cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 2 (2019): November" : 12 Documents clear
PENGARUH ZOROASTER TERHADAP AGAMA DAN PERADABAN DUNIA wibowo, Arief
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Zoroaster adalah satu ajaran filosofi yang dibawa oleh seorang bijak yang bernama Zarathustra yang hidup sekitar tahun 628-551 sebelum masehi. Agama Zoroaster atau majusi dikenal di dunia Barat dengan nama Zoroastranisme, sedang tokoh pendirinya adalah bernama Zaratrustra.Agama Zoroaster merupakan bentuk agama yang ajaran-ajarannya mirip dengan agama-agama atau banyak mempengaruhi budaya-budaya besar yang timbul sesudahnya. Pada masanya banyak dianut oleh manusia dipusat-pusat kebudayaan manusia, seperti Babilonia, Persia dan masih hidup sampai sekarang. Agama ini banyak mengubah dan berpengaruh terhadap budaya dan agama sampai saat ini.
STRATEGI COPING REMAJA PENGHAFAL AL-QUR’AN BERASRAMA DALAM MENGHADAPI KEJENUHAN Jannah, Khonsa? Izzatul; Raihana, Permata Ashfi; Ali, Mohamad
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja penghafal Al Qur?an Berasrama adalah siswa yang tinggal dan menetap di asrama untuk menghafalkan Al-Qur?an dan melakukan kegiatan sekolah sekaligus. Siswi biasanya melakukan kegiatan yang padat dari pagi hari hingga malam hari. Siswi juga dituntut untuk dapat menghafalkan alquran sesuai dengan target, mengikuti kegiatan pelajaran disekolah, aktif dalam organisasi serta ekstrakulikuler, dan aktif dalam kegiatan asrama. Kegiatan yang padat membuat timbulnya permasalahan dan tekanan bagi siswi tersebut, yaitu mengalami kejenuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi coping pada remaja penghafal Al-Quran berasrama dalam menghadapi kejenuhan. Informan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 5 orang informan utama yang diperoleh melalui screening dengan menggunakan angket kejenuhan dan 4 orang informan pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang datanya dikumpulkan dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima subjek mengalami kejenuhan karena kegiatan pembelajaran yang padat, yang meliputi padatnya kegiatan organisasi, sekolah, dan asrama, peraturan yang mengikat, susah berkomunikasi dengan dunia luar, dan konflik dengan teman. Sehingga kejenuhan tersebut menyebabkan beberapa permasalahan kepada siswi. strategi coping yang digunakan yaitu problem focused coping diantaranya: active coping, confrontative, planful problem solving, dan seeking social supports. Kemudian subjek juga mengimbangi dengan menggunakan emotional focused coping diantaranya: self control, positive reappraisal, dan escape & avoidance. Faktor yang paling berperan dalam pemilihan strategi coping adalah religiusitas dan dukungan sosial yang datang dari keluarga, ustadzah/ustadz, dan teman-teman.
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN DARI SEKOLAH: Pendekatan Gerakan Sosial Abidin, Zaenal
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang manusia hidup, ia tidak akan lepas dari konflik. Konflik senantiasa ada dan menyertai manusia dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Agar konflik ini tetap positif dan jauh dari kekerasan, dibutuhkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan alat paling tepat guna mencegah kekerasan dan konflik. Namun dalam dunia modern, belum terumuskan bagaimana pendidikan perdamaian yang tepat, terutama dalam konteks Indonesia. Disamping itu, dalam usaha menjaga perdamaian dan pengembangan masyarakat, bisa mengembangkan fungsi lembaga pendidikan. Dengan demikian, agar pendidikan selalu relevan dengan perkembangan zaman dan berperan aktif dalam mewujudkan civil society dibutuhkan shifting education paradigms. Dari pendidikan yang bersifat pengembangan individu, diperlebar menjadi pengembangan sosial masyarakat. Dari lembaga pendidikan yang memproduksi intelektual, diperlebar menjadi lembaga yang aktif menjaga perdamaian.
PERAN GURU AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MTS MUHAMMADIYAH WARU BAKI SUKOHARJO Inayati, Nurul Latifatul; Aritaningsih, Rima
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya merancang kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Peran guru diharapkan  tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas tetapi juga diperlukan dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dan mendeskripsikan bagaimana peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Muhammadiyah Waru Baki. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Dalam hal ini subjek penelitian adalah guru Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Peneliti menggunakan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deduktif, dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di MTs Muhammadiyah Waru Baki meliputi guru sebagai motivator, informator, mediator, demonstrator dan evaluator. Peran guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam membentuk karakter religius siswa sebagai motivator, memotivasi siswa melalui teman yang berprestasi, menyemangati siswa untuk beribadah. Sebagai informator guru memberikan penjelasan lebih rinci dan memberi informasi terbaru. Sebagai mediator guru menyediakan media pembelajaran.Sebagai demonstrator guru memberikan contoh yang baik melalui sholat dhuhur berjamaah. Sebagai evaluator guru menilai perilaku siswa, menegur bila siswa melanggar peraturan.
