cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship)
ISSN : 24773824     EISSN : 24770574     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 03, Issue 03, September 2018" : 16 Documents clear
PEMANFAATAN POTENSI DESA MELALUI TANAMAN BUAH DALAM POT Dwi Ana Ratna Wati; Yuli Agusti Rochman
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengolahan limbah ternak merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi sumberdaya di pedesaan. Mitra dalam kegiatan ini adalah warga RT 36 dan RT 37 di desa Putat Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul DIY. Sebagian besar pekerjaan warga sebagai petani, peternak dan buruh. Lahan pertanian di daerah ini pada umumnya adalah tadah hujan. Ketidaktersediaan pengairan secara berkelanjutan menyebabkan banyak terdapat lahan yang tidak diolah. Permasalahan yang lain adalah kondisi tanah dengan tingkat porositas tanah tinggi dan kemampuan menyimpan air terbatas menyebabkan tanah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Lokasi mitra berada di jalan raya yogjakarta wonosari yang memiliki potensi secara ekonomi dan terdapat sentra penjualan buah-buahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengolah sumberdaya melalui teknologi sederhana. Pelatihan merupakan cara untuk meningkatkan literasi warga. Materi teori berkaitan dengan pemahaman potensi sumberdaya masyarakat, sistem pengelolaan tani ternak terintegrasi, pembuatan pupuk, penanaman buah dalam pot (tabulampot), dan pemasaran. Materi praktek meliputi praktek pembuatan pupuk dan penanaman buah dalam pot. Warga mendapatkan bibit tanaman buah untuk ditanam di rumah sebagai bagian proses pembelajaran secara individual. Sebagai pembanding, dibuat kebun percontohan. Kegiatan ini merupan inisiasi awal dalam pembentukan one village one product dengan mempertimbangkan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan pasar yang tersedia. Keluaran dari penelitian ini berupa penerapan iptek pada pengolahan pupuk dan penanaman tabulampot. Pupuk yang berkualitas merupakan modal dasar dalam pemenuhan kebutuhan media tanam. Kemampuan masyarakat mengoptimalkan potensi sumberdaya lokal disertai dengan peningkatan pengetahuan dan literasi ilmu pengetahuan mendorong terbentuknya tata nilai masyarakat yang positif dan maju. 
Strategi Positioning dalam Persaingan Bisnis (Points of Difference dan Points of Parity) Heri Yadi
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze how Wuling Confero positioning strategy as a newcomer in LMPV (Low Multi-Purpose Vehicle) competition in Indonesian automotive market. The presence of Wuling Confero makes the car sales competition in the LMPV segment becomes increasingly tight. The results show, although as a newcomer, Wuling Confero able to demonstrate its capability in competing with Japanese products that have long dominated the domestic automotive market. The attributes in Points of Difference and Points of Parity offered by these products are able to attract market attention and provide significant success for them in the automotive business competition in Indonesia in LMPV segment. Wuling Confero's sales figures, which reach thousands of units in just a few months since it was launched to the market, indicate that this new product is in demand by Indonesian automotive consumers. 
DAMPAK BISNIS ONLINE DAN LAPANGAN PEKERJAAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT (STUDI KASUS JASA BISNIS ONLINE TRANSPORTASI GRAB DI KOTA MEDAN) Rosinta Romauli Situmeang
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan Ilmu Pengetahuan sangat menentukan berubah atau tidaknya peradaban manusia, dimana manusia itu sendiri secara kehidupan terus bergerak dan berkembang. Bisnis online, istilah ini mungkin sering kita dengar akhir-akhir ini, bisnis online juga merupakan salah satu industri dengan potensi bisnis yang sangat potensial. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan zaman, yang mana pada saat ini trend dengan belanja online yang sedang marak diterapkan oleh masyarakat seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dari hal tersebutlah banyak perusahaan yang semula menerapkan bisnis secara offline lalu berbondong- bondong mulai merambah ke bisnis online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Bisnis tentang dampak bisnis online dan lapangan pekerjaan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Variebel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu bisnis online (X1) lapangan pekerjaan (X2) dan variabel terikat dalam penellitian adalah peningkatan pendapatan masyarakat (Y). Populasi penelitian ini adalah masyarakat pengemudi jasa transportasi Grab di Kota Medan yang berjumlah sekitar 10.000 orang. Teknik sampling yang digunakan nonprobalitity sampling dengan jenis accidental sampling, dengan pengunaan rumus slovin (taraf kesalahan 5 %) maka diperoleh jumlah sampel 400 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan penyebaran kuesioner. Metode analisis data penelitian adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial bisnis online dan lapangan pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dimana diperoleh hasil sebesar 11,263 untuk variable lapangan pekerjaan sebesar 10,576 dengan taraf signifikan < 0,05. Secara simultan bisnis online dan lapangan pekerjaan berpengaruh positif dan signifijan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pada jasa bisnis online transportasi Grab di Kota Medan dimana diperoleh hasil Fhitung lebih besar dari Ftabel(314,874 >3,14 ) dengan taraf signifikan < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah baik secara parsial maupun simultan bisnis online dan lapangan pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan masyarakat pada jasa bisnis online transportasi Grab di Kota Medan.
