cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012): Octopus" : 8 Documents clear
Pemodelan Jarak Lokasi Penangkapan Ikan Karang dari Garis Pantai untuk Mereduksi Bycatch Pada Bubu Serambi Syawaluddin Soadiq
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.761 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.435

Abstract

Memancing dengan sangat potensial daya tangkap sebagai metode yang sederhana dan efektif untuk nelayan untuk mengeksploitasi ikan karang telah praktis diterapkan di beberapa lokasi di perairan Pulau Selayar.Meskipun kegiatan yang telah diakui sebagai berbahaya bagi kerusakan ekosistem terumbu, kurangnya pengetahuan nelayan tentang bertanggung jawab ikan-ing kontribusi kehancuran ekosistem terumbu karang.penelitian ini adalah untuk menentukan Model dari distance from beach-line (DfBL) untuk mengurangi daya tangkap di ruang perangkap.Penelitian ini dilakukan di perairan Parak Kabupaten Kepulauan Selayar yang memancing peralatan dioperasikan pada berbagai DfBL.Hasilnya menunjukkan tren positif pengurangan daya tangkap dengan meningkatnya DfBL ikan karang fishing ground, sementara ada tren linier positif produktivitas ikan target dengan meningkatnya DfBL ikan karang Model Wilayah Penangkapan Ikan dari jumlah daya tangkap di daerah pnangkapan ikan pada lokasi di DfBL itu Y = 301 , 47E-0,008x (R² = 0,78), maka model berat daya tangkap pada daerah pnangkapan ikan dasar lokasi di DfBL adalah Y = 3378,2e-0,006x (R² = 0,63).Sementara model produktivitas ikan target pada daerah pnangkapan ikan dasar lokasi di DfBL adalah Y = 0,0092x - 1,8602 (R² = 0,6347). Memancing lokasi tanah dasar pada DfBL di kisaran 289-342 m menghasilkan daya tangkap lebih tinggi 4,77 - 6,55 kali dari jarak 497- 650 m, sedangkan jarak 289-342 menghasilkan target yang ikan lebih tinggi 2,22 - 4,79 kali dibandingkan di kisaran 497- 650 m.Kata Kunci: Model, daya tangkap, garis pantai, ikan target,Fishing with highly potential bycath as the simple and effective method for fisher to exploit reef fish has been practically applied in several locations in Selayar Island waters. Although those activities have been recognized as harmful to reef ecosystem destruction, the lack of fisher knowledge on responsible fish-ing contributes the destruction of the reef ecosystem. This research is to determine Model of location for reef fish fishing ground base on distance from beach-line (DfBL) to reduce bycatch in chambered wing trap fish-ing. This experiment was conducted in Parak waters of Selayar Islands Regency which was fishing gear op-erated on variety of DfBL. The result showed positive trend of bycatch reduction with increasing DfBL of reef fish fishing ground, meanwhile there was linier positive trend of target fish productivity with increasing DfBL of reef fish fishing ground Model of bycatch number on fishing ground location base on DfBL was Y = 301,47e-0,008x (R² = 0,78), then model of bycatch weight on fishing ground location base on DfBL was Y = 3378,2e-0,006x (R² = 0,63). Meanwhile model of target fish productivity on fishing ground location base on DfBL was Y = 0,0092x - 1,8602 (R² = 0,6347). Fishing ground location base on DfBL at range 289-342 m produce bycatch higher 4,77 - 6,55 times than at range 497- 650 m, meanwhile at range 289-342 produce target fish higher 2,22 - 4,79 times than at range 497- 650 m.Keyword: Model, bycatch, beach-line, target fish, trap.
