Jurnal Teknologi Elektro
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 3 (2016)"
:
9 Documents
clear
ANALISA PEMAKAIAN DAYA LAMPU LED PADA RUMAH TIPE 36
Moethia Faridha;
M.Dahlan Yusuf Saputra
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.341 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.898
LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan saat ini. LED banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu penerangan, rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.Menggunakan lampu LED lebih menghemat pemakaian daya listrik. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan daya lampu LED, dan untuk mengetahui daya yang terpakai selama 1 bulan dan tempat studi kasus rumah KPR tipe 36. Subjek penelitian ini Lab. Teknik Elektro, Kampus Universitas Islam Kalimantan Provinsi Kalimantan Selatan.Dengan jenis penelitian kuantitatif adalah penelitian secara langsung pada obyek penelitian dimana data yang diperoleh berdasarkan hasil identifikasi dilapangan / pengukuran yang selanjutnya dirumuskan pada beberapa masalah pokok yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Setelah dilakukan penghitungan maka dapat diketahui energi listrik yang diperlukan selama 1 bulan adalah 23,04 KWh dan tarif atau biaya dari semua lampu yang di pakai selama 1 bulan adalah Rp 13.939,2Kata Kunci : LED, Lampu Penerangan, Energi Listrik
PEMANFAATAN RASPBERRY PI SEBAGAI PROCESSOR PADA PENDETEKSIAN DAN PENGENALAN POLA WAJAH
Fadli Sirait;
Yoserizal Yoserizal
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.858 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.892
Teknologi biometrik adalah teknologi untuk mengindetifikasi mahluk hidup. Tujuan perancangan adalah untuk membangun sistem pendeteksi wajah dari objek citra yang didapat dari gambar frame video melalui kamera. Kemudian dilakukan pendeteksi pola wajah yang dikenali dan mencari kemiripan terhadap database model wajah menggunakan Raspberri Pi berbasis penggunaan perangkat lunak Free dan Opensource. Perancangan ini menggunakan metode pengenalan objek citra wajah dengan Haar Cascade Classifier yang diimplentasikan pada libarary OpenCV, sedangkan metode pengenalan pola wajah dengan menggunakan analisa PCA (Principal Component Analysist) dan LDA (Linear Discriminant Analysis) menggunakan pemograman prerangkat lunak yang dibuat berbasis Python. Perangkat lunak yang dikembangkan juga dijalankan pada sistem operasi berbasis Linux Raspbian (Jessie dan Wheezy) yang diinstal di Raspberry Pi. Proses input citra menggunakan USB kamera yang dipasang pada Raspberry Pi 2 Model B yang dilengkapi dengan LCD 3,5 inchi. Berdasarkan data pengujian terhadap 127 input didapat tingkat akurasi untuk pendeteksian satu objek wajah 84-97% sementara performa penggunaan CPU pada Raspberry Pi 41.87-46.25%.Kata kunci: face detection and recognition, Raspberry pi, pengolahan citra, embedded system.
