cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 01 (2014)" : 8 Documents clear
Cerita Sejarah Dan Penanaman Nilai-Nilai Moral (Studi Kasus Di Desa Pandean Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun) Ari Frianti Ristiana; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.812 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dari pesan yang ada dalam cerita kepada anak-anak usia dini antara 1-6 tahun di Desa Pandean sehingga selain membacakan cerita, para orangtua di Pandean juga mendidik anak-anak mereka dengan cerita. Cerita bisa mendorong minat baca anak untuk membaca khususnya anak usia dini, sehingga dengan membaca cerita anak juga bisa mengimplementasikan pesan moral yang ada dalam cerita di lingkungan belajarnya. Selain itu, penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan bahan ajar oleh orangtua atau para tenaga pendidik kepada siswanya, dan menjadi metode dalam mendidik anak-anak pada usia dini.Penelitian ini mengambil tehnik sampel purposive karena bertujuan untuk mengambil data dari sebagian populasi TK yang ada di Pandean. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sampel yang lebih efisien dan efektif. Penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan kepada ibu-ibu di TK Pembina. Peneliti menyebarkan angket dan 30 menit kemudian data dari angket tersebut dikumpulkan dan diteliti secara cermat dan tepat apakah ada kekurangan dalam pengumpulan data. Penelitian ini juga dilakukan bagi ibu-ibu di sekitar Pandean yang mempunyai anak umur 1-6 tahun. Selain itu, peneliti menggunakan metode observasi kepada anak-anak dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 627 KK di Kelurahan Pandean yang mempunyai anak antara usia 1-6 tahun yaitu 73 KK, dan peneliti mengambil data sebanyak 50% dari ibu-ibu di Pandean telah membacakan cerita sejarah atau cerita dongeng kepada anaknya baik itu sebelum tidur atau di waktu senggang. Dari 36 responden, terdapat 26 responden yang membacakan cerita untuk anak-anaknya. Jadi hanya 35% orangtua di Pandean yang membacakan cerita untuk anaknya. Tujuan para orangtua untuk membacakan cerita sejarah ini kepada anak agar anak memiliki wawasan luas tentang dunia nyata, anak akan mempunyai imajinasi dengan bercerita, mendorong anak untuk belajar membaca buku dari usia dini, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam cerita sejarah/dongeng. Menurut para orangtua di Pandean, mereka berusaha untuk meluangkan waktu untuk membacakan cerita bagi anak-anak mereka walaupun mereka sibuk baik di rumah dan di luar rumah. Sebagian besar orangtua di Pandean membacakan cerita rakyat Malin Kundang kepada anak mereka karena di dalam cerita Malin Kundang terdapat nilai luhur bagi anak usia dini yaitu tidak boleh durhaka kepada orangtua, sayang  kepada orangtua, bekerja keras jika ingin berhasil.
Pengembangan Model Pembelajaran Budi Pekerti Berbasis Multikultural Herimanto Herimanto; Triyanto Triyanto; Musa Pelu
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.612 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.817

