cover
Contact Name
Muhammad Hafizd
Contact Email
muhammadhafizd@mercubuana.ac.id
Phone
+6285782804092
Journal Mail Official
jte@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650 Tlp./Fax: +62215871335
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Elektro
ISSN : 20869479     EISSN : 26218534     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/jte
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknologi Elektro adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana. Jurnal Teknologi Elektro diterbitkan 3 kali setahun, pada bulan Januari, Mei dan September. Setiap artikel diproses melalui proses review yang teliti. Artikel yang diterima bertemakan seluruh bidang Elektro, berupa hasil penelitian, studi pustaka atau perancangan alat terbaru, dengan fokus kepada aplikasi industri, teknologi hijau dan energi terbarukan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 17 no. 3 (2026)" : 10 Documents clear
Komparasi Perhitungan dan Simulasi Critical Clearing Time (CCT) Pada Jaringan IEEE 9 Bus Menggunakan ETAP dan Matlab Hasbi Dicky Baihaqi
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.001

Abstract

Kestabilan sudut rotor pada sistem tenaga listrik perlu diperhatikan agar sistem tetap sinkron setelah terjadi gangguan. Ganggun harus dihilangkan seminimnya sampai pada batas pemutusan waktu kritis atau critical clearing time (CCT). Ketika waktu pemutusan melebihi CCT yang terjadi adalah sistem mengalami ketidakstabilan yang dapat memperburuk kondisi sistem. Pada penelitian ini akan menggunakan model jaringan IEEE 9 Bus untuk mencari nilai CCT di saluran 3 dan 5 dengan metode time domain simulation (TDS). CCT terlebih dahulu didapatkan melalui perhitungan. Kemudian sebagai komparasi, simulasi ETAP dengan analisis transien dan simulasi melalui Matlab diterapkan pada penelitian ini. Hasil menunjukkan nilai CCT pada saluran 3 dari hasil perhitungan yaitu 1,25 detik, simulasi ETAP 1,28 detik dan Matlab sebesar 1,13 detik. Pada saluran 5 nilai CCT secara perhitungan yaitu 1,219 detik, simulasi ETAP 1,28 detik, dan Matlab sebesar 1,18 detik.  Dari hasil ini, nilai CCT hasil perhitungan mirip dengan simulasi pada ETAP. Sedangkan nilai CCT melalui simulasi ETAP dan Matlab hanya berbeda 0,15 detik pada saluran 3 dan 0,1 detik pada saluran 5
Detection Of Micro Vibrations In Air Duct Structures Using Phase-Based Motion Magnification And Fast Fourier Transform Muhammad Hideyosi Berry; Andi Adriansyah
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.002

Abstract

Micro‐vibrations in HVAC air‐duct structures can compromise energy efficiency and structural integrity, yet conventional contact based vibrometry is constrained by installation complexity and environmental sensitivity. This study develops a non‐contact micro‐vibration detection system by integrating Phase‐Based Motion Magnification (PBMM) with Fast Fourier Transform (FFT) analysis, and validates its performance against a Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS)‐based ADXL345 accelerometer. High‐resolution 4K video (60 fps) of a galvanized, rigid square duct (0.8 m × 0.8 m) was processed through a steerable complex pyramid, ideal band‐pass temporal filtering, and phase amplification (α = 20). The magnified phase sequences were reconstructed and subjected to Hann‐windowed, detrended FFT, with dominant frequency peaks refined via parabolic interpolation. Validation with the ADXL345 time‐series yielded a mean absolute frequency error of 2.53 Hz (σ = 1.06 Hz) across five measurement points. Temporal band‐pass settings effectively suppressed spectral artifacts, and phase gain influenced magnification clarity. Computational performance averaged around 10 s/frame on CPU, indicating real‐time feasibility with GPU acceleration. The proposed PBMM+FFT approach offers a practical, non‐invasive alternative for structural vibration monitoring in HVAC systems.
Perancangan Sistem Kontrol Pencahayaan Berbasis Digital Addressable Lighting Interface (DALI) pada Fasilitas Gedung Bertingkat Rizki Irawan Rizki; Erfiana Wahyuningsih; Ganjar Febriyani Pratiwi; Rizki Irawan; Kamtoyo
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.003

