cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Jl. Meranti Raya No. 32. Sawah Lebar, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 24071315     EISSN : 27221881     DOI : https://doi.org/10.37676/agritepa
Jurnal AGRITEPA scientific periodical publication on Agricultural Food Technology, Agribusiness, Agricultural Socio Economics and Business. Jurnal AGRITEPA is a scientific communication media which is issued by Agribusiness Study Program and Agricultural Food Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Dehasen in collaborations with Asosiasi Jurnal Pertanian Indonesia. Its the contribution to the development of social science and Agricultural Economy in Agribusiness, Agricultural Food Technology field which is divided into the English Language which contains research results, literature review, field cases or concepts in the socio economic field of agriculture and Agricultural Food Technology. Jurnal AGRITEPA, pISSN 26857243 and eISSN 27221881 in a year published twice year. Special editions in English can be issued required. The Jurnal AGRITEPA fits well for researchers and academics who are inheriting the results of research, scientific thought, and other original scientific ideas. Jurnal AGRITEPA publishes research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports. Jurnal AGRITEPA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics covering Agricultural Food Technology, Agricultural and Resources Economics, Agribusiness Management, Rural Sociology, Agrarian Studies, Agribusiness Development, Agricultural Politics and Policies, Natural Resource and Environmental Technology and Management, as well as Agricultural and Rural Extension. Media for information dissemination of research result for lecturer, researcher and practitioner. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission to Agricultural Food Technology, Agricultural Socio Economics and Agribusiness study involve two approaches, macro and micro approach.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2018)" : 8 Documents clear
Pengaruh Kosentrasi Edible Coating Sarang Lebah Terhadap Susut Bobot, Tekstur, dan TPT Jeruk RGL Selama Penyimpanan Taufik Hidayat; Lina Ivanti; Wilda Mikasari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.806 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.775

Abstract

Jeruk merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi masyarakat dan menempati urutan pertama untuk pengeluaran belanja buah rata-rata masyarakat Indonesia, baik di desa maupun di kota. Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) atau yang biasa dikenal dengan sebutan jeruk Gerga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan daerah di provinsi Bengkulu. Penanganan pascapenen jeruk RGL perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas jeruk RGL agar sampai ditangan konsumen dalam keadaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi edible coating dari sarang lebah terhadap penurunan susut bobot, tekstur dan TPT buah jeruk RGL selama penyimpanan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor kosentrasi edible coating dari sarang lebah L1 = 6%, L2 = 9% dan L3 = 12 % serta L0 = 0% sebagai kontrol dan faktor kedua umur simpan T1 = 0 hari, T2 = 3 hari, T3 = 6 hari, T4 = 9 hari, T5 = 12 hari, T6 = 15 hari, T7 = 18 hari, T8 = 21 hari, T9 = 24 hari, T10 = 27 hari dan T11 = 30 hari dengan jumlah sampel yang diukur sebanyak 30 butir buah jeruk sebagai ulangan. Variabel yang diamati antara lain adalah susut bobot, tekstur kekerasan kulit jeruk (penetrometer) dan total padatan terlarut/TPT (refraktometer). Data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik menggunakan sidik ragam. Apabila hasil F hitung > atau sama dengan F tabel maka dilakukan uji beda DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edible coating sebagai lapisan pelindung di bagian luar kulit jeruk diketahui mampu menahan kerusakan dan mempertahankan kualitas jeruk RGL. Perbedaan kadar edible coating yang diberikan untuk melapisi permukaan kulit luar jeruk RGL menekan laju respirasi sehingga mengurangi susut bobot yang terjadi. Kadar edible coating 12% diketahui yang paling baik dalam melindungi jeruk RGL selama penyimpanan terlihat dari susut bobot dan tekstur jeruk RGL, sementara peedible coatingan jeruk RGL tidak memberi pengaruh terhadap total padatan terlarut (TPT) jeruk RGL tetapi dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Kata Kunci: kualitas jeruk RGL, peedible coatingan, umur simpan, susut bobot
Pemanfaatan Tumbuhan Bawah pada Tegakan Kelapa Sawit Oleh Masyarakat Lokal (Kasus di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma – Bengkulu) Jhon Firison; Andi Ishak; Taufik Hidayat
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.584 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.776

Abstract

Tumbuhan bawah pada tegakan kelapa sawit seringkali dianggap sebagai gulma yang merugikan petani, padahal tumbuhan bawah memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat tumbuhan bawah pada tegakan kelapa sawit oleh masyarakat lokal di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2018. Identifikasi tumbuhan bawah yang telah dimanfaatkan masyarakat lokal dilakukan melalui pengamatan lapangan dan wawancara dengan empat orang petani sebagai informan kunci untuk menggali informasi tentang manfaat tumbuhan bawah. Jenis-jenis tumbuhan bawah diidentifikasi dengan menggunakan buku panduan identifikasi dan situs internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 spesies tumbuhan bawah dari 25 genus dan 15 famili yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 19 spesies tumbuhan bawah (70,37%) dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi potong, 11 spesies (40,74%) untuk obat herbal, dan 3 spesies (11,11%) untuk bahan kuliner. Kata Kunci : tumbuhan bawah, kelapa sawit, pemanfaatan, masyarakat lokal.
Karakterisasi Sumberdaya Pangan Lokal Spesifik Daerah di Kabupaten Muko-muko Provinsi Bengkulu Hesti Nur'aini; Andika Saputra
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.292 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.777

