cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2: Desember 2019" : 9 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN andi Reski Ayu Lestari; ilhamminggi (Ilham); Ikhbariaty Kautsar Qadry
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.235 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3513

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang tidak dilengkapi dengan langkah-langkah atau prosedur yang sesuai. Penelitian ini dilakukan di MTs. Syekh Yusuf  kelas IX.B dengan jumlah siswa 31 orang, jumlah subjek dipilih sebanyak 3 orang yang memilki kesalahan terbanyak pada tes geometri. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan  yang dilakukan siswa dala menyelesaikan soal cerita materi bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes geometri, tes soal cerita dan wawancara. Tes geometri yang berupa tes pilihan ganda diberikan kepada seluruh siswa dengan tujuan untuk menentukan subjek penelitian. Tes soal cerita bangun ruang sisi datar diberikan kepada subjek penelitian, dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Hasil pekerjaan subjek penelitian dianalisis untuk ditentukan jenis kesalahan yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan wawancara kepada subjek penelitian dengan tujuan untuk mengtriangulasi temuan dari tes soal cerita. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa jenis kesalahan yang dilakukan subjek meliputi kesalahan membaca (reading error) yaitu tidak dapat menjelaskan dari beberapa istilah yang telah disebutkan sebelumnya, kesalahan memahami masalah (comprehension error) yaitu tidak dapat memahami sebagian makna dari apa yang diketahui dan ditanyakaan pada soal, kesalahan transformasi (transformation error) yaitu tidak dapat menggunakan rumus yang tepat dan tidak bisa mentransformasi infomasi yang terdapat pada soal sehingga rumus yang digunakan tidak tepat untuk menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses (process skill error) yaitu menggunakan rumus yang tidak tepat dan tetap melakukan proses perhitungan yang sesuai meskipun tidak memperoleh penyelesaian yang benar dan kesalahan penulisan jawaban (encoding error)  yaitu tidak dapat menyimpulkan dengan benar dari hasil pekerjaannya dan tidak menemukan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan soal, karena menggunakan rumus yang salah sebelumnya.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS HOTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMAN 8 MAKASSAR Ilhamuddin Ilhamuddin
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.997 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3521

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking bagi siswa SMA Negeri 9 Makassar. Bahan ajar yang di maksud berupa bahan ajar berbasis Higher Order Thinking serta soal evaluasi untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan bahan ajar matematika berbasis Higher Order Thinking. Selain itu melalui bahan ajar ini, siswa menjadi terbiasa berpikir tingkat tinggi sehingga mampu menyelesaikan setiap permasalahan matematika yang diberikan. Dari penelitian ini diperoleh peningkatan rata-rata ke mampuan pemecahan masalah matematis siswa dari 57,50 menjadi 87,90. Dengan demikian pengembangan bahan ajar matematika berbasis HOTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
ANALISIS MISKONSEPSI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA KELAS VIII SMP BUQ’ATUN MUBARAKAH KOTA MAKASSAR Nur Rahmah; Awi Dassa; Rezki Ramdani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.442 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3516