ANALISA PERBANDINGAN WIRELESSLAN DAN WIRELAN
Hidajanto Djamal
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1931.577 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.899
Jaringan data dalam satu institusi pemerintah ataupun swasta terutama satu korporat, sudah merupakan kebutuhan manajerial. Dengan ketersediaan jaringan data tersebut, maka keputusan-keputusan manajemen akan jauh lebih cepat daripada hanya ditunjang dengan satu sistem server yang stand alone. Satu contoh misalnya dalam bidang layanan kependudukan, dimana data jumlah penduduk dalam satu daerah harus dapat diakses, baik oleh seorang Kepala Daerah, Kepala Dinas Kependudukan maupun oleh pelaksana layanan KTP secara online. Dapat dibayangkan bagaimana bila server tersebut hanya stand alone dan berada pada pelaksana layanan KTP saja.Dengan jaringan yang makin meluas, sistem wireline akan menjumpai beberapa kesulitan instalasinya, baik segi estetika pengaturan ruangan maupun pemeliharaan kerusakan jaringan yang terjadi, serta kendala jaringan yang terpisah bangunan gedungnya. Solusinya adalah penggantian sistem tersebut menjadi wireless. Dengan sistem wireless, antara pusat pemerintahan (gedung utama) dengan unit kerja pemerintahan yang terpisah gedung maupun lokasi, dapat terjaring dalam sistem wireless tersebut dengan mudah. Disamping itu dengan sistem wireless, host (lap top) dapat diatur berpindah pindah, untuk satu keperluan rapat misalnya, dengan leluasa.Penelitian ini akan membahas teknologi akses Internet melalui sistem WLAN (Wireless LAN) atau WiFi (Wireless Fidelity), dimana user dimungkinkan untuk bergerak atau mobile. Persoalan yang akan dibahas terutama menyangkut pada proses handover antara access point satu dengan access point berikutnya.Kata kunci: Wireless, LAN, access
SISTEM MONITORING SUHU MELALUI SISTEM KOMUNIKASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER TO PERSONAL COMPUTER
Triyanto Pangaribowo;
Hibnu Yulianda
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.411 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.895
Pada penelitian ini memanfaatan PLC (Programable Logic Controller) untuk monitoring suhu yang diterapkan pada Building Auto System. PLC merupakan suatu controller yang umum digunakan pada dunia industri. PLC digunakan untuk memonitoring sistem kerja panel dalam satu gedung dalam jarak yang jauh dengan memanfaatkan komunikasi PLC sebagai indicator status ON/OFF serta pembacaan suhu. Sebagai interface antara PLC dan user, maka digunakan HMI (Human Machine Interface).Pemanfaatan PLC sebagai monitoring dilakukan pada sebuah gedung yang memiliki sistem kontrol dalam jumlah yang banyak serta memiliki jarak yang jauh. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sistem monitoring menggunakan koneksi PLC To PC, PLC To PLC dengan PC. Untuk koneksi menggunakan protocol Modbus serial RS485.Aplikasi yang dirancang untuk sistem monitoring ini lebih efektif, karena dapat menghemat waktu dan memudahkan dalam mengetahui status suatu kontrol apakah bekerja atau tidak.Berdasarkan hasil Analisa dan pengukuran respon waktu sistem terhadap perubahan suhu untuk setiap kenaikan rata-rata 2,4 oC pada sistem koneksi PC to PLC rata-rata 2,6 detik, dan Pada sistem monitoring PLC to PLC yang ditampilkan pada layar PC memiliki respon waktu terhadap perubahan suhu untuk setiap kenaikan rata-rata 2,3 oC rata-rata 2,67 detik. Sistem monitoring mampu bekerja pada jarak 100 meter Kata kunci : PLC To PC ,Monitoring, HMI, Modbus.