Abstract

Pangan lokal merupakan salah satu kekayaan alam yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dikembangkan demi kemajuan suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis makronutrien komoditas pangan lokal yang ada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi identifikasi produk pangan lokal, inventarisasi metode pengolahan dan analisis makronutrien produk pangan lokal di Kabupaten Mukomuko. Analisis makronutrien yang dilakukan meliputi kadar karbohidrat, protein dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Mukomuko memiliki produk pangan lokal sebanyak 12 (dua belas) jenis, yang terdiri dari makanan atau lauk pauk sebanyak 6 (enam) jenis yaitu rendang lokan, sambal lokan, sate lokan, krasak mungkus, samba nioh, ikan kering kurau dan jajanan (cemilan) sebanyak 6 (enam) jenis yaitu juodak karyok, juodak sangengek, juodak itai, juodak sagon kering, atau kerupuk tortila. Hasil analisis makronutrien juodak itai menunjukkan kadar karbohidrat sebesar 25,29%, kadar protein 4,62% dan kadar lemak 8,63%, sedangkan untuk juodak sangengek, menunjukkan kadar karbohidrat 18,14%, kadar protein 3,12% dan kadar lemak 22,36%. Selanjutnya, juodak sagon pasir memiliki kadar karbohidrat 16,38%, kadar protein 2,58% dan kadar lemak 1,86%. Kata kunci : pangan lokal, Kabupaten Mukomuko, makronutrien
Analisis Protein Kecap Ikan Belut (Monopterus albus) dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas (Ananas comosus) Lina Widawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.869 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.778

Abstract

Ikan belut memiliki kandungan protein tinggi (18,49%) sehingga ikan belut dapat diolah menjadi kecap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap ikan belut dan kualitas kecap ikan belut melalui uji organoleptik dengan penambahan volume ekstrak nanas. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi volume ekstrak nanas (5%, 10%, dan 15%). Analisis yang dilakukan adalah analisis protein dan analisis organoleptik (uji pembanding). Hasil penelitian didapat bahwa semakin tinggi volume ekstrak nanas maka semakin meningkat kadar protein yang dihasilkan, dimana kadar protein kecap ikan belut paling tinggi adalah pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% sebesar 10,57%. Berdasarkan parameter warna panelis menilai warna kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% berbeda dengan kontrol, sedangkan pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter rasa panelis menilai rasa kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% dan 10% berbeda dengan kontrol, sedangkan kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter aroma panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% sangat berbeda dengan kontrol, variasi volume ekstrak nanas 10% berbeda dengan kontrol, dan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter tekstur panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% lebih encer dibanding kontrol, sedangkan tekstur kecap ikan dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% sama dengan kontrol. Kata Kunci : ikan belut, kecap ikan, protein, ekstrak nanas
Substitusi Tepung Sukun Pada Pengolahan Kue Perut Punai Merdian Merdian; Methatias Ayu Moulina
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.780

Abstract

Kue perut punai adalah salah satu olahan lokal yang dibuat oleh masyarakat Kota Bengkulu yang berbahan tepung beras. Tingginya tingkat penggunaan tepung beras, membuat banyak alternatif diupayakan untuk mengurangi pemakaian tepung beras. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan ialah subtitusi terhadap tepung beras. Tepung sukun tinggi akan karbohidrat, mineral, vitamin, dan serat sehingga dapat meningkatkan kualitas nilai buah sukun pada kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh subtitusi tepung sukun terhadap sifat karbohidrat dan kadar air dari kue perut punai, dan untuk menganalisis pengaruh perlakuan tepung sukun terhadap sifat organoleptik (rasa, warna, aroma) kue perut punai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 variasi subtitusi yaitu tepung sukun tanpa modifikasi (0% tepung sukun, 25% tepung sukun, 50% tepung sukun), dan sukun modifikasi (0% tepung sukun, 25% tepung sukun, 50% tepung sukun), serta menggunakan 6 variasi perlakuan komposisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kue perut punai dengan subtitusi tepung sukun tanpa modifikasi menghasilkan nilai kadar air antara 1,94 % - 5,53%, kadar karbohidrat antar 37,29% - 39,51% sedangkan untuk tepung sukun yang modifikasi menasilkan kadar air antara 1,75% - 7,23%, kadar karbohidrat antara 37,40 - 39,18%. Kue perut punai dengan subtitusi tepung sukun tanpa modifikasi dan tepung sukun modifikasi 50% : 50% tepung beras memiliki kualitas paling baik ditinjau dari sifat kimia yaitu : kadar air, kadar karbohidrat, serta dari sifat fisik orangoleptik yaitu : warna, rasa aroma. Kata kunci : tepung sukun, tepung beras, kue perut punai, tepung modifikasi
Analisis Mutu Kerupuk Talas Dengan Perlakuan Bahan Dasar dan Penambahan NaHCO3 Selvia Oktaviani
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.781