Abstract

Long-term goal of this study was to character-based learning model can be applied in the implementation of the multicultural character education curriculum in junior high school (SMP) in Surakarta as an effort to prevent a culture of violence in Surakarta. The target of this study is the identification of a model-based development of multicultural learning manners. To achieve these objectives do Research and Development (R & D) gradually for 3 (three) years. This study used a qualitative paradigm, which I pursued in the exploratory method; year to second with the method of exposure, focus groups, workshops, and in-depth interviews; year to III with training methods, test models, evaluation of the test results, the revised and improved model that has been tested, and dissemination of results. development. Concrete measures in the first year were identified: 1) initial ability of teachers to implement character education multicultural education based learning process in implementing character education curriculum. 2) Perception of teachers character education based on learning multicultural education. 3) Perceptions of stakeholders (Department Dikpora / Surakarta City Government, parents / guardians, school character education) to the learning process based multicultural education. 4) Identify the extent of the implementation of character education has been developed through a learning process based on multicultural education, and 5) draft a tentative model of the development of learning-based multicultural character as prevention of the culture of violence in Surakarta. Data collected from other informants, places and events as well as documents / files, or through focus groups, which further analyzed with interactive models.The results obtained in the studies I dart this, namely: (1) The teachers have implemented a character education character-based multicultural learning through discussion methods, simulations, games, community service, observations, as well as the provision of materials in the classroom manners. However, most teachers do not understand the concept of multicultural education, (2) The teachers and stakeholders strongly support the learning plan based multicultural character, given that smells sara violence that often involve the students, (3) learning manners have been implemented with based multicultural through the process of learning, habituation, and modeling. Habituation and modeling performed by all the schools, while the learning process implemented by educators character education, (4) learning manners are still a lot of barriers or obstacles that come dart students, teachers / administrative staff-employees, the environment around the school, funds, facilities and infrastructure, principals, parents, and government policy.
Sejarah Dan Peranan Tari Kang Potro Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Lokal (Studi Kasus Di Desa Banyudono Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Tahun 2006-2012) Zulfa Khoirun Nisa`; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.547 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan, peranan Tari Kang Potro dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal di Desa Banyudono Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo, serta upaya masyarakat dalam melestarikan  Tari Kang Potro sebagai produk budaya yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya. Jenis penelitian studi kasus, Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif tiga komponen Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama Tari Kang Potro secara historis berasal dari nama tokoh Potro Joyo-Potro Tholo, dua abdi pengikut Pangeran Bujangganom. Berangkat dari cerita inilah Tari Kang Potro diciptakan, dan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tarian ini tidak hanya berperan sebagai tontonan, namun juga menjadi sarana penyebaran informasi efektif untuk mendidik masyarakat melalui nilai-nilai budaya lokal yang terkandung di dalamnya. Upaya pelestarian Tari Kang Potro terus dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah, dengan cara mendirikan Sanggar Tari, mengikutkan tarian ini dalam event-even tertentu, dan mendokumentasikan dalam bentuk CD.
Musik Pengamen Jalanan (Studi Tentang Fungsi Musik Jalanan Sebagai Media Pendidikan Moral Dan Kritik Sosial) Agus Tri Laksana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.469 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.818

Abstract

Di dalam kehidupan sosial masyarakat, musik dan pemusik jalanan adalah dua hal yang sangat menarik. Musik dapat membuat orang untuk merasa senang dan bahagia, tetapi orang juga bisa menjadi pemusik atau penyayi. Realitasnya di lapangan ternyata ada interaksi antara pemusik dan lagu-lagu yang dinyanyikan. Pada pengamen jalanan, musik dinyanyikan sekaligus mempunyai dua fungsi, yang pertama sebagai media hiburan untuk menghibur para pendengar dan yang kedua adalah sebagai sarana untuk melakukan seruan moral dan kritik sosial. Hal lainnya dalam konteks ekonomi para pemusik jalanan itu juga memperoleh uang sebagai penopang ekonominya. Jadi sekaligus sebagai strategi ekonomi untuk memperoleh pendapatan.
Sejarah Tari Keling Dan Upaya Pelestariannya (Studi Historis Sosiologis Di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun 1942-2012) Yudi Prasetiyo; Hartono Hadi Wasito
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.171 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kesenian Tari Keling di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana pelestarian kesenian Tari Keling tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juni berlokasi di Dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang datanya tidak berbentuk angka dan biasanya menekankan untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data menggunakan trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kesenian Tari Keling Di Dusun Mojo pada awalnya dirintis oleh Khasan Ngali dan beberapa masyarakat Dusun Mojo lainnya. Tarian tersebut pada awalnya diciptakan untuk menghibur masyarakat yang pada saat hari raya Idul Fitri tidak mempunyai cukup biaya untuk mengadakan pesta hiburan dikarenakan gagal panen atau paceklik. Pada masa kini Tari Keling dipentaskan setiap Hari Raya Idul Fitri, Satu Syuro dan acara-acara lainnya. Bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat adalah dengan berdirinya suatu paguyuban Tari Keling yang diberi nama Guno Joyo dan juga pementasan rutin yang diadakan setiap Idul Fitri, Satu Suro dan acara Agustusan. Selain itu juga diadakan regenerasi dengan diikutsertakanya para generasi muda untuk ikut ambil bagian pada saat pementasan Tari Keling, pembuatan rekaman CD dan juga kaos yang bergambarkan ciri khas Tari Keling.
Peran Perempuan Dalam Tradisi Upacara Bersih Desa (Studi Kasus Di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan) Anita Setyowati; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.513 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.819

