cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2: Juli 2014" : 24 Documents clear
DISAIN APARTEMEN DAN KAWASAN PERUMAHAN YANG MENGEDEPANKAN KESELAMATAN ANAK-ANAK Utaberta, Nangkuka
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.941 KB)

Abstract

Tulisan ini didasarkan pada pengamatan penulis terkait dengan masalah keselamatan anak-anak di dalam perumahan bertingkat maupun tidak bertingkat. Keselamatan anakanak dimanapun berada menjadi permasalahan pokok yang harus diperhatikan. Anakanak sesuai dengan karakternya belum mempunyai penilaian tentang sesuatu itu membahayakan atau tidak. Dalam konteks rumah tinggal yang berbentuk rumah susun, apartemen ataupun rumah tidak bertingkat, faktor keamanan anak-anak menjadi sangat penting bagi keluarga muda yang mempunyai anak-anak, untuk memilih rumah tinggalnya. Secara arsitektural, faktor keamanan anak-anak ini menjadi bagian dari pemikiran arsitek pada saat mendisain rumah tinggal. Pola tata ruang dan pola penyusunan site plan merupakan salah satu cara yang diputuskan arsitek untuk mewujudkan faktor keamanan terhadap anak-anak. Penulis mengharap bahwa tulisan ini dapat menyadarkan arsitek dan pengembang perumahan untuk lebih sensitif terhadap produk yang dihasilkannya.
PENGALIRAN UDARA UNTUK KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DENGAN METODE SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Latif, Sahabuddin; Hamzah, Baharuddin; Ihsan, Ihsan
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.239 KB)

Abstract

Sirkulasi udara yang baik sangat dibutuhkan pada ruang berventilasi alami untuk mencapai kenyamanan termal, karena dapat  mempercepat proses evaporative cooling,pengeluaran panas dan ketersediaan udara segar dalam ruang. Penelitian ini bertujuanmengkaji aliran udara pada Ruang Kelas Gedung Kuliah Bersama Fakultas TeknikUniversitas Hasanuddin di Kabupaten Gowa, agar ditemukan rekayasa pengaliran udarayang dapat mempercepat terjadinya proses pengeluaran panas. Penelitian eksperimentalini menggunakan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui  pengukuran di lapangan berupa dimensi ruang kelas, luas bukaan ventilasi, dan parameter iklim mikro. Rekayasa aliran udara dilakukanterhadap tiga perlakuan yaitu kecepatan udara, luas bukaan, serta modifikasi darikecepatan udara dan luas bukaan. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagian ruangyang mengalami aliran udara tinggi dan rendah serta mengetahui faktor pendukung dan kendala dengan menggunakan perangkat lunak SolidWorks Simulation 2013. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa sistem ventilasi eksisting ruang-ruang kelas dapatmendistribusikan pergerakan udara yang nyaman di dalam ruang antara 0.25 m/s hingga 1.5 m/s, pada parameter inlet 1 m/s hingga 3 m/s dengan kenyamanan ruangan (51.85%) hingga (85.19%). Setelah dilakukan perbaikan sistem ventilasi pada ruang kelas,kenyamanan ruang dapat ditingkatkan menjadi (96.30%) hingga (100%), dengan rasioluasan bukaan ventilasi (21.60%) dari luas lantai ruangan, dengan rincian luas bukaaninlet (14.50%) dan luas bukaan outlet (7.10%). Disimpulkan bahwa penambahan luas inlet dan outlet dengan rasio yang tepat pada ruang kelas, dapat mengoptimalkansirkulasi udara. Diharapkan agar jendela kaca mati pada ruang-ruang kelas di buka untukmenambah luas inlet dan penambahan luas bukaan dinding outlet bagian bawah, pintusebaiknya di tutup pada saat ruang digunakan.
MANFAAT KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL DALAM ARSITEKTUR PERMUKIMAN JAWA Ronald, Arya
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atas ridhlo Allah SWT, dengan segala kerendahan hati kami ingin menghadirkan sebuah karya tulis, yang barangkali dapat menggugah kesadaran para pembaca terhormat, bahwa kita mempunyai peninggalan budaya nenek moyang yang tidak ternilai tingginya di sekitar kehidupan kita. Peninggalan itu antara lain adalah suatu bentuk kehidupan sosio-kultural dalam lingkungan permukiman masyarakat Jawa. Sudut pandang dalam pendekatan lebih ditekankan pada permasalahan arsitektur. Jadi, penulisan ini bertujuan menjelaskan bahwa sebuah karya arsitektur selain berujud bangunan dan lingkungan tempat tinggal, pada dasarnya bentuk bangunan dan lingkungan adalah sebuah ungkapan bahasa, yang di dalamnya mengungkapkan pesan budaya kepada masyarakat umum.
PERBANDINGAN RUMAH TINGGAL TRADISIONAL JAWA DAN RUMAH TINGGAL MODERN DI SURAKARTA Sari, Fillia Mutiara; Mutiari, Dhani
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.324 KB)

