cover
Contact Name
Asep Ridwan Lubis
Contact Email
asep.ridwan@upi.edu
Phone
+6282118968600
Journal Mail Official
asep.ridwan@upi.edu
Editorial Address
Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan
ISSN : 25273868     EISSN : 2503457X     DOI : https://doi.org/10.17509/mimbardik.v10i1
Core Subject : Education,
This journal was first published on March 11, 2016 and it is issued every March and September. MIMBAR PENDIDIKAN is a new version of the old journal with a similar name that was published from 1995 to 2005. This journal is dedicated not only to Indonesian scholars who are concerned with educational studies but also to scholars from Southeast Asian countries and around the world who care and want to share thoughts and ideas related to educational studies in general. MIMBAR PENDIDIKAN journal is organized by the Lecturers of UPI Universitas Pendidikan Indonesia Journal Developer Team and is published by UPI Press in Bandung, West Java, Indonesia. The articles published in MIMBAR PENDIDIKAN can be in English, Indonesian or Malay language. MIMBAR PENDIDIKAN journal is devoted but not limited to primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes: Language and literature education Social sciences and humanities education Sports and health education Economy and business education Math and natural science education Vocational and engineering education Visual arts, dance, music and design education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Suara Mahasiswa dari Dua Kota: Perbandingan Pandangan Isola Pos di Bandung dan Balairung di Yogyakarta terhadap Isu Politik di Indonesia, 1991-1998 Rizkiah, Nisa; Suwirta, Andi; Supriatna, Encep
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10635

Abstract

ABSTRAKSI: Pers mahasiswa menjadi media alternatif pada masa pemerintahan Orde Baru (1966-1998). Pers mahasiswa mampu dan berani melakukan kritik terhadap pemerintah melalui tulisan dalam media yang diterbitkannya. Dengan menggunakan metode historis, hasil penelitian menunjukan bahwa pers mahasiswa Indonesia, pada periode tahun 1990-an, mulai menunjukan kembali jatidiri dan perannya. “Isola Pos” di Bandung lebih menitikberatkan pemberitaan pada isu-isu besar pendidikan, hal ini karena pendidikan harus dikelola secara benar, jangan dipolitisir, dan harus sesuai dengan cita-cita para pendiri negara-bangsa. Sedangkan “Balairung” di Yogyakarta lebih dominan pada isu-isu politik, karena ianya merupakan langkah untuk melakukan perubahan dalam konteks sosial-politik sebuah negara-bangsa. Meskipun dari segmentasi berita yang diambil berbeda, namun ada benang merah di antara keduanya, yakni sama-sama memiliki tujuan untuk perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, serta melakukan perlawanan terhadap suatu rezim yang dianggap menyimpang dari kebijakan dan cita-cita bersama.KATA KUNCI: Pers Mahasiswa; Pendidikan; Politik; Pemerintah Orde Baru; Kritik Sosial. ABSTRACT: “Students’ Voice of Two Cities: Comparison on Views of Isola Pos in Bandung and Balairung in Yogyakarta toward Political Issues in Indonesia, 1991-1998”. The student’s press was an alternative media during the New Order government (1966-1998). The student’s press was capable and daring to criticize the government through the publication of articles in the media. By using the historical method, this study shows that student press in the period of 1990s, began showed again its identities and roles. The “Isola Pos” in Bandung was choosing more dominant on educational issues, due to that education must be managed properly, not be politicized, and must accordance with the ideals of nation-states’ founders. While “Balairung” in Yogyakarta was more dominant in political issues, due to it was as a step to make changes in the socio-political context. Although the news taken from different segments, but there are the common substances between them, namely they have a goal to change Indonesia into a better direction and the resistance to a regime that is wrong in policy and common ideals.KEY WORD: Student Press; Education; Politics; New Order Government; Social Critics.     About the Authors: Nisa Rizkiah, S.Pd. adalah Alumni Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung. Andi Suwirta, M.Hum. dan Dr. Encep Supriatna adalah Dosen di Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Penulis bisa dihubungi melalui emel di: lawantirani90@gmail.comSuggested Citation: Rizkiah, Nisa, Andi Suwirta Encep Supriatna. (2018). “Suara Mahasiswa dari Dua Kota: Perbandingan Pandangan Isola Pos di Bandung dan Balairung di Yogyakarta terhadap Isu Politik di Indonesia, 1991-1998” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), Maret, pp.11-30. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (January 15, 2018); Revised (February 17, 2018); and Published (March 30, 2018).
The Use of Jigsaw II to Teach Reading to STMIK Students Susanti, Susanti
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10641

