cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Premiere Educandum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2011)" : 6 Documents clear
MOTIVASI BELAJAR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH: SEBUAH KAJIAN PADA INTERAKSI PEMBELAJARAN MAHASISWA Anggraini, Irmalia Susi
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan teori motivasi menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi proses dan hasil pembelajaran. Motivasi meningkatkan minat belajar, perbedaan Motivasi menjadi daya penggerak dalam pembelajaran, tapi yang harus diperhatikan adalah dari mana motivasi itu datang. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana meningkatkan motivasi bagi mahasiswa di Program Studi Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Motivasi merupakan variabel dependen yang diukur dengan (1) Memiliki literatur, (2) Frekuensi bertanya pada dosen, (3) Ketepatan mengerjakan tugas individu, (4) dan tingkat kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan. Variabel independen dari motivasi adalah intrinsik dan ekstrinsik. Berdasarkan hasil analisis data menyimpulkan sebagai berikut: faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah: 1. Faktor internal termasuk minat terhadap ilmu yang dipelajari dan orientasinya dalam mengikuti pendidikan tinggi, dan 2. faktor eksternal, termasuk kualitas dosen yang mengajar, isi pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan, kondisi dan suasana ruang kuliah serta fasilitas perpustakaan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.Key words : Learning motivation, affecting factors, learning interaction
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSOS (THREE STAY ONE STRAY) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDN KANIGORO 03 KOTA MADIUN Suraya, Selly Nurina
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe TSOS di SDN Kanigoro 3, Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kanigoro 3, Madiun selama 4 bulan mulai bulan  Februari sampai Mei 2011. Subjek penelitiannya siswa kelas IV sejumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Teknik observasi dilakukan untuk mengamati keterampilan sosial (sikap afektif siswa) dalam proses pembelajaran, meliputi keterampilan berbagi, partisipasi dan komunikasi. Data diperoleh dari observasi proses pembelajaran yang diambil menggunakan lembar observasi penilaian afektif (keterampilan sosial), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian untuk melatihkan keterampilan sosial siswa pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata setiap siswa hanya menunjukkan 1 macam keterampilan sosial. Nilai rata-rata setiap aspeknya, yaitu keterampilan berbagi 63,74, keterampilan partisipasi 64,58, keterampilan komunikasi 59,77. Mengalami peningkatan pada siklus II, dimana siswa dapat melakukan komunikasi, berbagi dan berpartisipasi yang lebih baik lagi dengan temannya dalam diskusi. Nilai rata-rata tiap aspeknya, yaitu keterampilan berbagi 84,67; keterampilan partisipasi 87,09; dan keterampilan komunikasi 84,67. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan disimpulkan bahwa melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe TSOS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA di SDN Kanigoro 3, Madiun yang ditunjukkan dengan data peningkatan antara lain: keterampilan berbagi dari siklus I rata-rata 63,74 ke siklus II rata-rata 84,67 keterampilan partisipasi dari siklus I rata-rata 64,58 ke siklus II rata-rata 87,09 dan keterampilan komunikasi dari siklus I rata-rata 59,77 ke siklus II rata-rata 84,67. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif Tipe TSOS, Keterampilan Sosial, IPA
IMPLEMENTASI KEGIATAN OUTBOUND DALAM UPAYA PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI SUSARI, HERMAWATI DWI
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial, sifat egosentrisme yang menjadi karakteristrik anak usia TK perlu mendapatkan rangsangan dan bimbingan agar tidak menghambat proses sosialisasi anak di masyarakat pada masa yang akan datang. Dalam kaitannya dengan usaha tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjajagi penggunaan kegiatan outbound sebagai sarana untuk pembentukan perilaku sosial-emosional pada anak usia dini. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial dan emosional anak usia dini di TK pada Sekolah Alam Bandung relatif telah berkembang dengan baik. Kondisi emosional anak juga menunjukkan kemampuan untuk mengenali dan memahami perasaan yang dialami, tetapi belum mampu untuk mengontrol emosinya tersebut. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan telah tepat meskipun masih perlu adanya beberapa perbaikan. Permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan fungsinya sebagai pendidik anak usia dini dan fasilitator outbound. Tampak adanya pengaruh kegiatan outbound terhadap upaya pembentukan perilaku sosial dan emosional anak usia dini meskipun kurang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut maka direkomendasikan mengenai pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan outbound dalam upaya pembentukan perilaku sosial dan emosional pada anak usia dini di masa mendatang.Kata kunci : Kegiatan Outbound, Pembentukan Perilaku Sosial dan Emosional, Anak Usia Dini