MOTIVASI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF QS. AL-RA’D: 11 MENURUT KITAB TAFSIR AL-JALALAIN KARYA IMAM JALALUDDIN AL-MAHALLI DAN IMAM JALALUDDIN AL-SUYUTI Kurnia PS, Alaika M. Bagus
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang timbul dari dirinya atau dari luar/eksternal untuk melakukan sesuatu sebab tujuan tertentu yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku karena sebab pengalaman yang lalu atau saat ini dengan adanya stimulus dan respon yang saling bekerjasama. Urgensi motivasi dalam belajar juga salah satu bentuk indikator tercapainya keberhasilan prestasi peserta didik. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk melakukan analisis beberapa bentuk motivasi belajar dalam perspektif QS. al-Ra?d: 11 melalui pendekatan Kitab Tafsir al-Jalalain Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al-Suyuti. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaiamana bentuk nilai pendidikan yang khususnya pada indikator motivasi dalam belajar yang tertuang pada QS. al-Ra?d: 11 yang nantinya akan dijadikan sebagai referensi utama bagi pendidik muslim yang akan memotivasi peserta didiknya dalam hal ini kaitannya pada proses belajarnya. Dari pelacakan penulis dari berbagai referensi, penulis menyimpulkan bahwa pada QS. al-Ra?d ayat 11, penulis dapat mengkategorikan tiga nilai pendidikan yang diambil dari QS. al-Ra?d: 11, yaitu pengawasan dan bimbingan dari orang tua sebagai solusi pertama yang mampu memotivasi peserta didik, pemenuhan sarana belajar baik di rumah ataupun sekolah yang diusahakan dengan sedemikian rupa juga menjadi bentuk atau cara motivasi secara pasif sebagai usahanya dan selanjutnya tergantung peserta didiknya dalam mensikapi proses belajarnya. Yang terakhir adalah reward and punishment juga menjadi cara terakhir. Dari ketiga bentuk motivasi tersebut, maka segala bentuk cara yang bertujuan agar peserta didik mampu termotivasi dalam belajar adalah salah satu indikator tercapainya keberhasilan dalam belajar. Baik yang berperan adalah pendidikan formal (dibaca: sekolah) maupun pendidikan non formal, yaitu lingkungan keluarga atau orang tua sendiri sebagai pendidik utamanya.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MUSTAHIK DI LAZISMU SURAKARTA Huda, Nurul
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji secara mendalam bentuk pemberdayaan terhadap mustahik yang telah dilakukan oleh Lazismu (Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah Muhammadiyah) Surakarta, khususnya terkait pemberdayaan ekonomi mustahik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program pemberdayaan mustahik. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui bentuk pemberdayaan ekonomi mustahik di Lazismu Surakarta. Jenis penelitian ini termasuk kategori penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan analisis induktif konseptual. Adapun hasil penelitian antara lain: pertama, Lazismu Surakarta telah melakukan pemberdayaan mustahik melalui beberapa program: a). Pengembangan ekonomi masyarakat; b). Pengembangan pendidikan; c). Pelayanan sosial dan dakwah; d).  Aksi kemanusiaan; kedua, Program pemberdayaan ekonomi mustahik direalisasikan dalam tiga bentuk: a). Pengembangan ekonomi untuk kemandirian ummat; b).  Bina usaha ekonomi keluarga; c).  Program janda berdaya; ketiga, Lazismu Surakarta dalam memberdayakan mustahik menyalurkan  zakat, infak, Shadaqah dalam bentuk dana bergulir dengan menggunakan akad qardhul hasan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MUSTAHIK DI LAZISMU SURAKARTA Nurul Huda
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji secara mendalam bentuk pemberdayaan terhadap mustahik yang telah dilakukan oleh Lazismu (Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah Muhammadiyah) Surakarta, khususnya terkait pemberdayaan ekonomi mustahik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program pemberdayaan mustahik. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui bentuk pemberdayaan ekonomi mustahik di Lazismu Surakarta. Jenis penelitian ini termasuk kategori penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan analisis induktif konseptual. Adapun hasil penelitian antara lain: pertama, Lazismu Surakarta telah melakukan pemberdayaan mustahik melalui beberapa program: a). Pengembangan ekonomi masyarakat; b). Pengembangan pendidikan; c). Pelayanan sosial dan dakwah; d).  Aksi kemanusiaan; kedua, Program pemberdayaan ekonomi mustahik direalisasikan dalam tiga bentuk: a). Pengembangan ekonomi untuk kemandirian ummat; b).  Bina usaha ekonomi keluarga; c).  Program janda berdaya; ketiga, Lazismu Surakarta dalam memberdayakan mustahik menyalurkan  zakat, infak, Shadaqah dalam bentuk dana bergulir dengan menggunakan akad qardhul hasan.