Abstract

ABSTRACT: The aims of this research are to encourage the students of class 2C1, Study Program of Informatic Technique at STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer or College of Computer and Informatical Management) Pontianak, West Kalimantan, Indonesia engaged and assisted in learning English, especially for reading skill in the classroom. A CAR (Classroom Action Research) is the research design implemented to solve their reading problems encountered in classroom, such as the grammar, vocabulary, graphology, and the content. Action research is a teacher professional to the optimal achievement of the students to the lesson in teaching learning process in the classroom. And Jigsaw II is the technique applied in classroom activity, which students as the learning centered. Observation, tests, and documentary studys become the source of data collection technique used. The data collection obtained can be the qualitative and quantitative data of this study. This research found out that Jigsaw II technique applied is useful and effective not only for students’ achievement, but also for their involvement toward learning, especially teaching and learning reading skill to second semester students at the Sudy Program of Informatic Technique STMIK Pontianak, West Kalimantan, Indonesia.KEY WORD: Jigsaw II Technique; Cooperative Learning; Reading; Classroom Action Research; Students’ Achievement. ABSTRAKSI: “Penggunaan Teknik Jigsaw II dalam Pengajaran Membaca pada Mahasiswa STMIK Pontianak”. Tujuan penelitian adalah untuk memotivasi mahasiswa kelas 2C1, Program Studi Teknik Informatika di STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia terlibat dan terbantu dalam belajar bahasa Inggris, terutama untuk keterampilan membaca di dalam kelas. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah model penelitian yang diterapkan untuk menyelesaikan masalah membaca yang ditemukan di kelas, seperti tata bahasa, kosa kata, model penulisan, dan isi teks. Penelitian tindakan adalah keprofessionalan guru untuk mengoptimalkan pencapaian keterampilan membaca mahasiswa dalam materi pembahasan pada proses belajar-mengajar di kelas. Dan Jigsaw II adalah teknik yang diterapkan dalam aktivitas kelas, di mana mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Pengamatan, tes, dan studi dokumentasi adalah teknik pengambilan data yang digunakan. Data yang terkumpul bisa berupa kualitatif dan kuantitatif data dalam studi ini. Penelitian ini menemukan bahwa teknik Jigsaw II yang diterapkan, ianya berguna dan efektif tidak hanya pada pencapaian, tetapi juga untuk keterlibatan mahasiswa semester 2 di Program Studi Teknik Informatika STMIK Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia dalam belajar, terutama dalam pengajaran keterampilan membaca dalam proses belajar-mengajar.KATA KUNCI: Teknik Jigsaw II; Pembelajaran Kooperatif; Membaca; Penelitian Tindakan Kelas; Pencapaian Mahasiswa.About the Author: Susanti, M.Pd. is a Lecturer at the Study Program of Information System STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer or College of Computer and Informatical Management) Pontianak, Jalan Merdeka No.372 Pontianak City, West Kalimantan, Indonesia. Corresponding author is: santy.mayfoura@gmail.comSuggested Citation: Susanti. (2018). “The Use of Jigsaw II to Teach Reading to STMIK Students” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), September, pp.85-96. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (January 19, 2018); Revised (February 20, 2018); and Published (March 30, 2018).
Pengembangan Media Ajar PETISI atau Pendidikan Anti-Korupsi Nurmalita, Citra; Wibowo, Moh Ari
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10636

