cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2016)" : 9 Documents clear
ANALISA PEMAKAIAN DAYA LAMPU LED PADA RUMAH TIPE 36 Moethia Faridha; M.Dahlan Yusuf Saputra
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.341 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.898

Abstract

  LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan saat ini. LED banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu penerangan, rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.Menggunakan lampu LED lebih menghemat pemakaian daya listrik. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan daya lampu LED, dan untuk mengetahui daya yang terpakai selama 1 bulan dan tempat studi kasus rumah KPR tipe 36. Subjek penelitian ini Lab. Teknik Elektro, Kampus Universitas Islam Kalimantan Provinsi Kalimantan Selatan.Dengan jenis penelitian kuantitatif adalah penelitian secara langsung pada obyek penelitian dimana data yang diperoleh berdasarkan hasil identifikasi dilapangan / pengukuran yang selanjutnya dirumuskan pada beberapa masalah pokok yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Setelah dilakukan penghitungan maka dapat diketahui energi listrik yang diperlukan selama 1 bulan adalah 23,04 KWh dan tarif atau biaya dari semua lampu yang di pakai selama 1 bulan adalah Rp 13.939,2Kata Kunci : LED, Lampu Penerangan, Energi Listrik
PEMANFAATAN RASPBERRY PI SEBAGAI PROCESSOR PADA PENDETEKSIAN DAN PENGENALAN POLA WAJAH Fadli Sirait; Yoserizal Yoserizal
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.858 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.892

Abstract

Teknologi biometrik adalah teknologi untuk mengindetifikasi mahluk hidup. Tujuan perancangan  adalah  untuk  membangun  sistem  pendeteksi  wajah  dari  objek  citra  yang  didapat dari  gambar  frame  video  melalui  kamera.  Kemudian  dilakukan  pendeteksi  pola  wajah  yang dikenali  dan  mencari  kemiripan  terhadap  database  model  wajah  menggunakan  Raspberri  Pi berbasis  penggunaan  perangkat  lunak  Free  dan  Opensource.  Perancangan  ini  menggunakan metode  pengenalan  objek  citra  wajah  dengan  Haar  Cascade  Classifier  yang  diimplentasikan pada libarary OpenCV, sedangkan metode pengenalan pola wajah dengan menggunakan analisa PCA (Principal Component Analysist) dan LDA (Linear Discriminant Analysis) menggunakan pemograman  prerangkat  lunak  yang  dibuat  berbasis  Python.  Perangkat  lunak  yang dikembangkan  juga  dijalankan  pada  sistem  operasi  berbasis  Linux  Raspbian  (Jessie  dan Wheezy)  yang  diinstal  di  Raspberry  Pi.  Proses  input  citra  menggunakan  USB  kamera  yang dipasang  pada  Raspberry  Pi  2  Model  B  yang  dilengkapi  dengan  LCD  3,5  inchi.  Berdasarkan data pengujian terhadap 127 input didapat tingkat akurasi untuk pendeteksian satu objek wajah 84-97% sementara performa penggunaan CPU pada Raspberry Pi 41.87-46.25%.Kata kunci: face detection and recognition, Raspberry pi, pengolahan citra, embedded system.
ANALISA PERBANDINGAN WIRELESSLAN DAN WIRELAN Hidajanto Djamal
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.577 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.899

