cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2011): SAINS " : 6 Documents clear
Pengembangan Kawasan Pinggiran Kota dan Permasalahan Lingkungan di Kampung Seni Nitiprayan, Bantul Brontowiyono, Widodo; Lupiyanto, Ribut
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan wilayah secara umum masih kurang menyentuh dan memperhatikan karakteristik khasdaerah rurban (rural-urban). Daerah ini umumnya berada pada pinggiran perkotaan, yang terpengaruholeh karakter kota (baik fisik maupun non fisik) dan di sisi lain juga masih memiliki karakter desa. Tanpaperhatian yang khusus dalam pengembangannya, wilayah ini akan semakin menerima implikasiproblematika kota yang kompleks dan semakin pudar potensi asalnya. Kampung Nitiprayan adalah salahsatu pinggiran kota yang mengkhawatirkan perkembangan lingkungan dan pembangunannya. Kawasanini secara fisiografis terletak pada pinggiran Kota Yogyakarta dan secara administratif masuk dalamDesa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Tulisan ini bertujuan merancang arahandan strategi pengembangan Kampung Nitiprayan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan danoptimalisasi potensi unggulan wilayah. Analisis dilakukan dengan metode SWOT berdasarkan datasekunder dan survei lapangan. Nitiprayan sebagai wilayah pinggiran kota memiliki potensi unggulandalam bidang seni budaya. Nitiprayan diarahkan secara umum sebagai kampung wisata terpadu danberkelanjutan. Basis pengembangan adalah seni budaya lokal dengan berorientasi pada peningkatankesejahteraan masyarakat, mempertahankan karakter asli, ramah terhadap kelestarian lingkunganhidup, dan penguatan partisipasi masyarakat.Kata kunci: pinggiran kota, pengembangan, lingkungan, Nitiprayan
Analisis Kelayakan TPA Regional untuk Wilayah Pelayanan Kota Jakarta Barat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Serang Ditinjau dari Pemilihan Teknologi Pengolahan Sampah, Pembiayaan, dan Institusi Firnando, Arie
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia tidak hanya berakibat buruk pada lingkungan tapi sudah merenggutkorban jiwa. Tahun 2006 di TPA Bantargebang tiga orang meninggal terkubur sampah. Pada tahun2003 masa pengoperasian TPA Bantar Gebang telah berakhir. Saat itu Pemprop DKI Jakarta melakukanpembuangan sampah ke TPA Cilincing, Jakarta Utara. Pembuangan sampah dilakukan dengan caraopen dumping sehingga menyebabkan petambak menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kabupaten Serang sebagai daerah penyangga Ibukota Jakartamempunyai masalah yang sama dalam pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan untuk menentukanteknologi pengolahan sampah di TPA regional, mengidentifikasi potensi pembiayaan pengolahansampah, dan mengidentifikasi bentuk kelembagaan pengolahan sampah untuk Kota Jakarta Barat,Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kabupaten Serang dengan konsep TPA regional. Metode untukmenjawab tujuan penelitian menggunakan analisis SWOT, metode analisis manfaat biaya dan analisisdeskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa teknologi pengolahan sampah dengan analisis SWOTuntuk TPA regional daerah Kota Jakarta Barat, Kabupaten dan Kota Tangerang, serta KabupatenSerang adalah pengkomposan dan sanitary landfill. Pembiayaan TPA regional membutuhkan danasekitar Rp 207 milyar. Lembaga pengelola TPA regional berbentuk Badan Layanan Umum (BLU). Untukmendukung terlaksananya TPA regional daerah Kota Jakarta Barat, Kabupaten dan Kota Tangerang,serta Kabupaten Serang perlu diambil langkah melakukan studi daya dukung sosial pada bakal calonlokasi TPA regional untuk mengetahui potensi penerimaan masyarakat terhadap rencana TPA regionaldan memulai proses kerjasama antar daerah di bidang persampahan.Kata kunci: TPA regional, pengolahan sampah, pembiayaan, dan kelembagaan
Penurunan Fenol Melalui Proses dori, Hu; Yulianto, Andik
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air oleh senyawa fenol banyak menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan.Salah satu metode pengolahan fenol yang dapat dilakukan adalah mempergunakan proses adsorptivemicellar flocculation yaitu suatu metode pengolahan air limbah dengan memanfaatkan kation yangmenempel pada struktur surfaktan yang berbentuk micelle untuk mengikat bahan organik dari air limbahdan membentuk flok yang dapat dipisahkan dengan mudah. Kation yang dipergunakan dalam penelitianini adalah ion aluminium yang terdapat dalam senyawa Aluminium sulfat atau yang umum dikenaldengan nama tawas.Kata kunci: fenol, surfaktan, aluminium, adsorptive micellar flocculation
Bioremediasi Lumpur Minyak (Oil Sludge) dengan Penambahan Kompos sebagai Bulking Agent dan Sumber Nutrien Tambahan Juliani, Any; Rahman, Fudhola