ANALISA PERFORMANSI COMBAT BTS ROOFTOP PADA JALUR TRANSMISI FIBER OPTIK METRO E
Setiyo Budiyanto;
Hanifah Diana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.977 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.894
Pada saat ini teknologi serat optik menjadi media transmisi yang layak diperhitungkan penggunaannya dalam penyediaan akses karena memiliki kapabilitas dan kapasitas yang paling tinggi dibandingkan dengan media transmisi lainnya. Dalam menyediakan akses informasi dengan volume bandwidth yang besar, serat optik memiliki prospek yang menjanjikan. Akses microwave berbasis sistem multiplexing saat ini mulai digantikan perannya dengan akses serat optik berbasis Internet Protocol (IP) yang disebut dengan Metro Ethernet. Aplikasi Metro Ethernet untuk akses ke menara Base Station Transceiver (BTS) dan Radio Network Connection (RNC) operator selular merupakan salah satu tawaran yang diberikan oleh jaringan Metro Ethernet saat ini. Penggunaan Ip clock sangat dibutuhkan pada Base Transceiver Station (BTS) untuk sinkronisasi jaringan sebagai jam global yang berasal dari jam GPS diakuisisi oleh sejumlah BTS. IP clock didistribusikan ke pengendali serta acuan berbagai jaringan, dan dari sana ke jaringan perangkat akses, sehingga terwujud sinkronisasi jaringan komunikasi konvergensi antara BTS ke RNC yang melewati Metro E dengan media transmisi Fiber Optik. Pada penelitian ini, penulis menganalisa permasalahan link BTS dengan IP Clock sebagai alarm monitoring dan kaitannya dengan kesesuaian V-lan pada jaringan tersebut. Perhitungan dan analisa Quality of Service (QOS) dari penggunaan fiber optik sebagai media transmisi yang melewati Metro E pada link antara BTS ke RNC, dimana parameter-parameter pandukung yang digunakan seperti Delay, Jitter, Packet Loss, untuk memudahkan dalam mengetahui performansinya.Kata Kunci : Fiber Optik, Metro E, BTS, IP Clock, QoS
SIMULASI NAVIGASI KENDALI ROBOT OTONOM MENGGUNAKAN PETRI NET
Yudhi Gunardi;
Fina Supegina
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1232.673 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.896
Navigasi adalah salah satu permasalahan penting yang harus diselesaikan dalam pengembangan teknologi robot otomatis bergerak, agar dapat mendukung mobilitasnya. Masalah ini menyangkut beberapa komponen penting di dalamnya, dimulai dari cara agar suatu robot otonom dapat memperoleh data tertentu dari lingkungan di sekitarnya, kemudian untuk dapat menginterpretasikan data tersebut menjadi informasi yang berguna bagi proses selanjutnya. Masalah berikutnya adalah lokalisasi, yaitu metode atau cara agar robot otonom dapat mengetahui posisi atau keberadaannya dalam suatu lingkungan tempat robot tersebut. Jaringan petri adalah salah satu metoda pemodelan yang digambarkan secara grafik dan matematis serta dapat diaplikasikan kedalam berbagai jenis sistem. Dari model jaringan yang telah dibentuk dapat dilakukan Analisis sehingga diperoleh informasi struktur dan tingkah laku dinamik dari suatu system dari model petri robot otonom. Penggunaan petri net untuk navigasi robot sudah dapat dilakukan dengan pembuktian secara model yang diketahui dan dari marking tiap pergerakan.Kata kunci : petri net, robot, navigasi.
ANALISIS VECTOR GROUP PADA HUBUNGAN PARALEL TRANSFORMATOR UNIT GARDU BERGERAK
Budi Yanto Husodo;
Firmansyah Firmansyah
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.605 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.890
Operasi paralel transformator distribusi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas daya penyaluran tenaga listrik atau meminimalisir pemadaman pada sistem penyaluran tenaga listrik. Namun pada prakteknya, tidak semua transformator dapat dihubungkan paralel. Ada beberapafaktor yang perlu diperhatikan sebelum melakukan operasi paralel transformator. Selain tegangan dan frekuensi harus sama, vector group transformator juga harus sesuai. Vector group merupakan polaritas pada transformator tiga fasa yang dipengaruhi oleh konfigurasi hubungan belitan dalam transformator. Perbedaan vector grup seringkali menjadi kendala ketika transformator unit gardu bergerak (UGB) akan diparalel dengan transformator pada gardu distribusi. Operator lapangan biasanya segera memutuskan bahwa transformator tidak mungkin diparalel dan kemudian melakukan penjadwalan ulang. Hal ini tentunya membuang waktu dan biaya. