cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Biomedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
Ekspresi Kalretinin Pada Diagnosis Sitologi Efusi Pleura dengan Gambaran Sitomorfologi Adenokarsinoma Syeben Hezer; Indra Wijaya; Ika Pawitra Miranti; Meira Dewi Kusuma
Biomedika Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v7i1.1574

Abstract

Metastasis adenokarsinoma adalah kasus yang paling sering dijumpai pada efusi pleura yang disebabkan oleh keganasan. calretinin sampai saat ini digunakan sebagai penanda untuk sel mesothel baik jinak maupun ganas. Calretinin digunakan terutama untuk membedakan mesothelioma dari suatu karsinoma atau metastasis keganasan lainnya. Namun beberapa penelitian membuktikan bahwa kalretinin tidak hanya positif untuk sel-sel mesothel tetapi dapat pula pada keganasan lain seperti metastasis adenokarsinoma atau squamous sel karsinoma. Penelitian ini bertujuan membuktikan terdapat ekspresi kalretinin pada efusi pleura dengan gambaran sitomorfologi suatu adenokarsinoma. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Terdapat 20 blok sitologi dari efusi pleura yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan pengecatan calretinin. Ekspresi positif ditandai dengan tercatnya inti dan sitoplasma sel yang dicurigai ganas. Ekspresinya dibaca oleh 2 orang spesialis Patologi Anatomi secara blindly. Ekspresi calretinin negatif pada 6 sampel, positif I pada 8 sampel, positif II pada 2 sampel dan positif III pada 4 sampel. Terdapat ekspresi calretinin pada pada efusi pleura dengan gambaran sitomorfologi suatu adenokarsinoma dengan tingkat positivitas yang berbeda-beda, hal ini menunjukan bahwa kalretinin bukan merupakan penanda yang spesifik dan sensitif untuk sel-sel mesothel baik jinak maupun ganas.Kata kunci: Calretinin, Sitologi efusi, Adenokarsinoma
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL 96% ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) YANG DIINDUKSI TRITON X-100 Frans Saputra; EM Sutrisna; Nurhayani Nurhayani
Biomedika Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i2.2914

Abstract

Buah anggur merah diduga memiliki kandungan pterostilbene, resveratrol, proantosianidin dan likopen yang memiliki efek terhadap penurunan kadar trigliserida. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan metode pre and post test with control group design. Objek penelitian 25 ekor tikus putih jantan, Rattus Novergicus, berat badan 150-200 gram, berumur 3-4 bulan yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan teknik simple random sampling, kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (Simvastatin 0,2mg/200gramBB/hari), kelompok perlakuan dosis I (100mg/200gramBB/hari), dosis II (250mg/200gramBB/hari), dosis III (500mg/200gramBB/ hari). Ekstrak etanol anggur merah dosis I, dosis II, dosis IIIdapat menurunkan kadar trigliserida darah dengan rerata penurunan secara berturut-turut adalah 147,4mg/dL, 135,2mg/dL, 97,2mg/dL. Pada uji statistic menggunakan one-way ANOVA didapatkan nilai p=0,000 (p0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan kadar trigliserida darah tikus putih antar kelompok. Ekstrak etanol 96% anggur merah dosis 100mg; 250 dan 500 /200 gramBB/hari dapat menurunkan kadar trigliserida darah tikus putih. Kata kunci :Ekstrak Anggur Merah, Trigliserida, Rattus Novergicus
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN RESEPTOR HORMONAL (Reseptor Estrogen dan Progesteron) DAN EKSPRESI HER-2/NEU PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS X SURAKARTA Andi Hakim; Widyanti Widyanti; Untung Alfianto
Biomedika Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v10i1.5851

