Kajian Linguistik dan Sastra
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2017)"
:
16 Documents
clear
ENHANCING STUDENTSâ COGNITIVE ABILITIES THROUGH STUDENTS-CENTERED LEARNING (SCL)
Amri, Faisal;
Ekaningsih, Nur
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.871 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6736
AbstractThis conceptual paper, presents about the result of discussion regarding students-centered learning improves studentsâ cognitive ability. SCL improves skills by developing cognitive ability lies within them as the first basic skill. It is important for students to have adequate cognitive abilities to keep up the materials which are being taught by teachers. Therefore, this paper will explain about cognitive ability. Cognitive ability which is affecting on learning process, has made some teachers struggle to seek a way how to improve it. There are few methods that have been chosen thoroughly for developing cognitive abilities on students. First is about developing thinking that refers mainly to how students think effectively and creatively. Second is about cooperative learning that refers to how students cooperate or work with other and effect of partners in learning process. Third is about learnersâresponsibility that has correlation with studentsâ responsible which affects on objectives of learning. Keywords: Students-Centered Learning, Cognitive Ability, Developing ThinkingSkill, Cooperative Learning, LearnersâResponsibility.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN KAJIAN SEMANTIK PENYIMPANGAN TUTURAN ANAK
Nugraha, Oktavian Aditya
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.681 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6733
Penyimpangan tuturan yang terjadi pada anak yang berusia 4 tahun terjadi karena pada usia tersebut, anak dalam proses penguasaan bahasa sesudah bahasa pertama dan setidaknya dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis meliputi organ-organ penghasil tuturan seperti mulut dan fungsi otak. Sementara itu, faktor psikologis meliputi perkembangan kognitif seorang anak dalam proses penguasaan bahasa pertamanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyimpangan tuturan bahasa anak usia 4 tahun dengan kajian semantik yang didapatkan dari pemerolehan bahasanya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan metode simak dengan teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan adalah berupa simak libat cakap,  rekam, dan catat. Metode analisis yang digunakan mencakup metode padan ekstralingual yang digunakan untuk menganalisis unsur yang bersifat ekstralingual, seperti menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penguasaan bahasa anak usia 4 tahun bisa dikatakan dalam taraf atau proses perkembangan bahasa yang nantinya bisa sempurna saat usia bertambah. Penyimpangan yang ditemukan meliputi 12 penyimpangan kata yang sering kali diucapkan oleh anak. Hubungan dengan semantik pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun dinilai masih dalam tahap perkembangan sesuai dengan usia mereka. Penyimpangan tuturan yang ditemukan meliputi penyimpangan tuturan di bidang semantik yaitu ketidaksesuaian antara satu kata yang diucapkan dengan acuannya. Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa, Semantik, Penyimpangan Tuturan.
WOMEN ISSUES IN TWO SHORT STORIES BY RATNA INDRASWARI IBRAHIM: A STUDY OF COMPARATIVE LITERATURE TOWARD TWO SHORT STORY; âRAMBUTNYA JUMINTENâ AND âBAJUâ
Mardani, Putri Bestari;
Suprasti, Devi;
Aratika, Juni
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.444 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6739
 The issue of womenâs life has always been an interesting topic to be discussed. This kind of issue has been widely delivered by story writers, which is by placing women as the main character in his/her work. It aims to convey the results of their thoughts in the form of literary works. As already been known, literary works are one of an essential container  to describe the reflexivity of society. Sensitive issues could be freely expressed in literary works. As an example is the issue of women which is described in short stories form and published through the mass media. The aims of this paper are to explain the forms of problems or issues revolving women that are presented in the âBajuâand âRambutnya Jumintenâtext by Ratna Indraswari Ibrahim. This study uses the theory of feminism by Simone de Beauvoir. Beauvoir suggests that women are considered as the second-class citizens or as the second sex due to patriarchal power, a notion that can lead to gender inequality (Kuntowijoyo 1987: 136). Based on the study, it was found that both texts reveal various forms of womenâs issues, which are patriarchy and gender constructions. Both traditional women and an empress with a high social position experience the same issue. Although the two female figures were trying to speak up, they are being ignored. This is because there is a widely known stereotype that states that women are emotional and irrational, so women are considered unable to manage their own lives and are not suitable to speak in a public sphere. Keyword: comparative literature, feminism, short story, Ratna Indraswari, women issues.
