cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Biopropal Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
KARAKTERISASI TEPUNG KOMPOSIT BERBASIS MOCAF DAN KACANG-KACANGAN SEBAGAI BAHAN BAKU BISKUIT MP-ASI (Characterization of Composite Flour Based on Mocaf and Beans Flour as Ingredient for Weaning Food) Lia Ratnawati; Riyanti Ekafitri; Dewi Desnilasari
Biopropal Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.616 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v10i2.4987

Abstract

Mocaf flour is able to replace wheat flour as raw material for MP-ASI biscuits (weaning food) because it contains high carbohydrates. Low protein content of mocaf flour requires the addition of bean flour to form composite flour which is suitable for MP-ASI biscuits. The purpose of this study was to determine the physicochemical, functional and gelatinization properties of composite flour from mocaf and beans. The types of beans used were soybean, mung bean and red bean. Those type of beans flour was added 40% for each composite flour formulation. The results showed that the addition of beans flour into mocaf flour was significantly affected the increase in ash content, protein, fat, solubility, emulsion activity and stability, foam capacity and stability and gelatinization temperature. The addition of beans flour also significantly affected the decrease in starch, amylose content, swelling power, oil absorption capacity and gelatinization profile (peak, breakdown, final and setback viscosity) of the composite flour. Mocaf-mung bean composite flour was recommended as a raw material for making MP-ASI biscuits because it has low solubility and high bulk density and met the Indonesian standard (SNI) of MP-ASI biscuits which requires minimum 6% protein content, maximum 18% fat and maximum 5% dietary fiber.Keywords: functional properties, gelatinization profile, mocaf flour, physicochemical properties, weaning food. ABSTRAKTepung mocaf dapat digunakan sebagai pengganti terigu pada pembuatan biskuit MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Kadar protein yang rendah dari tepung mocaf memerlukan penambahan tepung kacang-kacangan sebagai sumber protein sehingga membentuk tepung komposit yang sesuai untuk bahan baku biskuit MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sifat fisikokimia, fungsional dan profil gelatinisasi dari tepung komposit mocaf dan kacang-kacangan. Jenis kacang-kacangan yang digunakan adalah kedelai, kacang hijau dan kacang merah.Setiap jenis tepung kacang-kacangan ditambahkan sebesar 40% untuk masing-masing formulasi tepung komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kedelai, kacang hijau dan kacang merah secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar abu, protein, lemak, kelarutan, aktivitas dan stabilitas emulsi, kapasitas dan stabilitas foam dan suhu gelatinisasi. Penambahan tepung kacang-kacangan pada tepung mocaf juga berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar pati, amilosa, swelling power, kapasitas penyerapan minyak serta profil gelatinisasi (viskositas puncak, breakdown, akhir dan setback) dari tepung komposit yang dihasilkan. Tepung komposit mocaf-kacang hijau adalah yang direkomendasikan sebagai bahan baku pembuatan biskuit MP-ASI karena memiliki kelarutan yang rendah dan densitas kamba yang tinggi serta memenuhi persyaratan SNI biskuit MP-ASI yang mensyaratkan kandungan protein minimal 6%, lemak maksimal 18% dan serat pangan maksimal 5%.Kata kunci: biskuit MP-ASI, profil gelatinisasi, sifat fisikokimia, sifat fungsional, tepung mocaf.
PENGHAMBATAN AKTIVITAS ENZIM α-GLUKOSIDASE OLEH EKSTRAK KASAR ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU SEGAR DAN PRODUK OLAHANNYA (Inhibition Activity of α-Glucosidase by Anthocyanin Crude Extract from Purple Sweet Potato and Its Products) Siti Nurdjanah; Neti Yuliana; Danita Aprisia; Azhari Rangga
Biopropal Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2052.504 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v10i2.4765