Abstract

Peningkatan berat badan atau Body Mass Index (BMI) bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Wanita gemuk dengan kanker payudara berisiko 30% lebih tinggi mengalami rekurensi dan 50% lebih tinggi berisiko mengalami kematian akibat kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Obesitas pada pasien kanker payudara dengan reseptor hormonal negatif dan HER-2 memiliki prognosis yang lebih buruk. Kami ingin mengetahui hubungan obesitas dengan reseptor hormonal dan ekspresi HER-2/Neu pada pasien kanker payudara di RS X Surakarta. Subjek penelitian adalah wanita pra dan pasca menopause yang diperiksa di Klinik Bedah Onkologi RS X Surakarta, dengan total sampel sebanyak 105 orang. Sampling kebetulan digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sumber data primer dikumpulkan dengan pengukuran langsung tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan reseptor hormonal dan HER-2/Neu dengan Immunohistokimia (IHC) dari biopsi langsung Jaringan payudara responden. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik non parametrik karena data ordinal dan menggunakan analisis korelasi untuk mendapatkan hubungan antara 2 jenis variabel. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor estrogen positif (RE) dan ekspresi reseptor HER-2/Neu. Namun, ada hubungan yang signifikan antara ekspresi obesitas dan ekspresi progesteron positif (RP). Tidak ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor hormon ER (p= 0,991 dan OR1,005) dan ekspresi hormon HER-2/Neu (p= 0,853 dan OR 1,007). Namun, ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan reseptor hormonal PR (p= 0,026 dan OR 2,46). Kata kunci: kanker payudara, obesitas, reseptor hormonal, ekspresi HER-2/Neu
OSTEOGENESIS DISTRACTION USING COMBINED PLATE AND ILIZAROF FIXATOR IN THE TREATMENT OF BONE DEFECT: A CASE REPORT Misbahuddin Misbahuddin; Ismail Mariyanto
Biomedika Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i2.8598

Abstract

Distraksi osteogenesis dan pemanjangan tulang telah digunakan untuk merekonstruksi hilangnya tulang dengan memungkinkan tulang baru terbentuk pada celah. Pada penelitian sebelumnya, pemanjangan tulang yang dipandu pelat telah berhasil mengobati hilangnya  tulang pada tulang paha, tibia, dan mandibula. Penelitian ini melaporkan sebuah kasus fraktur tibia dengan kehilangan tulang kominutif yang diobati dengan fiksasi pelat dan pemanjangan tulang dengan fiksator cincin Ilizarov. Pada saat pengaitan, ketika segmen pemanjangan dikompresi dengan fragmen tulang, fragmen tulang difiksasi dengan sekrup locking dan non-locking tambahan melalui pelat. Panjang defek tulang adalah 7 cm. Indeks pemanjangan atau fiksasi eksternal adalah 12,7 hari / cm. Pada kasus ini tidak ada pemendekan yang terjadi. Indeks konsolidasi radiografi rata-rata adalah 37 hari / cm. Kasus ini  mencapai regenerasi segmen tulang yang bebas infeksi dan hasil fungsional yang memuaskan. Teknik ini mengurangi durasi fiksasi eksternal selama fase konsolidasi, memungkinkan koreksi panjangtulang, dan penyelarasan dan waktu rehabilitasi yang lebih singkat.\Kata kunci: Defek Tulang, Transportasi Tulang, Osteogenesis Gangguan, Teknik Ilizarov, Osteogenesis Lempeng TulangOsteogenesis distraction and bone transport has been used to reconstruct bone loss defect by allowing new bone to form in the gap. In previous studies, plate-guided bone transport has been successfully to treat bone loss defect in the femur, tibia, and mandible. This study reports a case of fracture of tibia with comminutive bone loss treated with plate fixation and bone transport with Ilizarov ring fixator. At the time of docking, when the transport segment is compressed with bone fragment, the bone fragment is fixed with additional locking or nonlocking screws through the plate. The bone defect size was 7 cm. The lengthening/external fixation index was 12.7 days/cm. In this case there were no shortening that  present. The average radiographic consolidation index was 37 days/cm. This case achieved infection-free bone segment regeneration and satisfactorily functional outcome. This technique reduces the duration of external fixation during the consolidation phase, allows correction of length and alignment and provides earlier rehabilitation.Keywords: Bone Defect, Bone Transport, Distraction Osteogenesis, Ilizarov Technique, Bone Plate Osteogenesis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PERILAKU SADARI PADA MAHASISWI NON KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Rizki Hafidzah Baswedan; Ekorini Listiowati
Biomedika Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v6i1.280

