cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2012)" : 21 Documents clear
PHYTOSTEROL CONTENT IN BENGKOANG (Pachyrhizus erosus) Lukitaningsih, Endang
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.228 KB)

Abstract

Bengkoang has long been used by ancestors as a raw material for cosmetics. In Indonesia, it is usually eaten raw, sometimes with salt, lemon juice and powdered chili. However, scientific evidences that support the use of bengkoang have not been widely published. Phytosterols from the bengkoang root have been isolated and identified based on their NMR spectrum data and mass spectrum. The result of the structure elucidation informed that ß-sitosterol and stigmasterol are major components of phytosterol in bengkoang root. Phytosterol content was about 0.02% of dry weight bengkoang or 2.76 % in petroleum ether extract of bengkoang, with a ratio of ß-sitosterol and stigmasterol (65:35). Therefore, bengkoang can be further exploited as a raw material of phytosterol supplement.
EXPLORING 3D MOLECULAR STUDIES OF DIKETOPIPERAZINE ANALOGUES ON Staphylococcus aureus DEHYDROSQUALENE SYNTHASE USING GLIDE-XP Santoso, Broto
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.325 KB)

Abstract

There is a strong correlation between 3D molecular docking result with dehydrosqualene synthase protein and antibacterial activity against Staphylococcus aureus (S. aureus) of the pyrazoline analogues. The enzyme has been known as important protein for the synthesis of staphyloxanthin in S. aureus. Diketopiperazine analogues have similar structure to pyrazoline. Glide-XP, Schrodinger application that seeks for molecular docking screening between ligand and protein target is designed for speed, efficiency, and accuracy to conduct discovery efforts. The research report the three-dimension molecular studies diketopiperazine analogues for their antibacterial activity on dehydrosqualene synthase of S. aureus using Glide-XP. Analogues compound of diketopiperazine and curcumin has been calculated their geometry optimization using Gaussian-Density Functional Theory method. These 3D-optimized ligands along with reference ligands obtained from bindingDB database, MIMICs fingerprint shape screening and the compound from previous research were performed on dehydrosqualene synthase (2ZCO) for their docking score. The lowest values docking score were analyzed with multiple linear regressions. The results suggest that the diketopiperazine framework is a prospective template for modification and optimization to accomplish better potency of antibacterial activity in laboratory testing. Keywords: diketopiperazine, Glide-XP, docking score, Staphylococcus aureus, multiple linear regression.
DOCKING KURKUMIN DAN SENYAWA ANALOGNYA PADA RESEPTOR PROGESTERON: STUDI INTERAKSINYA SEBAGAI Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Kurkumin merupakan suatu kandungan dari Curcuma longa L.,yang telah dibuktikan efek sitotoksiknya secara in vitro terhadap sel kanker payudara. Senyawa analog kurkumin: PGV-0, PGV-1, HGV-0, dan HGV-1, hasil modifikasi dari kurkumin, diperkirakan memiliki aksi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui afinitas dan interaksi dari kurkumin dan analognya sebagai Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) dalam mengadakan inhibisi kompetitif dengan hormon progesteron. Optimasi geometri struktur kurkumin dan analognya dilakukan dengan software Hyperchem 7.5. Konformasi optimum PGV-0 dan PGV-1 dihasilkan melalui metode AM1 sedangkan kurkumin, HGV-0, dan HGV-1 dengan metode PM3. Kemudian dilakukan proses docking senyawa uji dengan bindingsite hormon progesteron pada reseptor progesteron (IA28) menggunakan software Arguslab 4.01, dalam kondisi ada dan tanpa air. Proses ini dilakukan dengan metode GAdock. Dari proses docking diperoleh nilai (Gibbs free energy)DG terendah pada senyawa kurkumin bentuk keto baik dengan maupun tanpa air. Afinitas terbesar turunan kurkumin ditunjukkan oleh PGV-1 pada keadaan ada air dan  HGV-1 tanpa air pada reseptor progesteron. font-family: "Arial","sans-serif";mso-ansi-language:IN>Kata kunci: kurkumin dan analognya, SPRMs, docking, reseptor  progesteron IA28 -language:IN>Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 
AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV KULIT BUAH Garcinia mangostana Linn SECARA IN VITRO Susanti, Meri
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji perlindungan terhadap sinar UV oleh senyawa hasil fraksinasi ekstrak metanol semipolar kulit buah G. mangostana Linn secara in vitro dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel. Uji perlindungan terhadap sinar UV dilakukan berdasarkan metode Mansur dengan mengukur serapan larutan uji dalam pelarut etanol pada konsentrasi 20 mg/100 ml pada panjang gelombang 290 sampai 320 nm. Hasil pengujian secara in vitro menunjukkan bahwa fraksi n-heksan memiliki kemampuan perlindungan UV sedang ; SPF (Sun Protection Factor) 15,02 ± 0,01, fraksi diklorometan dan  butanol memiliki kemampuan perlindungan UV ultra.dengan SPF masing-masingnya adalah 67,62 ± 1,68 dan 61,12 ± 0,24. Hasil penelitian menunjukkan fraksi diklormetan memiliki potensi proteksi terhadap sinar UV paling baik dibanding kedua fraksi yang lain.tify>  Key word : Garcinia mangostana, tyle=mso-bidi-font-style:normal>urkumin dan analognya, SPRMs, docking, reseptor  progesteron IA28 -language:IN>Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 
