SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles
331 Documents
Identifikasi Disain Apartemen Solo Urbana Residence dalam Merespon Pandemi Covid-19
Kharisma Kusuma A.;
Fadhilla Tri Nugrahaini
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1266.473 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15315
COVID-19 menjadi sebuah tantangan disegala sektor bidang, akibatnya diperlukan adaptasi untuk menyesuaikan tatanan new normal, salah satunya social distancing. Dalam hal ini arsitek pastinya dituntut untuk mengolah desain baik dari segi interior, eksterior bahkan lingkungan binaan menjadi semakin adaktif pada kondisi pandemi. Oleh sebab itu penelitian ini menjadi sebuah kajian, untuk mengetahui perubahan desain bangunan terutama hunian bersama dengan kondisi new normal semasa pandemi. Seperti halnya perubahan terhadap desain ruang publik, lobby, tangga, lift, entrance, material, sistem pencahayaan dan sistem tata udara yang perlu didesain ulang sedemikian rupa dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk mencapai hasil akhir berupa identifikasi dan kriteria desain pasca COVID-19 pada bangunan Apartemen Solo Urbana Residence. Sementara rekomendasi ditujukan untuk perubahan pada bangunan yang berorientasi pada pencapaian bangunan dengan standar pasca COVID-19
Karakteristik Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Pusat Kota Pekalongan
Wahyu Setyaningrum;
Edward E. Pandelaki;
Atik Suprapti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1248.608 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15327
Karakteristik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pusat Kota Pekalongan dipengaruhi oleh kegiatan pada sektor formal dan informal yang berdampingan satu dengan yang lainnya yang menjadikan Alun-alun salah satu lokasi yang paling diminati untuk berjualan para Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik PKL. Karakteristik dari PKL ini meliputi : aktivitas dari PKL baik berupa lokasi, waktu berdagang, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya, pola penyebaran PKL dan pola pelayanan PKL. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan langsung di lapangan, dengan didukung studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Pedagang Kaki Lima di Pusat Kota Pekalongan dipengaruhi oleh lokasinya yang strategis, waktu berdagang yang menyesuaikan keramaian lokasi baik pagi, siang hingga malam hari, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya (tidak permanen dan dapat dipindah-pindah dengan menggunakan gerobak, dengan meja dan kursi yang setelah selesai berjualan bisa dibawa pulang kembali), serta pola penyebaran PKL mengelompok dan linear. Sehingga diharapkan akan didapatkan keselarasan adanya PKL ini, tidak mengganggu pejalan kaki dan menimbulkan pengaruh pada lingkungan sekitar tempat berjualannya.
Integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid: Peran Fungsional dan Spasial Masjid Kampus UNS
Andika Saputra;
Shofi Syarifah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1335.429 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15549
Industrialisasi yang mempengaruhi hampir seluruh dimensi kehidupan bangsa Indonesia merupakan sebab munculnya Generasi Muslim Tanpa Masjid, yakni generasi dari kalangan umat Islam yang tidak memiliki keterikatan psikologis, sosiologis, dan intelektual dengan masjid sebagai pusat komunitas umat Islam. Tidak terkecuali di Kota Surakarta, keberadaan Generasi Muslim Tanpa Masjid salah satunya dapat ditemui di lingkungan UNS. Penelitian ini bertujuan untuk menanggapi permasalahan Generasi Muslim Tanpa Masjid dengan mengungkap peran masjid kampus UNS melalui variabel tetap (1) kegiatan dan fungsi masjid; dan (2) organisasi ruang masjid, serta identitas jenis kelamin sebagai variabel bebas. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneltiian ini menerapkan metode induksi kualitatif yang bersifat interpretatif. Penelitian ini menemukan bahwa realisasi agenda integrasi Generasi Muslim Tanpa Masjid ke dalam jamaah umat Islam di lingkungan UNS dilakukan dengan (1) menyelenggarakan kegiatan ibadah ghairu maghdah meliputi fungsi pendidikan, kesehatan, seni, dan rekreasi; (2) optimalisasi peran ruang pendukung sebagai zona-antara masjid dengan konfigurasi ruang horizontal; dan (3) strategi aktor dengan sinergi seluruh unsur jamaah kampus UNS, strategi fungsional dengan mengorientasikan pelaksanaan kegiatan ibadah ghairu maghdah untuk menjalin ikatan psikologis, sosiologis, dan intelektual; dan strategi spasial dengan menekankan peran ruang pendukung masjid dikarenakan memiliki tingkat fleksibilitas ruang yang tinggi, sebagai landasan dilakukannya dua langkah integrasi meliputi pembiasaan berkegiatan di masjid dan pembiasaan menjadi bagian dari umat Islam.
