cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (2014)" : 14 Documents clear
BAHASA ‘INDOGLISH’ DAN ‘JAWANESIA’ DAN DAMPAKNYA BAGI PEMARTABATAN BAHASA INDONESIA Rahardi, R. Kunjana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.576 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4076

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan fenomena yang‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dalam domain pendidikan. Deskripsi dilakukan denganmenggambarkan bentuk ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dilanjutkan dengan deskripsimotif yang ada entitas bahasa tersebut, diikuti oleh deskripsi dampak terhadapupaya dignifying bahasa Indonesia. Data penelitian ini diambil dari ucapan-ucapanlangsung diucapkan oleh guru, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan,di manapun dan kapanpun mungkin, di lembaga pendidikan tertentu di sekitarDaerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukandengan menerapkan metode partisipasi, apakah itu partisipasi wawancara ataupartisipasi tanpa wawancara. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikandan ditandai sebelum metode dan teknik analisis data yang diterapkan. Untukmenganalisis data, peneliti menerapkan metode distribusi analisis. Hasil analisiskemudian disajikan dalam bentuk cara informal hasil penelitian presentasi,tidak dalam bentuk formal yang salah yang konvensional digunakan simbol danrumus bentuk bahasa. Hasil penelitian tersebut dapat diringkas seperti berikut:(A) bentuk ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ terjadi di tingkat kata, frasa, klausa, dankalimat. Bentuk-bentuk ‘Indoglish’ sebagian besar dalam bentuk kata-kata ataufrasa, sedangkan bentuk linguistik dari ‘Jawanesia’ berada dalam bentuk klausaatau kalimat. (B) Motif menggunakan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dapat kemudiandisebutkan sebagai berikut: (1) prestise dalam berbicara dan membangkitkanhubungan dekat, (2) motif serampangan dan membuat rasa humor, (3) pretentionmotif dan menunjukkan kebanggaan, (4) menunjukkan tertutup hubungan,(5) menunjukkan jengkel, (6) menunjukkan arogansi, (7) yang menunjukkanmemiliki kompetensi bahasa yang baik, (8) penceritaan tertutup hubungan kepadaorang lain, (9) yang menunjukkan kompetensi bahasa dan persahabatan tertutup,(10) yang menunjukkan penekanan, (11) yang menunjukkan kompetensi bahasadan kemudahan dalam berbicara, (12) yang menunjukkan kompetensi bahasadan prestise, (13 ) yang menunjukkan perasaan bangga, (14) yang menunjukkangaya tertentu dalam berbicara, (15) pembuatan kemudahan dalam berbicara, (16)pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkan kejengkelan, (17)pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkan tertutup hubungan, (18)yang menunjukkan kompetensi bahasa yang baik dan pretention dalam berbicara,(19) yang menunjukkan dari pretention dalam berbicara dan menunjukkankompetensi bahasa, (20) pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkanniat, (21) pretensi dalam berbicara dan menunjukkan persahabatan (C) Implikasidari ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ terhadap upaya dignifying bahasa Indonesiaadalah sebagai berikut. (1) Penggunaan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ yang tidakdianggap positif dan kesalahan dalam menggunakan bahasa yang tampaknya akandiabaikan mungkin akan menghancurkan bahasa Indonesia secara keseluruhansekarang dan kemudian. (2) Upaya mengoptimalkan dinamika dan martabat bahasaIndonesia akan terhalang karena banyak orang tidak memiliki pengabdian dalammenggunakan bentuk bahasa tapi kemudian mereka cenderung menggunakanbentuk-bentuk bahasa yang tidak mendukung pelaksanaan bahasa Indonesia yangbenar. (3) Sebagai salah satu manifestions dari syles bahasa Indonesia dan / ataumendaftar, pengembangan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ seharusnya tidak terlalukhawatir sejauh diikuti oleh kesadaran konteks dan menggunakan dengan bahasaIndonesia.Kata Kunci: ‘Indoglish’, ‘Jawanesia’, fenomena, konteks, martabat bahasa
DINAMIKA PEMIKIRAN KRITIS NH. DINI DAN AYU UTAMI DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA Sugiarti, Sugiarti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.702 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4084

