SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles
331 Documents
PENGALIRAN UDARA UNTUK KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DENGAN METODE SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS
Sahabuddin Latif;
Baharuddin Hamzah;
Ihsan Ihsan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.239 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v14i2.1438
Sirkulasi udara yang baik sangat dibutuhkan pada ruang berventilasi alami untuk mencapai kenyamanan termal, karena dapat mempercepat proses evaporative cooling,pengeluaran panas dan ketersediaan udara segar dalam ruang. Penelitian ini bertujuanmengkaji aliran udara pada Ruang Kelas Gedung Kuliah Bersama Fakultas TeknikUniversitas Hasanuddin di Kabupaten Gowa, agar ditemukan rekayasa pengaliran udarayang dapat mempercepat terjadinya proses pengeluaran panas. Penelitian eksperimentalini menggunakan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi ruang kelas, luas bukaan ventilasi, dan parameter iklim mikro. Rekayasa aliran udara dilakukanterhadap tiga perlakuan yaitu kecepatan udara, luas bukaan, serta modifikasi darikecepatan udara dan luas bukaan. Analisis dilakukan untuk mengetahui bagian ruangyang mengalami aliran udara tinggi dan rendah serta mengetahui faktor pendukung dan kendala dengan menggunakan perangkat lunak SolidWorks Simulation 2013. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa sistem ventilasi eksisting ruang-ruang kelas dapatmendistribusikan pergerakan udara yang nyaman di dalam ruang antara 0.25 m/s hingga 1.5 m/s, pada parameter inlet 1 m/s hingga 3 m/s dengan kenyamanan ruangan (51.85%) hingga (85.19%). Setelah dilakukan perbaikan sistem ventilasi pada ruang kelas,kenyamanan ruang dapat ditingkatkan menjadi (96.30%) hingga (100%), dengan rasioluasan bukaan ventilasi (21.60%) dari luas lantai ruangan, dengan rincian luas bukaaninlet (14.50%) dan luas bukaan outlet (7.10%). Disimpulkan bahwa penambahan luas inlet dan outlet dengan rasio yang tepat pada ruang kelas, dapat mengoptimalkansirkulasi udara. Diharapkan agar jendela kaca mati pada ruang-ruang kelas di buka untukmenambah luas inlet dan penambahan luas bukaan dinding outlet bagian bawah, pintusebaiknya di tutup pada saat ruang digunakan.
Karakteristik Visual Bangunan Pasca Kerusuhan Mei 98 sebagai Pembentuk Wajah Kota Surakarta
Bangkit Adhi Wicaksono;
Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2542.665 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10594
Era pergantian Orde Baru menuju Era Reformasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai kerusuhan. Surakarta merupakan salah satu kota yang mengalami kerusuhan. Banyak massa yang melakukan aksi kerusuhan yang berdampak pada kerusakan bangunan di Kota Surakarta. Banyak kerugian yang terjadi. Pasca kerusuhan bangunan mulai direnovasi, namun hal ini mengakibatkan tampilan visual bangunan telah berubah. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan visual sebelum dan sesudah kerusuhan, faktor pengaruhnya, dan pengaruh perubahan terhadap wajah Kota Surakarta. Metode yang dipilih adalah metode komparasi dengan membandingkan data tahun 1998 dengan 2019. Terdapat tujuh sampel bangunan yang dianggap mewakili citra tampilan wajah Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukan indikator yang berubah dari ketujuh sampel bangunan tersebut yaitu : garis, bentuk, dan irama. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah rasa keamanan yang kurang sehingga mengakibatkan para penduduk merenovasi bangunan yang rusak. Keadaan ini mengakibatkan perubahan fasad bangunan menjadi lebih tertutup, kuat, dan aman. Hal ini mempengaruhi tampilan bangunan sehingga memicu terbentuknya wajah Kota Surakarta yang kaku dan kokoh.
Penggunaan dan Penguasaan Ruang Berbasis Gender di UMS
Nor Laely Qomariah;
Andika Saputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2102.585 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11565
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam di Indonesia yang memiliki beberapa pola penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pemahaman lebih jauh tentang penggunaan ruang berbasis gender dan penekanannya dalam penggunaan ruang, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat agar pengguna di lingkungan UMS dapat melangsungkan kegiatan dengan nyaman dan tenang. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku person-centered maps, place centered maps, dan physical trace pada ruang luar di lingkungan UMS. Hasil penelitian menunjukkan pola aktifitas pada penggunaan dan penguasaan ruang berbasis gender di lingkungan UMS.