Abstract

ABSTRAKSI: Pengembangan media ajar mata kuliah PETISI, atau Pendidikan Anti-Korupsi, berbasis visual komik diharapkan dapat membantu mahasiswa dan generasi muda untuk menjadi agen perubahan, kaderisasi, dan pengenalan tindakan korupsi yang dilakukan mahasiswa dalam keseharian melalui media gambar yang mudah dipahami. Komik juga bisa digunakan untuk berbagai tujuan, dari adanya transformasi tujuan dimana komik bisa menjadi media yang informatif dan edukatif. Penelitian ini bersifat deskriptif yang mengacu pada Teori Pengembangan dengan pendekatan 4-D, yakni: Pendefinisian atau “Define”, Perancangan atau “Design”, Pengembangan atau “Develop”, dan Penyebaran atau “Disseminate”. Aspek efektivitas penggunaan media ajar PETISI ini cukup baik dan efektif untuk mengenalkan dan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam gerakan anti-korupsi di Pulau Madura, Jawa Timur, Indonesia. Dengan diberikan media ajar PETISI, ianya lebih memudahkan mahasiswa untuk mendiskusikan segala bentuk gerakan anti-korupsi yang dapat dilakukan di lingkungan kampus. Perlu adanya peranan yang lebih spesifik terkait dengan bidang pembelajaran pendidikan anti-korupsi itu dimasukkan pada materi mata kuliah dan komik seperti apa yang akan disampaikan. Tindak lanjut terkait dengan komik PETISI adalah perlu adanya peran dan gerakan yang lebih mengilustrasikan mahasiswa di luar kampus.KATA KUNCI: Media Ajar; Pendidikan Anti-Korupsi; Komik; Peran Mahasiswa. ABSTRACT: “Development of Educational Media on PETISI or Anti-Corruption Education”. The development of teaching media on visual comic-based of PETISI, or Anti-Corruption Education, course is expected to help students and young generation to become agents of change, regeneration, and recognition of corruption acts done by students in everyday life through an easily understood media. Comics can also be used for various purposes, from the transformation of purpose itself where comics can be an informative and educative media. This research is descriptive refers to Development Theory that is 4-D approaches include: Define, Design, Development, and Disseminate. Effectivity aspects of the use of teaching media of PETISI is quite good and effective to introduce and optimize the role of students in the anti-corruption movement in the island of Madura, East Java, Indonesia. With the given teaching media of PETISI, it is easier for students to discuss all forms of anti-corruption movement that can be done in the campus environment. The need for a more specific role related to the field of learning anti-corruption education was included in the subject matter and what’s kind of the comics will be dessiminated. Follow up related to the comic of PETISI is necessary for the role and movement that illustrate the students in the outside of campus.KEY WORD: Teaching Media; Anti-Corruption Education; Comics; Students Role.  About the Authors: Citra Nurmalita, M.Pd. dan Moh Ari Wibowo, M.Pd. adalah Dosen di STKIP PGRI (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia) Sampang, Jalan Raya Torjun Indah No.122 Sampang, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis dapat dihubungi dengan alamat e-mails: citranurmalita@stkippgrispg.ac.id dan moh.ariwibowo@stkippgrispg.ac.id Suggested Citation: Nurmalita, Citra Moh Ari Wibowo. (2018). “Pengembangan Media Ajar PETISI atau Pendidikan Anti-Korupsi” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.31-44. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (November 25, 2017); Revised (January 30, 2018); and Published (March 30, 2018).
The Younger the Happier Agustina, Sherly
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10637