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan adat istiadat atau tradisi. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat adalah tradisi upacara bersih desa. Di Desa Kiringan,Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan tradisi bersih desa rutin digelar setahun sekali. Sebuah tradisi yang merupakan wujud syukur masyarakat terhadap hasil panen, serta bertujuan untuk membersihkan desa dari segala balak atau bencana. Tradisi upacara bersih desa merupakan sebuah tradisi yang tak bisa dilepaskan dari peran kaum perempuan dalam pelaksanaannya. Anggapan bahwa perempuan itu irrasional atau emosional sehingga perempuan tidak bisa tampil sebagai pemimpin, berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting. Tetapi anggapan tersebut terbantahkan. Dengan kenyataan bahwa dalam tradisi upacara bersih desa peran kaum perempuan sangat penting, sehingga keberadaan mereka tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam budaya dan tradisi tertentu, perempuan mendapatkan tempat yang terhormat di masyarakat Indonesia.Penelitian ini bertujuan mengungkap peran perempuan dalam tradisi upacara bersih desa. Penelitian ini dilakukan dilakukan di Desa Kiringan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa keterangan atau fakta dari informan dan peristiwa atau aktivitas serta dokumen dan arsip lain yang relevan. Analisis data dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam tradisi upacara bersih desa di Desa Kiringan adalah sebagai penyedia atau pembuat uborampe dan sebagai tledhek atau penari dalam kesenian Tayub.
Pola Kepemimpinan Kepala Desa Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Umat Beragama (Studi Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan) Octavian Hendra Priyatno; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.238 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian lapangan (field study research). Sumber data berasal dari sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan ditentukan melalui teknik bertujuan (purposive sample). Validasi untuk menguji kebenaran data yakni trianggulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun berorientasi pada perilaku kepemimpinan demokratis. Penekanan pola perilaku tersebut dapat mengakomodasi berbagai kepentingan golongan sehingga terjalin interaksi yang positif antara lembaga pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Kepemimpinan demokratis ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang berlandaskan musyawarah dengan melibatkan masyarakat bersangkutan. Hasil penelitian lainnya ditemukan bahwa kerukunan umat beragama di Desa Balun tidak bisa dilepaskan dari prinsip kekeluargaan, pendidikan, kultur masyarakat, peranan tokoh agama, serta dukungan dari pemerintah desa. Selain itu, dalam mempertahankan kerukunan umat beragama di Desa Balun memerlukan kharakter kepemimpinan desa yang secara umum berkecenderungan komunikatif, fleksibel, terbuka, peduli, dan partisipatif untuk meminimalkan benih-benih konflik di tubuh masyarakat.
Perkembangan Surat Kabar Lokal Di Madiun Tahun 1999-2011 Aditya Nur Hanafi; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.635 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i01.820

Abstract

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis pendekatannya adalah pendekatan studi kasus. Penelitian studi kasus ini dapat membantu peneliti dalam mengungkap masalah yang terjadi dalam perkembangan surat kabar lokal yang ada di Madiun pada tahun 1999-2011. Sumber Data yang digunakan sumber data primer dan sekunder. Data Primer, dimana penelitian ini memperoleh informasi dari pimpinan redaksi, sekretaris dan koordinator lapangan dari masing-masing perusahaan surat kabar lokal yang ada di Madiun. Sedangkan data sekunder, dimana data ini digunakan untuk menguatkan teori yang digunakan dalam landasan peneliti dalam melakukan penelitian yang diperoleh dari referensi kepustakaan yang berfungsi menguatkan data yang diperoleh dari lapangan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara (interview), dokumentasi dan observasi lapangan. Dalam menganalisis data menggunakan metode wawancara (interview) dan penelitian lapangan (research). Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat 3 tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa perkembangan surat kabar lokal di Madiun dari tahun 1999-2011 mengalami perkembangan. Indikasi mengalami perkembangan adalah sudah tersebarnya surat kabar di wilayah Madiun secara merata, yang dulu hanya tersebar diwilayah kota saja. Informasi dari segala bidang (pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik dan kewirausahaan) dapat diperoleh oleh masyarakat dari berbagai golongan. Berkembang dan bertahanya surat kabar lokal di era modern ini juga merupakan bukti bahwa masyarakat juga masih percaya dengan surat kabar. Hasil penelitian yang lain menyebutkan bahwa surat kabar lokal memberikan pengaruh terhadap perkembangan Kota Madiun baik di bidang pendidikan, kewirausahaan, pemerintahan dan politik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8