Abstract

Talas merupakan salah satu sumber karbohidrat yang mempunyai potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi produk pangan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis sifat kimia, fisik dan organoleptik kerupuk talas dengan perlakuan bahan dasar dan penambahan NaHCO3, serta untuk mendapatkan jumlah konsentrasi penambahan bahan dasar dan NaHCO3 yang tepat dalam pembuatan kerupuk talas terhadap sifat organoleptik. Penelitian dilakukan 2 tahap, yaitu pembuatan kerupuk talas dengan perlakuan bahan baku dan penambahan natrium bikarbonat NaHCO3 dengan variasi konsentrasi 0,4%, 0,8 dan 1,2% serta tahap analisis. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, volume pengembangan dan uji sensoris untuk menentukan tingkat kesukaan konsumen terhadap kerupuk talas berdasarkan parameter warna, rasa dan kerenyahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi pada sampel kerupuk talas adalah dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 11,342%. Selanjutnya, volume pengembangan kerupuk talas tertinggi terdapat pada perlakuan bahan dasar tepung talas 50 g + tapioka 150 g dengan konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 650,233% serta nilai tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan bahan dasar tepung talas 50 g + tapioka 150 g dengan konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 63,05%. Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa kerupuk talas yang paling disukai oleh panelis adalah kerupuk dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 1,60 dengan kategori sangat menarik, untuk parameter warna, kerupuk talas dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 1,75 dengan kategori sangat enak, untuk parameter rasa dan kerupuk talas dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 1,25 dengat kategori sangat renyah, untuk parameter tekstur. Kata kunci : talas, kerupuk talas, natrium bikarbonat (NaHCO3)
Pengaruh Perbedaan Jenis Ikan (Ikan Laut dan Ikan Air Tawar) dan Penambahan Ekstrak Kunyit Terhadap Mutu Kamaboko Erwin Susanto; Andwini Prasetya
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.765 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.782

Abstract

Rendahnya konsumsi protein yang berasal dari ikan karena belum banyaknya penganekaragaman produk ikan yang disenangi masyarakat sehingga perlu adanya pengolahan ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) menjadi kamaboko sebagai salah satu alternatifnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh perbedaan jenis ikan (ikan laut dan ikan air tawar) dan penambahan ekstrak kunyit terhadap mutu kamabako dan mengetahui jumlah perlakuan kombinasi terbaik antara jenis ikan (ikan laut dan ikan air tawar) dan penambahan ekstrak kunyit yang berkualitas baik dan disukai konsumen. Metode penelitian meliputi pengolahan kamaboko dengan perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) serta penambahan ekstrak kunyit 0 %, 2 % dan 4 %. Hasil analisis kadar air Kamaboko perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) dengan penambahan ekstrak kunyit 0 %, 2 %, dan 4 % berkisar antara 62,247 sampai dengan 68,487, sedangkan analisa protein Kamaboko berbeda tidak nyata pada taraf signifikan 5% berkisar antara 12,700% sampai dengan 13,780%. Hasil analisa tekstur kamaboko berkisar antara 62,247% hingga 70,423 g/mm2. Tingkat kesukaan panelis terhadap kamaboko perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) dengan penambahan ekstrak kunyit 0%, 2%, dan 4% menunjukkan berbeda tidak nyata berdasarkan parameter warna, rasa dan tekstur. Namun kombinasi terbaik untuk menghasilkan mutu Kamaboko berkualitas baik dan disukai konsumen yaitu pada perlakuan ikan mujair dengan penambahan kunyit 2%, dan perlakuan ikan gebur dengan penambahan kunyit 4%. Kata Kunci: kamaboko, ekstrak kunyit, jenis ikan
Pengaruh Penerapan Sistem Tanam Legowo Terhadap Budidaya Padi Sawah Di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Evi Andriani; Melan Ernawati Lubis
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.01 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Sistem Tanam Legowo terhadap Budidaya Padi Sawah di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dan (2). Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengaruh penerapan sistem tanam Legowo terhadap budidaya padi sawah di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November 2017 di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, dengan pertimbangan petani padi sawah pada desa ini telah mengunakan sistem legowo. Dari penelitian ini dihasilkan Pengaruh penerapan teknologi budidaya padi sawah sistem legowo berada pada rata-rata 56,03. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknologi berada pada kategori tinggi, hasil penelitian menunjukkan rata-rata petani sudah menerapkan teknologi legowo secara baik dalam usahatani padi sawahnya. Hasil analisis regresi linear berganda antara umur, pengalaman, pendidikandan luas lahan ,sebagai variabel independent terhadap tingkat adopsi teknologi legowo. Hasil F-test menunjukkan variabel independent secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependent. Namun secara parsial (individu) dari ke 4 (empat) variabel ini, diketahui bahwa hanya pendidikan yang berpengaruh terhadap pengaruh penerapanteknologi legowo, selebihnya yaitu umur, pengalaman dan luas lahan tidak berpengaruh secara parsial (individual). Kata Kunci : tanam legowo, budidaya, padi sawah

Page 1 of 1 | Total Record : 8