Abstract

Rumah tinggal di Jawa Tengah bermula dari bentuk arsitektur tradisional Jawa lebih banyak dikenal dengan bangunan Joglo. Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah tradisional Jawa yang terdiri dari soko guru yaitu berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru. Sebenarnya atap rumah Jawa tidak hanya joglo tetapi juga atap limasan dan kampung. Pemakaian atap ini sebenarnya adalah cara sebuah rumah untuk beradaptasi dengan iklim tropis yang berada di Jawa  Tengah. Searah dengan perkembangan waktu muncullah perumahan perumahan baru dengan berbagai tipe di Surakarta. Rumah dengan gaya modern telah menjadi gaya hidup ketimbang sekadar berfungsi utama sebagai desain bangunan rumah tinggal. Disain rumah tinggal modern yang lahir di Eropa tidak dapat begitu saja diaplikasikan di Surakarta karena iklim yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rumah tinggal tradisonal jawa dengan rumah tinggal modern yang terdapat di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah melakukan survey terhadap rumah tradisional Jawa dan rumah modern, kemudian membandingkan rumah tinggal tradisional dan mencari sesuatu yang diaplikasikan untuk rumah tinggal modern. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada 3 hal yang diaplikasikan yaitu orientasi bangunan, rumah tunggal dan bukan kopel dan adanya langit langit.
READING THE URBAN PLANNING IN INDONESIA: A JOURNEY TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT Setiawan, Wisnu
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.434 KB)

Abstract

Background: As urban population increases rapidly, urban environment has become a focus area in global agenda. Global agenda for this response has lead to the significance of sustainable development. The UN has also published several guidance on how to achieve sustainable environment. This agenda has been adopted across the world. However, such attitude appears to be problematic in the context of developing countries, including Indonesia particularly in the relationship with urban planning practice. Methods: This paper attempts to provide preliminary discussion of how urban planning practice in Indonesia has transformed to embrace the issue of sustainable development. It explores some readings relevant to the planning practice in contemporary context, from the postcolonial period until the recent reformation movement, using chronological interpretative approach on some available literatures on urban planning and development. Findings: The paper hints that the planning practice in Indonesia finds some challenges in adopting the idea of sustainable development, particularly from social sustainability point of view.
PEMBANGUNAN: PASAR VS KOMUNITAS Safitri, Ristya Arinta
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.449 KB)