Abstract

Breast cancer is a type of malignant tumor that most commonly affects women around the world, both in the developed and developing countries, as evidenced by the discovery of 1:38 million new cases and 458 400 deaths from breast cancer in 2008. In Indonesia, breast cancer is now the number one killer and every year there are an estimated 100 new cases per 100,000 population in Indonesia. This can be prevented by spreading knowledge about cancer and early detection by performing routine breast self-examination. The American Cancer Society recommends breast self-examination performed on women aged 20 years. Students of non-health is one component of society that have a high level of knowledge, but less exposure to health problems.This study uses observational analytic with cross sectional approach. The subjects of this study were non-health students from Islamic faculty, agriculture faculty, and engineering faculty. The number of samples in this study was 209 respondents. The level of knowledge about breast tumor, BSE, and BSE behavior was assessed using a questionnaire followed by interview. The results obtained were processed using a computerized system with the Spearman correlation test.The results showed that there is a relationship between the level of knowledge about BSE and BSE behavior in non-health student although statistical tests showed no signifi cant correlation p 0.680 (p 0.05). The relationship between the level of knowledge about BSE and BSE behavior on non-health student infl uenced by various factors including experience, education, resources, and bridged by a positive attitude.Keywords: Knowledge Level, Behaviour, Breast Self-Examination (BSE), Non-health Students
KARAKTERISTIK INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK USIA 0- 12 TAHUN DI RS X KEBUMEN JAWA TENGAH Agus Tusino; Niken Widyaningsih
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5842

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak-anak dan ditandai dengan jumlah bakteri yang bermakna dalam urin. Insidensi ISK masih tinggi, merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada anak-anak setelah infeksi saluran napas. Di Indonesia, dari 200 anak yang dievaluasi sebesar 35% pada anak 1-5 tahun dan 22% anak usia 6-10 tahun menderita infeksi saluran kemih atau sekitar 33% pada laki-laki dan 67% pada perempuan.Metode Penelitian: Penelitin ini menunjukkan karakteristik infeksi saluran kemih pada anak usia 0-12 tahun di RS X Kebumen Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian crosssectional yang diperoleh dari catatan rekam medis pada periode September 2015 sampai September 2016. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 36 pasien anak dengan infeksi saluran kemih, 53% laki-laki, 47% perempuan dengan rentang usia terbanyak 5-12 tahun. Sebanyak 26 pasien dengan suhu 38°C, 3pasien dengan kelaianan anatomi, 3 pasien dengan riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya, 15 pasien dengan gejala muntah, 41% pasien dengan leukopenia, 9% pasien dengan piuria, 14% pasien dengan bakteriuria, 22 pasien mendapat terapi antibiotik golongan sefalosporin, dan 3 pasien menjalani terapi pembedahan. Kesimpulan: Infeksi saluran kemih terbanyak pada usia 5-12 tahun. Gejala klinis terutama muntah. Hasil urinalisis normal tidak menyingkirkan diagnosis infeksi saluran kemih, sehingga anak muntah usia 2 bulan sampai 12 tahun dengan penyebab tidak jelas perlu dipikirkan infeksi saluran kemih. Kata Kunci: Karakteristik, Infeksi Saluran Kemih, Anak
EFEK HIPOLIPIDEMIK EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (Aloe vera L) PADA TIKUS PUTIH JANTAN MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA Devi Usdiana Rosyidah; Yustika Qasthari Primayanti; Oktein Satriyani
Biomedika Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v11i1.7662

Abstract

Hyperlipidemia was a national health problem related to cardiovascular disease. The increasing public interest in natural materials as a management of hyperlipidemia research with natural ingredients. Aloe vera L. extract contained acemannan (glucomannan) and cellulose which could reduce lipid profiles. This aim of this study was to determine the effect of Aloe vera extract on the lipid profile of hypercholesterolemic modelling wistar male rats. This study used a laboratory experimental research design. The method was pre and post test with control group design. This study used 25 male Rattus norvegicus induced by high-fat feed for 14 days. Subjects were divided into 5 groups: negative control group (aquadest), positive control group (cholestiramine 0.2mg/200gBB/day), extract of Aloe vera L dose 0.3g/200gBB/day, extract of Aloe vera L dose 0.6g/200gBB/day, extract of Aloe vera L dose 1.2g/200gBB/day. Measurement of lipid profile levels was carried out on the 7th day, 21st day, and 35th day. Shapiro-Wilk test and Lavene test showed all data were normal and homogenous. The Paired t-Test results obtained p= 0,000. One Way Anova test with triglyceride showed p 0,05. The LSD test showed for the aquadest group triglyceride levels with 70% ethanol extract Aloe vera L dose 0.3g/200gBB/day, 0.6g/200gBB/day, and 1.2g/200gBB/day were p= 0.012, p= 0,000 and p= 0,000 respectively. Least significance different test for LDL cholesterol and total cholesterol in the aquadest group with 70% ethanol extract of Aloe vera L only at a dose of 1.2g /200gBB/day were significantly different with a value of p= 0.006 and p= 0.001. The conclusion was ethanol extract 70% Aloe vera L dose 1.2g/ 200gBB/day could reduce lipid profile such as triglyceride levels, LDL cholesterol and total cholesterol in hypercholesterolemic modelling wistar male rats.Keywords: Aloe Vera L., Lipid Profile, Glucomannan
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR.MOEWARDI SURAKARTA Jayanti Wulansari; Burhannudin Ichsan; Devi Usdiana
Biomedika Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v5i1.271