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Rehabilitasi Narkoba Fan Campus Bogor
Dian Palupi;
Finta Lissimia
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (916.397 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15317
Narkoba atau yang biasa disebut napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Para pecandu narkoba tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri sehingga mereka cenderung dapat melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan masyarakat. Tempat rehabilitasi terhadap pecandu narkoba merupakan tempat untuk proses pengobatan atau pemulihan. Konsep arsitektur perilaku dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui bahwa sebuah bangunan khususnya, bangunan rehabilitasi narkoba dapat mempengaruhi perilaku penggunanya. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur perilaku yaitu Fan Campus yang berada di Bogor. Pembangunan pusat rehabilitasi ini mempertimbangkan perilaku pengguna narkoba dapat dilihat melalui interaksi dari pengguna narkoba terhadap lingkungannya. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggunaan ruang di Fan Campus Bogor dibagi menjadi empat zona serta penataan perabotaan di ruangan dapat mempengaruhi psikologi dari perilaku pengguna narkoba. Begitupun dengan warna, suara, temperatur dan pencahayaan yang diterapkan pada bangunan Fan Campus sangat berpengaruh dalam meningkatkan mood penggunanya dan tidak menimbulkan kesan menakutkan sehingga dapat meningkatkan psikis dari pengguna narkoba. Aspek-aspek dari arsitektur perilaku pada bangunan Fan Campus Bogor telah menunjukkan bahwa bangunan ini dalam pembangunannya mempertimbangkan dari segi perilaku pengguna narkoba.
Elemen Fisik Pembentuk Karakter Visual City Walk Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta
Agung Nugroho;
Atik Suprapti;
R. Siti Rukayah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1549.35 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15329
Kegiatan suatu kota dapat terefleksikan pada ruang publik kota. Salah satu ruang publik kawasan perkotaan yang paling utama yaitu koridor jalan. Dalam hubungannya dengan sistem perencanaan perkotaan, koridor jalan merupakan sarana yang menghubungkan dua tempat atau lebih pada suatu kawasan. Tanpa adanya jalan tentunya akan sulit untuk mencapai tujuan tertentu. Sejak tahun 2007, Kota Surakarta membangun kawasan untuk pejalan kaki atau orang sering menyebutnya dengan City Walk. City Walk dibangun di ruang milik Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan arteri primer di Kota Surakarta. Jalan Slamet Riyadi dipilih karena mempunyai banyak titik menarik yang mendukung City Walk. Pada kawasan tersebut terdapat bangunan-bangunan bersejarah yang beberapa diantaranya masih tegak berdiri, dapat dijumpai. Riset ini dilakukan dengan memakai pendekatan riset deskriptif ialah sesuatu wujud riset yang diperuntukan untuk mendeskripsikan fenomena- fenomena yang terdapat, baik fenomena alamiah ataupun fenomena buatan manusia. Hasil dari penelitian ini adalah kajian mengenai karakter visual City Walk jika ditinjau dari elemen fisik pembentuknya. Dari aspek karakter visual unsur dominasi menjadi aspek yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakter visual di City Walk tersebut, sedangkan dari aspek elemen fisik City Walk, elemen activity support memberikan dukungan terhadap perwujudan dari sebuah bangunan.
Kajian Konsep Feminisme pada Bangunan Pusat Kecantikan
Almira Muthi Faliha;
Yeptadian Sari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1147.214 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15319
Perkembangan zaman membuat era digital semakin canggih, hal tersebut dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat, terutama bagi perempuan. Sering kali perempuan merasa tidak percaya diri saat berinteraksi sosial, karena sejatinya setiap manusia ingin tampil sempurna, rasa keinginan tampil sempurna inilah yang menjadi kekhawatiran setiap orang tidak terkecuali bagi perempuan. Kekhawatiran itu membuat seseorang ingin melakukan sesuatu agar berpenampilan menarik sesuai yang diharapkan. Maka dari itu diperlukanlah wadah atau tempat fasilitas pusat kecantikan untuk mengekpsresikan dirinya dalam berpenampilan sesuai yang diinginkan. Berdasarkan fungsinya diperlukan pusat kecantikan yang memahami sifat keperempuanan, dimana perempuan cenderung memiliki sifat feminim. Melihat permasalahan tersebut maka diperlukan konsep arsitektur feminisme pada bangunan pusat kecantikan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menjelaskan secara deskriptif mengenai bangunan pusat kecantikan yang menerapkan dari beberapa konsep feminisme. Adapun bangunan tersebut yaitu Erha Derma Center dan Natasha Skin Care. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mempelajari bagaimana penerapan konsep arsitektur feminisme pada bangunan pusat kecantikan, sebagai acuan dalam merancang bangunan dengan menggunakan konsep feminisme
Peran Perancangan dalam Memperjuangkan Right to The City pada Kota Bogota
Zufar Azka Prabaswara;
Nava Ivana Cindy Tricia Deena Hutagaol;
Dian Okta Viryani;
Agus S. Ekomadyo;
Vanessa Susanto
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1487.919 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15331
Seiring bertambahnya populasi perkotaan, timbul isu ketidakkesetaraan kesempatan berpartisipasi dan mendapatkan keuntungan dari perkembangan kota, yang menyebabkan kota tersegregasi berdasarkan status sosial ekonom masyarakat. Fenomena ini mendorong Henri Lefebvre, mengungkapkan konsep “right to the city”, dimana seluruh masyarakat pada dasarnya berhak atas ruang kota. Bogota, adalah salah satu kota yang dianggap sukses memperjuangkan right to the city lewat gerakan “Bogota Change”. Dalam gerakan ini, terdapat sebuah rencana besar Plan Centro, dimana pemerintah berupaya memperbaiki kondisi pusat kota yang terdegradasi dengan membangun ruang publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Bogota memperjuangkan right to the city melalui tiga proyek ruang publik yang merupakan bagian dari Plan Centro, yakni Jimenez Quesada Avenue, Taman Tercer Milenio, dan Plaza San Victorino. Ketiga ruang publik tersebut berdampak besar dalam perwujudan kesetaraan sosio-spasial di Kota Bogota melalui upaya pencapaian 6 dari 22 Norma Hak Asasi Manusia terkait Hak Spasial. Pada hasil temuan, terlihat berbagai strategi seperti peningkatan pengawasan, menciptakan ruang hijau, penyediaan transportasi umum dan fasilitas rekreasi, serta menyediakan ruang untuk pembangunan ekonomi sebagai pemenuhan terhadap normanorma hak asasi manusia atas ruang. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam merancang kota dalam menjunjung hak spasial bagi rakyat.