Abstract

ABSTRACT: The school should be a place to spend time by playing and enjoying their childhood and adolescene. So, the school should not to becomes the main source of stress for the child. This research aimed to identify the difference in the happiness of students based on gender, age, and class’ level, as well as identify the aspects that affect the happiness of students. This research uses a quantitative approach. The sample numbered 332 respondents was selected using simple random sampling techniques, with details of the student's 112 students grade 10; 108 students grade 11; and 112 students grade 12. The instruments used in the form of a detailed questionnaire “Happiness in School” compiled by researcher with reference to the five aspects of happiness according to M.E.P. Seligman (2011), which are: Positive emotion, Engagement, Relationships positive, Meaning of life or Meaningfulness, and Accomplishment categories, abbreviated as PERMA. Analytical technique used in this research is t-test, ANOVA (Analysis of Variance), and multiple regressions. There are two findings of this research, namely: the existence of a distinction based on age of happiness as well as aspects of the engagement is the most influential aspect of student’s in school. Based from these findings, it is expected that the teacher could design a class regarding to the aspects of engagement, which can increase happiness. KEY WORD: Happiness; Source of Happiness; School; Adolescent; PERMA. ABSTRAKSI: “Yang Muda yang Bahagia”. Sekolah harus menjadi tempat untuk menghabiskan waktu dengan bermain dan menikmati masa kecil dan remaja mereka. Jadi, sekolah seharusnya tidak menjadi sumber utama stres bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kebahagiaan siswa berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenjang kelas, serta mengidentifikasi aspek yang mempengaruhi kebahagiaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 332 responden dipilih dengan menggunakan teknik random sampling sederhana, dengan rincian 112 siswa kelas 10; 108 siswa kelas 11; dan 112 siswa kelas 12. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner “Bahagia in Sekolah” disusun oleh peneliti dengan mengacu pada lima aspek kebahagiaan menurut M.E.P. Seligman (2011), yaitu: “Positive emotion” (Emosi positif), “Enggagement” (Keterlibatan), “Relationship positive” (Hubungan positif), “Meaning of life or Meaningfulness” (Hidup bermakna), dan “Accomplishment” (Berprestasi), disingkat PERMA. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t, ANOVA (Analisis Varians), dan regresi jamak. Terdapat dua temuan dari penelitian ini, yaitu: adanya perbedaan kebahagiaan berdasarkan usia serta aspek keterlibatan yang merupakan aspek paling berpengaruh terhadap kebahagiaan siswa selama berada di sekolah. Berpijak dari temuan tersebut, diharapkan guru dapat merancang pembelajaran dengan memperhatikan aspek keterlibatan para siswa yang dapat meningkatkan kebahagiaan mereka. KATA KUNCI: Kebahagiaan; Sumber Kebahagiaan; Sekolah; Remaja; PERMA.About the Author: Sherly Agustina, S.T.P. is a Postgraduate Student at the Study Program of Education Psychology SPs UPI (School of Postgraduate Studies, Indonesia University of Education), Jalan Dr. Setiabudi No.229 Bandung 40154, West Java, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via her e-mail address at: sherlyagustinaa@gmail.com Suggested Citation: Agustina, Sherly. (2018). “The Younger the Happier” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.45-58. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (December 25, 2017); Revised (February 14, 2018); and Published (March 30, 2018).
Dari Sakral Menuju Profan: Pasang-Surut Kesenian Angklung Buncis di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Tahun 1980-2010 Saputra, Muhammad Adi; Pratama, Rinaldo Adi
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10638