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang: (1) bentuk penggambarandinamika pemikiran pengarang yang diungkapkan melalui tokoh dalam novelnovelkarya Nh. Dini dan Ayu Utami; (2) fungsi teks terkait dengan dinamikapemikiran pengarang dalam novel-novel karya Nh. Dini dan Ayu Utami; (3)makna dinamika pemikiran pengarang yang terefleksi melalui novel–novel karyaNh. Dini dan Ayu Utami; (4) temuan konsep yang dapat dikontruksi terkait dengandinamika pemikiran pengarang dalam novel-novel karya Nh. Dini dan Ayu Utamiserta kontribusinya terhadap perkembangan sejarah sastra Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologi denganprinsip-prinsip metode analisis isi kualitatif yang biasa digunakan untuk memahamipesan simbolik dari wacana atau teks. Sumber data penelitian mencakup 6 novelyakni 3 novel Nh. Dini yaitu La Barka (1975), Jalan Badungan (1989); DariFontenay ke Maggalianes (2005), 3 novel Ayu Utami yaitu Saman, Larung,Bilangan Fu. Di samping itu juga ditunjang dengan data yang diperoleh dari hasilwawancara dengan pengarang untuk mempertajam konsep. Data dalam penelitianini adalah sekuen cerita yang memiliki relevansi dengan tujuan penelitian sertainformasi-informasi penting yang diperoleh dari hasil wawancara. Analisis datapenelitian ini menggunakan teknik (a) pemahaman arti secara mendalam menurutazas-azas hermeneutika, (b) analisis isi (content analysis) dan (c) analisisinteraktif-dialektis sesuai dengan keperluan.Hasil pembahasan penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut. (1)Bentuk penggambaran dinamika pemikiran pengarang yang diungkapkan melaluitokoh dalam novel- novel karya Nh. Dini dan Ayu Utami mencakup dinamikasosial budaya, politik, dan ekonomi. Keseluruhan dinamika tersebut dipadudengan teknik cerita yang menarik sehingga perkembangan pemikiran tokohterefleksi secara implisit maupun eksplisit. (2) Fungsi teks terkait dengan dinamikapemikiran pengarang dalam novel-novel karya Nh. Dini dan Ayu Utami meliputi:fungsi penyampaian pesan estetis, fungsi penyadaran masyarakat, dan fungsikritik sosial. (3) Makna dinamika pemikiran pengarang yang terefleksi melaluinovel–novel karya Nh. Dini dan Ayu Utami dalam ranah pengetahuan konsepdapat diungkapkan bahwa kepiawian perempuan pengarang dalam menghadirkansisi ketimpangan sosial, kekuasaan yang bermuara merugikan pihak lain diulassecara jelas dengan titik tekan yang berbeda-beda. (4) Temuan konsep yang dapatdikemukakan terkait dinamika pemikiran pengarang yang diungkapkan novelnovelNh. Dini dan Ayu Utami serta kontribusinya terhadap sastra Indonesia yaitubangunan pengetahuan yang hadir dengan kekuatan/energi yang bersumber padakonteks sosial. Melalui berbagai dimanika pemikiran kritis pengarang sejarahsastra Indonesia memiliki watak dan kekhasan dalam menangkap perubahanbudaya secara jeli.Kata kunci : pemikiran kritis, perubahan sosial budaya, kajian budaya
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO MENGGUNAKAN BAHASA JAWA MELALUI METODE LATIHAN SECARA INTENSIF Amin, Sodiqul
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.59 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4080

