JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Articles
23 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2019): April 2019"
:
23 Documents
clear
Analisis Perilaku Spiritual Terhadap Penerapan Spritual pada Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh
Kasihani Kasihani;
Syarifuddin Syarifuddin
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.339
Spiritualitas merupakan suatu kekuatan yang dibutuhkan pasien selama di rawat di rumah sakit. Spiritualitas dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan penguatan diri atau dalam menghadapi penyakitnya. Pendekatan sistematis terhadap perawatan spiritual pasien menjamin perawatan yang tepat dan efektif. Perilaku manusia mencakup tiga komponen, yaitu pengetahuan, sikap atau mental dan tingkah laku. Sikap atau mental merupakan sesuatu yang melekat pada diri manusia. Mental diartikan sebagai reaksi manusia terhadap sesuatu keadaan atau peristiwa, sedangkan tingkah laku merupakan perbuatan tertentu dari manusia sebagai reaksi terhadap keadaan atau situasi yang dihadapi. Perbuatan tertentu ini dapat bersifat positif dapat pula negatif. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis perilaku spiritualitas terhadap penerapan spiritualitas pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Aceh. Desain dalam penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 41 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 04-07 Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan spritualitas terhadap penerapan spritualitas pada pasien dengan nlai p-Value (0,03) tidak terdapat hubungan sikap spritualitas pasien dengan penerapan spritualitas dengan nilai p-Value (0,22), terdapat hubungan tindakan spritualitas pasien dengan penerapan spritulitas dengan nilai p-Value (0,02). Diharapkan kepada perawat untuk meningkatkan pengetahuan pasien jiwa untuk mengubah perilaku, penerapan spritualitas pada pasien sehingga pasien mendapatkan spritulitas yang dapat mengembalikan semangat untuk kesembuhan.
Perbandingan Rebusan Kunyit Asam dan Kompres Hangat terhadap Penurunan Dismenorea pada Siswi SMK Negeri 03 Banda Aceh
A, Raudhatun Nuzul Z;
Lisa, Ulfa Farrah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.316
Dismenorea merupakan masalah yang terkait menstruasi, yaitu nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Dismenorea menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita. Nyeri yang hebat di sekitar bagian bawah menyebabkan kesulitan berjalan, tidak nafsu makan, mual, dan sampai pingsan. Tujuan penelitian ini diketahui perbandingan rebusan kunyit asam dan kompres hangat terhadap penurunan dismenorea pada siswi SMK Neg.03 Banda Aceh. Dalam penelitian ini menggunakan tekhnik penelitian quasy eksperimen dengan pretest posttest control group design dengan menggunakan 2 kelompok eksperimen yaitu kelompok I (rebusan kunyit asam) dan kelompok II (kompres hangat). Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas 10 SMK Neg. 03 Banda Aceh dengan tekhnik purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yaitu 15 responden kelompok rebusan kunyit asam dan 15 responden kelompok kompres hangat. Analisis statistik dilakukan dengan uji Test (T) berpasangan dan Tidak Berpasangan. Hasil didapatkan adanya pengaruh rebusan kunyit asam dan kompres hangat dari nilai sig. (2-tailed) diperoleh 0.499  yang bermakna bahwa Ha diterima, terdapat pengaruh pemberian rebusan kunyit asam dan kompres hangat terhadap penurunan nyeri dismenorea. Harapkan bagi siswi yang mengalami nyeri haid dapat menangani dengan meminum rebusan kunyit asam dan kompres hangat lebih efektif meringankan nyeri yang terjadi saat menstruasi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Kegiatan Posyandu di Desa Lumban Sinaga Wilayah Kerja Puskesmas Lumban Sinaga Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2017
Daniel Ginting;
Netti Etalia Br Brahmana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.327
Lansia memiliki permasalahan khusus yang mencakup berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah fisik, mental maupun sosial, berkurangnya integrasi sosial lanjut usia, rendahnya produktivitas kerja lansia, banyaknya lansia yang miskin, terlantar dan cacat, adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut adalah melalui posyandu lansia. Presentase tingkat keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu di Desa Lumban Sinaga wilayah kerja Puskesmas Lumban Sinaga masih tergolong rendah, dimana kehadiran lansia masih jauh dari target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan mengikuti kegiatan posyandu di Desa Lumban Sinaga Wilayah Kerja Puskesmas Lumban Sinaga Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2017. Penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan Februari-Agustus 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu Desa Lumban Sinaga yaitu sebanyak 39 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total populasi. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga mayoritas kurang yaitu sebanyak 48,7% dan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu adalah mayoritas tidak aktif yaitu sebanyak 66,7%. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu lansia p value = 0,007. Untuk itu disarankan bagi keluarga untuk dapat meningkatkan dukungannya bagi lansia agar lansia semakin aktif mengikuti kegiatan posyandu, bagi puskesmas juga diharapkan untuk memotivasi dan mengarahkan keluarga lansia untuk mendukung lansia mengikuti kegiatan posyandu serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu lansia.