EFEK INFUSA BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) PADA SERUM GLUTAMATE PIRUVAT TRANSAMINASE TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL DOSIS TOKSIK Sudjono, Tanti Azizah
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Kadar Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) bisa meningkat dibandingkan normalnya pada gangguan fungsi hati seperti nekrosis sel hati yang disebabkan oleh virus atau hepatotoksin seperti parasetamol pada dosis toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek infusa bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap penurunan kadar SGPT tikus yang diinduksi parasetamol. Penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan, umur 2-3 bulan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol normal diberi aquadest, kelompok II sebagai kontrol negatif diberi aquadest, kelompok III sampai V diberi infusa bunga rosella konsentrasi 10, 20 dan 40%. Untuk kelompok II sampai V, masing-masing perlakuan diberikan selama 7 hari berturut-turut dan pada jam ke-24 setelah perlakuan hari yang terakhir diinduksi parasetamol dosis toksik, selanjutnya pada jam ke-36 diambil darah dari vena lateralis ekor untuk penetapan kadar SGPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa bunga rosella  konsentrasi 20% dan 40% pada pemberian dosis berulang selama 7 hari mampu menurunkan kadar SGPT pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi parasetamol (p<0,05), dengan kadar SGPT berturut-turut menjadi 388,8±18,79 dan 172,2±87,48 U/L, sedangkan kontrol negatif 1190±443 U/L.  Kata kunci : Hibiscus sabdariffa, SGPT, parasetamolcolor:text1>.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 
UJI AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, dan Gynura procumbens Merr. DENGAN METODE DPPH (1,1- Difenil-2- Pikril Hidrazil) SERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOT Ratnaningrum, Astrina Dewi; Wahyuni, Arifah Sri; Melannisa, Rosita; Dian Kusuma, Ika Trisharyanti
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Daun  Elephantopus schaber L. (tapak liman), Ocimum basilicum L.forma citratum Back., (selasih) Graptophylum pictum Griff (daun ungu), dan Gynura procumbens Merr. (sambung nyawa) memiliki kandungan kimia yang dapat berperan sebagai antiradikal, diantaranya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi kandungan fenolik total keempat daun terhadap aktivitas antiradikalnya. Sampel uji yaitu ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa, dan tapak liman ditentukan aktivitas antiradikal dengan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) kemudian dihitung nilai inhibitory concentration (IC50). Kandungan fenolik total ditentukan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai GAE (gallic acid equivalent) yaitu jumlah kesetaraan miligram asam galat dalam satu gram sampel. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman memiliki aktivitas antiradikal dengan nilai IC50 berturut-turut 36,028; 54,998; 103,650; 252,857µg/mL dan kadar fenolik total berturut-turut 167,451; 147,064; 39,371 dan 20,539 mg/g sampel. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman berkorelasi positif terhadap aktivitas antiradikalnya.  Kata kunci: Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr.
POLA KUMAN DAN RESISTENSINYA TERHADAP ANTIBIOTIKA DARI SPESIMEN PUS DI RSUD Dr. MOEWARDI TAHUN 2012 Indrayudha, Peni
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Resistensi terhadap antibiotika merupakan problem yang sering terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pola resistensi ini selalu mengalami pergeseran dan perubahan dari setiap periode pemeriksaan. Oleh karena itu perlu suatu usaha untuk mencegah dan mengatasi munculnya resistensi bakteri dengan monitoring pemakaian antibiotika dibidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan resistensinya terhadap antibiotika dari spesimen pus di RSUD Dr. Moewardi. Ketepatan penentuan diagnosis dan pemilihan antibiotika berdasarkan uji resistensi sangat membantu dalam penatalaksanaan dan efektifitas terapi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Moewardi dan Laboratorium Mikrobiologi Kedokteran UNS Surakarta. Spesimen yang digunakan berupa pus (nanah) pasien yang berkunjung atau dirawat di RSUD Dr. Moewardi periode Agustus-Oktober 2012. Jumlah sampel 53, isolasi dan identifikasi dilakukan sesuai standard laboratorium, ditambah dengan data sekunder hasil uji kuman. Uji kepekaan menggunakan metode disc diffusion pada media agar Mueller Hinton. Hasil penelitian menunjukkan dari total sampel yang diisolasi, terdiri dari kuman Gram negatif (66,04%) dan kuman Gram positif (33,96%). Kuman Staphylococcus aureus dominan ditemukan pada spesimen pus (30,19%). Bakteri S. aureus resisten terhadap amoksisilin (93,75%) dan tetrasiklin (87,5%). Kuman Gram negatif Acinetobacter baumanni menunjukkan resistensi tinggi (100%) terhadap siprofloksasin, amoksisilin, gentamisin dan sefotaksim. Kata kunci : Antibiotika, Resistensi, Staphylococcus aureus, Acinetobacter baumanni, pus