Abstract

Pembangunan sering kali dikaitkan dengan hal yang bersifat fisik maupun material. Sedangkan pada hakikatnya, pembangunan meliputi dua unsur, yaitu materi yang dihasilkan dan manusia yang menggerakan pembangunan. Pembangunan di Indonesiapada umumnya menitik beratkan pada materi, terutama ekonomi dan infrastruktur yangingin dicapai dan mengesampingkan  pembangunan masyarakat di dalamnya.Pembangunan ekonomi dilakukan untuk merespon datangnya pasar bebas, sehinggapembangunan ekonomi yang ada berbasis pasar. Hal ini kurang sesuai dengan sifatdasar masyarakat Indonesia yang bersifat komunal, berbasis komunitas. Dalam pasar,modal dan keuntungan adalah hal yang utama, sedangkan dalam komunitas kesejahteraan masyarakat, kebersamaan merupakan hal yang utama. Di Indonesia, komunitas atau Usaha Kecil Menengah dengan komoditas belum dapat berkembang dengan baik karena keterbatasan modal dan kurangnya pemasaran. Sebagai contoh, UKM penghasil gula semut di Kabupaten Kulonprogo. UKM berhasil memproduksi gula semut yang memenuhi kualitas standar internasional. Akan tetapi, karena keterbatasan modal dan kurangnya pemasaran pengeksporan gula semut belum dapat dilakukan secara maksimal. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo kemudian mulai aktif mengembangkan komoditas ini dengan mendatangkan investor dan memberikan bantuan alat modern untuk meningkatkan produktivitas UKM. Hal ini perlu diperhatikan lebih lanjut, karena bisa saja dengan investor dan alat modern, pengrajin justru kehilangan pekerjaan dan hanya mengejar keuntungan. Komunitas dalam UKM harus terus melakukan inovasi agar mampu bersaing dalam pasar. UKM yang mampu masuk dalam pasar akan mendatangkan investor untuk membantu pengembangan komoditas sehingga masyarakat dan investor akan mendapatkan keuntungan seperti yangdiharapkan.
EVALUASI FUNGSI TAMAN KAMPUS EDU PARK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SEBAGAI OPEN SPACE KAMPUS Ismail, Noor Kholid; Raidi, Samsudin
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.318 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena disfungsi taman kampus Edu ParkUMS sebagai open space kampus yang fungsional. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hasil evaluasi fungsi taman kampus Edu Park Universitas MuhammadiyahSurakarta. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan aktivitas pengguna tamandan metode jajak pendapat dengan melalui penyebaran kuesioner untuk 40 responden.Data yang diperoleh dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, pemetaan,dokumentasi, dan diskripsi. Berdasarkan data pengamatan dan kuesioner terhadap aktivitas pengunjung yang ada, fungsi taman Edu Park sebagai open space sudah dimanfaatkan secara maksimal. Hasil perhitungan kuesioner terhadap 40 responden adalah layak dengan prosentase 35% aktivitas olahraga, 12,5 % aktivitas jalan-jalan dan bermain, 32,5% kegiatan foto-foto, 2,5% kegiatan piknik dan 5% aktivitas bersepeda. Berdasarkan data kuesioner terhadap elemen pendukung  aktivitas yang terdapat pada open space tersebut, menunjukan bahwa taman Edu Park Universitas Muhammadiyah Surakarta sudah digunakan secara maksimal, dibuktikan  dengan hasil perhitungan kuesioner terhadap 40 responden bahwa prosentasi yang  diperoleh adalah 40% untuk kategori sangat layak, 55% untuk kategori layak dan 5% untuk kategori tidak layak.
LOCKBRICK MODULAR BETON UNTUK ALTERNATIF BAHAN DINDING YANG MEMENUHI MUTU SNI DENGAN BIAYA MURAH Habsya, Chundakus; rahmawati, Anis; Sumarni, Sri
Sinektika Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.955 KB)