Analisis Faktor Praktik Pemberian Makanan dan Sosial Ekonomi dengan Anemia Defisiensi Gizi Besi pada Balita di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Kabupaten Pidie
Nuzulul Rahmi;
Azimar Azimar;
Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.340
Upaya penanggulangan anemia gizi masih difokuskan pada sasaran ibu hamil, sedangkan kelompok lainnya seperti bayi, anak balita, anak sekolah dan buruh berpenghasilan rendah belum ditangani. Padahal dampak negatif yang ditumbuhkan anemia gizi pada anak balita sangatlah serius, karena mereka sedang dalam tumbuh kembang yang cepat, yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasannya. Mengingat mereka adalah penentu dari tinggi rendahnya kualitas pemuda dan bangsa kelak. Penganganan sedini mungkin sangatlah berarti bagi kelangsungan pembangunan. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional Penelitian dilakukan di poli kebidanan Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Sigli pada tanggal 17 Oktober-13 November 2017. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling terhadap 57 ibu balita. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji statistic (chi square test) dengan tingkat kepercayaan 95% (p ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi kejadian anemia mayoritas balita mengalami anemia gizi besi ringan yaitu berjumlah 21 orang (36,8). Dari segi sosial ekonomi mayoritas ibu balita memiliki sosial ekonomi dalam kategori rendah yaitu berjumlah 36 orang (63,2%). Dari segi praktek pemberian makanan oleh ibu balita mayoritas berada dalam kategori kurang baik yaitu berjumlah 37 orang (64,9%). Hasil bivariat menunjukkan faktor sosial ekonomi berhubungan dengan kejadian AGB pada balita (P-value 0,015) dan faktor praktek pemberian makanan berhubungan dengan kejadian AGB pada balita (P-value 0,002).
Hubungan Prilaku Keluarga dengan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Parsikkaman
Naomi Isabella Hutabarat;
Maria Haryanti Butarbutar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.317
Data dari Kementrian Kesehatan DBD di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, tahun 2014 sebanyak 100.347 kasus dengan kematian sebanyak 907 orang dan tahun 2015 DBD terjangkit di 34 provinsi di Indonesia dan 49.50% yang terindevikasi demam berdarah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tindakan keluarga dengan pencegahan demam berdarah dengue di Puskesmas Parsikkaman. Bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan keluarga dengan pencegahan demam berdarah dengue di Puskesmas Parsikkaman. Populasi adalah sekelompok subjek, baik manusia, gejala, nilai tes benda-benda, ataupun peristiwa. Teknik accidental sampling sebanyak 88 orang dengan memakai rumus slovin (0.05). Analisis dengan menggunakan Uji Chi-Square. Berdasarkan hasil Chi-square didapatkan hasil bahwa ada hubungan tindakan dengan pencegahan DBD di Puskesmas Parsikkaman (p value = 0.000) < 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p = 0,006 berarti ada hubungan bermakna antara pengetahuan keluarga dengan pencegahan DBD di puskesmas wilayah kerja Parsikkaman. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 berarti ada hubungan bermakna antara sikap keluarga dengan pencegahan demam berdarah dangue di wilayah kerja puskesmas Parsikkaman. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p = 0.587 berarti tidak ada hubungan bermakna antara tindakan dengan pencegahan DBD di puskesmas Parsikkaman. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap dengan pencegahan Demam Berdarah Dengue dan tidak berhubungan antara lain antara tindakan dengan pencegahan demam berdarah dangue. Disarankan kepada keluarga agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara membaca artikel tentang demam berdarah dangue, mengikuti promosi kesehatan yang diadakan oleh puskesmas Parsikkaman dan ada rasa kepeduliannya dengan lingkungan sekitarnya serta mengetahui cara pencegahan Demam Berdarah Dengue untuk mengurangi penyebarannya.
