cover
Contact Name
habibullah
Contact Email
habibullah@kemsos.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiokonsepsia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosio Konsepsia
ISSN : 20890338     EISSN : 25027921     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Koncepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial presents scientific essays in the form of the results of field research on social welfare. Publish three times the April, August and December periods.
Arjuna Subject : -
Articles 397 Documents
HARAPAN BARU BAGI GELANDANGAN DAN PENGEMIS MELALUI IMPLEMENASI PROGRAM DESAKU MENANTI DI KOTA PADANG Andari, Soetji
Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v8i1.1512

Abstract

abstrak Kehidupan di kota dengan lapangan pekerjaan  dan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia menjadi daya tarik penduduk perdesaaan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.  Kondisi kota menjadi faktor pendorong  dan faktor penarik penduduk perdesaan. Program Desaku Menanti adalah program penanganan gelandangan dan pengemis di perkotaan yang komprehensif dan mengedepankan keterpaduan dalam rehabilitasi sosial gelandangan dan pengemis dilakukan secara terpadu berbasis desa. Penelitian ini dengan penelitian kuantitatif, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data tentang Implementasi Program Desaku Menanti, mengintegrasikan temuan, dan menarik kesimpulan secara inferensial. mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh, mengintegrasikan temuan dengan t- test untuk mengetahui dampak implementasi yang dirasakan penerima manfaat Program Desaku Menanti. Lokasi penelitian desaku Menanti di Kota Padang sebagai studi. Hal tersebut karena pertama kali program desaku menanti yang berada di luar Pulau Jawa, bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Padang.Kata Kunci: gelandangan, pengemis,desa,harapan .abstractLife in the city with jobs and various facilities and infrastructure available is an attraction for rural residents to get a better life. The condition of the city becomes a push factor and a pull factor for the rural population. My Village Waiting Program is a comprehensive program of handling homeless and beggars in urban areas and promoting integration in social rehabilitation of homeless and beggars carried out in an integrated village-based manner. This research is a quantitative research, where researchers collect and analyze data about the Waiting for My Village Program Implementation, integrate findings, and draw conclusions inferentially. collecting and analyzing the data obtained, integrating the findings with the t-test to determine the impact of the implementation felt by beneficiaries of the Waiting Village Program. The research location of Menanti village in Padang City as a study. This is because the first time my village program is waiting outside Java, in collaboration with the Padang City Social Service.Keywords: homeless, beggar, village, hope.
IDENTIFIKASI MODAL SOSIAL DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN Harto, Sugeng Puji
Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v8i1.1539

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi unsur modal sosial di desa miskin kawasan hutan. Kontradiksi antara keberhasilan program Desa Mandiri Pangan dan peningkatan jumlah keluarga prasejahtera di Desa Tempuran menarik untuk dieksplorasi. Modal sosial berusaha menjelaskan kontradiksi tersebut. Dengan metode kualitatif studi kasus digunakan untuk menganalisis modal sosial dalam pengentasan kemiskinan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa trust yang ada dalam kelompok afinitas berupa; kredibilitas, keterbukaan, kejujuran, dan tidak merugikan orang lain. Perbedaan kondisi trust di dusun Tepusan dan Krajan berdampak pada eksistensi kelompok afinitas dan perkembangan budidaya ternak sebagai modal pengentasan kemiskinan. Unsur norma yang ada di kelompok afinitas berupa kewajiban hadir pertemuan, perguliran ternak yang berkelanjutan, sanksi sosial, kepedulian sosial dan keihlasan pengurus. Warga dusun Tepusan yang mendapatkan keuntungan dengan adanya perguliran kambing yang berjalan sesuai dengan norma yang mengatur kegiatan kelompok afinitas. Bentuk jaringan sosial yang ada di kelompok afinitas berupa: pertemuan rutin, jimpitan, patron klien juragan jagung petani, bakul kambing. Jaringan yang ada dalam kelompok afinitas bermanfaat mengentaskan kemiskinan di desa Tempuran.Kata kunci: trust, norma, jaringan, pengentasan kemiskinan
PEKERJA MIGRAN LINTAS NEGARA Studi Kasus Permasalahan Pekerja Migran Perempuan Di Pulau Batam Nina Karinina
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.691

