cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2010)" : 14 Documents clear
PADA NONTON DAN SEBLANG LUKINTO: Membaca Lokalitas dalam Keindonesiaan Novi Anoegrajekti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.658 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4373

Abstract

Tulisan ini mengkaji lokalitas dalam konteks keindonesiaan. Kajiandifokuskan pada bagaimana teks syair-syair dalam pertunjukan gandrungmengartikulasikan lokalitas dan keindonesiaan. Tulisan ini menggunakan metodeetnografi. Analisis dilakukan dengan inventarisasi data sampai interpretasi sistembudaya Using. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna representasi identitasmelalui teks syair-syair gandrung menjelaskan dua hal. Pertama, adanya wilayahpertarungan yang berlangsung dinamis dan tidak stabil. Dominasi sebagai posisiterpenting akan tidak dikenali ketika penetrasinya semakin meluas dan tekanandari kekuatan yang lain terus meningkat. Kedua, representasi identitasmerupakan wilayah pertarungan pemaknaan yang kemudian menyebabkanidentitas itu sendiri lebih merupakan konstruksi dan politik penciptaan. Sebagaisesuatu yang terbangun, identitas merupakan sesuatu yang diskursif, retak, danberubah-ubah mengikuti perubahan ruang-waktu, baik sebagai bagian lokalitasatau bagian dari keindonesiaan.Kata kunci: lokalitas, pertunjukan gandrung, etnografi
BENTUK DAN MAKNA METAFORA LOGIKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA BAHASA Riyadi Santosa
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.343 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4374

Abstract

Artikel ini membahas bentuk dan makna hubungan konjungtif, khususnyametafora logikal, yang pada umumnya tidak dianggap sebagai bagian dari logikawacana. Artikel ini akan menggali bentuk dan makna metafora logikal. Di sampingitu, artikel ini juga akan melihat bagaimana metafora logikal akan mempengaruhigaya bahasa. Untuk membuktikan tesis ini, artikel ini akan melihat penggunaanmetafora logikal di dalam majalah populer di Indonesia: INO, BOBO, GADIS,ANEKA, KARTINI, dan TEMPO.Kata Kunci: hubungan konjungtif, metafora logikal, gaya bahasa
THE EFFECTS OF ERROR TREATMENT ON INTERLANGUAGE: A CASE STUDY OF INDONESIAN LEARNERS LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE Endang Fauziati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.348 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4370

Abstract

This study investigates the effects of a short-term error treatment (ET) on ILerrors, with specific attention to the learners’ ungrammatical items. The problemstates “what are the effects of a ET on the learners’ ungrammatical items?”, Aretheir ungrammatical items fossilized (in a sense that they are static in nature) ordynamic after the learners have been exposed to the ET. The data were the learners’ free compositions collected four times: prior and after the ET and two months afterwards. They were analyzed quantitatively and qualitatively. The result indicates that the ET changed the state of the learners’ ungrammatical items. Theybecame so dynamic. At a certain period, some appeared; then due to the ET, some were destabilized, some were fluctuating, and others were still stabilized. New errors appeared as they started learning to use new grammatical items. The conclusion drawn from this study is that ET can change the state of the learners’ ILerrors; ET contributes to the destabilization process. Errors may persist momentarily but they can be destabilized. The ET still works on the learners who are at their post puberty. Thus, there is a great possibility for the learners to acquire complete TL grammar since their ungrammatical items are dynamic.Key words: error treatment, interlanguage, fossilized, stabilization.
WACANA TEMBANG MACAPAT SEBAGAI PENGUNGKAP SISTEM KOGNISI DAN KEARIFAN LOKAL ETNIK JAWA Dwi Bambang Putut Setiyadi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 22, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.256 KB) | DOI: 10.23917/kls.v22i2.4375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan karakteristik wacanatembang macapat Tripama, Wulangreh, and Kalatidha, sasmita, dan sistem kognisi, serta kearifan lokal etnik Jawa. Objek penelitian yang berupa wacana tembang macapat disediakan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis wacana. Hasil penelitian: (1) Strktur wacana macapat Tripama, Wulangreh, and Kalatidha disusun dalam pola purwa wacana, madya wacana, dan wasana wacana. Ketiganya memiliki keutuhan wacana dilihat dari kohesi dan koherensinya. Wacana ini memiliki karakteristik yang khas; (2) Sasmita dalam ketiga wacana macapat berupa permintaan kepada anak-cucu agarmemiliki perilaku yang baik, dan meninggalkan perilaku buruk. Selain itu jugaberupa tata hubungan antara manusia dengan Tuhan, raja, negara, lingkungan,dan dengan manusia lain dalam kehidupan sehari-hari etnkik Jawa; (3) ketigawacana dapat mengungkapkan sistem kognisi etnik Jawa dan kearifan lokal etnikJawa karena dalam wacana tersebut terdapat konsep pemikiran atau caramemandang masyarakat etnik Jawa terhadap Tuhan, raja, negara, lingkungan,dan manusia lain yang diungkapkan melalui tembang.Kata Kunci: struktur dan fungsi wacana, makna pragmatik dan sasmita, sistemkognisi, kearifan lokal

Page 2 of 2 | Total Record : 14