cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 16 Documents clear
KEARIFAN LOKAL TRADISI UYEN SAPI PERAJUT INTEGRASI SOSIAL (STUDI KASUS DI DESA JONGGOL KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO) Yudi Hartono; Dewi Setiana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.572 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang prosesi, makna simbolis, fungsi, dan pelestarian tradisi Uyen Sapi di Desa Jonggol Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk kearifan masyarakat lokal dalam merajut integrasi sosial. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer berupa informasi dari warga masyarakat, kepala desa, tokoh adat, dan tokoh agama. Sumber sekunder berupa bahan pustaka dengan kualifikasi tinggi untuk melengkapi data primer. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, mencatat dokumen dan arsip. Validitas data diperoleh melaui trianggulasi sumber, dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Uyen Sapi dilaksanakan pada hari Jumat Wage Wuku Wuye. Hari tersebut dianggap hari kelahiran sapi. Prosesi diawali dengan ikrar hajat oleh tokoh adat dalam Bahasa Jawa, dilanjutkan doa oleh tokoh agama dalam Bahasa Arab; pembagian bahan-bahan selamatan secara merata kepada warga yang diundang, termasuk warga yang tidak bisa datang; dan terakhir pemberian minuman dawet kepada sapi di kandang. Bahan-bahan selamatan mengandung makna simbolik tersendiri. Makna simbolik tersebut tidak lepas dari ekspresi harapan dan doa syukur, keselamatan, dan keberkahan rizki yang diberikan Tuhan. Tradisi tersebut menjadi media bagi masyarakat dalam merajut integasi sosial. Tradisi Uyen Sapi dilestarikan oleh masyarakat yang bersangkutan dan melibatkan pemerintah daerah setempat.
SEJARAH DAN PENCERAHAN MASYARAKAT: Paradigma Pengajaran Sejarah di Persimpangan Jalan Singgih Tri Sulistiyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.531 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.763

Abstract

Penelititan dan penulisan sejarah telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam era reformasi ini. Berbagai kontroversi dalam penulisan sejarah menyebabkan dunia pengajaran sejarah di sekolah menghadapi dilema. Penulisan sejarah dan kesadaran sejarah memiliki kaitan yang sangat erat. Guru sejarah mampu memberikan pencerahan sosial kepada murid-muridnya melalui pengajaran sejarah. Pengajaran sejarah dengan paradigma yang sesuia dengan hakekat sejarah akan membebaskan masyarakat dari belenggu mitos masa lampau. Penulisan sejarah akan menjadi salah satu sarana untuk menciptakan kesadaran sejarah. Penulisan sejarah bersifat sangat terbuka sesuai dengan penemuan-penemuan bukti baru, interpretasi baru, dan tentu saja juga kepentingan-kepentingan baru. Tidak ada yang kekal dalam penulisan sejarah kecuali penulisan kembali sejarah itu sendiri Peran guru sejarah dalam melakukan pencerahan sosial melalui pengajaran sejarah di sekolah tidak perlu disangsikan lagi. Para penyusun kurikulum dan bahan ajar ini lah yang banyak mewarnai paradigma pengajaran sejarah di sekolah. Pengajaran sejarah yang memiliki nilai pencerahan sosial merupa-kan pengajaran sejarah yang sejauh mungkin menghindari narasi yang banyak memuat pola-pola oposisi biner hitam putih.
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DESA PURWODADI KECAMATAN BARAT KABUPATEN MAGETAN TAHUN 1990-2010 Debi Setiawati; Warih Yudo Sanjoyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.63 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perkembangan sosial budaya Desa Purwodadi Kecamatan Barat Kabupaten Magetan tahun 1990-2010. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, mencatat dokumen dan arsip. Validitas data diperoleh melaui trianggulasi sumber, dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1990-an hampir seluruh masyarakat Desa Purwodadi menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Perubahan sosial diawali dengan semakin menyempitnya lahan pertanian serta sektor pertanian tidak lagi menjanjikan kemapanan status sosial. Yang dilakukan masyarakat Purwodadi adalah menyewakan lahan kepada penyewa perorangan maupun PG Purwodadie. Struktur sosial perlahan mulai berubah. Nilai-nilai sosial gotong royong mulai luntur. Satu-satunya yang masih tersisa adalah tradisi Bersih Desa. Desa Purwodadi sebagai bekas pusat Pemerintahan Kadipaten Purwodadi yang berlatar belakang agama Islam membawa dampak pada tumbuh dan berkembangnya kesenian-kesenian yang bernafaskan Islam, antara lain terbang, gembrung, dan jedor. Kesenian-kesenian tersebut pernah ada di Desa Purwodadi sebelum tahun 1990-an, saat ini mulai tergeser oleh bentuk-bentuk kesenian modern yang lebih mementingkan aspek hiburan.
MODEL PENDEKATAN PEMBELAJARAN SEJARAH DARI ISUS-ISU KONTROVERSIAL, SEJARAH-KOMPARATIF KE ANALISIS TEKSTUAL Helius Sjamsuddin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.414 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.764