Kajian Konsep Arsitektur Brutalisme pada Bangunan Pendidikan University of Leicester
Muchamad Taufiqur Himawan;
Wafirul Aqli
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (958.754 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15325
University of Leicester merupakan sebuah perguruan tinggi di Inggris yang terletak di kota Leicester. Kampus ini terletak satu mil dari pusat kota berekatan dengan Victoria Park dan Queen Elizabeth I College. Pada universitas ini peneliti mengambil salah satu fakultas yaitu fakultas teknik. Prinsip-prinsip brutalisme dapat dikaji dari material bangunan, fasad bangunan, massa bangunan dan ruang-ruang dalam bangunan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bangunan University of Leicester menerapkan prinsip-prinsip brutalisme berbentuk geometris seperti bentuk persegi dan segitiga, permainan bentuk geometris, material bangunan beton asli,tekstur bangunan kasar, bangunan anti ornamen, modular grid pada struktur bangunan serta pemanfaatan fungsi bangunan efektif. Namun salah satu prinsip bangunan brutalisme yaitu penerapan ekspose struktur bangunan tidak diterapkan dan digantikan dengan ekspose utilitas bangunan seperti water tank.
Kualitas dan Kenyamanan Jalur Pedestrian di Penggal Jalan Slamet Riyadi Surakarta
Fildzati Nazala Damia;
Fadhilla Tri Nugrahaini
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2858.091 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11627
Jalur pedestrian berfungsi sebagai salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas. Namun tak jarang dari sekian banyak jalur pedestrian yang tersebar di berbagai tempat, banyak yang memiliki kualitas tidak baik. Salah satu pedestrian terdapat di penggal Jalan Slamet Riyadi Surakarta, yaitu di kawasan dengan berbagai macam bangunan fungsi perekonomian. Kawasan ini berpotensi menjadi kawasan dengan pedestrian yang ramai oleh pengguna. Tujuan dari penelitian adalah untuk meninjau tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Slamet Riyadi menurut pengguna, serta mengetahui kesesuaian jalur pedestrian berdasarkan fungsi dan standar menurut peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan data secara observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menemukan terdapat bagian-bagian pedestrian yang secara kualitas tidak sesuai standar dan kelengkapan sarana penunjang yang berbeda-beda. Hal ini perlu mendapat perhatian untuk dilakukan perawatan sarana prasarana pedestrian agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
BUDAYA BERMUKIM MASYARAKAT JAWA
Arya Ronald
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.187 KB)
|
DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1136
Atas ridhlo Allah SWT, dengan segala kerendahan hati kami ingin menghadirkansebuah karya tulis, yang barangkali dapat menggugah kesadaran para pembacaterhormat, bahwa kita mempunyai peninggalan budaya nenek moyang yang tidakternilai tingginya di sekitar kehidupan kita. Penulisan sebelum ini telah banyakmengungkap berbagai nilai, yang melekat pada karya budaya mereka, yang didalamnya tersirat idealisme dan perilaku mereka pada waktu itu. Setelah itu, timbulkeinginan untuk melakukan penelitian tentang perkembangan rumah masyarakat Jawayang tinggal di kota pada periode akhir abad ke 20 ini, sebab sepintas lalu terlihat gejalabahwa masyarakat Jawa telah banyak meninggalkan berbagai kaidah yangberhubungan dengan pembangunan rumahnya. Jadi tulisan ini bertujuan menjelaskan bahwa sebuah karya arsitektur pada dasarnya adalah sebuah bahasa, yangmengungkapkan pesan budaya kepada umum.