KKN-PPM PENGEMBANGAN DESA WISATA SOMONGARI DI KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH Dwipraptono Agus Harjito; Nensi Golda
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan perundang-undangan nomor 32 tahun 2004 telah merubah paradigma pemerintahan yang semula sentralisasi menjadi desentralisasi. Dengan adanya peraturan perundang-undangan tersebut sektor pariwisata juga di tangani oleh masing-masing daerah dengan harapan dapat menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Purworejo Jawa Tengah sebagai Kabupaten yang berada 60 km di Sebelah barat kota Yogyakarta saat ini sedang berbenah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui  pengembangan potensi wisata yang ada baik wisata alam, budaya, sejarah dan religi. Hal tersebut akibat dari imbas keberadaan pembangunan bandara internasional Yogyakarta Kulonprogo yang berjarak 2 km dengan Kabupaten Purworejo yang pengerjaannya direncanakan selesai pada tahun 2019.Melalui Peraturan Daerah nomor 4 Tahun 2009 Kabupaten Purworejo menetapkan enam daya tarik wisata salah satunya adalah Desa Somongari sebagai desa wisata sejarah Petilasan WR.Soepratman. Selain itu Desa Somongari mempunyai potensi unggulan  di bidang kesenian yaitu Jolenan, Dolalak, Reog cing po ling dan sebagai sentra penghasil durian, manggis terbesar di Kabupaten purworejo. Akan tetapi potensi tersebut belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan untuk datang ke Desa Somongari. Faktor tersebut akibat dari lemahnya sumber daya manusia pengelola desa wisata, pemasaran yang belum optimal, kelembagaan yang dibentuk secara parsial, dan tidak adanya perencanaan pengembangan desa wisata. 
OPTIMALISASI KECERDASAN SISWA DENGAN INTENSITAS PEMBINAAN OLIMPIADE MATEMATIKA Achmad Fauzan
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan supaya mampu bersaing dengan bangsa lain, salah satunya dengan diadakan kompetisi atau yang lebih dikenal dengan istilah olimpiade. Kendati demikian, tidak setiap institusi pendidikan misalnya sekolah mampu untuk memulai atau rutin untuk memberikan pembinaan guna persiapan mengikuti olimpiade tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pembinaan olimpiade dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade dalam hal ini khususnya bidang matematika. Metode kegiatan ini menggunakan sistem pendampingan secara berkala.  Kegitan pembinaan dilaksanakan pada setiap hari kamis selama bulan Januari hingga April 2018 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPI Pakem Kabupaten Sleman,  Yogyakarta. Setelah dilaksanakan pembinaan, dilakukan uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perkembangan siswa serta klasterisasi K-Means guna melihat karakteristik dari siswa. Berdasarkan Uji Wilcoxon didapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya pembinaan olimpiade matematika. Kendati demikian, nilai rata-rata tersebut masih dibawah target yang diharapkan oleh tim pengabdian yakni 65. Hal ini dimungkinkan karena berdasarkan analisis klaster, sebanyak hanya 27% siswa yang antusias dan fokus dalam mengikuti pembinaan sementara 73% siswa masih kurang fokus dalam pembinaan olimpiade. Selain itu juga pembinaan masih merupakan hal baru bagi siswa tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan yang positif dan membantu pihak sekolah tidak hanya dari pihak murid namun juga pihak sekolah itu sendiri. Sebagai indikator minimal adalah membuka wawasan baru siswa terkait olimpiade matematika. Banyak hal yang masih perlu diperbaiki, hal ini menjadi evaluasi dan tantangan bahwasannya diperlukan waktu yang lebih lama dan pertemuan yang lebih intensif dalam proses pembinaan lebih kurang 1 hingga 1,5 tahun dengan pertemuan setiap pekan 1 hingga 2 pertemuan. Kegiatan ini dapat diusahakan oleh tim guru matematika sekolah tersebut yang nantinya masih tetap bisa berkomunikasi dengan tim peneliti.