Abstract

ABSTRAKSI: Penelitian ini menjelaskan perkembangan kesenian Angklung Buncis di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang memiliki peranan penting dalam upacara Seren Taun yang diadakan oleh masyarakat adat Paseban. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana perkembangan kesenian Angklung Buncis di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada tahun 1980-2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi historis dan budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesenian Angklung Buncis di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan berada dalam lingkup masyarakat adat Paseban dan lahir melalui ide kreatif sesepuh adat, yaitu Pangeran Djatikusumah. Terdapat perkembangan fungsi dalam kesenian tradisional Angklung Buncis, yakni dari fungsi sakral berubah menjadi hiburan dan profan. Perkembangan fungsi tersebut terjadi karena permalasahan yang terdapat dalam lingkup masyarakat adat Paseban dan tuntutan zaman. Selain itu, ada perubahan dalam aspek penampilan, lagu, jumlah pemain, dan laras dalam kesenian Angklung Buncis, dengan tujuan untuk mempertahankan keberlangsungan kesenian tradisional tersebut di tengah-tengah perkembangan teknologi yang semakin maju. KATA KUNCI: Angklung Buncis; Masyarakat Cigugur; Agama Djawa-Sunda; Upacara Seren Taun; Tradisi dan Globalisasi. ABSTRACT: “From Sacral to Profan: Ups and Down of Angklung Buncis Art in Kuningan District, West Java, Year 1980-2010”. This study describes the development of Angklung Buncis Art in Cigugur Subdistrict, Kuningan District, West Java, Indonesia, which has an important role in “Seren Taun” ceremony which held by indigenous peoples of Paseban. The main issue discussed was how the Angklung Buncis Art can be develop in 1980-2010. The method used in this research is qualitative with historical study and cultural approaches. The results showed that the Angklung Buncis Art in Cigugur, Kuningan are within the scope of indigenous peoples of Paseban and born through creative ideas from Prince Djatikusumah. There are developments in the functions of the traditional arts of Angklung Buncis, namely from sacred function turned into entertainment and profan. The development of these functions occur because contained within the scope of indigenous peoples Paseban and globalization. In addition, there are changing in the aspects of appearance, song, number of players, and the barrel that aims to maintain the continuity of traditional art in the midst of the development of increasingly advanced technology.KEY WORD: Angklung Buncis; Cigugur Community; Djawa-Sunda Religion; Ritual of Seren Taun; Tradition and Globalization.  About the Authors: Muhammad Adi Saputra adalah Guru Sejarah di SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) 8 Tangerang, Banten, Indonesia. Rinaldo Adi Pratama adalah juga Guru Sejarah di SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) 7 Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis dapat dihubungi dengan alamat e-mail: madisaputtra25@gmail.com dan rinaldoadi@outlook.comSuggested Citation: Saputra, Muhammad Adi Rinaldo Adi Pratama. (2018). “Dari Sakral Menuju Profan: Pasang-Surut Kesenian Angklung Buncis di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Tahun 1980-2010” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.59-72. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (November 10, 2017); Revised (January 25, 2018); and Published (March 30, 2018).
Approximate Behaviors as Cues for Addressing Learning Needs Ocampo, Jr., Jose M; Ocampo, Laura V
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10634

Abstract

ABSTRACT: The behavior of learners can serve as cue, so that teachers would make the necessary adjustments in handling the class. However, when this behavior becomes intolerable, some people call it misbehavior. In this light, behavior which is usually recognized as distressing can be viewed with optimism. Too much hand and body movement of children inside or outside classroom can be viewed as indicating a favorable need for action, a call for alternative process to achieve learning. This study attempted to present an alternative view of first grade learners’ behavior during reading sessions in class. For gathering of data, a checklist was used to observe one participant-learner every scheduled reading class. The first grade learners’ reading difficulties can be manifested through various behaviors. These behaviors are grouped and can be observed on four areas, such as head, arm-hand, shoulder-waist, and waist-foot. The approximate behaviors as cues for addressing learning needs have similar postures found in brain gym movements. It is recommended that other areas of learning difficulty among school learners be explored. Further, identify the learning difficulties in reading and the behaviors of school learners using the checklist constructed by the researchers.KEY WORD: Behavior; Cues for Learning Needs; Learning Difficulty; Brain Gym Movements. ABSTRAKSI: “Perkiraan Perilaku sebagai Isyarat untuk Mengatasi Kebutuhan Belajar”. Perilaku peserta didik dapat dijadikan isyarat, sehingga guru dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan dalam penanganan kelas. Namun, bila perilaku ini menjadi tidak tertahankan, beberapa orang menyebutnya perilaku salah. Dalam hal ini, perilaku yang biasanya dikenali sebagai hal yang menyedihkan dapat dilihat dengan optimisme. Terlalu banyak gerakan tangan dan tubuh anak-anak di dalam atau di luar kelas dapat dipandang sebagai indikasi kebutuhan tindakan yang baik, sebuah panggilan dalam proses alternatif untuk mencapai pembelajaran. Penelitian ini mencoba menyajikan pandangan alternatif tentang perilaku peserta didik di kelas satu selama sesi membaca di kelas. Untuk pengumpulan data, daftar isian ceklis digunakan dalam mengamati satu peserta didik di setiap kelas pembacaan yang dijadwalkan. Kesulitan membaca peserta didik kelas satu dapat diwujudkan melalui berbagai perilaku. Perilaku ini dikelompokkan dan dapat diamati pada empat bidang, seperti kepala, lengan-tangan, bahu-pinggang, dan pinggang-kaki. Perkiraan perilaku sebagai isyarat untuk mengatasi kebutuhan belajar memiliki postur tubuh serupa yang ditemukan pada gerakan asah otak. Disarankan agar daerah lain yang mengalami kesulitan belajar di antara siswa sekolah dapat dieksplorasi. Selanjutnya, identifikasi kesulitan belajar membaca dan perilaku pelajar sekolah menggunakan daftar isian ceklis yang disusun oleh para peneliti.KATA KUNCI: Perilaku; Isyarat untuk Kebutuhan Belajar; Kesulitan Belajar; Gerakan Asah Otak.   About the Authors: Jose M. Ocampo, Jr., Ph.D. is a Full Professor at the Faculty of Education Sciences PNU (Philippine Normal University) in Manila, Philippines. Laura V. Ocampo, M.A. is a Science Grade School Teacher at the Claret School of Quezon City, Philippines. For academic interests, the authors are able to be contacted via e-mails at: juno_6970@yahoo.com and hope4619@gmail.comSuggested Citation: Ocampo, Jr., Jose M. Laura V. Ocampo. (2018). “Approximate Behaviors as Cues for Addressing Learning Needs” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.1-10. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (February 8, 2018); Revised (March 11, 2018); and Published (March 30, 2018).
Penerapan Metode Pembelajaran Think, Pair, and Share dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita Rahayudianti, Suci Noor Anisa Putri; Sastromiharjo, Andoyo; Yulianeta, Yulianeta
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v3i1.10640

