cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
Meningkatkan Kemampuan Higher-Order Thinking Menggunakan Problem Based Learning Pada Mata Kuliah Sejarah Asia Tenggara Khusnul Khotimah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.452 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2654

Abstract

Kemampuan bertahan dan beradaptasi manusia apda era globalisasi sangat dipengaruhi kemampuan berpikir tinggi untuk mencari solusi pemecahan masalah. Pendidikan sebagai sarana mencetak sumber daya manusia harus memfasilitasi kebutuhan ini dengan memberikan pembelajaran yang merangsang siswa berpikir tinggi. Penerapan PBL yang berbasis blended learning dapat meningkatkan higher-order thinking dengan waktu yang tidak terlalu lama. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diterapkan mata kuliah sejarah Asia Tenggara. Prosedur dan langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini mengikuti model Kemmis dan Mc. Taggart yang berupa model spiral yaitu dalam satu siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. ada peningkatan yang berbeda-beda untuk setiap aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi dari siklus pertama dan siklus kedua. Aspek dengan capaian tertinggi dari kedua siklus adalah aspek interpretation sebesar 78%. Aspek self relugation mengalami kenaikan yang paling sedikit yaitu 3%. Secara umum kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dari kedua siklus mengalami peningkatan. Skor rata-rata kelas untuk tes kemampuan berpikir tingkat tinggi juga mengalami peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 11,8%.
Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Terhadap Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang Muhammad Naharuddin Arsyad; Fatmawati fatmawati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.238 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif materi sejarah peradaban Romawi kuno terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa prodi Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Angkatan 2016 kelas A prodi Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling satu kelas. Dari hasil validitas ahli materi dan ahli desain media terhadap media pembelajaran berbasis multimedia interaktif diperoleh masing-masing total nilai 80% dan 87% dengan kriteria valid dan sangat valid. Sehingga dengan hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif materi Sejarah peradaban Romawi kuno layak digunakan. Dari hasil uji kolmogorov-smirnov dengan menggunakan SPSS 14 diperoleh bahwa subjek penelitian terdistribusi normal dan berdasarkan hasil uji-t Paired Samples Test diketahui bahwa nilai sig sebesar 0,000 > 0,05. Sedangkan thitung -16.071 dan untuk ttabel pada taraf signifikan α = 5% (0,05) dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 45-1 = 44. Pengujian 2 sisi ( signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk ttabel pada 2,01537 dengan taraf signifikan 0,025. Didapatkannya hasil -thitung < -ttabel (-16.071 < -2,01537) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada materi sejarah peradaban romawi kuno dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa prodi sejarah dan sosiologi IKIP Budi Utomo Malang.
Tradisi Sawer Panganten Sunda Di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Yadi Kusmayadi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.619 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2470