KKN-PPM PENGEMBANGAN KERAJINAN BATIK SEBAGAI WISATA EDUKASI DI DESA KEBON, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN Sahabudin Sidiq; Tuasikal Muhammad Amin; Soni Laksono
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kebon berupaya mengembangkan dan melestarikan kerajinan Batik dengan meningkatkan kemampuan sumber daya pembatik agar memiliki kemampuan berkarya secara baik dalam membatik.  Dengan kemampuan produksi yang besar batik desa Kebon dairahkan untuk mengembangan saluran pemasaran secara lebih luas.   .Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin Batik dan pemerintah desa yaitu belum ada pembinaan yang terpadu untukpembinaan kapasitas SDM, manajemen pengelolaan dan pemasaran.  Belum ada daya dukung teknologi informasi yang dikuasai oleh para pelaku Batik di Desa Kebon..Beberapa program secara garis besar diarahkan untuk peningkatan kapasitas kelompok pembatik agar turut serta dalam pembelajaran, diantaranya  penyusunan dokumen informasi sebagai basis sebaran informasi, tersusun profil potensi wisata batik desa Kebon, mengembangan sebaran informasi pemasaran melalui web yang lebih khusus. Penyediaan pusat edukasi produk Batik bagi konsumen serta pelestarian motif Batik generasi lama  agar tetap terjaga keberadaannya. dikawatirkan punah. 
THE EFFECT OF DISCOUNT PRICES AND COMPETITIVENESS OF MOBILE INTERNET SERVICES IN IMPROVING CUSTOMER LOYALTY THROUGH THE SERVICES QUALITY OF TELECOMMUNICATION PROVIDER AS MODERATION VARIABLES IN THE COMMUNITIES IN MEDAN CITY Hendra Jonathan Sibarani; Fenny Krisna
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telecommunication providers are internet service providers. The purpose of the research was carried out to increase the growth and even distribution of telecommunication network infrastructure development which could further reach and improve access to information for the Indonesian people more broadly. This research method uses a quantitative approach, a type of quantitative descriptive research with the nature of research that is explanatory. The population in this study were people in the city of Medan who came from the District of Medan - Petisah. Sampling used in this study using the Slovin formula so that the number of samples used in this study was 100 people. Sampling uses a non-probability sampling approach. The type of sampling chosen is accidental sampling with a type of qualified volunteer sample. Research data analysis method is descriptive statistical analysis and multiple regression analysis. The results obtained in this study are that discount prices, service competitiveness and service quality as a moderating variable simultaneously have a positive and significant effect in increasing customer loyalty in the community in Medan City but on service competitiveness variables have a negative value and no significant effect in improving customer loyalty. Moderation variables are proven to be able to influence discount prices, service competitiveness in increasing customer loyalty in the community in the city of Medan, with a coefficient of determination of 15%  
INOVASI TISU BASAH PEMBERSIH ALAT MAKAN Nauvaldy Achmad Fachreza; Tsabitah Shofiyana; Jihan Suraya; Anggita Nurul Annisa; Alfiyyah Hasanah
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya minat masyarakat terhadap travelling dan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat membuat sebagian besar masyarakat kesulitan untuk membersihkan alat makannya dengan baik. Akibatnya, kebanyakan masyarakat hanya membilas peralatan makan tersebut dengan air atau mengelapnya dengan tisu biasa atau kain. Padahal, kegiatan mengelap atau membilas saja tidak cukup untuk mengangkat kotoran pada alat makan. Dishue merupakan tisu basah yang dikhususkan untuk membersihkan alat makan khususnya bagi penggemar travelling dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Dishue hadir dengan dua varian aroma yang membantu menghilangkan bau sisa makanan pada alat makan. Varian aroma tersebut adalah green tea dan lemon. Dishue dipasarkan dengan tiga jenis kemasan yaitu, Dishue yang berisi dua lembar tisu seharga Rp3.000,00, enam lembar tisu seharga Rp6.000,00, hingga sepuluh lembar tisu seharga Rp10.000,00. Penjualan dilakukan secara langsung kepada konsumen, melalui media sosial, serta bekerja sama dengan instansi tertentu untuk menjadikan Dishue sebagai souvenir. Dari hasil penjualan tersebut, telah terjual sebanyak 544 pak Dishue dengan total pendapatan Rp3.128.000,00. Hasil analisis kelayakan usaha dengan menggunakan rasio R/C menghasilkan nilai sebesar 1,23. Konsumen tidak hanya dari kalangan traveller namun juga mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki kesibukan yang cukup padat. Jangkauan pasar Dishue sudah menjangkau Bogor, Jakarta, Depok, Bandung, dan Jember. Untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi penjualan, Dishue berupaya melakukan sertifikasi paten dan PKRT serta membuat konten hasil uji laboratorium mengenai penggunaan Dishue guna meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen.
