cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2021)" : 10 Documents clear
Perancangan Prototipe Sistem Monitoring Kejernihan Air Dengan Sensor Turbidity Pada Tandon Berbasis IoT Muhammad Arya Delwizar; Alya Arsenly; Heri Irawan; Muhamad Jodiansyah; Restu Mukti Utomo
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.002

Abstract

Air merupakan salah satu sumber yang sangat penting bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. Air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, memasak, mandi serta untuk diminum. Sehingga kita harus mengetahui jenis air yang kita gunakan agar terhindar dari penyakit berbahaya yang bisa saja terdapat pada air yang digunakan. Air yang dibutuhkan sendiri adalah jenis air yang jernih dan bersih serta memiliki kualitas yang baik.  pada umumnya, orang-orang menyimpan air pada tandon sebagai cadangan air bersih untuk digunakan. Terutama pada kota besar seperti Samarinda yang dimana curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir yang membuat air sumur atau PDAM menjadi keruh sehingga kekurangan air bersih. Maka dari itu, tingkat kejernihan dan kekeruhan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Dasar penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat tingkat kejernihan udara pada tandon menggunakan sensor turbiditas SKU SEN0189 dan sensor ultrasonik HC SR04 untuk melihat kapasitas dari tandon. Sistem pemantauan yang digunakan berbasis IoT. Kesimpulan dari Kegunaan alat-alat tersebut adalah membantu pengguna untuk dapat melihat kualitas udara di dalam suatu tandon dan dapat diakses dengan mudah melalui pengguna smartphone serta pengguna dapat mengoperasikan pembuangan dan pengisian udara yang dapat dikontrol dalam jarak jauh jika kualitas udara tidak baik atau tidak layak digunakan.
Perancangan Kendali Jarak Jauh Alat Bantu Pernapasan (Ventilator) Memanfaatkan Lora Dalam Menghadapi Pandemic Covid-19 Jafar Sodiq Alkaff
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.007

Abstract

Sebuah fenomena dibidang kesehatan dunia sedang terjadi akibat dari virus yang menyerang pada fungsi vital dari kehidupan manusia, yaitu fungsi pernapasan. Virus ini dinamakan Corona Virus yang merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. WHO mendorong setiap negara didunia kedokteran untuk membuat dan mengembangkan alat ventilator, khususnya Ventilator Emergency. Pemerintah mengintruksikan ke Kementerian Kesehatan R.I. melalui Instansi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta untuk melakukan pengujian terhadap ventilator tersebut. Dengan memanfaatkan sistem gerak motor servo, dan pengontrolan menggunakan mikrokontroler Arduino, maka dapat dibuat miniatur Ventilator Ambubag, yang bisa digunakan sebagai pertolongan pertama dalam penanganan pasien COVID-19 ini. Dari hasil pengujian didapatkan nilai error Breath Rate / Respiratory Rate (RR) 3%, Inspiratory dan Expiratory Time Ratio (I : E Ratio) 6%, dan Tidal Volume (TV) >10%. Dan untuk menghindari penularan virus akibat dari pengendalian ventilator ini, digunakan remote control atau pengendalian dari jarak jauh sejauh 20m dengan NLOS (Non Line Of Sight).
Design Sistem Keamanan Pintu Menggunakan Face Detection Rachmat Muwardi; Reyhan Rahmat Adisaputro
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.004

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang Elektronika dan  Informatika, diharapkan dapat mampu meningkatkan teknologi sistem keamanan ruangan atau rumah terutama sistem keamanan pintu rumah. Teknologi sistem keamanan pintu sudah banyak dikembangkan karena untuk mencegah dan membuat penghuni rumah merasa nyaman saat meninggalkan rumahnya. Beberapa sistem kemanan pintu yang banyak digunakan antara lain yaitu menggunakan kamera CCTV, finger print sensor, sensor suara dan RFID. Namun seiring perkembangan teknologi, sistem keamanan tersebut banyak di temukan celah kelemahan seperti terjadi banyak nya eror pada finger print dan voice sensor dan masih banyak lagi. Berdasarkan hal tersebut, untuk membuat sistem keamanan pada pintu rumah yang lebih aman dan invofatif maka penulis membuat sebuah sistem keamanan dengan face detection dan juga notifikasi peringatan sistem jarak jauh menggunakan telegram. Peneliti membuat sistem keamanan pintu dengan menggunakan EPS 32 – CAM sebagai alat untuk melakukan face detection dan juga sebagai controller untuk sistem internet of things. Selain itu juga dibuat sebuat sistem manual menggunakan keypad untuk input password. Hasil dari penelitian ini berupa tingkat akurasi dan kecepatan pengenalan wajah dan juga kecepatan pengiriman informasi peringatan sistem keamanan pada aplikasi telegram.
Perancangan Antena Mikrostrip Patch Segi Empat DualBand Dengan Pencatuan EMC (Electromagnetically Coupled) Pada Frekuensi 2.4 GHz Dan 5.8 GHz Ketty Siti Salamah; Khoiron Amarullah
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.008