Abstract

Pengajaran sejarah umumnya masih dalam hafalan faktual saja. Menurut jenjang usia, para siswa juga diperkenankan secara sederhana cara kerja (metode) sejarawan mengumpulkan materi sejarah sampai pada penulisannya (historiografi).. Munculnya isu-isu kontroversial ada hubungannya dengan masalah obyektivitas dan / subyektivitas sejarah. Sejarawan yang baik sepakat menulis karya sejarah yang tidak memihak dan tidak bersifat pribadi. Pada kenyataannya setiap mata pelajaran (subject matter) atau disiplin memiliki masalah kontroversial yang tidak terpecahkan. Meskipun sebuah topik secara politik kontroversial tidak berarti sekolah atau guru secara individual netral. Para guru telah menggunakan pendekatan tertentu dalam mengajarkan isu-isu kontroversial.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPS SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO PADA SISWA KELAS VII B MTs NEGERI KEMBANGSAWIT TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Anjar Mukti Wibowo; Wiwik Lailatur Rodliyah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.433 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa dan peningkatan keaktifan serta prestasi siswa pada pelajaran IPS Sejarah dengan menggunakan strategi pembelajaran The Power Of Two Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Negeri Kembangsawit Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 37 siswa, yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dirancang dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi dan tes. Data yang diperoleh adalah data angket minat belajar siswa, keaktifan siswa serta prestasi belajar siswa. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui presentase hasil angket minat belajar siswa pada IPS Sejarah siklus I adalah 46% meningkat pada siklus II menjadi 92%, begitu pula dengan keaktifan siswa yang mengalami peningkatan, pada siklus I presentase keaktifan siswa 41% naik pada siklus II menjadi 84%, dan prestasi belajar siswa pra siklus 35% meningkat pada siklus I 46% dan pada siklus II menjadi 92%.
KESADARAN SEJARAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN MONUMEN JENDERAL SOEDIRMAN (STUDI KASUS DI DESA PAKIS BARU KECAMATAN NAWANGAN KABUPATEN PACITAN) Abraham Nurcahyo; Nur Hidayati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.89 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v2i1.765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian monumen Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan di Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan selama enam bulan. Data diperoleh dari sumber primer dan sumber skunder. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif. Objek penelitian adalah masyarakat Desa Pakis Baru dengan mengambil sampel aparat pemerintah, penjaga monumen, masyarakat sekitar monumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Pakis Baru dalam melestarikan monumen Jenderal Soedirman masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya peninggalan sejarah, masyarakat yang bersifat materialistik, masyarakat yang cenderung menunggu perintah aparat desa, kurangnya sosialisasi tentang pentingnya peninggalan sejarah.

Page 2 of 2 | Total Record : 16