Abstract

ABSTRAKSI: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan penerapan metode “think, pair, and share” di kelas eksperimen dan kelas kontrol tentang kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi, dengan desain kelompok kontrol “non-equivalent”, dan sampel bertujuan terdiri dari dua kelompok: 30 siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menulis teks berita siswa sebelum mendapat perlakuan, secara keseluruhan, masih kurang maksimal. Perolehan nilai pre-test di kelas eksperimen, rata-rata sebesar 41; sedangkan kelas kontrol sebesar 46.8. Pada saat post-test, kelas eksperimen mendapat nilai 80; sedangkan kelas kontrol sebesar 53.8. Kemampuan menulis teks berita siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan demikian, mengalami peningkatan. Hasil uji hipotesis pada siswa kelas VIII SMP (Sekolah Menengah Pertama) Laboratorium UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Indonesia ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan menulis teks berita siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. KATA KUNCI: Pembelajaran Bahasa; Teknik Berpikir, Berpasangan, Berbagi; Teks Berita; Kemampuan Menulis Siswa.ABSTRACT: “Application of Think, Pair, and Share Learning Methods in News Text Writing Lesson”. This study aims to investigate a significant difference in the implementation of think, pair, share method in the experimental and control groups of students’ ability in writing the news text. The method used is quasi experiment, with non-equivalent control group design, and the purposive sampling was consisted of 30 students for each groups. The finding shows that before the treatment, the students’ achievements in both groups were not maximal. The pre-test score results of the experimental group was 41; while the control group was 46.8. However, the post-test results of the experimental group was 80; but the control group as 53.8. It indicates the students’ ability in writing the news text in the experimental groups improved. The hypothesis test to the students in Year VIII of SMP (Junior High School) Laboratorium School UPI (Indonesia University of Education) Cibiru Campus, Bandung, West Java, Indonesia can be concluded that there is a significant difference in ability of writing the news text between the students in the experimental and control groups.KEY WORD: Language Learning; Think, Pair, Share’s Method; News Text; Student’s Writing Competences.     About the Authors: Suci Noor Anisa Putri Rahayudianti, S.Pd. adalah Alumni Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, lulus tahun 2017. Dr. Andoyo Sastromiharjo dan Dr. Yulianeta adalah Dosen Senior di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Alamat e-mail penulis: suci.noor@ymail.comSuggested Citation: Rahayudianti, Suci Noor Anisa Putri, Andoyo Sastromiharjo Yulianeta. (2018). “Penerapan Metode Pembelajaran Think, Pair, and Share dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 3(1), March, pp.73-84. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Article Timeline: Accepted (October 9, 2017); Revised (March 2, 2018); and Published (March 30, 2018).

Page 1 of 1 | Total Record : 7