PROSES KREATIF PERANCANGAN ARSITEKTUR MASJID ERA PEMERINTAHAN SOEKARNO DAN SOEHARTO
Rizky Adam
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11790
Masjid memiliki makna tempat bersujud bagi umat islam, serta memiliki peranan yang sangat penting bagi umat islam baik dari segi pelayanan ibadah dan pemberdayaan umat. Terbangunnya masjid-masjid di Indonesia pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun ada hal yang dapat mempengaruhi terbangunnya sebuah masjid yaitu Proses kreatif masing-masing Presiden, pengaruh kekuasan dan budaya. Tidak hanya bangunan-bangunan monument saja yang memiliki pengaruh kekuasaan dan pengalaman.. Kini masjid pun bisa menjadi ekspresi dari kekuasaan orang yang diberi amanah pada masa itu. Tujuan penulisan ini adalah agar khalayak dapat mengetahui bahwasanya Presiden mempunyai kuasa dalam membangun negara dengan berdasarkan pengalaman pribadi yang dilaminya serta menghasilkan perbedaan perkembangan arsitektur yang istimewa. Penulisan ini menggunakan pendekatan sejarah dan literatur serta pendekatan secara arsitektural yaitu mengamati dari gaya, arsitektur. Hasil penulisan ini membawa kesimpulan bahwa Soekarno memiliki gagasan yang modern dan monumental dan Soeharto lebih mengusung gagasan arsitektur bernuansa lokal. Proses kreativitas seseorang tidak akan berhenti dan akan selalu berproses berdasarkan latar belakang budaya mereka berasal, pengalaman hidup yang menjadi identitas sang presiden yang berkuasa pada masa tersebut.
KONDISI FISIK AREA PARKIR DI KAWASAN WISATA PANTAI TELENG RIA PACITA
Hastari Listyandani;
Reza Zahrul Islam
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1737.621 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.757
Pantai Teleng Ria adalah salah satu tempat tujuan wisata di Kota Pacitan yang memiliki panorama alam sangat indah. Teleng Ria berjarak 3 km dari alun-alun kota Pacitan. Telengria berfungsi sebagai tempat rekreasi warga Pacitan dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Sebagai obyek wisata, fasilitas yang disediakan adalah tempat parkir. Kondisi tempat parkir di pantai ini kurang terawat/terbengkelai. Peneliti mengangkat permasalah parkir yang tidak bisa berfungsi dengan optimal, sebagai persoalan yang harus dicari tahu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan apa saja yang ditemukan terkait dengan kondisi fisik dari area parkir di kawasan wisata Pantai Teleng Ria Pacitan. Metode yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah pengunjung kurang puas dengan kondisi tempat parkir yang kurang nyaman.
Simulasi Dampak Pencahayaan Ruang pada Penggunaan Roster sebagai Fasad Bangunan
Ekky Maulidin;
Nurhasan Nurhasan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2862.447 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10474
Penelitian ini berdasarkan kritik terhadap bangunan yang menggunakan roster sebagai desain fasadnya. Tidak sedikit karya-karya arsitek dengan desain serupa bermunculan sebagai tren gaya industrial dengan material ekspos yang lebih ditonjolkan. Mulai beralihnya fungsi roster dari pembatas antar ruang menjadi elemen estetika fasad bangunan perlu dikaji lebih lanjut tentang dampaknya terhadap pencahayaan alami. Sistem pencahayaan pada suatu ruangan sangat dibutuhkan untuk kenyamanan pengguna dalam beraktivitas. Penelitian ini bertujuan mengukur kuat pencahayaan sebagai efek penggunaan roster pada dinding. Metode pengukuran dan simulasi menggunakan software Velux Daylight Visulalizer 2. Simulasi dilakukan dengan mengukur pencahayaan ruang tamu dengan menempatkan beberapa jenis desain roster berbeda, yang umum dijual di pasaran. Nilai kuat cahaya akan dianalisis dan dibandingkan dengan kebutuhan cahaya untuk beraktivitas di ruang tamu. Hasil dari simulasi menyimpulan bahwa cahaya alami tidak dapat mencukupi kebutuhan cahaya ruang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 03-6197-2000). Oleh karena itu dibutuhkan banyak penyesuaian dari model atau jenis roster untuk fasad. Disain roster yang masih memberikan efek kuat pencahayaan yang belum memenuhi standar, maka dapat diberikan solusi dengan menambah lebih banyak bukaan atau penggunaan sunroof sebagai solusi.