Abstract

Perkembangan teknologi nirkabel dikalangan masyarakat sangat pesat terutama untuk kebutuhan seperti dizaman pandemi sekarang. Aktifitas untuk komunikasi menggunakan teknologi Wi-Fi sangatlah tepat. Wi-Fi sendiri memiliki peranan penting dalam mengoptimalkan sistem antena, peranan antena tidak sebatas komunikasi melainkan pada sistem data, Namun karena pengaruh dari berbagai faktor maka sinyal yang diterima pengguna sering mengalami gangguan. Antena mikrostrip ini berbentuk segi empat dan Pencatuan electromagnetically coupled. Teknik ini diharapkan mampu memperbaiki karakteristik dari antena. Software yang diperlukan untuk merancang antena ini adalah computer simulation technology (CST). Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan dan pengukuran antena. Hasil pengukuran menunjukkan antena dapat bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.8GHZ, return loss -10.47 dB dan -24.50, VSWR 1,12 dan -24.50, dan gain -45.38 dB dan -53.73. Nilai Pancar daya terima maksimum pada sudut 20 dana daya terima minimum pada sudut 110 didapatkan hasil pola radiasi antena 2.4 GHz dan 5.8 GHz 31.62.
Prototipe Pemantauan Tetes Cairan Infus Berbasis IoT Terkoneksi Perangkat Android Indra Sucipta; Joni Welman Simatupang; Carolus Kaswandi; Irwan Purnama
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.003

Abstract

Setiap beberapa waktu perawat melakukan pemantauan tetes cairan infus dengan manual secara langsung. Bahkan, saat cairan infus akan habis, keluarga pasien harus memanggil perawat untuk melakukan penggantian cairan infus. Hal ini bisa menyebabkan terlambatnya penanganan terhadap pasien karena keterbatasan waktu. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah alat pemantauan tetes cairan infus yang dapat memberikan notifikasi otomatis bahwa cairan infus akan habis. Artikel ini menjelaskan tentang implementasi alat pemantauan tetes cairan infus berbasis IoT yang terhubung dengan perangkat android. Prototipe ini menggunakan sensor Optocoupler sebagai pendeteksi adanya tetes cairan infus, Motor Servo SG90 untuk menekuk selang infus, Mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali. Komunikasi perangkat keras dengan perangkat android menggunakan server lokal sehingga harus menggunakan Hotspot WiFi yang sama. Data yang dikirimkan dari perangkat android akan tersimpan ke database kemudian diakses oleh ESP32 sehingga menjalankan sensor dan motor servo. Pada android application terdapat informasi kondisi tetes cairan infus yang sudah dikonversi menjadi persentase sisa cairan infus. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa prototipe dapat melakukan pengaturan tetes cairan infus per menit sesuai dengan yang diinginkan dan android application dapat menampilkan status dan mengirimkan notifikasi secara akurat. Sebagai kesimpulan dari hasil pengukuran, rata – rata rasio persentase yang dicapai dalam pengujian mencapai 70 % dengan rata – rata error sebesar 1,46 %.
Perancangan Kontroler PID Level Deaerator dan Kondensor pada Steam Power Plant Berbasis Algoritma Genetika Zaenal Abidin; Eko Ihsanto
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.009