Abstract

 Purple sweet potato is one of the anthocyanin sources that potential to normalize blood sugar levels in diabetics because it can inhibit α-glucosidase. Since it easily damaged, processing into flour or chips is an alternative to extend the shelf life. This study aimed to determine the content of total phenol, total anthocyanin and inhibition of the α-glucosidase enzyme by crude anthocyanin extract from fresh purple sweet potato, conventional and modified flour and chips. Testing of total phenol, anthocyanin and inhibition of α-glucosidase enzyme activity were carried out using the spectrophotometric method. The results showed that total phenol, anthocyanin and inhibition of α-glucosidase enzyme activity from crude anthocyanin extracts using acid solutions in fresh purple sweet potato were respectively 291.7 mg GAEs/100g, 122.1 mg/100 g; 41.73%; sweet potato flour at 212.1 mg GAEs/100 g, 171.3 mg/100 g; 37.61%; purple sweet potato flour rich in resistant starch  of 182.5 mg GAEs/100 g, 141.1 mg/100 g; 65.59%; purple sweet potato flour partially gelatinized of 193.5 mg GAEs/100 g, 139.4 mg/100 g; 39.91%; and purple sweet potato chips of 299.5 mg GAEs/100 g, 203.6 mg/100 g, 44.73%. The ability of anthocyanin to inhibit the activity of the α-glucosidase enzyme could be increased through the retrogradation of starch and frying into chips.Keywords: α-glucosidase, anthocyanin, diabetic, purple sweet potatoABSTRAKUbi jalar ungu merupakan salah satu sumber antosianin yang berpotensi menormalkan kadar gula darah penderita diabetes karena dapat menghambat enzim α-glukosidase. Ubi jalar ungu segar mudah mengalami kerusakan, sehingga pengolahan dalam bentuk tepung atau keripik merupakan suatu alternatif untuk memperpanjang masa simpan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, total antosianin serta penghambatan enzim α-glukosidase oleh ekstrak kasar antosianin dari ubi jalar ungu segar, tepung ubi jalar ungu konvensional dan yang termodifikasi secara fisik serta keripik ubi jalar ungu. Pengujian total fenol, antosianin dan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total fenol, antosianin dan  penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase dari ekstrak kasar antosianin menggunakan larutan asam pada ubi jalar ungu segar  berturut-turut sebesar 291,7 mg GAEs/100 g, 122,1 mg/100 g; 41,73%; tepung ubi jalar sebesar 212,1 mg GAEs/100 g, 171,3 mg/100 g; 37,61%; tepung ubi jalar ungu kaya pati resisten (TP) sebesar 182,5 mg GAEs/100 g, 141,1 mg/100 g; 65,59%; tepung ubi jalar ungu tergelatinisasi parsial (TG) sebesar 193,5 mg GAEs/100 g, 139,4 mg/100 g; 39,91%; dan keripik  ubi jalar ungu (KU) sebesar 299,5 mg GAEs/100 g, 203,6 mg/100 g; 44,73%. Kemampuan antosianin dalam menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dapat ditingkatkan melalui proses retrogradasi pati dalam ubi dan penggorengan ubi jalar ungu menjadi keripik.Kata kunci: α-glukosidas, antosianin, diabetes mellitus, ubi jalar ungu
ANALISIS KERAGAMAN JAMBU AIR (Syzygium sp.) KOLEKSI KEBUN PLASMA NUTFAH CIBINONG BERDASARKAN MORFOLOGI DAN RAPD (Diversity Analysis of Syzygium sp. from Cibinong Germplasm Garden Based on Morphology and RAPD) Yuliana Galih Dyan Anggraheni; Eko Binnaryo Mei Adi; Heru Wibowo; Enung Sri Mulyaningsih
Biopropal Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.774 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v10i2.5248