IMPLEMENTASI PROFESIONALISME GURU DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Djarot SM, Vitalis
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme dalam bidang pendidikan di negeri ini dari waktu ke waktu memperoleh tempat untuk dikembangkan, dan bahkan telah menjadi tuntutan. Berbagai cara ditempuh oleh para pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk mewujudkan tuntutan tersebut. Salah satu tuntutan tersebut adalah melalui program sertifikasi guru. Pelaksanaan program sertifikasi guru pada dasarnya mengacu antara lain pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, tentang Guru, yang mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik. Tujuannya sangat mulia, yaitu meningkatkan kualitas pengalaman berkarya dan berprestasi yang dicapai oleh masing-masing guru selama menjalankan tugasnya sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Harapannya adalah setelah para guru memperoleh sertifikasi guru, sehingga disebut tenaga yang profesional, mampu memberi motivasi belajar siswa di sekolah, khususnya siswa sekolah dasar.Kata kunci: Profesionalime, Memotivasi Belajar
warning: Creating default object from empty value in /var/www/ejournal/sites/all/modules/ejournal/ejournal.module on line 2718. Abstrak: Supervisi pengajaran bertujuan mengembangkan situasi pengajaran yang lebih baik, membimbing pengalaman mengajar guru, dan membantu guru menilai kemajuan siswa. Pemberian motivasi supervisor kepada guru dapat menjadi potensi untuk peningkatan komitmen guru. Para ahli mengemukakan berbagai macam pendekatan supervisi dan dimensi dalam mengklasifikasi guru, sehin Gunawan, Imam
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pengajaran bertujuan mengembangkan situasi pengajaran yang lebih baik, membimbing pengalaman mengajar guru, dan membantu guru menilai kemajuan siswa. Pemberian motivasi supervisor kepada guru dapat menjadi potensi untuk peningkatan komitmen guru. Para ahli mengemukakan berbagai macam pendekatan supervisi dan dimensi dalam mengklasifikasi guru, sehingga supervisor dapat memilih pendekatan dan gaya dalam melaksanakan supervisi. Berbagai pendekatan yang dikemukakan oleh ahli mencakup supervisi klinis, pendekatan direktif, pendekatan nondirektif, pendekatan kolaboratif, pendekatan informal, kolegial, dan individual dihubungkan dengan dimensi guru mencakup tingkat perhatian guru, tingkat tanggung jawab, kematangan kepribadian, dan kompleksitas kognitif guru akan memberikan berbagai bentuk rekomendasi pendekatan alternatif dalam pelaksanaan supervisi. Kata Kunci : pendekatan alternatif, supervisi pengajaran
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA MAHASISWA TERBIMBING BERBASIS INQUIRY PADA MATA KULIAH PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA (PKBI) UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER MAHASISWA PGSD IKIP PGRI MADIUN Tryanasari, Dewi
Premiere Educandum Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter positif harus dimiliki oleh seorang guru terutama guru SD yang menjadi ujung tombak pendidikan dasar. Pembentukan karakter positif pada calon guru SD seharusnya dimulai dari proses perkuliahan. Gejala yang ditunjukkan oleh mahasiswa semester 2 Prodi PGSD IKIP PGRI Madiun adalah kurangnya karakter positif yang terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang terlambat dalam mengikuti proses perkuliahan, mengumpulka tugas, dan kurang proaktifnya mahasiswa terhadap perkembangan yang terjadi dalam dunia kampus. Untuk itu diperlukan penyelesaian masalah melalui penelitian tindakan yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan karakter. Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) sebagai salah satu sarana perkuliahan dipilih sebagai alternatif pemecahan masalah. LKM yang dimaksud dalam penelitian ini adalah LKM terbimbing berbasis inquiry sehingga dalam proses perkuliahan mahasiswa dapat menemukan konsep secara mandiri kemudian proses pembimbingan dilakukan untuk meluruskan konsep yang salah serta melakukan praktik secara langsung untuk memupuk keterampilan berbahasa mahasiswa. Karena penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah penelitian tindakan kelas, maka dalam penelitian ini diambil kelas yang paling bermasalah dalam hal karakter. Berdasarkan pengamatan awal, kelas yang paling bermasalah dalam hal ini adalah kelas 2G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses perkuliahan dengan LKM ini berlangsung, mahasiswa yang semula diindikasikan bermasalah dalam hal disiplin dan keaktifan menunjukkan perkembangan disiplin dan keaktifan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKM terbimbing berbasis inquiry memang efektif untuk mengembangkan karakter. Kata Kunci: Karakter, LKM

Page 1 of 1 | Total Record : 6