Nuansa Tempat Sakral Di Kota Demak
Marwoto Marwoto
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2028.464 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10865
Kota Demak sarat dengan nilai-nilai yang bersifat inspiratif bagi para peziarah. Adanya artefak masjid dan makam Wali menjadi pertanda bahwa Kota Demak memiliki simbol religius sejak peradaban Islam berkembang di tanah Jawa. Nilai tradisi mewarnai bentuk budaya masyarakat setempat dan menjadi bagian dalam pelestarian peninggalan sejarah di Kota Demak. Perkembangan Kota Demak telah mengalami kemajuan dan perubahan yang memungkinkan terjadinya pergeseran makna dan simbol kota. Kondisi ini menjadi isu penting untuk diangkat berupa pertanyaan sampai kapan nilai-nilai kesakralan Kota Demak akan tetap bertahan? Melalui pendekatan analisa diakronik dalam bentuk penelusuran sejarah perkembangan Kota Demak dan interpretasi terhadap tata ruang, akan dikaji dan menemukan makna ruang atau tempat yang bersifat sakral. Area atau lokus penelitian dibatasi pada tempat dengan daya tarik terkuat bagi para peziarah. Hasil dari tulisan ini mengetengahkan bahwa terdapat makna simbol spiritual yang sangat kuat pada makam Sunan Kalijaga dibandingkan keberadaan simbol-simbol lain yang bersifat teraba (tangible) seperti pada bangunan Masjid Agung Demak
Analisa Penyebab Vandalisme pada Pedestrian di Surabaya (Studi Kasus Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Rungkut Madya)
Ariq Bentar Wiekojatiwana;
Alvian Indra Ainur R;
Fandy Ardiansyah Buamona
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2001.237 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13329
Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui penyebab vandalisme pada pedestrian di Surabaya. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena banyaknya vandalisme yang ditemukan di Jalan DR.Ir.H.SoekarnoHatta. Tulisan ini merupakan penelitian yang bertujuan menganalisa penyebab terjadinya vandalisme pada pedestrian di Jalan DR.Ir.H.SoekarnoHatta. Analisa ini dilakukan dengan cara membandingkan vandalisme di Jalan DR.Ir.H.Soekarnoa-Hatta dengan Jalan Rungkut Madya. Kedua jalan tersebut terpilih karena memiliki perbedaan pada kerapatan antar bangunannya. Kerapatan bangunan ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan vandalisme karena dengan kerapatan bangunan ini menimbulkan ada dan tidak adanya kesempatan dalam melakukan aksi vandalisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan metode observasi dengan cara membandingan tingkat vandalisme yang ada di pedestrian Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Rungkut Madya dengan batasan vandalisme berupa coretan hingga penempelan poster. Dari hasil perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya vandalisme yaitu ada tidak adanya kesempatan dan kerapatan antar bangunan.
KARAKTERISTIK FASAD RUMAH MINIMALIS DI SURAKARTA
Mufti Arifin;
Samsudin raidi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1523.866 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.746
Berbagai jenis desain rumah berkembang di Surakarta, antara lain desain rumah minimalis, modern, mediterania, klasik dan sebagainya. Salah satu yang berkembang adalah model disain minimalis. Berbagai bentuk model minimalis dapat ditemui di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban tentang karakteristik dan ciri fasad disain rumah minimalis. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu kamera dan meliputi seluruh wilayah Surakarta. Kompenen-kompenen fasad bangunan rumah minimalis yang dianalisis meliputi bentuk, orientasi, warna, dimensi, proporsi, irama dan skala. Simpulan dari kegiatan ini adalah bentuk/wujud bangunanya merupakan bangunan yang sedarhana, geometris dan simple, posisi bangunan sangat strategis yang dapat dilihat dari barbagai arah, warna didominasi warna putih abu-abu, dimensi cukup kecil dari bangunan sekitarnya, irama kebanyakan diperlihatkan pada ventilasi dan jendela dan penggunaan material batu alam dan skala keseluruhan bangunan relatif besar dan didukung dari kondisi bangunan yang masih terlihat bagus.
Model Sekolah Alam Di Surakarta
Dhani Mutiari;
Kartika Juni Fardani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3350.685 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9857
Profil pendidikan di Indonesia dewasa ini masih banyak yang mempunyai karakteristik bersifat centris dalam arti pendidikan untuk melanjutkan sekolah, tidak mempunyai makna untuk menyongsong kehidupan di masa depan. Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan bersifat konvensional dan kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat karena kental dengan suasana instruksional. Paper ini bertujuan untuk mencari model sekolah alam yang sesuai dengan masyarakat Surakarta dan menjadi tempat penitipan sekaligus pendidikan dan bermain bagi anak-anak usia dini. Sekolah alam adalah salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama sebagai pembelajaran siswa didiknya. Metode belajar mengajar di sekolah alam lebih banyak menggunakan aktif atau action learning dimana anak belajar melalui pengalaman secara langsung. Penggunaan metode ini anak atau siswa diharapkan belajar dengan lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif. Selain mendapat pendidikan dengan baik, anak juga perlu bermain sambil berekreasi yang dapat mengembangakan bakat serta kreativitasnya. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi komparasi dengan sekolah alam yang telah ada di Ciganjur, Bali, Surabaya dan Surakarta. Model yang dikembangkan disain ini adalah sekolah alam yang merupakan suatu wadah yang dapat menampung semua aktivitas dalam satu wadah yaitu Children Actvity Center. Children Activity Center merupakan fasilitas edukasi berbasis alam di Surakarta dengan kegiatan utama berupa pengasuhan anak, edukasi, rekreasi, sosialisasi serta penyaluran bakat dan kreativitas yang dapat mendukung pertumbuhan anak baik secara fisik maupun mental dengan pendekatan alternatif pendidikan berbasis alam. Kegiatan utama berupa pendidikan difokuskan pada anak usia dini yaitu 3-6 tahun sedangkan kegiatan pengasuhan diperuntukkan untuk anak usia 1 hingga 2 tahun. Disain yang dihasilkan adalah tata masa dengan pola radial dengan pusat ruang terbuka berupa tanaman hias untuk estetika selain area farming. Terdapat kelas dengan konsep saung menggunakan material kayu dan bambu serta outbond area yang bermanfaat untuk mendekatkan diri dengan alam. Konsep bangunan bambu menjadi pilihan untuk penampilan fasadenya.