Abstract

The high number of Syzygium diversity, especially water apple is caused by crossing pollination that occurred both naturally or by human actions. This research aimed to study morphology and genetic diversity of water apple in Cibinong Germplasm Garden. Five water apples were observed for their morphological andseven for their genetic diversity. Morphological analysis was done through observing the leaves and flower characters while genetic character using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) primers. Data were analyzed using SPSS, XLSTAT, NTSYS-pc version 2.2 and Power marker software. The results showed that based on morphological observation, there were three groups, namely Cincalo merah, Semarang merah, Semarang hijau (I), Jambu air lokal (II) and Sigondrong (III). Based on principal component analysis, stem color near the leaf, leaf bones arrangement and based color of filament became the most characters that contributed to diversity. Genetic analysis using 14 RAPD primers showed three groups, namely Citra (I), Jambu air lokal (II), Semarang hijau, Merah delima, Sigondrong, Semarang merah and Cincalo merah (III). The average number of bands 5,79 and polymorphic bands 4,36 with the mean percentage of polymorphism 72,76%. Four RAPD primers, OPA-5, OPA-9, OPA-17 and OPA-18 provided high Polymorphic Information Content (PIC) value around 0,7.Keywords: PCA value, Phylogenetic tree, PIC value, RAPD primer, water appleABSTRAKTingginya keragaman Syzygium, khususnya jambu air disebabkan oleh penyerbukan silang, baik yang terjadi secara alami maupun akibat perbuatan manusia. Ketersediaan informasi keragaman jambu air koleksi Kebun Plasma Nutfah (KPN)  Tanaman Cibinong sampai saat ini belum ada dan belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari keragaman morfologi dan genetik tanaman jambu air koleksi KPN Cibinong.Lima jambu air koleksi KPN diamati keragaman morfologinya dan tujuh jambu air koleksi KPN diamati genetiknya.Analisis morfologi dilakukan dengan pengamatan pada karakter daun dan bunga, sedangkan analisis genetik menggunakan primerRandom Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS, XLSTAT, NTSYS-pc versi 2.2 dan Power Marker. Hasil pengamatan morfologi pada lima jambu air diperoleh tiga kelompok yaitu Cincalo merah, Semarang merah, Semarang hijau (I), Jambu air lokal (II) dan Sigondrong (III). Berdasarkan analisis komponen utama, warna batang dekat daun, susunan tulang daun dan warna pangkal tangkai sari menjadi karakter yang paling berkontribusi dalam keragaman. Sementara hasil analisis genetik pada tujuh jambu air menggunakan 14 primer RAPD dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Citra (I), Jambu air lokal (II), Semarang hijau, Merah delima, Sigondrong, Semarang merah dan Cincalo merah (III). Rerata jumlah pita sebanyak 5,79 dan rerata polimorfis pita 4,36 dengan rerata persentase polimorfisme sebesar 72,76%. Empat primer RAPD yaitu OPA-5, OPA-9, OPA-17 dan OPA-18 memberikan nilai Polymorphic Information Content (PIC) yang tinggi sebesar 0,7. Analisis morfologi dan genetik dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perakitan varietas unggul dan konservasi tanaman jambu air di KPN Cibinong.Kata kunci: jambu air, nilai PCA, nilai PIC, pohon filogenetik, primer RAPD
SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN PETAI CINA DAN KULIT JENGKOL TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA DAN SERVIKS (Cytotoxicity of Petai Cina Leaves and Jengkol Pods Combinations Against Breast Cancer Cells and Cervix) Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas; Dwi Suwarni
Biopropal Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.445 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v10i2.5329