Abstract

Nowadays, hypertension becomes the main problem in the world. Uncontrolled hypertension remains the main health problem. One of the problems that cause uncontrolled blood pressure is the less knowledge of hypertension. Patient’s knowledge and awareness in hypertension is the important factor to control the blood pressure. The aim of this study is to know the relation between hypertension knowledge and blood pressure restraint to hypertension patient in the Internist Polyclinic RSUD dr.Moewardi Surakarta. This research used analytic survey method in cross sectional approach. It took 57 sample of hypertension patient. It used purposive sampling technique. This research used Chi Square statistic test. In forty two patients (73,7%) with well-knowledge, 31 patients hypertension (73,8%) have controlled-blood pressure and uncontrolled blood pressure is 11 patients (26,2%). Whereas, in 15 patients (26,3%) who has lack-knowledge found controlled-blood pressure in 6 patients (40%), and uncontrolled blood pressure in 9 patients (60%). There was not found less-knowledge patients. The Chi Square test found signifi cance probability (p)= 0,019. There is relation between hypertension knowledge and controlling blood pressure.Keywords: knowledge, hypertension, controlling blood pressure
AKTIVITAS ANTIBAKTERI Lactobacillus paracasei ASAL AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP BAKTERI PATOGEN Nosa Septiana Anindita
Biomedika Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i1.10830