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, masih ada siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita, hal itu terjadi karena gaya kognitif yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita matematika ditinjau dari gaya kognitif pada siswa, dimana sampel pada penelitian ini terdiri dari 4 orang siswa kelas VIII B1 SMP Buq’atun Mubarakah yaitu 2 siswa untuk gaya kognitif Field Independent dan 2 siswa untuk gaya kognitif Field Dependent. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Instrumen pendukung terdiri dari test GEFT, tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi dalam menyelesaikan soal cerita adalah sebagai berikut: 1) Field Independent (FI) : (1) Pada aspek memahami masalah, FI dikatakan dapat memahami masalah dengan baik sehingga dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FI masih kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak menuliskan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FI sudah cukup baik dengan membuat persamaan. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FI sudah cukup mampu dalam menyelesaikan soal cerita. 2) Field Dependent (FD) : (1) Pada aspek memahami masalah, FD dikatakan masih kurang dalam memahami masalah yaitu dapat menyebutkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal walaupun masih mengalami miskonsepsi pada soal yang lainnya. (2) Pada aspek pemahaman konsep peubah, FD sangat kurang dalam membuatkan pemisalan terhadap variabel karena tidak membuatkan pemisalan. (3) Pada aspek pemahaman membuat model matematika, FD sudah baik dalam pembuatan model matematikanya. (4) Pada aspek pemahaman konsep eliminasi dan subtitusi, FD sangat kurang mampu dalam menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi.In learning mathematics, there are still students who experience misconceptions in solving questions in the form of stories, it happens because the cognitive style possessed by each student is different. This study aims to determine misconceptions in solving mathematical story problems in terms of cognitive style in students, where the sample in this study consisted of 4 students of class VIII B1, Buq'atun Mubarakah Middle School, namely 2 students for the Field Independent cognitive style and 2 students for cognitive style Field Dependent. In this study using descriptive research. Supporting instruments consist of the GEFT test, written test and interview guidelines. The results showed that misconceptions in solving story problems are as follows: 1) Field Independent (FI): (1) In the aspect of understanding the problem, FI is said to be able to understand the problem well so that it can mention what is known and asked about the problem. (2) In the aspect of understanding the concept of variables, FI is still lacking in making an example of a variable because it does not write an example. (3) In the aspect of understanding making mathematical models, FI is good enough by making equations. (4) In the aspect of understanding the concepts of elimination and substitution, FI is quite capable of solving story problems. 2) Field Dependent (FD): (1) In the aspect of understanding the problem, the FD is said to be lacking in understanding the problem that is able to mention the known and asked questions while still experiencing misconceptions on other questions. (2) In the aspect of understanding the concept of variables, FD is very lacking in making an example of a variable because it is not making an example. (3) In the aspect of understanding making mathematical models, FD is already good in making mathematical models. (4) In the aspect of understanding the concepts of elimination and substitution, FD is very less able to solve story problems using the method of elimination and substitution.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI HEURISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 8 MAKASSAR (THE EFFECT OF APPLYING PROBLEM BASED LEARNING MODELS BY HEURISTIC STRATEGY IN UNDERSTANDING CONCEPTS ABILITY AND CRITICAL THINKING ABILITY AT GRADE VII STUDENTS OF SMPN 8 MAKASSAR) Serly Malinda; Nurdin Arsyad; Haerul Syam
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.784 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3522

Abstract

Mengingat matematika sangat erat kaitannya dengan hal-hal abstrak sehingga memahami konsep matematika dan kemampuan berpikir kritis sangat penting sehingga perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini yaitu sejak anak tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka dituntut mengerti tentang definisi, pengertian, cara pemecahan masalah maupun pengoperasian matematika secara benar. Karena hal tersebut akan menjadi bekal dalam mempelajari matematika pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga diperlukan menerapkan model pembelajaran yang melatih peserta didik untuk memecahkan suatu masalah dengan cara menyatakan masalah dengan memahami konsep, menganalisis data yang ditemukan dan sampai pada akhirnya yaitu menarik suatu kesimpulan. Alternatif yang digunakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 8 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain the one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMPN 8 Makassar dan terpilih kelas VII.11 yang mewakili populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman konsep dan tes kemampuan berpikir kritis yang kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian, baik itu dari hasil analisi ataupun pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 8 MakassarRemembering that mathematics has a big correlation to the abstract things so that understanding mathematical concepts and critical thinking ability is very important so that it needs to be instilled in students from an early age which is since that kid is still in elementary school. They are required to understand the definition, understanding, how to solve problems and operating mathematics correctly. Because it will become a provision in learning mathematics in higher education level. So it is necessary to apply a learning model that trains students to solve a problem by stating the problem by understanding the concept, analyzing the data found and up to conclusion drawing. The alternative used is applying problem based learning model by heuristic strategy. This study aims to determine the effect of problem-based learning models by heuristic strategies on the ability in understanding concepts and critical thinking ability of grade VII students of SMPN 8 Makassar. The type that is used in this research was a pre experimental design with the one group pretest posttest design. The population in this research were all  VII classes of SMPN 8 Makassar and class VII.11 is selected to representate the population. Tehnique of data collection this research were tests of concept understanding ability and tests of critical thinking ability then it is analyzed with descriptive and inferential statistics by using t test. Based on the results of the study, both from the results of the analysis or hypothesis testing, it can be concluded that the problem-based learning model by heuristic strategy influenced the ability to understand concepts and critical thinking ability of students in grade VII of SMPN 8 Makassar 
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI TRIGONOMETRI MELALUI PENUGASAN DOSEN SEKOLAH DENGAN MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) Andi Alim Syahri; Toto Wiharjo
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.772 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3517