Abstract

Lockbrick modular merupakan hasil desain prapabrikasi komponen bangunan gedung.Lockbrick modular merupakan bahan dinding, yang pelaksanaannya tidakmembutuhkan spesi pengikat, melainkan cukup disusun dan dirangkai, masing-masingsaling mengunci oleh karena sisi sambungan berbentuk sambungan jantan betina. Lockbrick modular dapat untuk berbagai tinggi dan lebar dinding sesuai kelipatan dimensi modul 15 cm. Bagian dalam dinding Lockbrick modular ada lubang 7 cm x 7 cm menerus dari atas ke bawah berfungsi mengurangi bobot, penghambat panas, untuk perkuatan dinding, tempat pipa air bersih, dan kabel listrik. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan, daya serap air lockbrick modular yang memenuhi syarat mutu SNI, dan biaya per-m2 dinding yang menggunakan lockbrick. Metode penelitianeksperimen dengan uji kuat tekan, daya serap air dan menghitung biaya dinding menggunakan acuan Harga Satuan Pekerjaan Bahan dan Upah Pekerjaan Konstruksi Propinsi Jawa Tengah Untuk Kota Surakarta. Prosentase campuran adalah 1 pc : 4 agregat, yang terdiri dari pasir : ladu : kerikil dengan berbagai variasi komposisi. Masingmasing komposisi dicetak 3 lockbrick modular. Hasil peneli-tian adalah produk lockbrick modular memenuhi syarat mutu kuat tekan dan daya serap air SNI bata beton berlubang mutu II, III dan IV.  Produk lockbrick modular dengan kuat tekan optimal 6.84 MPa,daya serap air 19.55% memenuhi syarat mutu II. Biaya dinding lockbrick modular per-m2, 24% lebih murah dari biaya dinding batako
READING THE URBAN PLANNING IN INDONESIA: A JOURNEY TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT Setiawan, Wisnu
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.434 KB)

Abstract

Background: As urban population increases rapidly, urban environment has become a focus area in global agenda. Global agenda for this response has lead to the significance of sustainable development. The UN has also published several guidance on how to achieve sustainable environment. This agenda has been adopted across the world. However, such attitude appears to be problematic in the context of developing countries, including Indonesia particularly in the relationship with urban planning practice. Methods: This paper attempts to provide preliminary discussion of how urban planning practice in Indonesia has transformed to embrace the issue of sustainable development. It explores some readings relevant to the planning practice in contemporary context, from the postcolonial period until the recent reformation movement, using chronological interpretative approach on some available literatures on urban planning and development. Findings: The paper hints that the planning practice in Indonesia finds some challenges in adopting the idea of sustainable development, particularly from social sustainability point of view.
PERBANDINGAN RUMAH TINGGAL TRADISIONAL JAWA DAN RUMAH TINGGAL MODERN DI SURAKARTA Sari, Fillia Mutiara; Mutiari, Dhani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.324 KB)

Abstract

Rumah tinggal di Jawa Tengah bermula dari bentuk arsitektur tradisional Jawa lebih banyak dikenal dengan bangunan Joglo. Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah tradisional Jawa yang terdiri dari soko guru yaitu berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru. Sebenarnya atap rumah Jawa tidak hanya joglo tetapi juga atap limasan dan kampung. Pemakaian atap ini sebenarnya adalah cara sebuah rumah untuk beradaptasi dengan iklim tropis yang berada di Jawa  Tengah. Searah dengan perkembangan waktu muncullah perumahan perumahan baru dengan berbagai tipe di Surakarta. Rumah dengan gaya modern telah menjadi gaya hidup ketimbang sekadar berfungsi utama sebagai desain bangunan rumah tinggal. Disain rumah tinggal modern yang lahir di Eropa tidak dapat begitu saja diaplikasikan di Surakarta karena iklim yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rumah tinggal tradisonal jawa dengan rumah tinggal modern yang terdapat di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah melakukan survey terhadap rumah tradisional Jawa dan rumah modern, kemudian membandingkan rumah tinggal tradisional dan mencari sesuatu yang diaplikasikan untuk rumah tinggal modern. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada 3 hal yang diaplikasikan yaitu orientasi bangunan, rumah tunggal dan bukan kopel dan adanya langit langit.

Page 1 of 3 | Total Record : 24