cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tajdida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2018): Desember" : 14 Documents clear
INTERNALISASI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH PADA GURU DAN KARYAWAN DI SEKOLAH DASAR MUHAMAMDIYAH GEDONGAN COLOMADU KARANGANYAR TAHUN 2018 Ardiyani, Dian; Hidayat, Syamsul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian termasuk penelitian kualitatif diskriptif, dengan metode pengumpulan data memalui wawancara, observasi dan dokumen SDMPU. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Program Unggulan Gedongan Colomadu Karanganyar.analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif, dengan tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan penelitian,proses internalisasi ideologi Muhammadiyah SDMPU dimulai dengan mewajibkan guru dan karyawan mengikuti kajian tendik setiap hari sabtu di sekolah dan wajib bagi guru dan karyawan mengikuti Baitul Arqom yang diselenggarakan SDMPU.Metode yang dipakai oleh kepala sekolah dalam rangka internalisasi ideologi pada guru dan karyawan SDMPU yaitu dengan keteladanan kepala sekolah dan membangun sistem bermuhammadiyah di lingkungan Sekolah.Faktor pendukung dalam internalisasi ideologi Muhammadiyah pada guru dan karyawan SDMPU diantaranya adalah (1) Peran Kepala Sekolah di SDMPU ini berfungsi sebagainama mestinya, (2) Tidak ditemukan kesenjangan interaksi sosial antara guru dan karyawan.Faktor Penghambat dalam intrnalisasi ideologi Muhammadiyah di SDMPU diantaranya adalah (1) Ada beberapa guru dan karyawan memiliki latar belakang bukan dari Muhammadiyah diantaranya salafi, PKS, NU. (2) Guru dan karyawan SDMPU sebagian besar adalah usia produktif yang masih memiliki anak kecil, masih menyusui dan dalam kondisi hamil
PEMBERDAYAAN MUSTAHIK MELALUI ZAKAT PRODUKTIF (STUDI KASUS LAZISMU UMS) Huda, Nurul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan zakat produktif di LazisMu UMS dan bagaimana bentuk pemberdayaannya terhadap mustahik.Jenis penelitian  merupakan penelitian lapangan (field research) menjadikan LAZISMU UMS sebagai tempat penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah induktif konseptual. Adapun hasil penelitian adalah: pertama, LazisMu menerima sumber dana setiap bulan berasal dari donatur para dosen dan karyawan UMS berdasarkan potongan gaji sebesar 2,5 % bagi yang sudah memenuhi kriteria sebagai muzakki, dan potongan gaji 1% bagi yang belum memenuhi syarat sebagai muzakki. Disamping itu, juga menerima donatur dari luar UMS.Kedua, pengelolaan zakat produktif di UMS dilaksanakan berdasarkan program kegiatan yangdisebut Program Ben Kuat, yaitu merupakan program penyaluran ZIS dalam bentuk kegiatan yang berhubungan peningkatan ekonomi mustahik. Adapun kegiatannya meliputipemberian modal usaha, tani bangkit, desa binaan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan kaum marjinal.Ketiga, LazisMu telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan mustahik melalui zakat produktif sesuai program yang telah ditetapkan, namun masih perlu ditingkatkan lagi supaya dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan memberi manfaat bagi pada dhuafa
REVITALISASI GERAKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH STUDI KASUS DI ORGANISASI MAHASISWA (ORMAWA) UMS Mizani, Muhammad Adam Ilham
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini bertujuan untuk memberikan Deskripsi  terkait proses Internalisasi Ideologi Muhammadiyah di Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan ORTOM  di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). dalam proses dinamika jalan dakwah Maju mundurnya muhammadiyah terletak pada bagaimana proses perkaderan yang dilakukan baik di lembaga pendidikan ataupun organisasi otonom (ORTOM) itu sendiri. Perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) khususnya lembaga Pengembangan Pondok Al-islam dan Kemuhammadiyah ( LPPIK ) dan Kabagmawa menjadi wadah strategis untuk melakukan proses kaderisasi pada organisasi mahasiswa (ORMAWA). Dengan tujuan bisa mentranmisikan dakwah pada seluruh mahasiswa dan khususnya kader  untuk menjadi kader Gold milienal generation  dengan melalui serangkain program dakwah terancang dan berkemajuan.penulis melakukan menggunakan teknik kajian pustaka dan wawancara. Hasil Paper ini, Transmisi dakwah ideologi muhammadiyah di ORMAWA melalui proses Baitul Arqam dan kurangnya controling secara continue  dalam proses internalisasi ideologi muhammadiyah
PANDANGAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PEMBELAJARAN KREATIF-PRODUKTIF Setiyarini, Tri