Analisis Pemasaran dan Tingkat Pendapatan Nelayan pada Agribisnis Pengasapan Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) (Studi Kasus di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba) Jumiati Jumiati
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.039 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran ikan asap, marjin dan efisiensi pemasa-ran ikan asap dan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh nelayan dari usaha pengasapan ikan caka-lang di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja dan pemilihan responden nelayan dilakukan dengan metode sensus, pedagang. Selain dari responden, data diambil pula dari instansi pemerintah dan sumber kepustakaan. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, marjin dan efisiensi pemasaran dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan, bawa sistem pemasaran ikan asap di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba melalui dua pola saluran pemasaran yaitu; Pola saluran pemasaran I yaitu produsen langsung ke kon-sumen, kemudian pola pemasaran II yaitu produsen, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen. Total marjin terbesar berada pada saluran II, Rp.48.000 kemudian saluran I Rp. 36.000 sedangkan saluran pemasaran yang paling efisien berada pada saluran I yaitu 1,5% kemudian saluran II yaitu 2.22%. berdasar-kan hasil yang diperoleh nampak bahwa semakin panjang saluran pemasaran semakin besar marjin pemasarannya dan semakin kurang efisien saluran tersebut. Usaha pengasapan ikan cakalang menguntungkan dengan nilai keuntungan sebesar Rp.3.981.611,11,- per periode sedangkan rata – rata ke-untungan perbulan selama setahun yaitu sebesar Rp.995.402.77Kata Kunci: Marjin, efisiensi pemasaran, pendapatan dan  ikan asapThis study aims to determine the marketing channels of smoked fish, margins and efficiency Timer-ran smoked fish and to determine the income of fishermen from fish fumigation effort Caka-lang in District Bontotiro Bulukumba South Sulawesi. The location determination is done deliberately and selecting respondents fishermen using census method, merchants. Aside from respondents, the data is taken also from government and other sources of literature. The data were analyzed using descriptive analysis, margin and efficiency of marketing and revenue analysis. The results showed, bring smoked fish marketing systems in Sub Bontotiro Bulukumba through two marketing channels that pattern; Marketing channel pattern I is the manufacturer directly to the con-sumen, then the marketing pattern II namely producers, traders, retailers, consumers. The total margin is at the second channel, then channel I Rp.48.000 Rp. 36,000 while the most efficient marketing channels that are in line I of 1.5% and channel II is 2:22%. international based on the results obtained it appears that the longer the greater the marketing channel marketing margin and the less efficient the channel. Fumigation effort tuna favorable, with the profit of Rp.3.981.611,11, - per period, while the average - average all profits per month for a year is equal Rp.995.402.77Keywords: Margin, marketing efficiency, revenue and smoked fish
Produksi Serasah Mangrove dan Kontribusinya terhadap Perairan Pesisir Kabupaten Sinjai Abdul Haris; Ario Damar; Dietiech G. Bengen; Ferdinan Yulianda
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.953 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.436

