puas dengan adanya kegiatan ini, yakni: mahasiswa sudah memiliki inisiatif untuk dimulai membaca do’a dan membaca al-Qur’an, setelah selesai ditutup dengan membaca do’a kafarotul majlis, memakai pakaian ada perubahan lebih baik, etika lebih bagus ddalam proses belajar mengajar mahasiswa lebih (berani bertanya, se-ring), berani memberi kultum setelah BA, keaktifan, kedisiplinan meningkat dalam hal mental, mahasiswa angkatan 2014 memiliki mental yang baik.
MENGUATKAN IKATAN BERMUHAMMADIYAH (Sebuah Refleksi Penelitian Gerakan Islam) Jinan, Mutohharun
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah untuk membangun soliditas internal. Dalam beberapa tahun terakhir terdengar gejala menurunnya semangat dalam memahami khittah di kalangan warga Muhammadiyah sehingga banyak yang tertarik dengan model dan ideologi gerakan lain. Di kalangan  bawah ditemukan beberapa faktor yang membuka peluang adanya migrasi warga Muhammadiyah ke gerakan lain. Faktor yang dimaksud adalah konflik internal diantara pimpinan, keinginan sebagian warga untuk menghidupkan kembali Muhammadiyah berbasis pengajian, dan semakin memendarnya otoritas ulama utamanya munculnya “ulama muda”.  Seluruh aktivis Muhammadiyah harus terus menggelorakan semangat penguatan ikatan internal tanpa kehilangan visi mondial.
GAGASAN DASAR DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H AHMAD DAHLAN Arofah, Siti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini bermula dari rasa penasaran peneliti terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berjumlah puluhan, ratusan bahkan ribuan, yang mana sekolah-sekolah tersebut merupakan hasil dari pemikiran K.H Ahmad Dahlan. Lebih tepatnya bukan pada sekolahnya, namun pada pemikiran luar biasa beliau terutama dalam bidang Pendidikan Islam. Pendidikan Islam memiliki peran besar dalam menentukan nasib bangsa. Penyebaran pendidikan dianggap kurang merata khususnya di daerah-daerah terpencil. Untuk itu K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) turut andil memberikan hasil perwujudan pemikirannya dalam melihat masalah yang timbul di daerah pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa gagasan dasar yang melatarbelakangi pemikiran K.H Ahmad Dahlan dan apa saja pemikiran-pemikirannya pada Pendidikan Islam. Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan hasil bahwa gagasan dasar pemikiran K.H Ahmad Dahlan dilatarbelakangi beberapa hal, diantaranya: (1) Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi, (2) Kesenjangan pendidikan, dan (3) Pertarungan melawan Kristen. Sedangkan pemikiran-pemikiran K.H Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam diantaranya: (1) Mendirikan sekolah, (2) Lahir “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, (3) Kerjasama dengan pemerintah Belanda, (4) Mengadopsi sistem pendidikan, serta (5) Dakwah.
MERETAS PROBLEM PERKADERAN ‘AISYIYAH DAN ALTERNATIF SOLUSI BERBASIS POTENSI Shobahiya, Mahasri
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya ‘Aisyiyah secara organisatoris dan Amal Usaha Muhammadiyah/ ’Aisyiyah (AUM/A)  secara kuantitas maupun kualitas, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan berkembang juga di beberapa Negara, tentu menuntut ketersediaan kader-kader yang militan, handal, dan professional yang akan meneruskan perjuangan para pendahulu, baik sebagai pimpinan organisasi maupun pengelola AUM/A. Sementara itu, krisis kader masih sangat dirasakan,  antara lain ditunjukkan dengan masih banyaknya warga ‘Aisyiyah yang rangkap jabatan dengan multilevel rangkap jabatan. Hal itu tentu berdampak pada tidak efektifnya kinerja personalia pimpinan dan pengelola AUM/A, juga berdampak pada rendahnya kreativitas personalia pimpinan karena terbatasnya waktu, tenaga, dan kesempatan yang dimiliki. Kondisi di atas tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Upaya solutif untuk menyelesaikan persoalan kader menjadi penting untuk dilakukan. Bagaimana strategi yang perlu dilakukan, perlu juga dirumuskan. Oleh karena itu, tulisan ini berupaya untuk meretas problem perkaderan, mengurai dan merumuskan upaya-upaya solutif berbasis potensi yang dimiliki.