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah: 1) Bagaimanakah peningkatan kemampuan berpidato menggunakan bahasa Jawa pada siswa kelas IX D di SMP Negeri 1 Polokarto semester II tahun pelajaran 2012/ 2013, 2) Adakah perubahan kemampuan siswa setelah dilakukan pembelajaran berpidato bahasa Jawa dengan metode latihan secara intensif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diambil dalam penelitian tindakan kelas ini adalah data tes yang berupa tes keterampilan berpidato bahasa Jawa dan data nontes yang berupa hasil pengamatan dan wawancara. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpidato bahasa Jawa siswa kelas IX D mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan metode latihan secara intensif. Pada prasiklus siswa belum mencapai nilai sesuai standar pengukuran nilai yang diharapkan yaitu 75. Nilai ratarata yang diperoleh pada prasiklus sebesar 57,825 atau berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata keterampilan berpidato bahasa Jawa meningkat 23,28% yaitu menjadi 75,375. Hasil siklus I ternyata belum memenuhi target pencapaian nilai hasil belajar, oleh karena itu dilakukan tindakan siklus II. Nilai rata-rata siklus II sebesar 85,825, artinya ada peningkatan 12,18% dari hasil siklus I. Berdasarkan hasil observasi, dan wawancara yang telah dilakukan, perilaku negatif siswa menjadi positif. Semangat siswa meningkat dan terlihat menikmati pembelajaran. Siswa juga terlihat semangat ketika diminta praktik berpidato bahasa Jawa.Kata Kunci : keterampilan berpidato, bahasa Jawa, metode Latihan intensif.
ASPEK RELIGIUS DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY: TINJAUAN SEMIOTIK Isminatun, Isminatun
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.378 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek religius yang adapada novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahaman El Shirazy. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua macam, yaitu metode yang berkaitan dengan teori (analisis data) dan metode yang berkaitan dengan prosedur penelitian (urut-urutan penelitian). Metode struktural digunakan untuk menganalisis novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Metode ini secara operasional menguraikan secara struktural secermat dan seteliti mungkin unsur-unsur intrinsik novel tersebut. Untuk mengungkapkan makna novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy sebagai gejala semiotik maka riset ini menggunakan metode semiotis yaitu metode heuristik dan hermeneutik atau retroaktif. Aspek religius yang ditemukan dalam novel tersebut sebagaimana tergambar pada: (1) kedisiplinan insan penganut agama yang taat, (2) etika pergaulan laki-laki dan perempuan, (3) etika pergaulan suami isteri, (4) pergaulan anak kepada orang tua,dan (5) toleransi antarumat beragama.Kata Kunci: aspek religius, novel Ayat-Ayat Cinta, semiotik
ANALOGI DALAM TUTUR MASYARAKAT DESA KALIPANCUR KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN Wahyudi, Agus Budi; Wibowo, Yudha Satyo
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.262 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4081

Abstract

Tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan struktur analogi tutur dan . (2) Mendeskripsikan proses analogi tutur masyarakat desa Kalipancur kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan analogi (struktur dan proses) tutur masyarakat di bidang psikolinguistik. Penyediaan data menggunakan metode cakap (wawancara) dan simak.Metode cakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing. Peneliti bercakap langsung dengan subjek penelitian. Teknik menguji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumberpemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengecek ulang data yang didapat. Analisis data menggunakan metode padan. Teknik dasar yang digunakan yaitu teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) alat penentunya adalah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa.Hasil penelitian menemukan struktur dan poses analogis tutur masyarakat desa Kalipancur kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan berbentuk frase berstruktur FN terdiri N + N, N + FN, FN + N, dan satuan lingual penanda analogi bersifat eksplisit. N teranalogi misal: suami, masyarakat, dan keluarga. Wujud satuan lingual analogis sebagai analog. Misal: atap rumah, menanam padi, dan surga. Proses analogi tutur masyarakat terjadi karena pengungkapan perasaan dan pemikiran O1 kepada O2.Kata Kunci: analogi dan tutur masyarakat
PENINGKATAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI SMP NEGERI 1 KLATEN Ariastuti, Anik; Wahyuddin, H.M.; Maryadi, Maryadi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.705 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kualitas proses belajar mengajar bahasa Inggris siswa, khususnya pada keterampilan listening. Peningkatan minat dilakukan melalui penggunaan media audio visual dengan metode bermain peran (role playing) yang diharapkan dapat memberikan peluang penciptaan kondisi pembelajaran yang menyenangkan. Pada siklus ketiga tindakan penelitian kelas ini didapatkan hasil yang optimal di mana siswa yang berminat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dapat meningkat secara signifikan. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Ketiga siklus tersebut mencakup tahapan yang sama, tetapi dengan media yang berbeda. Siklus 1 menggunakan media TV, siklus 2 menggunakan media kaset dan tape, dan siklus 3 menggunakan media VCD, yang terdiri atas empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan dapat dilakukan dengan cara penerapan pembelajaran dengan media audio visual dan dilanjutkan dengan metode bermain peran. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 siswa kelas VIII D SMP N 1 Klaten. Respon kemajuan minat siswa diperoleh dari hasil angket siswa, wawancara siswa, learning log siswa, observasi, wawancara antar guru, jurnal guru, hasil ulangan harian dan tugas. Validasi instrumen dilakukan dengan refleksi kritis antar guru peneliti dan secara face validity. Validasi data dilakukan dengan triangulasi observasi dari aspek siswa, guru dan guru mitra. Hasil refleksi tiap siklus digunakan untuk merencanakan langkah-langkah lanjutan. Hasil tindakan menunjukkan tingkat minat siswa sebesar 72,5% (siklus 1), 77,5% (siklus 2) dan 82,5% (siklus 3) dari hasil catatan learning logs siswa. Jadi, antar siklus terjadi peningkatan minat masing-masing sebesar 5% (siklus 1 ke siklus 2), 5% (siklus 2 ke siklus 3), 10% (siklus 1 ke 3). Hasil angket menunjukkan tingkat minat siswa sebesar 62,5% (siklus 1) dan 82,5% (siklus 2) serta 87,5% (siklus 3), sehingga terjadi peningkatan minat; 19.7% (siklus 1 ke siklus 2); 5% (siklus 2 ke siklus 3); 25%(siklus 1 ke siklus 3). Ketiga siklus tindakan tersebut ternyata banyak siswa yang tertarik belajar bahasa inggris dengan media audio visul. Secara kualitatif, suasana pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan dan menciptakan efek-efek positif terhadap perkembangan belajar siswa.Kata kunci: minat belajar, pembelajaran menyimak, media audio visual
STUDI TENTANG PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI TIONGKOK DAN DAMPAK KESARJANAAN TIONGKOK BAGI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Sudaryanto, Sudaryanto
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.877 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4083