Abstract

Jaringan data dalam satu institusi pemerintah ataupun swasta terutama satu  korporat,  sudah  merupakan  kebutuhan  manajerial.  Dengan  ketersediaan  jaringan data  tersebut,  maka  keputusan-keputusan  manajemen  akan  jauh  lebih  cepat  daripada hanya  ditunjang  dengan  satu  sistem  server  yang  stand  alone.  Satu  contoh  misalnya dalam bidang layanan kependudukan, dimana data jumlah penduduk dalam satu daerah harus  dapat  diakses,  baik  oleh  seorang  Kepala  Daerah,  Kepala  Dinas  Kependudukan maupun oleh pelaksana layanan KTP secara online. Dapat dibayangkan bagaimana bila server tersebut hanya stand alone dan berada pada pelaksana layanan KTP saja.Dengan jaringan yang makin meluas, sistem wireline akan menjumpai beberapa kesulitan  instalasinya,  baik  segi  estetika  pengaturan  ruangan  maupun  pemeliharaan kerusakan  jaringan  yang  terjadi,  serta  kendala  jaringan  yang  terpisah  bangunan gedungnya.  Solusinya  adalah  penggantian  sistem  tersebut  menjadi  wireless.  Dengan sistem  wireless,  antara  pusat  pemerintahan  (gedung  utama)  dengan  unit  kerja pemerintahan  yang  terpisah  gedung  maupun  lokasi,  dapat  terjaring  dalam  sistem wireless tersebut dengan mudah. Disamping itu dengan sistem wireless, host (lap top) dapat diatur berpindah pindah, untuk satu keperluan rapat misalnya, dengan leluasa.Penelitian  ini  akan  membahas  teknologi  akses  Internet  melalui  sistem  WLAN (Wireless  LAN)  atau  WiFi  (Wireless  Fidelity),  dimana  user  dimungkinkan  untuk bergerak atau mobile. Persoalan yang akan dibahas terutama menyangkut pada proses handover antara access point satu dengan access point berikutnya.Kata kunci:  Wireless, LAN, access
SISTEM MONITORING SUHU MELALUI SISTEM KOMUNIKASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER TO PERSONAL COMPUTER Triyanto Pangaribowo; Hibnu Yulianda
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.411 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.895

Abstract

Pada penelitian ini memanfaatan PLC (Programable Logic Controller) untuk  monitoring  suhu  yang  diterapkan  pada  Building  Auto  System.  PLC merupakan  suatu  controller  yang  umum  digunakan  pada  dunia  industri.  PLC digunakan untuk memonitoring sistem kerja panel dalam satu gedung dalam jarak yang  jauh  dengan  memanfaatkan  komunikasi  PLC  sebagai  indicator  status ON/OFF  serta  pembacaan  suhu.  Sebagai  interface  antara  PLC  dan  user,  maka digunakan HMI (Human Machine Interface).Pemanfaatan PLC sebagai monitoring dilakukan pada sebuah gedung yang memiliki  sistem  kontrol  dalam  jumlah  yang  banyak  serta  memiliki  jarak  yang jauh.  Pada  penelitian  ini  dilakukan  pengujian  sistem  monitoring  menggunakan koneksi  PLC  To  PC,  PLC  To  PLC  dengan  PC.  Untuk  koneksi  menggunakan protocol  Modbus  serial  RS485.Aplikasi  yang  dirancang  untuk  sistem  monitoring ini  lebih  efektif,  karena  dapat  menghemat  waktu  dan  memudahkan  dalam mengetahui status suatu kontrol apakah bekerja atau tidak.Berdasarkan  hasil  Analisa  dan  pengukuran  respon  waktu  sistem  terhadap perubahan suhu untuk setiap kenaikan rata-rata 2,4 oC pada sistem koneksi PC to PLC  rata-rata  2,6  detik,  dan  Pada  sistem  monitoring  PLC  to  PLC  yang ditampilkan pada layar PC memiliki respon waktu terhadap perubahan suhu untuk setiap  kenaikan  rata-rata  2,3  oC  rata-rata  2,67  detik.  Sistem  monitoring  mampu bekerja pada jarak 100 meter Kata kunci : PLC To PC ,Monitoring, HMI, Modbus.
ANALISA PERFORMANSI COMBAT BTS ROOFTOP PADA JALUR TRANSMISI FIBER OPTIK METRO E Setiyo Budiyanto; Hanifah Diana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.977 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.894