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi kemungkinan operasi paralel dua transformator yang memiliki vector group berbeda. Cara sederhana untuk menganalisis vector group yaitu dengan menggambar diagram fasor yang mengacu pada hasil pengukuran tegangan sekunder kedua transformator. Mula-mula dilakukan pengujian dengan menghubungkan salah satu terminal primer dengan salah satu terminal sekunder untuk mengetahui jenis vector group pada transformator. Kemudian memberikan tegangan tiga fasa pada sisi primer dan mengukur tegangan antara terminal primer dan sekunder. Selanjutnya menggambarkan diagram fasor dengan panjang garis yang merepresentasikan hasil pengukuran tegangan. Penelitian membuktikan bahwa operasi paralel transformator dengan vector group berbeda dapat dilakukan dengan menyesuaikan urutan fasa sehingga tegangan sekunder kedua transformator menjadi sefasa. Hasil penelitian disarikan dalam tabel yang menunjukkan pasangan vector grup yang berbeda yang memungkinkan untuk diparalel. Hasil penelitian ini akan memudahkan operator lapangan dalam melakukan paralel transformator UGB dengan transformator gardu distribusi sehingga dapat dihindarkan suatu penjadwalan ulang yang tidak perlu. Kata kunci: Paralel transformator, Vector group, Diagram Fasor
RANCANG BANGUN KOMPOR LISTRIK DIGITAL IOT
Yuliza Yuliza;
Hasan Pangaribuan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.072 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.897
Pada masa sekarang ini teknologi automatisasi berbasis internet IoT(Internet of Things) adalah salah satu teknologi yang popular dan terus berkembang, khususnya di dalam penerapan peralatan rumah tangga di rumah automatisasi sangat dibutuhkan sehingga pengguna tidak lagi perlu repot untuk menghidupkan dan mematikan sebuah alat elektronik yang ada.Dalam penelitian ini penulis telah mengembangkan kompor listrik digital dengan elemen pemanas peltier berbasis microcontroller wemos yang yang mampu dikendalikan dengan menggunakan smartphone android dengan melalui media internet. Kompor listrik ini dapat dikendalikan dengan mudah hanya dengan menekan tombol untuk menghidupkan/mematikan kompor listrik pada smartphone.Pengujian alat ini mampu untuk membaca suhu kamar yang ada dari 30o Celcius sampai dengan 50o celcius dalam waktu 10 menit. Sistem ini memiliki kelemahan yaitu sangat bergantung terhadap internet disebabkan kontrol On/Off melalui aplikasi pada smartphone.Kata Kunci : Microcontroller Wemos, Kompor Listrik, Peltier, IoT
PERANCANGAN DAN REALISASI BANDPASS FILTER DENGAN METODE OPEN LOOP SQUARE RESONATOR UNTUK MICROWAVE LINK
Naufal Rizki Rinditayoga;
Dian Widi Astuti
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (374.282 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i3.891
Dalam dunia telekomunikasi, antena parabola ini dipakai oleh perangkat yang dinamai perangkat transmisi radio microwave (gelombang mikro) point to point. Microwave link sendiri merupakan sistem komunikasi yang menggunakan gelombang radio pada rentang frekuensi gelombang mikro untuk mengirimkan video, audio, atau data antara dua lokasi yang terpisah, yang dapat digunakan hanya beberapa meter sampai dengan beberapa kilometer. Untuk mendukung teknologi tersebut, tidak lepas dari sebuah yang bernama filter. Filter sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam komunikasi wireless.Dasar penelitian ini yaitu bertujuan untuk membuat sebuah bandpass filter yang dapat meloloskan frekuensi pada microwave link yaitu pada frekuensi 7,1 GHz – 7,7 GHz. Dari hasil pengukuran respon filter pada alat vector network analyzer didapatkan hasil yang berbeda antara spesifikasi, simulasi dan fabrikasi. Hasil dari penelitian ini Bandpass filter bekerja pada frekuensi 7,1 – 7,7 GHz. Pada hasil simulasi menggunakan HFSS didapatkan nilai return loss (S11) filter sebesar -27,48 dB dan insertion loss (S21) sebesar -0,43 dB. Sedangkan pada hasil pengukuran menggunakan VNA didapatkan nilai return loss (S11) filter sebesar -28,2 dB dan insertion loss (S21) sebesar -0,53 dBKata kunci : Bandpass filter, Open Loop Square Resonator, Microwave link