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Konteks pandangan pembelajaran yang melatarbelakangi munculnya pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran krelatif-produktif, (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif, dan (3) Relevansi pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode analisis datanya adalah induktif. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Dari penelitian yang peneliti lakukan, peneliti menemukan bahwa: (1) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dilatarbelakangi oleh pembelajaran langsung (direct instruction) di pesantren gaya lama (tradisional) dan pembelajaran langsung (direct instruction) di sekolah Gubernemen yang telah gagal menghasilkan peserta didik yang secara integratif beriman, berilmu, kreatif, produktif, dan rekonstruktif akibat dari penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran yang monoton. (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif memiliki komponen: (a) Tujuan Pembelajaran yang didasarkan pada aliran filsafat profetisme, progresivisme, rekonstruksionisme, perenialisme, esensialisme, dan pragmatisme, (b) Materi pembelajaran diturunkan dari mata pelajaran sesuai kebutuhan berkehidupan di dunia dan di akhirat, (c) Pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan pendekatan pembelajaran konstruktivistik, kontekstual, dan berbasis masalah, (d) Metode pembelajaran yang digunakan ialah ceramah reflektif, diskusi, debat, tanya-jawab interaktif, serta demonstrasi, dan (e) Evaluasi pembelajaran dilakukan selama proses dan setelah proses pembelajaran melalui pengamatan dan penilaian produk atau proyek. Kemudian (4) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif relevan dengan implementasi Kurikulum 2013
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROGRAM KEGIATAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMP MUHAMMADIYAH 01 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Santoso, Edi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, strategi dan hasil implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deduktif. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP muhammadiyah 1 Surakarta  menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan yang diterapkan susuai dengan teori terbukti memperhatikan rencana, pelaksanaan rencana, dan supervisi pelaksanaan rencana kegiatan yang merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen berbasis sekolah yang dapat mempengaruhi pelaksanaannya dalam meningkatkan Al-islam kemuhhammadiyahan. 2) Strategi pelaksanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan sudah sesuai dengan teori namun perlu peningkatan yang bisa dilaksanakan, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peran serta guru Al-islam kemuhammadiyahan dalam menerapkan pembiasaan perilaku siswa sesuai dengan ajaran agama islam serta adanya proses pengambilan keputusan yang demokratis. 3) Hasil pelaksanaan MBS dalam meningkatkan al islam kemuhammadiyahan menunjukkan hasil yang baik dan efektif dari adanya peluang keterlibatan kepala sekolah dan guru untuk dapat melihat atau memparameter seseorang siswa secara langsung serta fasilitas sarana prasarana yang disediakan sekolah sudah mencukupi dan layak pakai membuat siswa nyaman belajar
REVITALISASI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DALAM PENGUATAN KADER PERSYARIKATAN Junaidi, Muhammed; Jannah, Roudlotul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak buruk adanya globalisasi menimbulkan sifat individualisme, pragmatisme, dan hedonisme yang mana hal tersebut tidak sesaui dengan ajaran Al–Qur’an dan As – Sunnah. Muhammadiyah sesuai dengan ideologinya yang tertuang dalam Muqaddimah Anggaran Dasar adalah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar –benarnya tentu dituntut untuk mampu mengatasi persoalan tersebut. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid dituntut untuk selalu bersikap kritis terhadap masalah sosial yang timbul dimasyarakat. Tantangan Ghazwul Fikr juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh Muhammadiyah, sebab pemikiran suatu masyarakat, tidak bisa lepas dari cara pandang hidupnya. Dengan adanya beragam masalah yang ada baik itu dari segi perbenturan antara kebudayaan barat dan islam ataupun adanya tantangan Ghazwul Fikr bagi Muhammadiyah menimbulkan suatu kebingungan (Confusion) tersendiri pada masyarakat dalam tingkat tertentu. Dalam tingkat perdaban, dapat megakibatkan clash of civilization atau clash of world view, yakni berkaitan tentang cara pandang individu atau masyarakat. Dalam tingkat sosial dapat mengakibatkan pula adanya kekagetan budaya, sebab dalam hal ini pengaruh barat sering tidak sesuai dengan apa yang telah dipelajari dan dipahami oleh masyarakat pada umumnya. Dengan timbulnya bergam masalah di masyarakat, dalam hal ini patut dipertanyakan kembali mengenai ideologi Muhammadiyah yang seolah justru dianggap semakin melemah dan tidak mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga dalam hal ini diperlukan adanya peneguhan kembali ideologi Muhammadiyah pada warga Muhammadiyah di masa kini. Agar tidak tebawa oleh arus jaman yang tidak sesuai dengan ajaran Al – qur’an dan As – Sunnah
KARAKTER PIMPINAN RANTING IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH KABUPATEN KLATEN SEBAGAI POTENSI KADERISASI MUHAMMADIYAH KLATEN Margono, Margono; Sulistyorini, Tety Bekti
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter yang dimiliki pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah kabupaten Klaten dan potensi kaderisasi Muhammadiyah Klaten. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil angket, wawancara, dan pengamatan, sedangkan sumber data sekunder berupa literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode, yakni metode observasi, penyebaran angket, dan wawancara. Teknik analisis data adalah teknik deskriptif sistematis. Adapun hasil penelitian ini karakter yang dimiliki pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah ialah semangat belajar, cinta musyawarah, religius, peka sosial, berpikir kritis dan kreatif, disiplin waktu, bertanggung jawab,  menjaga komitmen,bijaksana, dan adil. Karakter yang dimiliki pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah di kabupaten Klaten berpotensi dalam kaderisasi Muhammadiyah. Potensi yang dimiliki berdasarkan karakter yang ditemukan ialah (1) penanaman ideologi Muhammadiyah, (2) pembinaan karakter kepemimpinan Muhammadiyah, dan (3) aktualisasi kompetensi kader Muhammadiyah