Abstract

Pada saat ini teknologi serat optik menjadi media transmisi yang layak diperhitungkan penggunaannya dalam penyediaan akses karena memiliki kapabilitas dan kapasitas  yang  paling  tinggi  dibandingkan  dengan  media  transmisi  lainnya.  Dalam menyediakan akses informasi dengan volume bandwidth yang besar, serat optik memiliki prospek yang menjanjikan. Akses microwave berbasis sistem multiplexing saat ini mulai digantikan perannya dengan akses serat optik berbasis Internet Protocol (IP) yang disebut dengan Metro Ethernet. Aplikasi  Metro  Ethernet  untuk  akses  ke  menara  Base  Station  Transceiver  (BTS) dan  Radio  Network  Connection  (RNC)  operator  selular  merupakan  salah  satu  tawaran yang  diberikan  oleh  jaringan  Metro  Ethernet  saat  ini.  Penggunaan  Ip  clock  sangat dibutuhkan pada Base Transceiver Station (BTS) untuk sinkronisasi jaringan sebagai jam global yang berasal dari jam GPS diakuisisi oleh sejumlah BTS. IP clock didistribusikan ke pengendali serta acuan  berbagai jaringan, dan dari sana ke jaringan perangkat akses, sehingga  terwujud  sinkronisasi  jaringan  komunikasi  konvergensi  antara  BTS  ke  RNC yang melewati Metro E dengan media transmisi Fiber Optik. Pada penelitian ini, penulis menganalisa permasalahan link BTS dengan IP Clock sebagai alarm monitoring dan kaitannya dengan kesesuaian V-lan pada jaringan tersebut. Perhitungan  dan  analisa  Quality  of  Service  (QOS)  dari  penggunaan  fiber  optik  sebagai media  transmisi  yang  melewati  Metro  E  pada  link  antara  BTS  ke  RNC,  dimana parameter-parameter pandukung yang digunakan seperti Delay, Jitter, Packet Loss, untuk memudahkan dalam mengetahui performansinya.Kata Kunci : Fiber Optik, Metro E, BTS, IP Clock, QoS
SIMULASI NAVIGASI KENDALI ROBOT OTONOM MENGGUNAKAN PETRI NET Yudhi Gunardi; Fina Supegina
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.673 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.896

Abstract

Navigasi  adalah  salah  satu  permasalahan  penting  yang  harus diselesaikan  dalam  pengembangan  teknologi  robot  otomatis  bergerak,  agar dapat  mendukung  mobilitasnya.  Masalah  ini  menyangkut  beberapa  komponen penting  di  dalamnya,  dimulai  dari  cara  agar  suatu  robot  otonom  dapat memperoleh  data  tertentu  dari  lingkungan  di  sekitarnya,  kemudian  untuk  dapat menginterpretasikan  data  tersebut  menjadi  informasi  yang  berguna  bagi  proses selanjutnya.  Masalah  berikutnya  adalah  lokalisasi,  yaitu  metode  atau  cara  agar robot  otonom  dapat  mengetahui  posisi  atau  keberadaannya  dalam  suatu lingkungan tempat robot tersebut. Jaringan  petri  adalah  salah  satu  metoda  pemodelan  yang  digambarkan secara  grafik  dan  matematis  serta  dapat  diaplikasikan  kedalam  berbagai  jenis sistem.  Dari  model  jaringan  yang  telah  dibentuk  dapat  dilakukan  Analisis sehingga diperoleh informasi struktur dan tingkah laku dinamik dari suatu system dari model petri robot otonom. Penggunaan petri net untuk navigasi robot sudah dapat dilakukan dengan pembuktian secara model  yang diketahui dan dari marking tiap pergerakan.Kata kunci : petri net, robot, navigasi.
ANALISIS VECTOR GROUP PADA HUBUNGAN PARALEL TRANSFORMATOR UNIT GARDU BERGERAK Budi Yanto Husodo; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.605 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.890

Abstract

Operasi  paralel  transformator  distribusi  dilakukan  untuk  meningkatkan  kapasitas  daya penyaluran tenaga listrik atau meminimalisir pemadaman pada sistem penyaluran tenaga listrik. Namun pada prakteknya, tidak semua transformator dapat dihubungkan paralel. Ada beberapafaktor  yang  perlu  diperhatikan  sebelum  melakukan  operasi  paralel  transformator.  Selain tegangan dan frekuensi harus sama, vector group transformator juga harus sesuai. Vector group merupakan polaritas pada transformator tiga fasa yang dipengaruhi oleh konfigurasi hubungan belitan  dalam  transformator.  Perbedaan  vector  grup  seringkali  menjadi  kendala  ketika transformator  unit  gardu  bergerak  (UGB)  akan  diparalel  dengan  transformator  pada  gardu distribusi. Operator lapangan biasanya segera memutuskan bahwa transformator tidak mungkin diparalel dan kemudian melakukan penjadwalan ulang. Hal ini tentunya membuang waktu dan biaya. Pada  penelitian  ini  akan  dilakukan  evaluasi  kemungkinan  operasi  paralel  dua transformator yang memiliki vector group berbeda.  Cara sederhana untuk menganalisis vector group yaitu dengan menggambar diagram fasor yang mengacu pada hasil pengukuran tegangan sekunder  kedua  transformator.  Mula-mula  dilakukan  pengujian  dengan  menghubungkan  salah satu terminal primer dengan salah satu terminal sekunder untuk mengetahui jenis vector group pada transformator. Kemudian memberikan tegangan  tiga fasa pada sisi primer dan mengukur tegangan  antara  terminal  primer  dan  sekunder.  Selanjutnya  menggambarkan  diagram  fasor dengan panjang garis yang merepresentasikan hasil pengukuran tegangan. Penelitian  membuktikan  bahwa  operasi  paralel  transformator  dengan  vector  group berbeda dapat dilakukan dengan menyesuaikan urutan fasa sehingga tegangan sekunder kedua transformator  menjadi  sefasa.  Hasil  penelitian  disarikan  dalam  tabel  yang  menunjukkan pasangan  vector  grup  yang  berbeda  yang  memungkinkan  untuk  diparalel.  Hasil  penelitian  ini akan  memudahkan  operator  lapangan  dalam  melakukan  paralel  transformator  UGB  dengan transformator gardu distribusi sehingga dapat dihindarkan suatu penjadwalan ulang yang tidak perlu. Kata kunci: Paralel transformator, Vector group, Diagram Fasor
RANCANG BANGUN KOMPOR LISTRIK DIGITAL IOT Yuliza Yuliza; Hasan Pangaribuan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.072 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.897