Abstract

Lighting systems are one of the major contributors to electrical energy consumption in multi-story buildings, making an efficient control system essential to improve energy efficiency without reducing user comfort. This study aims to design and implement a lighting control system based on the Digital Addressable Lighting Interface (DALI) integrated with Internet of Things (IoT) technology using an ESP32 microcontroller and the Blynk application. The research method consisted of system design, hardware and software implementation, and performance evaluation based on brightness variation, output voltage measurement of a lighting dimmer module utilizing a Triode for Alternating Current (TRIAC), real-time monitoring capability, and system response time. Experimental results showed that increasing the brightness level from 20% to 100% increased the output voltage from 24 V AC to 181 V AC, resulting in a gradual change in light intensity from very dim to very bright. The system was also capable of displaying lighting status through a Liquid Crystal Display (LCD) and the Blynk application in real time, with an average response time of 0.75 s for brightness adjustment and 1.89 s for lamp ON/OFF operation. The results demonstrate that the proposed system is capable of providing responsive lighting control, supporting remote monitoring, and has the potential to improve energy efficiency in multi-story building facilities.
Perancangan BAS Berbasis PLC Outseal dan Haiwell SCADA untuk Monitoring dan Kontrol Fasilitas Gedung Belinda Ayuningtyas; Rifal Meidyansah; Trisna; Fadhila Husna Az zahro; Sulistyo Widodo
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.004

Abstract

Building Automation System (BAS) merupakan teknologi yang digunakan untuk mengintegrasikan sistem monitoring dan kontrol berbagai fasilitas gedung secara otomatis sehingga dapat meningkatkan efisiensi energi, keamanan, dan kenyamanan operasional. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Building Automation System berbasis PLC Outseal dan SCADA Haiwell untuk mengontrol sistem pencahayaan, distribusi air otomatis, serta monitoring energi listrik pada gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian sistem. PLC Outseal digunakan sebagai pengendali utama sedangkan SCADA Haiwell digunakan sebagai media monitoring dan kontrol secara real-time. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengontrol pencahayaan pada beberapa area gedung, mengoperasikan pompa air secara otomatis berdasarkan level air tangki, serta melakukan monitoring parameter energi listrik secara terpusat. Hasil pengujian komunikasi menunjukkan bahwa penggunaan catu daya 24V memberikan performa yang lebih stabil dibandingkan 12V dengan delay komunikasi rata-rata sekitar 1 detik. Sistem yang dirancang berhasil meningkatkan efektivitas pengelolaan fasilitas gedung serta mendukung konsep smart building yang hemat energi dan mudah dikendalikan.
Prototipe Sistem Pemberian Nutrisi Cair Unggas Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller Kuna Kulya; Shabri Putra Wirman; Neneng Fitriya; Indah Sri Welly
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.005

Abstract

Penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pemberian nutrisi cair otomatis untuk unggas berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang mengintegrasikan sensor inframerah proximity, pompa otomatis, dan konveyor. Tujuan penelitian adalah merancang sistem yang mampu mendistribusikan nutrisi cair secara presisi, konsisten, dan efisien dibandingkan metode manual. Sistem dirancang menggunakan ladder diagram pada PLC, di mana sensor IR mendeteksi keberadaan wadah secara non-kontak, konveyor berhenti otomatis pada posisi pengisian, pompa mengalirkan cairan sesuai durasi tertentu, lalu konveyor bergerak kembali. Pengujian dilakukan melalui uji fungsi komponen, uji presisi distribusi, uji keandalan, dan uji efisiensi. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sensor IR sebesar 90% dalam 20 pengulangan. Distribusi cairan menunjukkan deviasi standar di bawah 5% dari target. Sistem mampu beroperasi lebih dari 15 siklus tanpa gangguan berarti dengan delay pompa rata-rata 0,91 detik dan waktu kedatangan wadah rata-rata 4,02 detik. Perbandingan efisiensi menunjukkan sistem otomatis rata-rata 24 kali lebih cepat (7,16 detik) dibandingkan metode manual (165,84 detik). Sistem ini memenuhi prinsip Precision Livestock Farming dan layak dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi sensor aliran dan teknologi IoT. untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, serta pemantauan proses pemberian nutrisi secara berkelanjutan.
Sistem Monitoring Energi Listrik Rumah Tangga Berbasis IoT Menggunakan Sensor PZEM-004T dan ESP32 rendi dwi rusti; Uvi Desi Fatmawati S.Si,M.Eng; Rangga Takwa
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.006