Abstract

Banyak faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan kerja para Pekerja Migran Perempuan sektor informal lintas negara. Faktor-faktor tersebut antara lain terkait dengan pendidikan dan keterampilan yang kurang memadai, masalah adaptasi budaya dengan yang dimiliki pengguna jasa Pekerja Migran tersebut di mana mereka bekerja, maupun masalah prosedur keimigrasian dalam pengiriman Pekerja Migran lintas llegam. Dengan deimikian sebagai konsekuensi dari faktor-faktor tersebut, timbul permasalahan yang berakibat fatal bagi diri para Pekerja Migral lintas negara, yang menggugah harkat kemanusiaan dan martabat bangsa. Kota Batam sebagai piniu gerbang pengiriman Pekerja Migran lintas egara, khususnya untuk tujuan Singapura dan Malaysia, memiliki banyak persoalan dalam kaitan penempatan Pekerja Migran di luar negeri tersebut. Studi ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis berbagai faktor permasalahan yang dialami para Pekerja Migran mulai dari sebelum memutuskan menjadi Pekeria Migran, pada saat keberangkatan dun saat bekerja di luar negeri sampai masa kepulangannya kembali dari negara tempai bekerja ke Tanah Air. Sebagai akhir dari studi ini juga dikemukakan suatu rekomendasi sebagai sumbang saran dalam penanggulangan masalah pengiriman Pekerja Migran ke mancanegara.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMENUHAN KEBUTUHAN PENYANDANG DISABILITAS AKIBAT KUSTA DAN IMPLIKASI KESEJAHTERAAN SOSIALNYA. STUDI KASUS DI KOMPLEKS RUMAH SAKIT SITANALA TANGERANG Togiaratua Nainggolan
Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v6i3.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bagi penyandang disabilitas akibat kusta dan implikasi kesejehteraan sosialnya. Sejalan dengan hal ini masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bekas penyandang disabilitas akibat kusta dan implikasi kesejehteraan sosialnya?. Penelitian dikembangkan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitstif. Hasil penelitian menjukkan Dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan bagi penyandang disabilitas akibat kusta di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang bergerak antara tiga unsur dalam struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan super ego. Dorongan pemenuhan berupa impuls id yang senantiasa muncul, direspon oleh ego berdasarkan realitas yang dihadapi dengan mempertimbangkan super ego. Untuk mengatasi dorongan id, ego mengurangi tekanan dengan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) seperti denial (penyangkalan diri), represi, sublimasi, rasionalisasi dan displacement. Pada saat yang bersamaan tingkat kesejahteraan sosialnya rendah terkait dengan rehabilitasi sosial yang tidak optimal di rumah sakit, dan kurangnya dukungan sosial dari berbagai pihak terkait.  Sejalan dengan hal ini untuk lebih menjamin tingkat kesejahteraan sosial penyandang disabilitas akibat kusta di komplek Rumah Sakit Sitanala Tangerang perlu dioptimalkan keberfungsian Unit Rehabilitasi Sosial dengan merekrut personal yang memenuhi syarat keilmuan untuk tugas tersebut. Pada saat yang sama Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial perlu lebih proaktif melakukan kerjasama rehabilitasi dan pemberdayaan sosial sehubungan dengan paradigma yang dibangun dalam  UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabiliatas yaitu right based. Berdasarkan intervensi sosial ini diharapkan dinamika psikologis pemenuhan kebutuhan mereka akan lebih produktif.Kata Kunci : Dinamika Psikologis, Pemenuhan Kebutuhan, Penyandang Disabilitas Akibat Kusta, Kesejahteraan Sosial
PROBLEMA DAN RESOLUSI KONFLIK SOSIAL DI KECAMATAN JOHAR BARU - JAKARTA PUSAT Setyo Sumarno
Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v3i2.362