Abstract

Sistem air penambah pada PLTU berfungsi untuk mesuplai kekurangan fluida kerja dari luar siklus secara kontinyu yang diakibatkan adanya sistem blowdown untuk menjaga kualitas uap dan kebocoran yang terjadi didalam sistem. Didalam penelitian ini, dilakukan perancangan sistem kontrol PID untuk mengatur level deaerator dan kondensor dengan optimasi tuning menggunakan algoritma genetika. Berdasarkan metode osilasi Ziegler-Nichols, untuk pengendali level deaerator didapatkan konstanta Kp = 53,8, Ki = 21,4 dan Kd = 33,9, menghasilkan maximum overshoot sebesar 18,1%, rise time sebesar 1150 detik, error steady-state sebesar 0,3, sedangkan untuk pengendali level hotwell didapatkan konstanta Kp = 28,2, Ki = 8,7 dan Kd = 22,8, menghasilkan maximum overshoot sebesar 25,7%, rise time sebesar 1120 detik dan error steady-state sebesar 0,07. Hasil optimasi algoritma genetika untuk PID pengendalian level deaerator, didapatkan konstanta Kp = 97,3, Ki = 15,6 dan Kd = 63,1 dengan fitness overshoot sebesar 2,1%, rise time sebesar 1190 detik dan error steady-state sebesar 0,01 untuk PID pengendalian level deaerator. Sedangkan untuk PID pengendalian level hotwell didapatkan konstanta Kp = 94,2 ; Ki = 20,7 dan Kd = 71,5 dengan maximum overshoot sebesar 1,6%, rise time sebesar 1218 detik dan error steady-state sebesar 0,001. Penalaan PID dengan algoritma genetika menghasilkan overshoot dan setling time yang lebih cepat dibandingkan dengan metode osilasi Ziegler-Nichols, akan tetapi memiliki rise time yang lebih lambat. Untuk error steady-state kedua metode tersebut menghasilkan nilai <1% sehingga memenuhi syarat untuk pengontrolan sistem yang baik.
Sistem Pemantau Kecepatan Angin dan Arah Angin Untuk Engine Ground Run Area Berbasis Internet of Things Kemas Nur Fuadi; Said Attamimi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.005

Abstract

Abstrak— Kecepatan angin dan arah angin adalah bagian penting dalam melaksanakan pengecekan operasional mesin pesawat terbang. Hal ini dikarenakan kecepatan angin dan arah angin dapat mempengaruhi stabilitas yang dapat menyebabkan overheat dan stall pada mesin pesawat terbang. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem pemantau kecepatan angin dan arah angin yang dapat memberikan informasi kecepatan angin dan arah angin di Engine Ground run area. Informasi yang diberikan dapat diakses secara real-time dan dimana saja melalui Telegram Messenger, sehingga proses pengecekan performa dan kelaikan mesin pesawat terbang dapat berjalan dengan lancar. Sistem pemantau ini berbasis development board Arduino Uno R3 yang akan mengolah data dari sensor kecepatan angin berbasis sensor optocoupler dan sensor arah angin berbasis IC A3144. Data tersebut dikirim ke NodeMCU V3 menggunakan komunikasi data serial. Kemudian NodeMCU V3 akan mengirimkan data kecepatan angin dan arah angin melalui jaringan WiFi ke Telegram Messenger dan IoT server Thingspeak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pemantau kecepatan angin dan arah angin dapat berkerja dengan baik. Dari hasil pengujian didapat nilai error rata-rata pengukuran kecepatan angin adalah 4.7637613% dan waktu rata-rata yang dibutuhkan Bot Telegram dalam membalas pesan adalah 5.28 detik.
Perangkat Uji Penciuman sebagai Protokol Kesehatan Menggunakan Fuzzy Mamdani Berbasis Internet Of Things Akhmad Wahyu Dani; Ahmad Mundhola; Rizky Rahmatullah; Ahmad Mundhofa
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.010