REVITALISASI GERAKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH STUDI KASUS DI ORGANISASI MAHASISWA (ORMAWA) UMS Muhammad Adam Ilham Mizani
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini bertujuan untuk memberikan Deskripsi  terkait proses Internalisasi Ideologi Muhammadiyah di Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan ORTOM  di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). dalam proses dinamika jalan dakwah Maju mundurnya muhammadiyah terletak pada bagaimana proses perkaderan yang dilakukan baik di lembaga pendidikan ataupun organisasi otonom (ORTOM) itu sendiri. Perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) khususnya lembaga Pengembangan Pondok Al-islam dan Kemuhammadiyah ( LPPIK ) dan Kabagmawa menjadi wadah strategis untuk melakukan proses kaderisasi pada organisasi mahasiswa (ORMAWA). Dengan tujuan bisa mentranmisikan dakwah pada seluruh mahasiswa dan khususnya kader  untuk menjadi kader Gold milienal generation  dengan melalui serangkain program dakwah terancang dan berkemajuan.penulis melakukan menggunakan teknik kajian pustaka dan wawancara. Hasil Paper ini, Transmisi dakwah ideologi muhammadiyah di ORMAWA melalui proses Baitul Arqam dan kurangnya controling secara continue  dalam proses internalisasi ideologi muhammadiyah
PANDANGAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PEMBELAJARAN KREATIF-PRODUKTIF Tri Setiyarini
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Konteks pandangan pembelajaran yang melatarbelakangi munculnya pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran krelatif-produktif, (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif, dan (3) Relevansi pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode analisis datanya adalah induktif. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Dari penelitian yang peneliti lakukan, peneliti menemukan bahwa: (1) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif dilatarbelakangi oleh pembelajaran langsung (direct instruction) di pesantren gaya lama (tradisional) dan pembelajaran langsung (direct instruction) di sekolah Gubernemen yang telah gagal menghasilkan peserta didik yang secara integratif beriman, berilmu, kreatif, produktif, dan rekonstruktif akibat dari penggunaan metode dan pendekatan pembelajaran yang monoton. (2) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif memiliki komponen: (a) Tujuan Pembelajaran yang didasarkan pada aliran filsafat profetisme, progresivisme, rekonstruksionisme, perenialisme, esensialisme, dan pragmatisme, (b) Materi pembelajaran diturunkan dari mata pelajaran sesuai kebutuhan berkehidupan di dunia dan di akhirat, (c) Pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan pendekatan pembelajaran konstruktivistik, kontekstual, dan berbasis masalah, (d) Metode pembelajaran yang digunakan ialah ceramah reflektif, diskusi, debat, tanya-jawab interaktif, serta demonstrasi, dan (e) Evaluasi pembelajaran dilakukan selama proses dan setelah proses pembelajaran melalui pengamatan dan penilaian produk atau proyek. Kemudian (4) Pandangan K.H. Ahmad Dahlan tentang pembelajaran kreatif-produktif relevan dengan implementasi Kurikulum 2013
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROGRAM KEGIATAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMP MUHAMMADIYAH 01 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Edi Santoso
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 16, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, strategi dan hasil implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 01 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deduktif. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan program kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMP muhammadiyah 1 Surakarta  menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan yang diterapkan susuai dengan teori terbukti memperhatikan rencana, pelaksanaan rencana, dan supervisi pelaksanaan rencana kegiatan yang merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen berbasis sekolah yang dapat mempengaruhi pelaksanaannya dalam meningkatkan Al-islam kemuhhammadiyahan. 2) Strategi pelaksanaan MBS dalam meningkatkan Al-islam kemuhammadiyahan sudah sesuai dengan teori namun perlu peningkatan yang bisa dilaksanakan, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peran serta guru Al-islam kemuhammadiyahan dalam menerapkan pembiasaan perilaku siswa sesuai dengan ajaran agama islam serta adanya proses pengambilan keputusan yang demokratis. 3) Hasil pelaksanaan MBS dalam meningkatkan al islam kemuhammadiyahan menunjukkan hasil yang baik dan efektif dari adanya peluang keterlibatan kepala sekolah dan guru untuk dapat melihat atau memparameter seseorang siswa secara langsung serta fasilitas sarana prasarana yang disediakan sekolah sudah mencukupi dan layak pakai membuat siswa nyaman belajar

Page 1 of 2 | Total Record : 14