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioremediasi merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah berbahaya yang relatif lebih ekonomis,mudah dan ramah lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan aktivitas mikroba untuk mengolah limbahberbahaya tadi menjadi lebih rendah bahayanya atau bahkan tidak berbahaya sama sekali. Salah satulimbah yang berpotensi menjadi limbah berbahaya dari aktivitas industri adalah limbah oil sludge. Oilsludge memiliki karakteristik tertentu sehingga untuk proses bioremediasinya perlu dicampur dengantanah. Pencampuran dengan tanah bertujuan untuk memperbaiki porositas bahan sehingga pertukaranoksigen dapat berlangsung lebih baik. Oksigen diperlukan mikroba untuk penguraian limbah. Selainoksigen, mikroba juga memerlukan nutrien penunjang yang minim disediakan oleh lingkungan. Komposmempunyai kemampuan untuk meningkatkan porositas, merupakan bahan nutrien tambahan bagimikroba serta sumber mikroba yang sangat kaya. Oleh karena itu, kompos dapat ditambahkan padaproses bioremediasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penambahan kompos pada bioremediasi oil sludge PT Pertamina Cilacap. Selain itu ditelitijuga porsi penambahan kompos dan proporsi tanah dan oil sludge yang dapat memberikan hasildegradasi oil sludge terbaik. Berdasarkan hasil penelitian, kompos memberikan pengaruh positifterhadap proses bioremediasi. Reaktor yang diberi kompos lebih banyak yaitu sebanyak 10% memberikanangka penurunan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) yang lebih baik dari reaktor yang hanya diberi5% kompos. Kompos pada penelitian ini lebih berperan sebagai bulking agent serta sumber nutrientambahan dibanding sebagai penyumbang mikroba pendegradasi. Mikroba yang berperan lebih banyakselama proses adalah mikroba indigenous dari limbah oil sludge. Hasil terbaik juga diberikan olehreaktor dengan proporsi tanah dan oil sludge yang sama. Efisiensi penurunan TPH tertinggi adalahsebesar 39% selama 21 hari.Kata kunci: oil sludge, bioremediasi, kompos, TPH, bulking agent, nutrien, degradasi microbial
Penurunan Logam Timbal (Pb) pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Siswoyo, Eko; Kasam, Ir; Subhan Abdullah, L.M.
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya lindi di TPA Piyungan yaitupencemaran pada badan air, sungai dan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunyadengan sistem Constructed Wetlands dengan menggunakan tumbuhah eceng gondok. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan konsentrasi Timbal (Pb) yang terdapat dalamlimbah cair TPA Piyungan dengan Constructed Wetlands menggunakan tumbuhan eceng gondok danuntuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan tumbuhan eceng gondok terhadap kandunganTimbal (Pb) dalam limbah cair TPA Piyungan.Dalam penelitian ini digunakan reaktor yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik dengan ukuran 0,5 mx 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah 5 cm, dan diberi tumbuhan sebanyak 14 buah. Reaktor tersebutdiberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%), danwaktu pengambilan sampel (0, 3, 6, 9, 12 hari). Dengan menggunakan metode SSA (SpektrofotometriSerapan Atom)Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa penurunan logam Pb pada limbah cair TPA Piyungan hari ke-12, yaitu sebesar 0.0501mg/L pada konsentrasi 100%, 0.0295mg/L pada konsentrasi 75%, 0.0267mg/Lpada konsentrasi 50% dan 0.0041 mg/L pada konsentrasi 25%.Kata kunci: constructed wetlands, eceng gondok, lindi, 73imbale (Pb),
Analisis Resiko Lingkungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah (Studi Kasus: TPA Piyungan Bantul) Kasam, Ir
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan sampah perkotaan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah cara yang paling banyakditerapkan di beberapa kota di Indonesia termasuk di Kota Yogyakarta. Timbulan sampah di wilayahperkotaan Yogyakarta sampai saat ini dilakukan di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. Meskipun hal inimerupakan metode yang paling konvesional dan tidak sesuai dengan beberapa alternative yang lebih baikdalam rangkaian teknologi manajemen sampah perkotaan. Dengan adanya TPA maka akan diikutidampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif tersebut adalah dihasilkan timbulan gas dan lindiyang sangat berpotensi merusak lingkungan. Risiko lingkungan ini muncul jika Instalasi Pengolahan AirLimbah (IPAL) tidak mampu mengolah lindi sehingga melebihi standard baku mutu serta lapisan dasarTPA yang tidak memenuhi syarat sehingga lindi merembes kedalam tanah.Oleh karena itu dibutuhkan aplikasi sistematis dalam meminimasi kemungkinan terjadinya risikoterhadap lingkungan. Dalam studi ini dilakukan identifikasi dan analisis risiko lingkungan berdasarkankonsep manajemen risiko lingkungan dengan menggunakan metode kualitatif dan metode semi kuntitatif.Berdasarkan hasil identifikasi risiko dan analisis risiko terdapat empat komponen lingkungan yangmempunyai risiko tinggi yaitu pencemaran udara, pencemaran air tanah, berkurangnya estetikalingkungan dan pencemaran air permukaan yang disebabkan adanya timbulan gas, aliran lindi,rembesan lindi pada tanah serta bau.Kata kunci: Sampah perkotaan, TPA, Resiko Lingkungan

Page 1 of 1 | Total Record : 6