cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Suhuf
ISSN : 25272934     EISSN : 25272934     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER" : 14 Documents clear
REKONSTRUKSI METODE PEMBELAJARAN DARI SUDUT FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Ayu Winda Sari; Dina Natalia; Nurul hasanah
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu disiplin ilmu keislaman yang membahas objek-objek di seputar kependidikan Islam. Pemahaman hakikat Pendidikan Islam sebenarnya tercantum di dalam sejarah dan falsafah Islam sendiri, sebab setiap proses pendidikan tidak terlepas dari objek-objek keislaman. Filsafat pendidikan Islam adalah konsep berfikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan pada ajaran Islam tentang kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam. Kajian filosofis yang digunakan filsafat pendidikan Islam mengandung arti bahwa filsafat pendidikan Islam itu merupakan pemikiran yang mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti hakikat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam berdasarkan wahyu, tidak semata berpijak humanistik, tidak mengenal kebenaran terbatas, tapi universal. Berusaha mengembangkan pandangan yang integral dan mengintergralkan pandangan antara dunia dan akhirat sekaligus. Filsafat pendidikan Islam mengembangkan semua aspek kepribadian, mulai akal, intuisi, akal budi dan inderawi. Ide-ide filsafat pendidikan Islam selain bersifat teoritik juga realistik yang dapat diwujudkan dalam tingkah laku, dan mudah transformasikan dalam kehidupan. Padahal ini akan ada penjelasan yang menjelaskan seputar definisi, maca-m macam metode, prinsip dan tujuan pembelajaran yang ditinjau dari filsafat pendidikan agama islam selain itu juga banyak para ahli yang berpendapat terutama tentang definisi atau pengertian metode pembelajaran dan juga mengemukakan berbagai macam metode-metode pembelajaran yang akan dibahas disini.
MANFAAT IMPLEMENTASI SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5-6 ALQURAN TERHADAP SIKAP HARDINESS PENYANDANG DISABILITAS DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA (BBRSBD) SURAKARTA Ajeng Nova Dumpratiwi
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami sikap hardiness pada penyandang disabilitas dalam menghadapi kehidupan dengan kondisi fisik yang berbeda dengan kebanyakan orang. Penyandang disabilitas memiliki permasalahan terkait dengan kondisi fisik yang berbeda dengan sebagian besar orang lainnya. Kondisi yang berbeda ini dianggap sebagai kesedihan yang tidak akan emninggalkan penyandang disabilitas. Pola pikir tersebut mejadi jebakan sehingga mereka tidak memiliki pandangan atau harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Pola pikir tersebut membawa penyanadang disabilitas tidak bersemangat atau kekuatan untuk menjalani hidup dan mencapai kesejahteraan kehidupan yang lebih baik. Maka seharusnya perlu sebuah sudut pandang baru untuk menyikapi keadaan yang tidak nayman tersebut agar penyandang disabilitas dapat merespon dan bersikap lebih adaptif. Hasil penelitian ini   menunjukkan pola-pola peningkatan sikap hardiness penolakan keadaan, penilaian negative terhadap eksistensi diri, mencari pembanding, pengenalan diri, mendapatkan apresiasi dan respon positif terhadap dirinya, internalisasi makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, dan kemampuan optimis terhadpa kehidupan yang akan datang. Menurut konsep yang dipaparkan dalam makna QS Al-Insyirah ayat 5 dan 6, terlihat bahwa kemampuan strategi memaknai keadaan dengan prinsip bahwa “sesudah kesulitan akan ada kemudahan” diperlukan untuk membantu memunculkan sikap hardiness untuk menjalani hidup dan bersemnagat dalam menjemput kesejahteraan yang lebih baik pada penyandang disabilitas.
FAKTOR RELATIONAL EFFICACY DAN RASA SYUKUR DALAM MEMPERTAHANKAN DAYA JUANG BERPRESTASI Isnaya Arina Hidayati; Nurul Latifatul Inayati
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji faktor lain yang dapat mempertahankan daya juang berprestasi yaitu relational efficacy dan rasa syukur berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa relational efficacy memiliki dua konsep yaitu, Other-Efficacy, percaya kepada orang lain untuk menjadi role model bagi dirinya dan RISE (Relation-Inferred Self-Efficacy), keyakinan akan besarnya harapan orang lain terhadap kemampuannya dalam berprestasi merupakan faktor kuat terbentuknya ketahanan daya juang berprestasi. Selain itu faktor rasa syukur yang dikenal dengan istilah gratitude dalam konteks psikologi positif, memiliki keterkaitan kuat dengan pikiran positif, optimisme dan kesejahteraan psikologis yang akan membawa pada kemampuan untuk bertahan hidup dan berjuang meraih prestasi meskipun dalam kondisi sulit.
RAGAM MAKNA “JANGAN” DALAM QS. AL-BAQARAH Abdulkarim Zulfa Ahmadi
Suhuf Vol 32, No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, terdapat beberapa pakar psikolog yang menganjurkan kepada para pendidik untuk mengindari kata “jangan” sebagai larangan ketika mendidik anak didik, hal ini di sebabkan akan menjadikan anak didik merasa tertekan serta menganggap bahwa dunia ini pernuh dengan larangan dan aturan. Namun demikian, tidak sedikit ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menyatakan kalimat larangan dengan menggunakan kata “jangan”, kurang lebih 420 ayat menggunakan kata tersebut sebagai ungkapan suatu larangan.Penelitian membahas tentang ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, serta implementasinya kepada pola asuh pendidikan Islam. Adapun penulis tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kata “jangan” di dalam surat Al-Baqarah, selanjutnya untuk menentukan ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah, dan untuk memberikan contoh implementasi ragam makna “jangan” dalam QS. Al-Baqarah terhadap pola asuh pendidikan Islam. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan pendekatan semantik dan stelistika. Sumber data primer yang digunakan adalah Sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Terjemahnya, yang diterbitkan Kementerian Agama RI tahun 2012 dan beberapa tafsir masyhur. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah dokumentasi, sedangkan analisis data dengan metode analisis isi (content analysis).Pada penelitian ini ditemukan 37 ayat larangan yang terkandung di dalamnya makna “jangan” pada surat Al-Baqarah. Dari 37 ayat tersebut dapat dikategorikan menjadi beberapa ragam larangan. Ragam larangan apabila dilihat dari maknanya terbagi menjadi lima ragam; yaitu, terdapat 20 ayat yang terkandung di dalamnya larangan bermakna asli, 14 ayat larangan bermakna irsyād, 1 ayat larangan dalam bentuk Iltimās, 1 ayat dalam bentuk doa dan 1 ayat dalam bentuk bayānu al-aqībah. Ragam makna “jangan” dalam surat Al-Baqarah dapat diimplementasikan pada pola asuh pendidikan Islam. Implementasi larangan ini dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu cara mengungkapkan sebuah pesan larangan dan cara mengungkapkan larangan dengan melihat dari lawan bicaranya. Cara Pendidik mengungkapkan larangan kepada anak didiknya adalah sebagai berikut; larangan secara langsung, larangan dengan menggunakan prolog, larangan dengan cara menjelaskan akibat, dan larangan secara tidak langsung. Adapun larangan dengan melihat dari lawan bicaranya dapat dibedakan menjadi tiga hal, yaitu larangan dari pendidik kepada anak didiknya, larangan dari anak didik kepada anak didik lainnya, dan larangan dari anak didik kepada pendidiknya.

Page 2 of 2 | Total Record : 14