Abstract

Hasil analisis produksi serasah, laju dekomposisi dan unsur hara yang terdapat pada serasah mangrove yang meliputi: daun, buah, bunga, dan ranting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke Tongke dan Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai pada bulan Juli sampai Desember 2011. Metode yang digunakan untuk menghitung produksi serasah dipasang penampung serasah (litter trap) pada tiga lokasi yaitu ekosistem mangrove Tongke Tongke, Samatring dan tambak silvofishery sebanyak 15 buah yang berukuran 1x1x0,5 m yang terbuat dari waring hitam. Laju dekomposisi dilakukan pengamatan pada lima lokasi yang terbagi 15 stasiun yaitu: rasio 100 mangrove 3 stasiun, rasio 60% mangrove: 40% tambak 3 stasiun, rasio 30% mangrove: 70% tambak 3 stasiun, rasio 20% mangrove: 80% tambak 3 stasiun, dan rasio 10% mangrove : 90% tambak 3 stasiun. Kandungan unsur hara diambil sampel serasah mangrove dari daun, buah, bunga dan ranting sebanyak 30 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium gizi Balai sereal Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) produksi serasah kering pada tiga lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 26.270 kg ha-1 th-1 , (2) laju dekomposisi pada lima lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 0,24% hari-1, sehingga untuk sampel 30 gram diperlukan waktu terurai 124 hari, dan (3) kandungan unsure hara yang terdapat pada serasah berdasarkan jenis diperoleh masing masing; bahan organik sebesar 1.741.2 kg ha-1 th-1 , nitrogen 552.0 kg ha-1 th-1 , posfor 12.6 kg ha-1 th-1 , dan kalium 122.6 kg ha-1 th-1..Kata kunci: produksi serasah, laju dekomposisi dan kandungan unsur hara.
Identifikasi Ektoparasit pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) yang Dibudidayakan pada Tambak Kabupaten Maros Rahmi Rahmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.546 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit ikan nila (Oreochromis niloticus) pada tambak di Kabupaten Maros. Dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2012 di Laboratorium Universitas Muhammadyah Makassar. Penelitian ini mengunakan 30 ekor ikan nila juvenil berukuran 10-15 cm yang diambil dari tambak Maros. Pengamatan parasit dilakukan dengan menggunakan mikroskop majemuk dan identifikasi dengan menggunakan Kabata (1985). Dari beberapa sampel yang diperiksa Trichodina sp ditemukan menginfeksi pada insang, mucus, kulit dan sisik dari ikan nila (O. niloticus). dan I. multifilis ditemukan pada mucus, kulit dan sisik, sedangkan Vorticella sp ditemukan menginfeksi sisik dari ikan nila.Kata Kunci: Ikan Nila, Parasit dan Organ Infeksi
Analisis Perubahan Luas Ekosistem Mangrove di Kabupaten Barru Abdul Malik
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.645 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.438

Abstract

kondisi ekosistem mangrove di kabupaten Barru mengalami perubahan luas dari tahun ke tahun, sehingga dilakukan analisis perubahan dengan menggunakan metode analisis foto citra. Hasil yang didapatkan ekosistem mangrove tahun 2000 luasnya 284,17 ha, tahun 2004 luas 203,17 dan tahun 2010 luasnya 152,54 ha, tingkat degradasi 30,66% baik, 24 % sedang dan 45,33% rusak. Perubahan luas ekosistem mangrove dari tahun 2000 – 2010 seluas 131,63 ha.Kata kunci: Mangrove, Perubahan Luas dan Degradasi
Respon Pertumbuhan dan Warna Tallus Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Di Budidayakan Berbagai Kedalaman di Perairan Laikang Takalar Akmal Akmal
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.468 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.439

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis respon pertumbuhan dan warna tallus rumput laut Kap-paphycus alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman yang berbeda di Perairan Laikang, Kabupaten Ta-kalar. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri 3 ulangan dengan demikian ada 15 satuan percobaan. Rumput laut digantung metode vertikal secara acak pada kedalaman budidaya berbeda, yaitu 20 cm; 100 cm; 200 cm; 300 cm dan 400 cm. Analisis sidik ragam dilakukan pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman budidaya tidak berbeda nyata terhadap perkembangan diameter dan panjang tallus. Nilai tertinggi diameter tallus pada kedalaman 100 cm dan nilai terendah diameter tallus pa-da kedalaman 400 cm (masing-masing 5,23 cm dan 4,28 cm) sedangkan panjang tallus nilai tertinggi pada kedalaman 20 cm dan terendah pada kedalaman 400 cm (masing-masing 10,90 cm dan 5,68 cm). Respon warna tallus pada kedalaman budidaya 20-300 cm lebih terang dibandingkan pada kedalaman 400 cm. Perubahan warna tallus cenderung berwarna lebih gelap pada lapisan yang lebih dalam 400 cm. Intensitas cahaya, kecepatan arus yang optimal, konsentrasi CO2 bebas, kandungan nitrat dan ortofosfat yang tinggi merupakan faktor penyebab terjadinya perubahan warna, perkembangan diameter dan panjang tallus pada setiap kedalaman budidaya.Kata Kunci: Budidaya, Pertumbuhan, Kedalaman, Respon warna tallus, Rumput Laut
Peningkatan Asam Lemakrotifer Brachionus Plicatilis Dengan Periode Pengkayaan Bakteri Bacillus Sp. Berbeda Sutia Budi; Zainuddin Zainuddin; St. Aslamyiah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.434