Abstract

Pada masa sekarang ini teknologi automatisasi berbasis internet IoT(Internet of Things) adalah salah satu teknologi yang popular dan terus berkembang, khususnya di dalam penerapan peralatan rumah tangga di rumah automatisasi sangat dibutuhkan sehingga pengguna tidak lagi perlu repot untuk menghidupkan dan mematikan sebuah alat elektronik yang ada.Dalam penelitian ini penulis telah mengembangkan kompor listrik digital dengan elemen pemanas peltier berbasis microcontroller wemos yang yang mampu dikendalikan dengan menggunakan smartphone android dengan melalui media internet. Kompor listrik ini dapat dikendalikan dengan mudah hanya dengan menekan tombol untuk menghidupkan/mematikan kompor listrik pada smartphone.Pengujian alat ini mampu untuk membaca suhu kamar yang ada dari 30o Celcius sampai dengan 50o celcius dalam waktu 10 menit. Sistem ini memiliki kelemahan yaitu sangat bergantung terhadap internet disebabkan kontrol On/Off melalui aplikasi pada smartphone.Kata Kunci : Microcontroller Wemos, Kompor Listrik, Peltier, IoT
PERANCANGAN DAN REALISASI BANDPASS FILTER DENGAN METODE OPEN LOOP SQUARE RESONATOR UNTUK MICROWAVE LINK Naufal Rizki Rinditayoga; Dian Widi Astuti
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 3 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.282 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i3.891

Abstract

Dalam  dunia  telekomunikasi,  antena  parabola ini  dipakai  oleh  perangkat  yang dinamai  perangkat  transmisi  radio  microwave (gelombang  mikro) point  to  point.  Microwave link  sendiri  merupakan  sistem  komunikasi  yang  menggunakan  gelombang  radio  pada  rentang frekuensi gelombang mikro untuk mengirimkan video, audio, atau data antara dua lokasi yang terpisah, yang dapat digunakan hanya beberapa meter sampai dengan beberapa kilometer. Untuk mendukung    teknologi  tersebut,  tidak  lepas  dari  sebuah  yang  bernama  filter.  Filter  sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam komunikasi wireless.Dasar  penelitian  ini  yaitu  bertujuan  untuk  membuat  sebuah  bandpass  filter  yang  dapat meloloskan frekuensi pada microwave link yaitu pada frekuensi 7,1 GHz – 7,7 GHz. Dari hasil pengukuran respon filter pada alat vector network analyzer didapatkan hasil yang berbeda antara spesifikasi,  simulasi  dan  fabrikasi.  Hasil  dari  penelitian  ini  Bandpass  filter  bekerja  pada frekuensi 7,1 – 7,7 GHz. Pada hasil simulasi menggunakan HFSS didapatkan nilai return loss (S11)  filter  sebesar  -27,48 dB  dan  insertion loss (S21)  sebesar  -0,43 dB. Sedangkan pada hasil pengukuran  menggunakan  VNA  didapatkan  nilai  return  loss  (S11)  filter  sebesar  -28,2  dB  dan insertion loss (S21) sebesar -0,53 dBKata  kunci  :  Bandpass  filter,    Open  Loop  Square  Resonator,  Microwave  link

Page 1 of 1 | Total Record : 9