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK KELOMPOK B DI TK ‘AISYIYAH GONILAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Fitria Anggraini Syuharyoso, Nurul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine of democratic parenting relationship between language skills in children TKAisyiyah Gonilan Kartasura Sukoharjo in the academic year 2014/2015. This research is quantitative descriptive. Population of this research are  children in kindergarden Aisyiyah Gonilan Kartasura with a total of 100 children. The samples of population are in this study 30 students group B TK Aisyiyah Gonilan. The sampling used in this study is clusterrandom sampling. Methods of data collection is a questionnaire sheet premises. The data are taken  the primary data for parenting pattern by  parents and secondary data for childern language ability. The analysis technique used is a product moment correlation technique. Results of the data analysis is  rhitung 0682 rtabel0,349   with significant value 0,000 whereas this value is smaller than the significance level of 0.01. Based on the results of  data  study concluded that democratic parenting can improve language skills of kindergarden B TK Aisyiyah Gonilan Kartasura Sukoharjo academic year 2014/2015.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH 2 CEPU BLORA TAHUN 2015 Hadi Rakhmanto, Nur Fatoni; Shobron, Sudarno
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sering dikritik bahwa salah satu kelemahannya adalah aspek spiritualitas warga Muhammadiyah, karena dinggap tidak mengajarkan dzikir dan ibadah sunnah. Kritik tersebut tidak memiliki dasar, sekolah-sekolah Muhammadiyah justu memberikan pelajaran dan pengamalan ajaran Islam secara komprehensif, salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Cepu Blora Jawa Tengah.Penelitian lapangan ini akan menjawab rumusan masalah yakni bagaimana implementasi pendidikan spiritual di SMK Muhammadiyah 2 Cepu Blora. Data berupa uraian mengenai kegiatan atau perilaku subyek dan dokumen-dokumen lain yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum terdapat pendidikan spiritual yang meliputi kedisiplinan, ketaatan, ketertiban, tanggung jawab, kesucian diri, kebersamaan, toleransi, kejujuran,  uswatun hasanah,  kebersihan, keindahan, kenyamanan, kesabaran, kerapian, kesopanan, sosial, penghormatan, kasih sayang. Sikap-sikap tersebut merupakan perwujudan dari akar dimensi spiritual yakni taqwa, khusyu’, tawa>dhu’, khauf, raja’, muraqabah, istiqamah
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH 2 CEPU BLORA TAHUN 2015 Nur Fatoni Hadi Rakhmanto; Sudarno Shobron
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sering dikritik bahwa salah satu kelemahannya adalah aspek spiritualitas warga Muhammadiyah, karena dinggap tidak mengajarkan dzikir dan ibadah sunnah. Kritik tersebut tidak memiliki dasar, sekolah-sekolah Muhammadiyah justu memberikan pelajaran dan pengamalan ajaran Islam secara komprehensif, salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Cepu Blora Jawa Tengah.Penelitian lapangan ini akan menjawab rumusan masalah yakni bagaimana implementasi pendidikan spiritual di SMK Muhammadiyah 2 Cepu Blora. Data berupa uraian mengenai kegiatan atau perilaku subyek dan dokumen-dokumen lain yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum terdapat pendidikan spiritual yang meliputi kedisiplinan, ketaatan, ketertiban, tanggung jawab, kesucian diri, kebersamaan, toleransi, kejujuran,  uswatun hasanah,  kebersihan, keindahan, kenyamanan, kesabaran, kerapian, kesopanan, sosial, penghormatan, kasih sayang. Sikap-sikap tersebut merupakan perwujudan dari akar dimensi spiritual yakni taqwa, khusyu’, tawadhu’, khauf, raja’, muraqabah, istiqamah
KEPUASAN MAHASISWA DAN PIMPINAN FAKULTAS DALAM PEMBELAJARAN STUDI ISLAM 1 DAN 2 MODEL BAITUL ARQAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA (Studi Kasus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Saifuddin Zuhri