Abstract

Perkembangan bahasa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok (RRT)dari tahun ke tahun semakin signifikan. Pada tahun 1970-an, tercatat baru tigauniversitas yang memiliki Jurusan Bahasa Indonesia. Tiga puluh tahun kemudian,tercatat enam universitas yang membuka Jurusan Bahasa Indonesia, sehingga totalkini terdapat sembilan universitas di Tiongkok yang menaungi Jurusan BahasaIndonesia seperti dikemukakan oleh Xiaoqiang (2014). Kesembilan universitasitu tersebar di berbagai wilayah kota dan provinsi, seperti Kota Beijing, KotaTianjin, Kota Shanghai, Provinsi Guangdong, Provinsi Guangxi, dan ProvinsiYunnan. Perkembangan yang signifikan itu tentunya tidak terlepas dari dampakbesar para sarjana Tiongkok dalam pengembangan pengajaran bahasa Indonesia.Mereka, antara lain, melakukan usaha penerbitan berupa (1) penerjemahan, (2)perkamusan, dan (3) penulisan buku, dan menghadiri seminar internasional, baikdi dalam negeri maupun di luar negeri.Kata kunci: bahasa Indonesia, Tiongkok, dampak kesarjanaan
PENINGKATAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI SMP NEGERI 1 KLATEN Anik Ariastuti; H.M. Wahyuddin; Maryadi Maryadi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.705 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kualitas proses belajar mengajar bahasa Inggris siswa, khususnya pada keterampilan listening. Peningkatan minat dilakukan melalui penggunaan media audio visual dengan metode bermain peran (role playing) yang diharapkan dapat memberikan peluang penciptaan kondisi pembelajaran yang menyenangkan. Pada siklus ketiga tindakan penelitian kelas ini didapatkan hasil yang optimal di mana siswa yang berminat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dapat meningkat secara signifikan. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Ketiga siklus tersebut mencakup tahapan yang sama, tetapi dengan media yang berbeda. Siklus 1 menggunakan media TV, siklus 2 menggunakan media kaset dan tape, dan siklus 3 menggunakan media VCD, yang terdiri atas empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan dapat dilakukan dengan cara penerapan pembelajaran dengan media audio visual dan dilanjutkan dengan metode bermain peran. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 siswa kelas VIII D SMP N 1 Klaten. Respon kemajuan minat siswa diperoleh dari hasil angket siswa, wawancara siswa, learning log siswa, observasi, wawancara antar guru, jurnal guru, hasil ulangan harian dan tugas. Validasi instrumen dilakukan dengan refleksi kritis antar guru peneliti dan secara face validity. Validasi data dilakukan dengan triangulasi observasi dari aspek siswa, guru dan guru mitra. Hasil refleksi tiap siklus digunakan untuk merencanakan langkah-langkah lanjutan. Hasil tindakan menunjukkan tingkat minat siswa sebesar 72,5% (siklus 1), 77,5% (siklus 2) dan 82,5% (siklus 3) dari hasil catatan learning logs siswa. Jadi, antar siklus terjadi peningkatan minat masing-masing sebesar 5% (siklus 1 ke siklus 2), 5% (siklus 2 ke siklus 3), 10% (siklus 1 ke 3). Hasil angket menunjukkan tingkat minat siswa sebesar 62,5% (siklus 1) dan 82,5% (siklus 2) serta 87,5% (siklus 3), sehingga terjadi peningkatan minat; 19.7% (siklus 1 ke siklus 2); 5% (siklus 2 ke siklus 3); 25%(siklus 1 ke siklus 3). Ketiga siklus tindakan tersebut ternyata banyak siswa yang tertarik belajar bahasa inggris dengan media audio visul. Secara kualitatif, suasana pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan dan menciptakan efek-efek positif terhadap perkembangan belajar siswa.Kata kunci: minat belajar, pembelajaran menyimak, media audio visual
STUDI TENTANG PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI TIONGKOK DAN DAMPAK KESARJANAAN TIONGKOK BAGI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Sudaryanto Sudaryanto
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.877 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4083