Abstract

ABSTRAKAktivitas antibakteri merupakan salah satu kriteria bagi isolat kandidat probiotik untuk dapat diaplikasikan dalam pangan fungsional. Pemanfaatan Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber probiotik didasari bahwa ASI merupakan bahan pangan kaya nutrisi yang mengandung human milk oligosaccharide (HMOs) sehingga menghasilkan efek bifidogenik berupa pertumbuhan bakteri menguntungkan, diantaranya adalah kelompok Bakteri Asam Laktat (BAL). Keunggulan BAL asal ASI yaitu memiliki potensi sebagai probiotik sehingga akan diperoleh isolat lokal probiotik terseleksi. Probiotik yang berasal dari manusia seperti ASI, berpeluang besar memiliki viabilitas tinggi dan adaptif pada saluran pencernaan ketika dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini diharapkan memperoleh kultur lokal probiotik asal ASI yang potensial dalam melawan bakteri patogen. Parameter pengujian yang diamati adalah aktivitas antibakteri yang dimiliki oleh 3 strain Lactobacillus paracasei (L. paracasei) asal ASI yaitu L. paracasei strain AS9, L. paracasei strain AS10 dan L. paracasei strain AS12. Sebanyak 4 bakteri patogen digunakan dalam pengujian ini, meliputi Enterococcus faecalis (Entr. faecalis) 99 EF, Staphylococcus aureus (Stph. aureus) FNCC 0047, Escherichia coli (E. coli) FNCC 0091 dan Shigella flexneri (S. flexnerii) ATCC 12022. Aktivitas penghambatan diperoleh dengan mengukur luasan zona bening yang dihasilkan selama proses inkubasi pada suhu 37ºC, 48 jam dengan metode sumuran. Berdasarkan hasil pengujian, menunjukkan bahwa Lactobacillus paracasei strain AS12 memiliki aktivitas penghambatan tertinggi dengan golongan daya hambat kuat berdasarkan luasan zona bening terhadap 4 bakteri pathogen uji. Sehingga Lactobacillus paracasei strain AS12 berpotensi dalam penghambatan bakteri patogen.  Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), Air Susu Ibu (ASI), L. paracasei, Antibakteri ABSTRACT                   Antibacterial activity is one of the criteria for probiotic candidate isolates to be applied in functional foods. The utilization of human milk as a probiotics source is due to nutrient-rich food containing human milk oligosaccharides (HMOs) to produce a bifidogenic factor growth of beneficial bacteria, including Lactic Acid Bacteria (LAB). The beneficial role LAB isolated from human milk is that it has the potential as a source of local probiotic isolates. Probiotics derived from humans, such as breast milk, are likely to have high viability and adaptability to the digestive tract when used as a functional food. This research is observed local cultures of probiotics from breast milk that have the potential against pathogenic bacteria. The parameters observed were the antibacterial activity of three strains of Lactobacillus paracasei (L. paracasei) asal ASI yaitu L. paracasei strain AS9, L. paracasei strain AS10 and L. paracasei strain AS12. A total of four pathogenic bacterias were used, including Enterococcus faecalis (Entr. faecalis) 99 EF, Staphylococcus aureus (Stph. aureus) FNCC 0047, Escherichia coli (E. coli) FNCC 0091 and Shigella flexneri (S. flexnerii) ATCC 12022Inhibition zone was obtained by measuring the clear zone area produced during incubation at 37ºC for 48 h with the well diffusion method. The results showed that Lactobacillus paracasei strain AS12 had the highest inhibitory activity with the strong inhibition category based on the clear zone area against the four pathogenic bacterias. So that L. paracasei strain AS12 has the potential to inhibit pathogenic bacteria. Keywords: Lactic Acid Bacteria (LAB), Human milk, L. paracasei, antibacterial
Angka Kejadian Komplikasi Lambat Pascaoperasi Prostatektomi Transvesikal dan Reseksi Transuretral pada Pasien Pembesaran Prostat Jinak Bakri Hasbullah
Biomedika Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v1i1.2540

Abstract

Transurethral Resection Prostatectomy (TURP) and Transvesical Prostatectomy (TVP) are the two methods of operation for BPH. The aims of this study are to find out the late complication after prostatectomy between TVP dan TURP. Data were collected from January 1st 2004 to December 31st 2004 with prospective cohort study. There were 67 of 90 post prostatectomy BPH patients who met the inclusion criteria. Data were listed into age and comorbid factors are hypertension (HT), ischaemic heart disease (IHD), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), Diabetes Mellitus (DM). Post prostatectomy late complications are erectile dysfunction (ED), retrograde ejaculation (RE), urethral stricture (US), urinary incontinence (UI). Data were analyzed statistically with the t-test. There were 67 patients (median age 65,81 years range 51-86 years) inclusion in this study 12 patients has performed TVP (17,9%), 55 patient was performed TURP (82,1%). Comorbid factors were HT (19,4%), IHD (16,4%), COPD (11,9%), DM (4,5%). The most frequent age of TVP were 7th decade (50%), TURP were 6th decade (41,82%).The late complication after TVP and TURP for BPH were not significant different (p0,05). The most frequent late complications after prostatectomy of the TVP and TURP is ED. Study about the late complications after operation of the BPH between TVP and TURP, statistically were not significantly different.Keywords: BPH, open prostatectomy, TURP, late complication.

Filter by Year

2009 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022 Vol 14, No 1 (2022): Biomedika Februari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021 Vol 13, No 1 (2021): Biomedika Februari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020 Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020 Vol 11, No 2 (2019): Biomedika Agustus 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 11, No 1 (2019): Biomedika Februari 2019 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 10, No 1 (2018): Biomedika Februari 2018 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 2 (2016): Biomedika Agustus 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 2 (2015): Biomedika Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 7, No 1 (2015): Biomedika Februari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 6, No 1 (2014): Biomedika Februari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 2 (2013): Biomedika Agustus 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 5, No 1 (2013): Biomedika Februari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 2 (2012): Biomedika Agustus 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 4, No 1 (2012): Biomedika Februari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 3, No 2 (2011): Biomedika Agustus 2011 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Vol 1, No 1 (2009): Biomedika Februari 2009 Online First More Issue