REVEALING A JAVANESE IDENTITY OF PRAYER IN THE WEDHATAMA THROUGH SEMANTIC PROPOSITION
Indhiarti, Tantri Refa;
Budi, Sri Utami;
Winarni, Indah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.998 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6734
The Wedhatama, a Javanese literary work by the King Mangkunegara IV contains philosophical teachings which are quite influential in ethical life. This paper aims at discovering the hidden meaning of the teachings which reveal an esoteric knowledge of worshipping in terms of its semantic point of view. This meaning is known through analytic and synthetic propositions in Gambuh canto associated with 4 different types of worship. Thus, the qualitative paradigm is used in which the data were obtained through library research. In this study, the synthetic proposition shows the breadth of the poetâs signifying esoteric intention that is about Javanese identity of prayer. It is revealed that the four types of worship âsembah raga, cipta, jiwa, and rasa âare said to coincide with what are usually referred to in Muslim Sufism as syariat. Keywords: Gambuh canto, the Wedhatama, Javanese identity of prayer, semantic propositionÂ
AFINITAS TEMBANG MACAPAT ASMARADANA KARYA MANGKUNEGARA IV PADA PUISI ASMARADANA KARYA GOENAWAN MOHAMMAD
Lestari, Sri;
Wibowo, Sigit Arif
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.391 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6740
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afinitas dan pengaruh tembang  macapat  Asmaradana  dan  puisi  Asmaradana  karya  Goenawan Mohamad. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu tembang macapat Asmaradana dan puisi Asmaradana karya Goenawan Mohamad. Objek kajian ini adalah bentuk afinitas dan pengaruh tembang  macapat  Asmaradana  dan  puisi  Asmaradana  karya  Goenawan Mohamad. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah simak, teknik pustaka dan catat. Teknik analisis dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis isi dengan metode komparatif. Teknik analisis isi digunakan untuk menganalisis afinitas dan pesan yang didapat melalui kajian pengaruh seperti gagasan yang digunakan pengarang baik dari tembang macapat Asmaradana dan puisi Asmaradana karya Goenawan Mohamad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasar studi afinitas menunjukkan tema, penokohan, amanat dan alur memiliki kesamaan pola. (2) berdasar poin gagasan yang dimunculkan menunjukkan pula kesamaan gagasan tembang macapat Asmaradana terhadap puisi  Asmaradana.  Hal  tersebut  menunjukkan  bahwa  tembang  macapat Asmaradana  memberikan pengaruh terhadap Mohamad dalam menciptakan puisi Asmaradana. Kata Kunci: Asmaradana, macapat, afinitas, pengaruh
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN CERITA FABEL OLEH SISWA KELAS VIII E DI SMP 2 MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Reistanti, Agustina Putri
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.336 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6735
Penelitian ini mengenai kesalahan berbahasa pada pembuatan karangan cerita fabel oleh siswa kelas VIII E SMP 2 Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini memiliki empat   tujuan. (1) Mengidentifikasi tipe-tipe kesalahan pada karangan cerita fabel dibuat oleh siswa kelas VIII E SMP 2 Muhammadiyah Surakarta, (2) Mendeskripsikan frekuensi tipe kesalahan pada karangan cerita fabel dibuat oleh siswa kelas VIII E SMP 2 Muhammadiyah Surakarta, (3) Memaparkan kesalahan yang paling dominan dalam menulis cerita fabel oleh siswa kelas VIII E SMP 2 Muhammadiyah Surakarta, dan (4) Memaparkan sumber kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas VIII E SMP 2 Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa yang dikumpulkan dari karangan cerita fabel yang dibuat oleh siswa. Penelitian inimenggunakananalisiskesalahansebagaikerangkametodologis.Berdasarkan penelitian terlihat bahwa kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas VIII E SMP Muhammadiyah 2 Surakarta dalam pembuatan karangan cerita fabel terdapat 57 kesalahan. Hasil penelitian ini penulis menemukan dari 57 data, ada tiga tipe kesalahan. Kesalahan berbahasa tersebut meliputi kesalahan bidang fonologi 33,33%, kesalahan bidang morfologi 14,03%, dan kesalahan bidang sintaksis 52,63%. Tipe kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan sintaksis terdapat  30 kesalahan atau 52,63% dari kesalahan. Peneliti juga menemukan 2 dominan sumber kesalahan berbahasa yaitu transfer interlingual dan transfer intralingual. Kata Kunci: kesalahan berbahasa, cerita fabel, tipe kesalahan.
PRE-SEQUENCES AND SPEECH ACTS IN CEBUANO RADIO HEALTH COMMERCIALS IN CEBU CITY
Apalla, Ceska Marie R;
San Juan, Keeshia Joy S;
Maxilom, Rowanne Marie R
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.924 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6731
This research attempted to identify and analyze the Cebuano-Bisaya radio health commercials using Schegloffâs (2007) framework on pre-sequences with the support of Yuleâs (1996) speech act theory. Thirty (30) Cebuano-Bisaya radio health commercials were gathered from two selected radio stations. The results revealed that representatives were the most dominant function in speech acts that reflected in pre-sequences specifically with pre-offers and pre-announcements through drama and testimonial categories which are often used in medicinal product commercials. In advertising strategies, Cebuano-Bisaya commercials use Representatives and Expressive as persuasive devices in addressing the advertisersâ intended message to the target audience. Also, Cebuano-Bisaya commercials used Representatives and Expressive as an appeal to suggest an intention for the listener to buy advertised products.Keywords: Cebuano, commercial, health, pre-sequences, radio, speech acts
EKSISTENSI BAHASA JAWA DALAM WACANA MEME
Untari, Dewi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.72 KB)
|
DOI: 10.23917/kls.v2i2.6737
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa Jawa yang digunakan dalam meme berbahasa Jawa; bentuk-bentuk meme berbahasa Jawa; dan fungsi meme berbahasa Jawa terhadap masyarakat pembacanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah meme-meme berbahasa Jawa di akun instagram Dagelan_Jowo. Data diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yaitu bahwa meme berbasa Jawa tersebut adalah salah satu wujud atau bentuk bahasa Jawa yang masih digunakan saat ini. Meme tersebut sebagai bentuk ekspresi masyarakat yang berfungsi sebagai hiburan, sekaligus mengandung pesan. Meme dengan tema sosial paling sering muncul karena fenomena sosial tersebut sering dilakukan oleh masyarakat.  Meme tersebut menggunakan bahasa Jawa ragam ngoko yang sifatnya netral. Kata Kunci: meme, bahasa Jawa, ragam ngoko