Abstract

BAHASA ‘INDOGLISH’ DAN ‘JAWANESIA’ DAN DAMPAKNYA BAGI PEMARTABATAN BAHASA INDONESIA R. Kunjana Rahardi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 26, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.576 KB) | DOI: 10.23917/kls.v26i1.4076

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan fenomena yang‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dalam domain pendidikan. Deskripsi dilakukan denganmenggambarkan bentuk ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dilanjutkan dengan deskripsimotif yang ada entitas bahasa tersebut, diikuti oleh deskripsi dampak terhadapupaya dignifying bahasa Indonesia. Data penelitian ini diambil dari ucapan-ucapanlangsung diucapkan oleh guru, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan,di manapun dan kapanpun mungkin, di lembaga pendidikan tertentu di sekitarDaerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukandengan menerapkan metode partisipasi, apakah itu partisipasi wawancara ataupartisipasi tanpa wawancara. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikandan ditandai sebelum metode dan teknik analisis data yang diterapkan. Untukmenganalisis data, peneliti menerapkan metode distribusi analisis. Hasil analisiskemudian disajikan dalam bentuk cara informal hasil penelitian presentasi,tidak dalam bentuk formal yang salah yang konvensional digunakan simbol danrumus bentuk bahasa. Hasil penelitian tersebut dapat diringkas seperti berikut:(A) bentuk ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ terjadi di tingkat kata, frasa, klausa, dankalimat. Bentuk-bentuk ‘Indoglish’ sebagian besar dalam bentuk kata-kata ataufrasa, sedangkan bentuk linguistik dari ‘Jawanesia’ berada dalam bentuk klausaatau kalimat. (B) Motif menggunakan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ dapat kemudiandisebutkan sebagai berikut: (1) prestise dalam berbicara dan membangkitkanhubungan dekat, (2) motif serampangan dan membuat rasa humor, (3) pretentionmotif dan menunjukkan kebanggaan, (4) menunjukkan tertutup hubungan,(5) menunjukkan jengkel, (6) menunjukkan arogansi, (7) yang menunjukkanmemiliki kompetensi bahasa yang baik, (8) penceritaan tertutup hubungan kepadaorang lain, (9) yang menunjukkan kompetensi bahasa dan persahabatan tertutup,(10) yang menunjukkan penekanan, (11) yang menunjukkan kompetensi bahasadan kemudahan dalam berbicara, (12) yang menunjukkan kompetensi bahasadan prestise, (13 ) yang menunjukkan perasaan bangga, (14) yang menunjukkangaya tertentu dalam berbicara, (15) pembuatan kemudahan dalam berbicara, (16)pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkan kejengkelan, (17)pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkan tertutup hubungan, (18)yang menunjukkan kompetensi bahasa yang baik dan pretention dalam berbicara,(19) yang menunjukkan dari pretention dalam berbicara dan menunjukkankompetensi bahasa, (20) pembuatan kemudahan dalam berbicara dan menunjukkanniat, (21) pretensi dalam berbicara dan menunjukkan persahabatan (C) Implikasidari ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ terhadap upaya dignifying bahasa Indonesiaadalah sebagai berikut. (1) Penggunaan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ yang tidakdianggap positif dan kesalahan dalam menggunakan bahasa yang tampaknya akandiabaikan mungkin akan menghancurkan bahasa Indonesia secara keseluruhansekarang dan kemudian. (2) Upaya mengoptimalkan dinamika dan martabat bahasaIndonesia akan terhalang karena banyak orang tidak memiliki pengabdian dalammenggunakan bentuk bahasa tapi kemudian mereka cenderung menggunakanbentuk-bentuk bahasa yang tidak mendukung pelaksanaan bahasa Indonesia yangbenar. (3) Sebagai salah satu manifestions dari syles bahasa Indonesia dan / ataumendaftar, pengembangan ‘Indoglish’ dan ‘Jawanesia’ seharusnya tidak terlalukhawatir sejauh diikuti oleh kesadaran konteks dan menggunakan dengan bahasaIndonesia.Kata Kunci: ‘Indoglish’, ‘Jawanesia’, fenomena, konteks, martabat bahasa

Page 1 of 2 | Total Record : 14