cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: September 2021" : 23 Documents clear
Validasi Berat Ikan Pada Produk Olahan Ikan Dalam Kemasan Kaleng Di Surakarta Rahmawaty, Setyaningrum; Setyaningtyas, Dita Ayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.12538

Abstract

Fish is the main dietary source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids (n-3 LCPUFA) including eicosapentaenoic acid (EPA), docosapentaenoic acids (DPA) and docosahexaenoic acid (DHA) which have benefits to maintain an optimal health. The purpose of this study was to validate fish content in canned fish products in order to develop fish database for dietary assessment. A market survey was performed in 10 supermarkets which were randomly selected in Surakarta followed by laboratory analysis to measure fish content based on CODEX standard for canned fish. The study was conducted in July until November 2019. Results showed that there were 32 serving size from 11 branches of canned fish with the majority fish type was sardine (n=24) followed by mackerel (n=5) and tuna (n=3). They served in various taste such as in tomato sauce, chili sauce, brine and vegetable oil. The percentage of fish content in the labels was in a range from 50% to 70%. There was no significance difference between the percentage of fish mentioned in the canned fish labels and based on measurement in laboratory (Independent Sample T-test dan Mann-Whitney U test, p0.05). Given the variation of fish content in the canned fish products, it is recommended to consider the percentage of fish in estimating individual fish intake.
Keanekaragaman Dan Kelimpahan Gulma Pada Tumpangsari Jagung Manis Dengan Kacangan Setiawan, Agus Nugroho; Sarjiyah, Sarjiyah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.10814

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman penting bagi Indonesia, umumnya ditanam secara monokultur dengan jarak tanam lebar yang menyebabkan banyak gulma. Pengendalian gulma kebanyakan dilakukan secara manual atau kimiawi yang efektivitas dan efisiensinya rendah. Salah satu metode yang potensial untuk mengendalikan gulma adalah tumpangsari. Tanaman yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jagung manis adalah kacangan, yang mempunyai karakter berbeda dengan jagung manis. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kacangan terhadap mikroklimat, keanekaragaman dan kelimpahan gulma, serta mendapatkan jenis kacangan yang efektif untuk menekan gulma. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan percobaan faktor tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah jenis kacangan yang terdiri atas 5 jenis yaitu kacang tanah, kedelai, kacang tunggak, kacang merah dan kacang hijau, serta penanaman jagung manis monokultur sebagai pembanding. Pengamatan gulma dilakukan dengan analisis vegetasi dengan 5 petak sampel setiap petak perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang tumbuh pada tumpangsari jagung manis+kacangan sebanyak 33 jenis, didominasi oleh gulma tekian dan daun lebar, yaitu Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Physallis angulata dan Phyllantus niruri; semua jenis kacang pada tumpangsari mampu menekan pertumbuhan gulma, dengan kemampuan menekan gulma yang paling tinggi yaitu kacang tunggak; dan keberadaan kacangan sebagai tanaman sela di antara jagung manis pada tumpangsari tidak menurunkan hasil jagung manis.
Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Santhyami, Santhyami; Kusumadhani, Annur Indra; Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523

Abstract

Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode kombinasi antara teknik purposive sampling dan eksplorasi (penelusuran lokasi). Hasil penelitian lichen yang dilakukan di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah yang terdiri atas 11 titik ditemukan 12 spesies lichen yang berasal dari 7 famili yang diantaranya Lecanoraceae, Graphidaceae, Parmeliaceae, Caliciaceae, Arthoniaceae, Pyrenulaceae, dan Stereocaulaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lichen di Kota Surakarta yaitu 1,92 dimana menunjukan tingkat keanekaragaman yang tergolong sedang. Presentase jumlah koloni lichen tertinggi pada spesies Lepraria lobificans Nyl. yaitu 38% dan terendah Parmelia sp. yaitu 0,07%.

Page 3 of 3 | Total Record : 23