Abstract

Konflik  sosial  yang  terjadi  di  masyarakat  secara  kuantitas  maupun  kualitasnya  cenderung  semakin meningkat.  Kerugian  harta  benda  dan  bahkan  nyawa  tidak  ternilai,  sebagai  akibat  dari  konflik  sosial dengan kekerasan di berbagai daerah di Indonesia. Di Jakarta, ada satu wilayah yang rawan konflik, yaitu Kecamatan Johar Baru, dimana di kecamatan ini seringkali terjadi konflik antar kelompok masyarakat . Hal ini yang mendorong dilakukan penelitian, dengan tujuan untuk memperoleh informasi kondisi lingkungan, akar  dan  penyebab  konflik  antar  kelompok  masyarakat,  dan  apa  solusi  yang  telah  dilakukan  dalam penanganan  konflik  tersebut.  Untuk  itu  dikumpulkan  data  dan  informasi  dari  berbagai  pihak,  baik  dari unsur aparat, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat dan warga masyarakat yang terlibat konflik. Informasi dari tokoh masyarakat,bahwa sumber konflik antara lain : rebutan lahan, pengaruh narkoba, pengangguran, dan tuntutan kebutuhan pangan serta kepadatan penduduk. Upaya yang telah dilakukan penduduk lokal melalui pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kelompok Kesadaran Masyarakat (Pokdarmas), Forum Anti kekerasan dan Tawuran (Fakta), Forum Anti Tawuran Warga (Fatwa), dan Komunitas Kampung Aman (KKA). Eksistensi kelembagaan tersebut perlu dioptimalkan dengan dukungan dengan pemerintah pusat maupun Pemda DKI Jakarta. Kemudian perlu juga diberdayakan dan didayagunakan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial yang ada, sehingga mampu memberikan solusi untuk mewujudkan rekonsiliasi sosial secara permanen.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL: PERSPEKTIF LOKAL TENTANG MASALAH DAN KEBUTUHAN DI ACEH SELATAN Agus Budi Purwanto
Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v3i1.765

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang strategi pembangunan daerah tertinggal di DesaLawe Sawah, Kluet Timur, Aceh Selatan. Tujuan utama penelitian ini adalah ingin mengetahui alternatif strategi pembangunan di desa tertinggal dilihat dari dimensi masalah dan kebutuhan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perekonomian masyarakat yang masih rendah berdampak pada banyaknya keluarga fakir miskin dan rumah tidak layak huni. Kondisi kehidupan masih bersifat subsisten (kondisi kehidupan yang hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari). Aksesibilitas yang menyangkut kemudahan masyarakat untuk mencapai pusat-pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pasar sebagai sarana perdagangan relatif belum tersedia dengan baik. Jadi,strategi pembangunan di daerah desa teringgal lebih cocok apabila dimulai dari kegiatan-kegiatan praktis secara operasional, seperti membangun sektor pertanian, peternakan dan perikanan yang sesuai dengan ketrampilan sumber daya manusia setempat dan kapasitas lembaga yang ada.
KEBERFUNGSIAN SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA PASCA REHABILITASI SOSIAL DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA GALIH PAKUAN DI BOGOR Murni, Ruaida
Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v9i1.1767

Abstract

Masalah penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian khusus pemerintah, karena sudah menyebar di semua kalangan masyarakat. Penyalahgunaan NAPZA memicu terhambatnya keberfungsian sosial bagi pelakunya. Penyalahguna NAPZA baik baru tahap pengguna ataupun sudah menjadi pecandu, perlu tindakan agar terlepas dari jerat NAPZA, sehingga keberfungsian sosialnya mampu dilaksanakan dengan baik. Rehabilitasi sosial merupakan salah satu solusinya. Penelitian ini bertujuan melihat keberfungsian sosial penyalahguna NAPZA dan dukungan sosial yang diperoleh setelah melakukan rehabilitasi sosial. Metode yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keberfungsian sosial dengan kategori tinggi dan sebagian kecil kategori sedang, artinya masih ada item yang mendukung keberfungsian sosial yang belum mampu dilaksanakan secara maksimal. Demikian juga dengan dukungan sosial, sebagian besar responden mendapatkan dukungan sosial kategori tinggi, dan sebagian kecil kategori sedang. Untuk lebih memaksimalkan dukungan keluarga maupun masyarakat, pihak panti perlu meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya dukungan sosial terhadap penyalahguna NAPZA eks penerima pelayanan panti,  sehingga keluarga dan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan, sekaligus menghilangkan stigma masyarakat. Untuk mengembangkan keberfungsian sosial yang lebih baik, perlu kerjasama dengan pemerintah daerah setempat, untuk memberikan dukungan  kepada eks penerima pelayanan PSPPGP baik secara moril maupun materiil. Pihak panti perlu mengoptimalkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi, secara bersamaan dapat memberikan motivasi  dan dukungan moril terhadap eks penerima manfaat yang bermasalah.  Kata kunci : Penyalahguna NAPZA, Keberfungsian sosial, rehabilitasi sosial.
PERMASALAHAN DAN KEBUTUHAN ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI LAPAS ANAK BLITAR Yanuar Farida Wismayanti
Sosio Konsepsia Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i1.620