Abstract

Konsumsi energi listrik sektor rumah tangga terus meningkat, namun pengguna umumnya belum memiliki sarana untuk memantau pemakaian daya secara real-time sehingga upaya penghematan energi sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring energi listrik rumah tangga berbasis Internet of Things (IoT) bernama ENERGIKU menggunakan sensor PZEM-004T dan mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi dashboard web real-time berbasis WebSocket tanpa ketergantungan layanan cloud berbayar. Metode penelitian yang digunakan adalah rancang bangun yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan lunak, implementasi, serta empat jenis pengujian, yaitu akurasi sensor, variasi beban, waktu respons, dan keandalan komunikasi. Akurasi divalidasi terhadap multimeter digital Sanwa RD700 sebagai instrumen acuan melalui sepuluh titik pengukuran berpasangan untuk tegangan, arus, dan daya, kemudian dianalisis menggunakan metrik MAE, MAPE, dan RMSE. Hasil pengujian menunjukkan sistem mencapai akurasi 99,65% untuk tegangan, 98,99% untuk arus, dan 98,98% untuk daya dengan MAPE di bawah 1,1% untuk seluruh parameter. Pengujian variasi beban pada rentang 5 W hingga 100 W menunjukkan respons arus yang linier terhadap perubahan daya. Waktu respons pembaruan dashboard rata-rata 2,09 detik dan komunikasi WebSocket mencapai packet delivery rate rata-rata 98,73% hingga jarak 20 meter. Sistem ENERGIKU terbukti mampu memantau konsumsi energi listrik rumah tangga secara akurat, andal, dan real-time.
Integrasi Rangkaian Pengkondisi Sinyal dan Kalman Filter Digital ESP32 Untuk Stabilisasi Data Sensor pH Syahdan Awaldi; Erfiana Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.007

Abstract

Pengukuran derajat keasaman (pH) menggunakan sensor berbasis elektroda analog berbiaya rendah sering kali menghadapi kendala ketidakstabilan sinyal keluaran akibat gangguan lingkungan, derau mekanis, dan turbulensi fluida. Permasalahan tersebut menjadi semakin kompleks saat diintegrasikan secara langsung pada mikrokontroler ESP32, karena antarmuka Analog to-Digital Converter (ADC) 12-bit bawaannya memiliki kelemahan struktural berupa profil non linearitas yang tinggi, fenomena zona mati (dead-zone) pada level tegangan rendah, serta kerentanan terhadap derau sirkuit internal. Penelitian ini mengusulkan solusi integrasi melalui perancangan rangkaian pengkondisi sinyal pada level perangkat keras dan implementasi algoritma Kalman Filter satu dimensi pada level perangkat lunak untuk meningkatkan akurasi akuisisi data. Rangkaian pengkondisi sinyal menggunakan penguat operasional tipe Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS) berfungsi untuk melakukan pergeseran level tegangan sinyal bipolar menjadi unipolar positif, sekaligus meminimalisasi efek pembebanan pada impedansi tinggi elektroda sensor. Selanjutnya, algoritma Kalman Filter dieksekusi secara waktu nyata (real-time) dalam firmware sistem untuk melakukan estimasi rekursif guna menstabilkan fluktuasi pembacaan digital akibat derau frekuensi tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode penyaring digital yang diusulkan mampu meredam lonjakan tegangan transien secara signifikan, menghasilkan kurva respons yang lebih stabil dan halus dibandingkan dengan metode akuisisi mentah. Implementasi sistem secara keseluruhan berhasil menstabilkan pembacaan derajat keasaman dengan tingkat galat minimal, yakni berada dalam rentang 1% hingga 8,5%. Solusi ini terbukti efektif dalam menjaga integritas data akuisisi pada sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things.
Analisis Uji Kalibrasi Alat Kejut Jantung Menggunakan Defibrillator Analyzer M Raafi' Joko Wahyu Saputra; Arie Pangesti Aji
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.008

Abstract

Alat kejut jantung merupakan peralatan penunjang hidup kedaruratan yang esensial untuk memulihkan ritme jantung pasien melalui induksi kejut listrik. Mengingat fungsi kritisnya, sekecil apa pun penyimpangan pada energi keluaran maupun durasi waktu pengisian daya dapat berakibat fatal bagi keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelaikan operasional lima unit alat kejut jantung di sebuah fasilitas pelayanan kesehatan melalui serangkaian uji kalibrasi teknis. Pendekatan observasi lapangan secara kuantitatif diterapkan menggunakan instrumen kalibrator Defibrillator Analyzer dan Electrical Safety Analyzer. Parameter yang dievaluasi secara komprehensif mencakup inspeksi kondisi fisik, tingkat kebocoran arus listrik, akurasi keluaran energi pada rentang 5 hingga 300 Joule, persentase kehilangan energi, serta waktu pengisian daya maksimum. Data hasil pengukuran kemudian diolah secara statistik untuk menentukan nilai ketidakpastian bentangan dan dikomparasikan terhadap batas toleransi yang ditetapkan dalam Metode Kerja Pengujian dan Kalibrasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel lolos pengujian keamanan kelistrikan dengan tingkat kebocoran arus tertinggi tercatat hanya sebesar 28,9 µA, jauh di bawah ambang batas kritis 500 µA. Evaluasi akurasi energi dan persentase kehilangan energi (energy loss rate) menghasilkan deviasi yang secara konsisten berada di dalam rentang toleransi maksimal 15%, dengan penyusutan tertinggi sebesar 8,60%. Selain itu, durasi waktu pengisian daya (charge time) seluruh unit tercatat sangat responsif pada rentang 4,26 hingga 6,48 detik, memenuhi batas aman 15 detik. Nilai ketidakpastian bentangan () tertinggi yang diperoleh hanya sebesar 0,66 J, membuktikan presisi pengukuran yang sangat baik. Kesimpulannya, seluruh unit alat kejut jantung tersebut dinyatakan laik pakai dan terjamin keandalannya untuk mendukung standar keselamatan pasien secara optimal.
Arduino-Based Automated Birdcage with Integrated Mass and Thermal Control Ratnasari Nur Rohmah; Wahyu Akhsan Sadewa; Bambang Hari Purwoto
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.009