PENGARUH ZOROASTER TERHADAP AGAMA DAN PERADABAN DUNIA Arief wibowo
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Zoroaster adalah satu ajaran filosofi yang dibawa oleh seorang bijak yang bernama Zarathustra yang hidup sekitar tahun 628-551 sebelum masehi. Agama Zoroaster atau majusi dikenal di dunia Barat dengan nama Zoroastranisme, sedang tokoh pendirinya adalah bernama Zaratrustra.Agama Zoroaster merupakan bentuk agama yang ajaran-ajarannya mirip dengan agama-agama atau banyak mempengaruhi budaya-budaya besar yang timbul sesudahnya. Pada masanya banyak dianut oleh manusia dipusat-pusat kebudayaan manusia, seperti Babilonia, Persia dan masih hidup sampai sekarang. Agama ini banyak mengubah dan berpengaruh terhadap budaya dan agama sampai saat ini.
STRATEGI COPING REMAJA PENGHAFAL AL-QUR’AN BERASRAMA DALAM MENGHADAPI KEJENUHAN Khonsa’ Izzatul Jannah; Permata Ashfi Raihana; Mohamad Ali
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja penghafal Al Qur’an Berasrama adalah siswa yang tinggal dan menetap di asrama untuk menghafalkan Al-Qur’an dan melakukan kegiatan sekolah sekaligus. Siswi biasanya melakukan kegiatan yang padat dari pagi hari hingga malam hari. Siswi juga dituntut untuk dapat menghafalkan alquran sesuai dengan target, mengikuti kegiatan pelajaran disekolah, aktif dalam organisasi serta ekstrakulikuler, dan aktif dalam kegiatan asrama. Kegiatan yang padat membuat timbulnya permasalahan dan tekanan bagi siswi tersebut, yaitu mengalami kejenuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi coping pada remaja penghafal Al-Quran berasrama dalam menghadapi kejenuhan. Informan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 5 orang informan utama yang diperoleh melalui screening dengan menggunakan angket kejenuhan dan 4 orang informan pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang datanya dikumpulkan dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima subjek mengalami kejenuhan karena kegiatan pembelajaran yang padat, yang meliputi padatnya kegiatan organisasi, sekolah, dan asrama, peraturan yang mengikat, susah berkomunikasi dengan dunia luar, dan konflik dengan teman. Sehingga kejenuhan tersebut menyebabkan beberapa permasalahan kepada siswi. strategi coping yang digunakan yaitu problem focused coping diantaranya: active coping, confrontative, planful problem solving, dan seeking social supports. Kemudian subjek juga mengimbangi dengan menggunakan emotional focused coping diantaranya: self control, positive reappraisal, dan escape avoidance. Faktor yang paling berperan dalam pemilihan strategi coping adalah religiusitas dan dukungan sosial yang datang dari keluarga, ustadzah/ustadz, dan teman-teman.
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN DARI SEKOLAH: Pendekatan Gerakan Sosial Zaenal Abidin
Suhuf Vol 31, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang manusia hidup, ia tidak akan lepas dari konflik. Konflik senantiasa ada dan menyertai manusia dalam kehidupan pribadi dan sosialnya. Agar konflik ini tetap positif dan jauh dari kekerasan, dibutuhkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan alat paling tepat guna mencegah kekerasan dan konflik. Namun dalam dunia modern, belum terumuskan bagaimana pendidikan perdamaian yang tepat, terutama dalam konteks Indonesia. Disamping itu, dalam usaha menjaga perdamaian dan pengembangan masyarakat, bisa mengembangkan fungsi lembaga pendidikan. Dengan demikian, agar pendidikan selalu relevan dengan perkembangan zaman dan berperan aktif dalam mewujudkan civil society dibutuhkan shifting education paradigms. Dari pendidikan yang bersifat pengembangan individu, diperlebar menjadi pengembangan sosial masyarakat. Dari lembaga pendidikan yang memproduksi intelektual, diperlebar menjadi lembaga yang aktif menjaga perdamaian.

Page 1 of 2 | Total Record : 12