Abstract

Secara garis besar tradisi sawer panganten dilakukan setelah selesai akad nikah, pasangan pengantin duduk di kursi yang disimpan di depan rumah mempelai wanita yang disaksikan ratusan pasang mata. Tempat yang digunakan untuk upacara sawer merupakan tempat terbuka yang biasa disebut tempat panyaweran.  Pasangan pengantin tersebut didampingi oleh seorang pemegang payung dan didepannya berdiri juru sawer atau biasa disebut penyawer.  Juru sawer ini umumnya kaum wanita.Upacara sawer diawali dengan mengucapkan ijab kabul oleh penyawer, kemudian dilanjutkan dengan melantunkan syair/puisi sawer. Puisi sawer adalah puisi yang biasa dilagukan pada waktu upacara sawer seperti pada waktu upacara khitanan dan perkawinan. Kata sawer mengandung arti tabur atau sebar. Setelah melantunkan satu bait syair sawer, penyawer menyelinginya dengan menaburkan beras, irisan kunir, permen, uang logam dan bermacam – macam bunga rampai yang disimpan di dalam baskom (tempat menyimpan benda saweran) ke atas payung atau ke arah pengantin. Sehingga dalam waktu bersamaan, anak-anak ataupun orang dewasa yang bergerombol di belakang pengantin saling berebut memungut uang sawerdan permen.
Tari Bandol Kabupaten Magetan (Sejarah, Nilai Filosofis Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal) Valdrin Antariksawan; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.1 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, nilai filosofis dan potensi tari bandol sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian bandol diciptakan oleh seniman Kabupaten Magetan yaitu Sarwo Edy Santoso dan Imam Joko. Tari ini menceritakan tentang kegagahan prajurit gondokusuman masa kerajaan Mataram Islam yang melawan penjajah Belanda yang hendak menjajah Kabupaten Magetan. Tari ini memiliki nilai filosofis kepahlawanan, kewibawaan, persatuan, rasa saling peduli, pantang menyerah dan sifat kerjasama (kebaikan). Tari bandol merupakan hasil dari perlombaan tari yang dilakukan dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Magetan yang menginginkan adanya tarian khas Kabupaten Magetan. Tari ini sering di tampilkan dalam berbagai acara di Kabupaten Magetan, seperti upacara temu temanten, hari jadi Kabupaten Magetan dan larung sesaji. Tari Bandol sudah dijadikan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah di Kabupaten Magetan.
Penerapan Model Pembelajaran STAD Menggunakan Media Film Dokumenter Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kesadaran Sejarah Siswa SMA Plus Informatika Ciamis Aan Suryana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.603 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2485

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) dengan film documenter pendudukan Jepang di Indonesia dalam pembelajaran sejarah dalam meningkatkan motivasi belajar dan kesadaran sejarah siswa kelas XI SMA Plus informatika Ciamis. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian diperoleh dari pengamatan kegiatan pembelajaran, informan (siswa, guru, dan kepala sekolah), dokumen, dan foto kegiatan dengan tahapan planning, action, observing, dan reflecting. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang dicapai siswa pada siklus I untuk sikap motivasi belajar rata-rata 67,9, siklus II meningkat 76,66, dan siklus III mencapai 83,11. Untuk sikap kesadaran sejarah siswa memperoleh rata-rata siklus I 68,8, siklus II meningkat 79,4, dan siklus III mengalami peningkatan 85,05. Selanjutnya, peningkatan prestasi atau hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata post test yakni siklus I 69,5 meningkat 74,42, dan pada siklus III meningkat 79,8. Dengan persentase ketuntasan klasikal siklus I 42,85%, siklus II meningkat 60%, dan siklus III meningkat 85,71%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Sejarah adalah 75 dengan persentase ketuntasan klasikal minimal ditentukan 75%. Persentase Ketuntasan Klasikal Minimal skala sikap motivasi belajar dan kesadaran sejarah adalah 80%.
Tradisi Jamasan Pusaka Di Desa Baosan Kidul Kabupaten Ponorogo (Kajian Nilai Budaya Dan Sumber Pembelajaran Sejarah) Kabul Priambadi; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.281 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2678

Abstract

Tradisi dapat ditunjukkan dari hasil budaya yang masih ditemui, baik yang sederhana maupun modern. Hal ini merupakan kemajuan pola pikir nenek moyang kita dalam berkarya baik secara fisik maupun non fisik. Sebagai hasil teknologi, kebudayaan fisik cepat mengalami perkembangan. Kebudayaan sendiri merupakan kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari generasi berikutnya yang memiliki kelemahan dan keunggulan, oleh karena itu, tidak ada kebudayaan yang sempurna. Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda-benda pusaka seperti keris yang di angggap memiliki tuah. Dalam tradisi masyarakat jawa, jamasan pusaka menjadi sesuatu kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan hanya dalam waktu tertentu saja yaitu di bulan suro seperti yang dilakukan di Desa Baosan Kidul Kabupaten Ponorogo. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendekatkan generasi muda dengan tradisi yang masih ada di dalam lingkungannya, supaya generasi muda dapat mencintai budaya lokal sendiri dan juga tradisi ini sebagai ajang silahturahmi masyarakat Desa Baosan Kidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu wawancara langsung ke narasumber atau tokoh masyarakat dan hasil wawancara berupa catatan lapangan yang kemudian diambil kesimpulanya yaitu Jamasan memandikan pusaka atau keris menggunakan perasan air jeruk nipis dan biasanya dilakukan disetiap masing-masing rumah pada bulan suro.
Industrialisasi Dan Berkembangnya Kota Malang Pada Awal Abad ke-20 Winin Maulidya Saffanah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.74 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2646