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada peserta didik kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Gowa melalui pembelajaran Think  Pair  Share (TPS) pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah peserta didik 35 orang. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan 2 siklus, siklus I terdiri 4 pertemuan dan siklus II terdiri dari 4 pertemuan. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan lembar observasi, angket respons peserta didik dan tes hasil belajar peserta didik dalam bentuk uraian pada setiap akhir siklus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, secara kualitatif terjadi beberapa perubahan. peserta didik menunjukan  sikap antusias untuk mengikuti pelajaran,  keberanian menyampaikan pendapat, tanggapan , bertanya mengenai materi yang belum dimengerti menjadi meningkat. Adapun secara kuantitatif, terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar peserta didik Kelas VIII SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri yaitu dari kategori sedang dengan skor rata-rata 71,66 dengan Deviasi Standar 6,562 setelah pelaksanaan tindakan Siklus I menjadi kategori tinggi dengan skor rata-rata 82,86 dengan Deviasi Standar 7,781 setelah pelaksanaan Siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif Think  Pair  Share (TPS) pada peserta didik kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Gowa dalam proses pembelajaran, maka hasil belajar matematika, kehadiran, kesiapan dan keaktifan peserta didik dapat meningkat.
PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBANTUAN SOFTWARE MAPLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA Shindy Ekawati; Made Ristia Kartika
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.917 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3518

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa program studi agroteknologi universitas cokroaminoto palopo dengan menerapkan pembelajaran blended learning berbantuan software maple. Satuan eksperimen pada penelitian ini adalah kelas 1D program studi agroteknologi universitas cokroaminoto palopo yang berjumlah 32 mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu penentuan sampel berdaskan pertimbangan tertentu. Pertimbangan peneliti dalam hal ini adalah mahasiswa dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes kemapuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Analisis yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa sebelum penerapan pembelajaran yaitu 52,94 dan skor kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa setelah penerapan pembelajaran yaitu 87,84, (2) kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa pada pembelajaran blended learning berbantuan software maple mengalami peningkatan (gain ternormalisasi), dan (3) pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa setelah penerapan pembelajaran blended learning berbantuan software maple.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, DAN TRANSFERING (REACT) Muhammad Rizal Usman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.121 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong setelah diterapkan strategi pembelajaran Relating, Expreriencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan tahapan pelaksanaan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong yang berjumlah 32 orang. Penelitian  ini dilaksanakaan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II dengan prosedur setiap tindakan terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes  kemampuan komunikasi matematis, dan angket respon siswa. Pengelolahan data hasil penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Relating, Expreriencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya skor rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa  kelas VII A SMP Negeri 1 Barombong dari siklus I dan siklus II. Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas  VII A SMP Negeri 1 Barombong pada siklus I mencapai 56,25 kemudian pada siklus II mencapai 77,19 dari skor ideal 100. Pada siklus I persentase rata-rata keseluruhan aktivitas siswa sebesar 51,667% meningkat menjadi 73,749%.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DALAM MENYELESAIKAN SOAL POLA BILANGAN PADA SISWA KELAS VIII SMP PESANTREN GUPPI SAMATA KABUPATEN GOWA A Nurul Ainun; Djadir .; Mutmainnah (inna)
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.878 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3512

Abstract

Ada beberapa masalah yang dapat dijadikan indikasi sebagai penyebab kenapa sebagian siswa belum secara maksimal memahami konsep pada pelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan soal pola bilangan, antara lain: Siswa masih pada tahap belajar, siswa menganggap bahwa materi sebelum dan sesudahnya yang telah diberikan itu menggunakan cara yang sama, dan siswa masih kurang berlatih soal. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berinisiatif melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dalam menyelesaikan soal pola bilangan pada  siswa kelas VIII SMP  Pesantren Guppi Samata Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif . Subjek penelitian yaitu sebanyak 23 orang dimana 6 orang siswa kelas VIII SMP Pesantren Guppi Samata dipilih berdasarkan hasil tes kemampuan matematikanya untuk wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes tertulis dan wawancara. Tes terulis berupa soal-soal pemahaman konsep yang berjumah 3 butir soal berbentuk uraian dan 1 butir soal untuk 6 subjek siswa yang akan diwawancarai guna untuk lebih mendalami pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa  dengan  kemampuan pemahaman konsep masih sangat kurang hanya menggunakan informasi berupa angka  yang  terdapat  dalam  soal  saja,  namun  tidak  dapat  memanfaatkan prosedur atau operasi tertentu dalam algoritma pemecahan masalah. Hasil persentase indikator pemahaman konsep tidak terlalu jauh. Indikator pemahaman konsep matematika siswa pada materi pola bilangan yang lebih menonjol adalah pemahaman konsep indikator satu. Sedangkan tiga indikator terendah adalah indikator lima , enam, dan tujuh. Hal ini karena indikator lima,  enam  dan  tujuh  memiliki  tingkatan  yang  lebih  tinggi  bila  dibandingkan dengan  keempat  indikator  lainnya.
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA Fathrul Arriah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.16 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v11i2.3519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMP Nasional Makassar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen quasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Nasional Makassar. Sampel dalam penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas VII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-H sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrument yang digunakan pada penelitian ini berupa tes essay kemampuan berfikir kreatif yang sudah divalidasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII SMP Nasional Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 9