Hubungan Sikap dan Karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Keikutsertaan dalam Program KB di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur Tahun 2018
Mardhiah, Ainul;
Aminy, Aminy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.328
Program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tentram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Diduga faktor yang menyebabkan ketidakikutsertaan PUS dalam program KB adalah karakteristik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) dengan keikutsertaan dalam program KB di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan bedah lintang. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Pasangan Usia Subur yang berada di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Raya pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2017 yang berjumlah 1.897 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, didapatkan sebanyak 95 sampel. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 7-17 Juli tahun 2018 menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas Pasangan Usia Subur (PUS) ikut serta dalam program KB yaitu sebanyak 67 responden (70,5%). Secara statistik ada hubungan sikap dan karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) dengan ketidakikutsertaan dalam program KB di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur tahun 2018 dengan p value < 0,1. Sebaiknya pemegang program KB di UPT Puskesmas Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur agar mengajak tokoh lintas sektor agar mengadakan pertemuan untuk membuat rencana loka karya mini setidaknya satu bulan sekali untuk meningkatkan keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program KB.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman
Husna, Asmaul;
Safitri, Faradilla;
Rahmi, Nuzulul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.341
Pemerintah telah menghimbau cakupan pemberian ASI Eksklusif masih rendah berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Depkes RI) tahun 2010. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-5 bulan 27.2% jika dilihat detail pemberian ASI pada bayi 5 bulan hanya 15.3%. data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan tahun 2002 memberi ASI 40% pada tahun 2007 turun menjadi 32% (Riskesdas, 2010). Tujuan dari penelitian ini untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman pada bulan januari 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi yang berumur 7-12 bulan dan berada di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman sebanyak 75 orang.. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa tidak ada hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan pemeberian ASI eksklusif dengan nilai P value = 0,240 (p < 0.05) ada hubungan yang singnifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas BaiturrahamanTahun 2017.
Teknik Relaksasi Nafas Dalam Berpengaruh Terhadap Kemampuan Mengontrol Marah Klien Skizofrenia
Sutinah Sutinah;
Rika Safitri;
Nofrida Saswati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.318
Klien resiko perilaku kekerasan tidak mengetahui cara mengontrol marah dampak yang sering ditimbulkan dari tidak dapat mengontrol marah tersebut yakni mengamuk,memecahkan barang-barang, memukul oleh sebab itu maka klien butuh terapi yaitu relaksasi nafas dalam. Desain penelitian pretest posttestone group design. Sampel 17 orang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunkan kuesioner. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan responden mengontrol marah sebelum dilakukan relaksasi nafas dalam didapatkan nilai rata-rata 22,0588sesudah didapatkan nilai rata-rata 13,0588. Ada perbedaan mengontrol marah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi nafas dalam yang menunjukkan nilai sig. 0,000.
Analisis Hygiene Sanitasi Tempat Penjualan Makanan dan Bakteri Escherichia coli pada Jajanan Manisan di Pasar Ramai Kota Medan
Linda Hernike Napitupulu;
Elli Lasriany;
Muhammad Crystandy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.329
TPM memiliki potensi cukup besar menimbulkan gangguan kesehatan dari makanan yang dijual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hygiene sanitasi tempat penjualan dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada jajanan manisan di Pasar Ramai Kota Medan. Peneliti melakukan observasi dan uji laboratorium dengan 30 sampel jajanan manisan. Hasil observasi di bandingkan dengan Kepmenkes No. 942/MENKES/SK/VII/2003 dan peraturan Badan POM No.16 tahun 2016. Ada dua sampel positif Bakteri Escherichia Coli yaitu dari pedagang A dengan 28 MPN dan dari pedagang B dengan 20 MPN, 6 pedagang tidak melakukan hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan. Hygiene sanitasi TPM dan jajanan tidak memenuhi syarat kesehatan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis BTA Positif di Kabupaten Magelang
Ita Puji Lestari;
Auly Tarmali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v5i1.314
Angka kematian dari penyakit tuberkulosis masih sangat tinggi dan upaya untuk memerangi itu harus dipercepat jika sesuai dengan target global pada tahun 2030 dengan menggunakan target Sustainable Development Goals. Prevalensi TB di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 adalah sebesar 106,42 per 100.000 penduduk. Penemuan kasus dan Case Detection Rate di bawah standar 70%, pada level kota/ kabupaten maupun level puskesmas dan untuk CDR terendah di Kabupaten Magelang yaitu 21,82%. Kabupaten Magelang pada tahun 2013 perkiraan kasus baru TB Paru BTA positif sebanyak 1285 orang dengan cakupan penemuan kasus TB Paru BTA positif pada tahun 2013 mencapai 17,98%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan peran kader dalam penemuan kasus tuberkulosis. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh kader TB sebanyak 47 orang. Analisis data dilakukan secara bivariat. Hasil penelitian dengan uji statistik menunjukkan ada hubungan antara faktor pengetahuan dengan peran kader (p=0,042), ada hubungan antara faktor motivasi dengan peran kader (p=0,0001),tidak ada hubungan antara faktor sikap badan pelaksana dengan peran kader (p=0,442), ada hubungan antara sarana dan prasarana dengan peran kader (p=0,013), ada hubungan antara faktor pengawasan dan pembinaan dari Puskesmas dengan peran kader (p=0,001). Disarankan Puskesmas untuk mengadakan pelatihan bagi kader secara periodik dan Optimalisasi fasilitasi sarana dan prasarana dari Puskesmas sebagai pengelola program TB.