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Kepuasan Mahasiswa dan Pimpinan Fakultas dalam Pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Surakarta.Jenis penelitian yang penulis lakukan berupa penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Metode interview terpimpin (Guide interview) dan metode Angket atau kuesioner. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatifd mahasiswa dan pimpinan FKIP-UMS di dapat kesimpulan bahwa, (a) Kepuasan mahasiswa atas pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 Model Baitul Arqam dalam hal: a) Aspek Fasilitator dan Materi, yakni: pertama, Materi/pokok bahasan dengan buku rujukan dan pelaksanaan Kuliah Studi Islam  sudah sesuai Materi. Kedua, fasilitator dalam menerangkan perkuliahan dapat memahamkan Mahasiswa, mangkaitkan materi dengan kasus sehari-hari, menguasai materi perkuliahan, namun demikian perlu adanya pendalaman materi dikarenakan masih ada juga fasilitator yang tidak menguasai materi. b) Aspek Pelayanan dan fasilitas, yakni: Waktu yang disediakan untuk penyelenggaraan Baitul Arqom 3 hari 4 malam adalah waktu yang sangat pendek, MCK sangat kurang dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tempat Istirahat//tidur banyak, namun kotor dan keras ketika digunakan untuk tidur, Ruang kelas untuk Kuliah  Mahasiswa perlu diperluas, dikarenakan terlalu sempit, Ketersediaan PPPK sudah ada, namun obatnya masih minim, Pelayanan mobil antar-jemput mahasiwa sangat terbatas sehingga kadang berjubel dan datang telambat. (b) Pimpinan FKIP-UMS terlihat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan pembelajaran Studi Islam 1 dan 2 model Baitual Arqam, hal ini terlihat pernyataan-pernyataan beliau yang sangat puas dengan adanya kegiatan ini, yakni: mahasiswa sudah memiliki inisiatif untuk dimulai membaca do’a dan membaca al-Qur’an, setelah selesai ditutup dengan membaca do’a kafarotul majlis, memakai pakaian ada perubahan lebih baik, etika lebih bagus ddalam proses belajar mengajar mahasiswa lebih (berani bertanya, se-ring), berani memberi kultum setelah BA, keaktifan, kedisiplinan meningkat dalam hal mental, mahasiswa angkatan 2014 memiliki mental yang baik.
MENGUATKAN IKATAN BERMUHAMMADIYAH (Sebuah Refleksi Penelitian Gerakan Islam) Mutohharun Jinan
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah untuk membangun soliditas internal. Dalam beberapa tahun terakhir terdengar gejala menurunnya semangat dalam memahami khittah di kalangan warga Muhammadiyah sehingga banyak yang tertarik dengan model dan ideologi gerakan lain. Di kalangan  bawah ditemukan beberapa faktor yang membuka peluang adanya migrasi warga Muhammadiyah ke gerakan lain. Faktor yang dimaksud adalah konflik internal diantara pimpinan, keinginan sebagian warga untuk menghidupkan kembali Muhammadiyah berbasis pengajian, dan semakin memendarnya otoritas ulama utamanya munculnya “ulama muda”.  Seluruh aktivis Muhammadiyah harus terus menggelorakan semangat penguatan ikatan internal tanpa kehilangan visi mondial.
GAGASAN DASAR DAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H AHMAD DAHLAN Siti Arofah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini bermula dari rasa penasaran peneliti terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berjumlah puluhan, ratusan bahkan ribuan, yang mana sekolah-sekolah tersebut merupakan hasil dari pemikiran K.H Ahmad Dahlan. Lebih tepatnya bukan pada sekolahnya, namun pada pemikiran luar biasa beliau terutama dalam bidang Pendidikan Islam. Pendidikan Islam memiliki peran besar dalam menentukan nasib bangsa. Penyebaran pendidikan dianggap kurang merata khususnya di daerah-daerah terpencil. Untuk itu K.H Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) turut andil memberikan hasil perwujudan pemikirannya dalam melihat masalah yang timbul di daerah pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa gagasan dasar yang melatarbelakangi pemikiran K.H Ahmad Dahlan dan apa saja pemikiran-pemikirannya pada Pendidikan Islam. Dari penelitian yang telah dilakukan, peneliti menemukan hasil bahwa gagasan dasar pemikiran K.H Ahmad Dahlan dilatarbelakangi beberapa hal, diantaranya: (1) Keprihatinan terhadap umat Islam pribumi, (2) Kesenjangan pendidikan, dan (3) Pertarungan melawan Kristen. Sedangkan pemikiran-pemikiran K.H Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan Islam diantaranya: (1) Mendirikan sekolah, (2) Lahir “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, (3) Kerjasama dengan pemerintah Belanda, (4) Mengadopsi sistem pendidikan, serta (5) Dakwah.

Page 1 of 2 | Total Record : 12