Abstract

Penerapan protokol kesehatan terhadap pandemi Corona Virus Disease 2019   (Covid-19) di tempat umum dapat dilakukan dengan tes identifikasi bau berdasarkan penilaian fungsi indera penciuman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe alat uji indera penciuman yang bekerja secara otomatis sebagai wahana protokol kesehatan Covid-19 dan mengetahui pengaruh kontrol fuzzy Mamdani terhadap kinerja perangkat dalam mengelola pengujian aroma. Prototipe dirancang di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan uji identifikasi bau dengan memberikan pengujian 5 jenis aroma secara acak yang dihasilkan oleh odor generator penghasil aroma. Generator aroma dilengkapi dengan kendali fuzzy Mamdani sebagai pengontrol PWM kecepatan kipas yang digunakan dalam menghembuskan gas aroma, dengan parameter masukan himpunan fuzzy sensor jarak dan sensor pendeteksi gas Volatile Organic Compounds (VOC). Pengujian tersebut didasarkan pada skor tes penciuman dari identifikasi setiap responden dengan total skor maksimal 5 pada identifikasi aroma yang sempurna. Hasil uji indra penciuman untuk setiap responden dikirim ke server yang terintegrasi dengan platform IoT ThingsBoard dan dikirim kepada setiap responden yang melakukan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian fungsi prototipe, nilai keluaran PWM hasil perhitungan fuzzy Mamdani mikrokontroler Arduino memiliki akurasi sebesar 99,70% berdasarkan perbandingan simulasi di Matlab. Kendali fuzzy Mamdani dapat meningkatkan persentase rata-rata skor jawaban benar pada tes indra penciuman sebesar 14% terhadap 3 responden dan hasil tes dapat dikirim ke email akun ThingsBoard untuk setiap pengguna yang terdaftar pada sistem.
Analisis Perangkat Lunak PVSYST, PVSOL dan HelioScope dalam Simulasi Fixed Tilt Photovoltaic Eriko Arvin Karuniawan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.001

Abstract

Telah banyak beredar perangkat lunak untuk mensimulasikan sistem photovoltaic dalam rangka pemanfaatan energi Matahari. Berbagai perangkat lunak tersebut menawarkan berbagai fitur dan dukungan layanan yang beragam. Selain fitur yang ditawarkan, harus diperhatikan pula akurasi atau ketepatan perangkat lunak dalam mensimulasikan hasil. Di penelitian ini akan dianalisis perangkat lunak PVSOL, PVSYST, dan HelioScope baik dari segi fitur dan hasil dari simulasi. Simulasi dilakukan dengan skenario PV berkapasitas 2650 Wp, Inverter on grid 2500 W, data cuaca bersumber dari Meteonorm dan lokasi berada di UNU Yogyakarta (7,8 LS dan 110,4 BT). Semua simulasi di lakukan menggunakan perangkat lunak PVSOL, PVSYST, dan HelioScope. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan kemiringan dengan orientasi PV ke utara (azimuth 0o). Hasilnya adalah PV menghasilkan daya paling besar ketika kemiringan sekitar 10-15o. Signifikansi losses akibat perubahan kemiringan hanya berpengaruh 1,62% ketika kemiringannya berubah dari 10o menjadi 0o dan 3,14% ketika kemiringannya berubah dari 15o menjadi 30o. Dari segi kelengkapan fitur yang ditawarkan, PVSOL dan PVSYST memiliki fitur yang lengkap jika dibanding HelioScope. HelioScope memiliki keunggulan antarmuka yang sederhana dan praktis namun tidak memilki fitur yang lengkap.
Robot Lengan 4 Derajat Kebebasan Menggunakan Tampilan Antarmuka Pengguna Berbasis Arduino Uno Jody Maulana Anggi; Zendi Iklima
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2021.v12i3.006

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang robotika pada saat ini sudah memasuki era modernisasi serta perkembangannya memasuki era baru dan sudah serba otomatis untuk sebuah pendidikan dan teknologi. Robot lengan pada dunia industri berpengaruh sangat besar, misalnya dapat membuat waktu lebih efisien dan dapat mengurangi biaya dimana yang sebelumnya harus membayar gaji karyawan. Berdasarkan hasil pengujian sinkronasi gerak antar robot lengan dan slider pengendali didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai derajat pergesaran slider maka lebar pulsa sinyal PWM semakin melebar dan tegangan keluaran dari pin mikrokontroler Arduino Uno semakin besar dengan nilai rata – rata tegangan yang dihasilkan sebesar 115,03 mV. Robot dalam keadaan standby hanya membutuhkan daya sebesar 0,9 Watt dan saat beroperasi membutuhkan data sebesar 3,94 Watt. Pada motor servo ini, terdapat beberapa kekurangan, dimana salah satunya adalah tidak akuratnya dalam melakukan pengukuran sudut, dapat dihitung bahwa selisihnya sebesar 13% atau sejauh 7,3 derajat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10