KKN-PPM OPTIMALISASI WISATA PANTAI JATIMALANG DI KABUPATEN PURWOREJO Sarwidi Sarwidi; Dyah Hendrawati
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jatimalang Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Desa Jatimalang terletak di sekitar Pantai Jatimalang sehingga desa ini memiliki kondisi cuaca yang panas dan lembab. Desa Jatimalang memiliki Pantai Jatimalang yang menjadi dae­rah tujuan wisata yang potensial. Pantai Jatimalang adalah pantai yang memiliki lokasi paling baik di antara pantai yang ada di Kabupaten Purworejo. Pantai Jatimalang ini juga termasuk dalam Kawasan Bahari Terpadu (KBT), sesuai dengan rencana strategi tata ruang nasional dan rencana tata ruang wilayah propinsi Jawa Tengah bagian selatan. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat setempat, pengelola dan Dinas terkait dalam pengembangan potensi wisata pantai Jatimalang yang menyebabkan kurang maksimalnya tata ruang wilayah pantai Jatimalang. Oleh karenanya dibutuhkan suatu solusi untuk mendesain tata ruang untuk bersama masyarakat dan pengelola untuk memaksimalkan potensi wisata di Kabupaten Purworejo. Kehadiran mahasiswa KKN UII bertujuan untuk mendorong dan mengotimalkan potensi wilayah Pantai Jatimalang agar terjaga kesinambungan pengelolaannya terutama dalam tata ruang wisata. Solusi yang dibuat untuk menyelesaikan masalah adalah membuat re-desain tata ruang (site plan) dan pengelolaan wisata secara terpadu.
PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA BRUNOSARI Hujair AH Sanaky; Fuad Nashori
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang kaya akan sumber daya alam khususnya dibidang pertanian. Sebagian besar penduduk Desa Brunosari berprofesi sebagai petani. Kopi  merupakan tanaman yang  berpotensi tinggi  untuk  memajukan kesejahteraan masyarakat Desa Brunosari dalam bidang perekonomian. Mengingat konsumsi kopi oleh masyarakat Indonesia yang kian meningkat, maka dibutuhkan kopi dengan kualitas tinggi dan memiliki keunikan tersendiri agar dapat dicintai oleh  para konsumen kopi yang  ada  di Indonesia. Dengan potensi sumber daya manusia yang ada, seharusnya produksi kopi khas Desa Brunosari dapat ditingkatkan baik dari segi kualitas hingga keunikan rasa khas karakteristik desa. Namun dengan latar belakang penduduk Desa Brunosari   yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan baik dari segi penanaman hingga produksi kopi dengan teknologi modern, sehingga hasil yang dihasilkan dari tanaman kopi yang ada tidak maksimal.Masyarakat Desa Brunosari masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan dan meningkatkan jumlah bahan baku lokal serta pengetahuan dan skillyang minim sehingga perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan.Peningkatan kualitas kopi untuk menjadi komoditi unggulan Desa Brunosari yang efektif adalah denganmengadakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat mulai dari pemilihan bibit kopi dengan kualitas unggul yang cocok dengan suhu dan kondisi alam desa, pembibitan,penanaman,   penggunaan   bahan   kimia,   pemupukan,   perawatan   hingga pemanenan tanaman kopi. Setelah itu akan dilakukan pelatihan dalam mengolah biji kopi yang dhasilkan menjadi produkkopi berkualitas mulai dari penyortiran, pengeringan, pengupasan, penyangraian, penggilingan/penghalusan biji kopi, pengemasan hingga penyimpanan kopi yang dihasilkan. Melalui model teknologi industri rumah tangga dilakukan peningkatan produkkopi yang dihasilkan sehingga akan diperoleh hasil produk yang berkualitas dan berciri khas desa guna memaksimalkan potensi yang ada. Pola pelaksanaan secara tradisional yang ada dikembangkan menjadi pola pelaksanaan yang lebih modern dengan mengembangkan alat produksi dan pemasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ke arah lebih baik.Pengembangan industri kopi di Desa Brunosari ini akan mempunyai manfaat antara lain meningkatkan perekonomian dari petani kopi dan masyarakat desa karena mereka dapat mengolah tanaman  kopi  menjadi  produk  unggulan yang  memiliki  daya  jual  tinggi  jika dipasarkan. Semakin berkembang produk kelapa ini maka akan semakin besar pula pendapatan petani kopi dan masyarakat sehingga akan menjadi bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat Desa Brunosari. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16