UJI AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, dan Gynura procumbens Merr. DENGAN METODE DPPH (1,1- Difenil-2- Pikril Hidrazil) SERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOT Ratnaningrum, Astrina Dewi; Wahyuni, Arifah Sri; Melannisa, Rosita; Dian Kusuma, Ika Trisharyanti
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Daun  Elephantopus schaber L. (tapak liman), Ocimum basilicum L.forma citratum Back., (selasih) Graptophylum pictum Griff (daun ungu), dan Gynura procumbens Merr. (sambung nyawa) memiliki kandungan kimia yang dapat berperan sebagai antiradikal, diantaranya adalah senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi kandungan fenolik total keempat daun terhadap aktivitas antiradikalnya. Sampel uji yaitu ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa, dan tapak liman ditentukan aktivitas antiradikal dengan menggunakan metode DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil) kemudian dihitung nilai inhibitory concentration (IC50). Kandungan fenolik total ditentukan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai GAE (gallic acid equivalent) yaitu jumlah kesetaraan miligram asam galat dalam satu gram sampel. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman memiliki aktivitas antiradikal dengan nilai IC50 berturut-turut 36,028; 54,998; 103,650; 252,857µg/mL dan kadar fenolik total berturut-turut 167,451; 147,064; 39,371 dan 20,539 mg/g sampel. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan ekstrak etanol daun selasih, ungu, sambung nyawa dan tapak liman berkorelasi positif terhadap aktivitas antiradikalnya.  Kata kunci: Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr.
POLA KUMAN DAN RESISTENSINYA TERHADAP ANTIBIOTIKA DARI SPESIMEN PUS DI RSUD Dr. MOEWARDI TAHUN 2012 Indrayudha, Peni
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Resistensi terhadap antibiotika merupakan problem yang sering terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pola resistensi ini selalu mengalami pergeseran dan perubahan dari setiap periode pemeriksaan. Oleh karena itu perlu suatu usaha untuk mencegah dan mengatasi munculnya resistensi bakteri dengan monitoring pemakaian antibiotika dibidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan resistensinya terhadap antibiotika dari spesimen pus di RSUD Dr. Moewardi. Ketepatan penentuan diagnosis dan pemilihan antibiotika berdasarkan uji resistensi sangat membantu dalam penatalaksanaan dan efektifitas terapi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Moewardi dan Laboratorium Mikrobiologi Kedokteran UNS Surakarta. Spesimen yang digunakan berupa pus (nanah) pasien yang berkunjung atau dirawat di RSUD Dr. Moewardi periode Agustus-Oktober 2012. Jumlah sampel 53, isolasi dan identifikasi dilakukan sesuai standard laboratorium, ditambah dengan data sekunder hasil uji kuman. Uji kepekaan menggunakan metode disc diffusion pada media agar Mueller Hinton. Hasil penelitian menunjukkan dari total sampel yang diisolasi, terdiri dari kuman Gram negatif (66,04%) dan kuman Gram positif (33,96%). Kuman Staphylococcus aureus dominan ditemukan pada spesimen pus (30,19%). Bakteri S. aureus resisten terhadap amoksisilin (93,75%) dan tetrasiklin (87,5%). Kuman Gram negatif Acinetobacter baumanni menunjukkan resistensi tinggi (100%) terhadap siprofloksasin, amoksisilin, gentamisin dan sefotaksim. Kata kunci : Antibiotika, Resistensi, Staphylococcus aureus, Acinetobacter baumanni, pus
PHYTOSTEROL CONTENT IN BENGKOANG (Pachyrhizus erosus) Lukitaningsih, Endang
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.228 KB)

Abstract

Bengkoang has long been used by ancestors as a raw material for cosmetics. In Indonesia, it is usually eaten raw, sometimes with salt, lemon juice and powdered chili. However, scientific evidences that support the use of bengkoang have not been widely published. Phytosterols from the bengkoang root have been isolated and identified based on their NMR spectrum data and mass spectrum. The result of the structure elucidation informed that ß-sitosterol and stigmasterol are major components of phytosterol in bengkoang root. Phytosterol content was about 0.02% of dry weight bengkoang or 2.76 % in petroleum ether extract of bengkoang, with a ratio of ß-sitosterol and stigmasterol (65:35). Therefore, bengkoang can be further exploited as a raw material of phytosterol supplement.

Page 1 of 3 | Total Record : 21