Abstract

Petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit) and jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) are leguminous plants that contain alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids which potential to be anticancer. This study aimed to determine the synergic effect of petai cina leaves extract and jengkol pods combination based on its cytotoxicity value. The extraction used maceration method with 70% ethanol solvent. Comparison of the combination of petai cina leaves extract and jengkol pods were 1:0, 0:1, 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 and 1:9. The cytotoxicity method used MTT assay with MCF-7 breast cancer cell culture and cervical HeLa. Inhibition valueconcentration (IC50) used as parameter. The combination with ratio 1:0, 0:1, 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 and 1:9 showed cytotoxicity activity against MCF-7 cells with IC50 values respectively 102.56; 51.76; 37.35; 28.57; 11.69; 7.5 and 1.92 µg/mL while on HeLa cells 137.65; 39.62; 20.91; 14.46; 9.34; 7.28 and 1.86 µg/mL. Based on the National Cancer Institute (NCI), all comparisons classified as potential cytotoxicity except ratio1: 1 on MCF-7 cancer cells which considered as moderate since IC50 values were more than 30 µg/mL.Keywords: cytotoxicity, HeLa, jengkol pods, petai cina leaves, MCF-7ABSTRAKPetai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) merupakan tumbuhan suku polong-polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut berpotensi sebagai antikanker. Kombinasi ekstrak bahan alam memiliki kelebihan terkait sinergisitas dibandingkan dengan ekstrak tunggal. Uji sitotoksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek sinergis dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol berdasarkan pada nilai sitotoksisitasnya. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Perbandingan kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol yang digunakan secara berturut-turut yaitu 1:0, 0:1, 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9. Metode sitotoksisitas yang digunakan adalah MTT assay dengan kultur sel kanker payudara MCF-7 dan serviks HeLa. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dengan perbandingan 1:0, 0:1, 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 menunjukkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 102,56; 51,76; 37,35; 28,57; 11,69; 7,5 dan 1,92 µg/mL sedangkan pada sel HeLa 137,65; 39,62; 20,91; 14,46; 9,34; 7,28 dan 1,86 µg/mL. Berdasarkan kriteria sitotoksisitas National Cancer Institute (NCI) semua perbandingan termasuk dalam kategori sitotoksisitas potensial, kecuali perbandingan 1:1 pada sel kanker MCF-7 termasuk dalam kategori sitotoksisitas sedang karena nilai  IC50 lebih dari 30 µg/mL. Oleh sebab itu, kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker yang memberikan efek sinergis lebih baik dari pada ekstrak tunggal.Kata kunci: daun petai cina, HeLa, kulit jengkol, MCF-7, sitotoksisitas
KARAKTERISTIK BUBUR INSTAN MP-ASI BERBASIS SORGUM PUTIH (Sorghum bicolor (L.) Moench) DAN WORTEL (Daucus caronta L.) (Characteristic of Instant Complementary Food for Breast Milk from White Sorghum and Carrots) Diki Nanang Surahman; Wisnu Cahyadi; Alethea Stania; Wawan Agustina
Biopropal Industri Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.492 KB) | DOI: 10.36974/jbi.v10i2.5330

Abstract

Commercial instant porridge using rice as carbohydrate source, thus needs alternatives to reduce dependency. Sorghum has higher protein, calcium and iron content compared to rice and corn also has functional ingredients such as antioxidants, vitamins and minerals. This study aimed to determine the optimal formula of instant porridge for complementary food-breast milk (MP-ASI) from white sorghum flour enriched with carrots. The research method consisted of preliminary and primary research. Preliminary research included testing tanin levels and phytic acid of sorghum and determining the upper and lower limits of application design experts. The main research included optimization of formulations and testing of MP-ASI instant porridge sample response using the D-Optimal Mixture design expert application.Based on the analysis of design expert 10.0 application, optimum formula consisted of white sorghum flour 12.76% and carrots 6.44% with a desirability value of 0.567. Based on the results of physical, chemical and organoleptic analysis, the formulation of instant baby porridge needs to be reformulated to meet the needs of fat content, dietary fiber content and beta-carotene content.Keywords: carrot, complementary food, design expert, instant porridge, white  sorghumABSTRAKBubur instan komersial umumnya menggunakan beras sebagai sumber karbohidrat sehingga perlu dilakukan upaya pencarian alternatif untuk mengurangi ketergantungan. Sorgum memiliki kandungan protein, kalsium dan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras dan jagung serta memiliki kandungan bahan fungsional seperti antioksidan, vitamin dan mineral. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formula yang optimal pada pembuatan bubur instan Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI) berbahan baku tepung sorgum putih yang diperkaya dengan wortel. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan meliputi pengujian kadar tanin dan asam fitat sorgum dan penentuan batas atas dan bawah pada aplikasi design expert. Penelitian utama meliputi optimasi formula dan pengujian respon bubur instan MP-ASI sorgum putih dan wortel menggunakan aplikasi design expert metode Mixture D-Optimal. Berdasarkan analisis aplikasi design expert 10.0 dihasilkan formula optimum tepung sorgum putih sebesar 12,76% dan wortel sebesar 6,44% dengan nilai kesukaan sebesar 0,567. Berdasarkan hasil analisis fisik, kimia dan organoleptik dapat disimpulkan bahwa formulasi bubur bayi instan perlu dilakukan reformulasi untuk memenuhi kebutuhan kadar lemak, kadar serat pangan dan kadar betakaroten.Kata kunci: bubur instan, design expert, MP-ASI, sorgum putih, wortel

Page 1 of 1 | Total Record : 5