Abstract

Manual bird care is highly vulnerable to neglect, particularly during prolonged owner absence, while fluctuating ambient temperatures can severely compromise avian health and well-being. This study designs, implements, and evaluates a standalone, Arduino-based automated birdcage system that integrates mass-based feed dispensing, water refilling, thermal management, and comprehensive fault detection without relying on continuous internet connectivity. The system utilizes two independent load cells with HX711 modules to measure feed and water mass directly, driving a servo motor and a DC water pump, respectively. An n-point moving-average filter mitigates mechanical vibration and bird-movement noise. Ambient temperature and humidity are monitored using a DHT22 sensor controlling an incandescent heating lamp, regulated via a hysteresis control algorithm to eliminate rapid actuator chattering near switching thresholds. User interaction and monitoring are supported through a 16x2 LCD screen, input buttons, and a buzzer notification system. Experimental evaluations under controlled laboratory conditions demonstrated high precision, with the automatic feed dispensing system achieving an average accuracy of 99.38% (0.62% relative error) and the water refilling subsystem reaching 99.78% accuracy (0.22% relative error). The heating control subsystem successfully maintained actuator states within the targeted 28.0–30.0°C hysteresis band. Additionally, fault-detection mechanisms properly halted actuators and triggered visual-auditory alerts during simulated sensor anomalies and zero-mass-gain events. These results confirm the functional feasibility and robustness of the standalone automated birdcage, providing a reliable engineering baseline for maintaining optimal avian environmental conditions and basic dietary needs during owner absence.
Rancang Bangun Sistem Kontrol Buck Converter Menggunakan PSO-PI Dan GWO-PI Wahyu Setyo Pambudi; Muhammad Julian Ghani; Yuliyanto Agung Prabowo; Novian Patria Uman Putra; Misbahul Munir; Titiek Suheta
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i3.010

Abstract

Perkembangan teknologi energi terbarukan khususnya photovoltaic membutuhkan sistem pengaturan tegangan yang mampu menjaga kestabilan keluaran ketika kondisi sumber berubah. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem kontrol buck converter menggunakan pengendali proportional-integral yang parameternya dioptimasi dengan Particle Swarm Optimization dan Grey Wolf Optimizer. Sistem menggunakan panel photovoltaic sebagai sumber tegangan, modul buck converter LM2596, Arduino Uno sebagai unit pengendali, sensor tegangan dan INA219 sebagai umpan balik, serta lampu DC sebagai beban dengan setpoint 14 V. Optimasi menghasilkan parameter PSO-PI Kp = 0,85 dan Ki = 420,0, sedangkan GWO-PI Kp = 0,92 dan Ki = 520,0. Kinerja kedua metode dibandingkan berdasarkan waktu pemulihan, rata-rata tegangan keluaran, Mean Absolute Error, Root Mean Square Error, error maksimum, bias, Integral Absolute Error, dan Integral Square Error. Hasil pengujian menunjukkan GWO-PI memiliki waktu pemulihan 34 ms, lebih cepat dibandingkan PSO-PI sebesar 40 ms. GWO-PI menghasilkan rata-rata tegangan keluaran 14,017 V, MAE 0,019 V, RMSE 0,023 V, dan bias 0,017 V, sedangkan PSO-PI menghasilkan 14,059 V, MAE 0,059 V, RMSE 0,060 V, dan bias 0,059 V. Ketika tegangan masukan berada di bawah 14 V, kedua metode tidak mampu mempertahankan setpoint karena karakteristik buck converter hanya dapat menurunkan tegangan. Secara keseluruhan, GWO-PI memberikan akurasi tracking dan kemampuan pemulihan yang lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10