Abstract

Kehadiran Kota Malang sebagai Kotapraja pada tahun 1914 tidak dapat dilepaskan dari industrialisasi yang terjadi di kota tersebut pada awal abad ke-20. Kehadiran dua pabrik gula yaitu Kebon Agung dan Krebet Baru pada dekade 1900-an telah mendorong pertumbuhan Kota Malang dengan infrastruktur yang cukup memadai dan penduduk yang cukup padat. Pada dekade 1930-an, industri gula ini diganti dengan industri rokok sebagai salah satu penopang perkembangan kota Malang. Salah satu penyebab dari berdirinya pabrik-pabrik ini adalah diterbitkannya Undang-undang Gula dan Undang-undang Agraria pada tahun 1870. Kedua undang-undang ini menyebabkan wilayah Malang yang berada di dekat gunung dan cukup subur dibanjiri oleh modal swasta yang mendirikan berbagai perkebunan. Wilayah yang kelak menjadi Kota Malang sendiri merupakan titik pengumpulan yang juga ditinggali oleh banyak pemilik perekebunan sehingga akhirnya dibentuk infrastruktur yang memadai. Diresmikannya Kota Malang pada 1914 sendiri sangat terpengaruh dengan berdirinya banyak perkebunan dan industrialisasi ini. Kebutuhan akan infrastruktur yang memadai serta transportasi yang lancar membuat Kota Malang akhirnya berkembang sangat pesat dan memiliki segala fasilitas pendukung yang memadai. Seiring berjalannya waktu, industri ini tetap menjadi salah satu tulang punggung yang mendorong perekembangan Kota Malang.
Eksistensi Batik Pecel (Sejarah, Makna Simbolis Dan Potensinya Sebagai Ikon Pariwisata Kota Madiun) Bella Aulia Sahidah; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.727 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi, sejarah dan makna simbolis Batik Pecel sebagai ikon pariwisata Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian diperoleh bahwa batik pecel Kota Madiun merupakan salah satu batik daerah Madiun diawali ibu walikota Madiun tahun 2009. Batik ini memiliki makna tiap motifnya. Saat ini terdapat 3 motif yang berkembang di Kota Madiun, yaitu 1). motif pecelan komplit berisi berbagai macam ornamen sajian nasi pecel, yang melambangkan persatuan dan kesatuan yang menimbulkan kedamaian sehingga indah untuk dipandang, 2). motif pecelan gunungan dengan motif hanya ornamen sajian kuliner nasi pecel terletak di dalam segitiga, dan digambarkan sebagai gunung sehingga dinamakan motif pecelan gunungan. Motif pecelan gunungan bermakna harapan pemerintah mengenai Kota Madiun yang semakin berkembang dan tetap menjadi nomor satu kebanggan masyarakat Kota Madiun, 3). Motif menggambarkan kebudayaan masyarakat Madiun dalam menyajikan dan mengkonsumsi nasi pecel. Terlihat dari motif sajian  nasi pecel yang diletakkan di atas daun pisang yang diikat dengan batang lidi. Batik ini berpotensi untuk dijadikan ikon pariwisata, sebab menggambarkan kondisi sosial budaya Kota Madiun. Batik tersebut memiliki keunikan karena sampai saat ini belum ada batik yang menggambarkan sajian kuliner suatu daerah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8