Abstract

Anak yang berkonflik dengan hukum harus dilihat secara komprehensif baik sosiologis, psikologisdan juridis formalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan anakyang berkonflik dengan hukum di Lapas Anak Blitar. Identifikasi permasalahan dan kebutuhan yangdilakukan di Lapas Anak Blitar menunjukkan masih begitu banyaknya pelanggaran atas hak anak denganperlakuan yang tidak berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhandasar anak seperti kesehatan, pendidikan dan kebutuhan pelayanan konseling. Untuk itu perlu dilakukanupaya peningkatan pelayanan di Lapas anak yang child friendly, untuk pemenuhan kebutuhan hak dasaranak.
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA SUKABUMI Muslim Sabarisman
Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v4i3.151

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang ada Kota Sukabumi yang menjadi sasaran program dinas sosial. Program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan, namun demikian belum ada data yang dapat menjelaskan sejauh mana efektivitas program tersebut. Berkaitan dengan permasalahan penelitian, maka penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi dikumpulkan melalui hasil wawancara terstruktur, studi dokumentasi terhadap hasil penelitian terdahulu, laporan-laporan dan literatur yang relevan, dan observasi. Sebagai informan, yaitu petugas dinas sosial dan instansi sektoral terkait. Hasil penelitian membuktikan, bahwa peran dinas sosial Sukabumi dalam penanggulangan kemiskinan belum mencapai tujuan secara optimal. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia, anggaran yang belum mendukung, koordinasi masih lemah, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program masih terbatas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada dinas sosial untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas program dengan instansi terkait di daerah, meningkatkan intensitas konsultasi dengan instansi sosial provinsi dan pusat.
JAMINAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS LOKAL Studi Kasus Perkumpulan Kematian Al-Khoiro Di Desa Ulak Kerbau Lama Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Habibullah habibullah
Sosio Konsepsia Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.706

Abstract

Jaminan sosial merupakan salah satu jenis kebijakan sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan dalam masyarakat. Sistem jaminan sosial secara garis besar mengikuti dua metode, yaitu asuransi sosial dan bantuan sosial Berbeda dengan negara maju, negara berkembang seperti Indonesia memiliki sumber dana yang sangat terbatas untuk menyelenggarakan jaminan sosial. Meskipun demikian, jaminan sosial berbasis komunitas telah berakar dalam masyarakat sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme jaminan sosial berbasis komunitas dengan kasus Perkumpulan kematian Al-Khoiro di desa Ulak kerbau Lama Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan dan penelitian ini bersifat deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bila dilihat bentuk jaminan sosialnya maka Perkumpulan kematian Al-Khoiro cenderung pada bentuk asuransi sosial dibanding dengan bantuan sosial karena anggotanya diwajibkan membayar iuran anggota baru. Apabila dilihat dari bentuk manfaatnya maka jaminan sosial yang diberikan Perkumpula11 kematian Al-Khoiro dapat berupa uang (benefit incash) dari santunan wajib anggota dan berbentuk barang dan pelayanan sosial (benefit in-kind). Jaminan sosial berbasis komunitas memang perlu dikembangkan akan tetapi dalam pengembanganya jangan terjebak pada pemberian dana stimulan yang justru mematikan kreativitas lokal. Oleh karena itu maka dalam hal penyusunan kebijakan dan perencanaan intervensi program keragaman karakteristik komunitas lokal sangatlah penting dipahami.

Page 5 of 40 | Total Record : 397


Filter by Year

2006 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10 No 3 (2021): Sosio Konsepsia Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 3 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 2 (2020): Sosio Konsepsia Vol 9, No 1 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 3 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia Vol 8, No 2 (2019): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 1 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2018 Sosio Konsepsia Vol 8, No 1 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 3 (2018): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia Vol 7, No 2 (2018): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 7, No 1 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6, No 3 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6 No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia Vol 6, No 2 (2017): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 6 No 1 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 3 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 2 (2016): Sosio Konsepsia Vol 5 No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 3 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4, No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 2 (2015): Sosio Konsepsia Vol 4 No 1 (2014): Sosio Konsepsia Vol 4, No 1 (2014) Vol 3 No 3 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 2 (2014): Sosio Konsepsia Vol 3 No 1 (2013): Sosio Konsepsia Vol 2 No 3 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 2 No 2 (2013): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 3 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 2 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 3 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 2 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 15 No 1 (2010): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 2 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 1 (2009): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 13 No 1 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 3 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 2 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial More Issue