Abstract

Rotifer Branchionus plicatilis hingga saat ini masih merupakan pakan alami utama dalam pembenihan ikan – ikan laut dan belum dapat tergantikan sepenuhnya oleh pakan buatan. Karakteristik rotifer sebagai biocapsule dapat meningkatkan kualitas rotifer secara praktis. Bacillus sp. mampu memperbaiki nutrisi rotifer proses pengoptimalan penyerapan nutrisi dan memproduksi asam lemak essensial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengkayaan Bacillus sp. terhadap kualitas asam lemak rotifer. Wadah penelitian menggunakan bak fiber volume 1 ton yang berisikan Nannochloropsis sp. dengan kepadatan 105 cell/mL, kemudian ditebari rotifer dengan kepadatan 1.000 ind./mL. Jenis bakteri yang digunakan berupa Bacillus subtilis, B. Pumilus dan B. Licheformis dengan kepadatan 2 x 1010 cfu/g. Perlakuan yang diujikan adalah lama pengkayaan probiotik Bacillus sp. yang berbeda, yaitu perlakuan A (0 jam), perlakuan B (5 Jam), perlakuan C (10 jam) dan perlakuan D (15 jam). Sebagai data pembanding dilakukan percobaan kultur rotifer dengan Nannochloropsis sp. sebagai kontrol. Jumlah wadah penelitian yang dipergunakan sebanyak 24 buah yang terdiri atas 12 buah untuk perlakuan dan 12 buah sebagai kontrol. Peubah yang diukur berupa kandungan asam lemak pada masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pengkayaan dengan Bacillus sp. berpengaruh nyata (P0,05) terhadap peningkatan kandungan nutrisi asam lemak rotifer. Pengkayaan optimal diperoleh pada 5 – 10 jam.Kata Kunci: Rotifer, bacillus, periode pengkayaan, asam lemak
Kepadatan yang diberi Probiotik Epicin terhadap Sintasan Pasca Larva Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr). Nova Yuniarti
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.858 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.440

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang terbaik bagi pasca larva udang windu dengan pemberian dosis epicin 20 ppm. Metode yang digunakan adalah metode percobaan (eksperimen), Pasca Larva udang windu berasal dari panti pembenihan Benur Kita yang berada di Kabupaten Barru. PL udang windu di aklimatisasi dalam salinitas 25 ppt selama seminggu. Air media yang telah disiapkan di-masukkan ke dalam wadah penelitian sebanyak 10 l/tangki. Pada masing-masing wadah diberi aerasi. Sebelum wadah diisi hewan uji terlebih dahulu dilakukan pengukuran kualitas air kemudian diaplikasikan epicin dosis 20 ppm, setelah itu diisi hewan uji sesuai dengan perlakuan yaitu perlakuan A = 10 ekor/l, perla-kuan B = 20 ekor/l, perlakuan c = 30 ekor/l dan perlakuan D = 40 ekor/l. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan peubah yang diukur : sintasan dan pertumbuhan biomassa. Hasil yang diperoleh adalah perlakuan A = rata-rata sintasan 57,95 %, perlakuan B = rata-rata tingkat sintasan 53,01 %, perlakuan C = rata-rata tingkat sintasan 42,83 % dan perlakuan D = rata-rata tingkat sintasan 25,27 %Kata Kunci: Juvenil udang windu, Salinitas, Kepadatan udang windu, Sintasan dan Pertumbuhan Biomassa Mutlak

Page 1 of 1 | Total Record : 8