cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2007)" : 2 Documents clear
DAMPAK GEMPA BUMI TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sungkawa, Dadang
Jurnal Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang gempa bumi adalah hal yang menarik saat ini untuk dibahas, karena seringkali wilayah Indonesia dilanda gempa bumi. Banyak masyarakat Indonesia sebelum tahun 2000 belum mengenal fakta empiris dari kejadian suatu gempa bumi, hal ini karena keterbatasan berita melalui media massa dan media elektronik. Namun sejak tahun 2000–an dengan banyaknya penyajian berita melalui saluran TV swasta maka berita tentang gempa bumi langsung dapat disaksikan oleh para pemirsa TV. Demikian juga dengan konsep “ tsunami”. Tsunami merupakan gelombang besar yang melanda pantai-pantai di Jepang setelah terjadinya gempa di dasar laut. Tsunami dapat menimbulkan korban harta benda dan jiwa. Tsunami saat itu belum banyak dilihat faktanya. Konsep gempa bumi dan tsunami baru menjadi fakta empiris bagi masyarakat Indonesia umumnya ketika terjadi gempa bumi di Aceh dan Sumatera Utara tanggal 26 Desember 2004, Gempa bumi di Yogyakarta 27 Mei 2006, gempa bumi dan tsunami di Pangandaran masih di tahun 2006, gempa bumi di Bengkulu dan terakhir gempa bumi di Sumatera Barat 6 Maret 2007. Kata kunci: Gempa bumi, tsunami.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR Hayati, Sri
Jurnal Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kita sedang menyaksikan suatu transisi cakrawala yang tak terbatas ke pencarian keseimbangan dalam ruang yang sempit atau bahkan yang tak terbatas. Pada intinya, dunia berada dalam masa transisi di mana bentuk sosial, tata cara yang berlangsung, serta nilai-nilai akan berlalu sebelum bentuk-bentuk dan metodologi baru punya waktu yang cukup untuk menggantikannya (Soerjani, 2000: 28-29). Dalam hal ini terjadi interaksi yang rumit, di mana jalinan interaksi lokal tidak lagi dapat dibedakan dengan jalinan interaksi dalam skala global. Dampak dari proses ini adalah beban yang cukup berat bagi sumber daya alam dalam proporsi yang memacu pada ketergantungan dan pertentangan baru yakni eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali, terjadinya limbah, pencemaran, dan kemiskinan. Permasalahan kerusakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan, kemudian merebak secara global. Perluasan padang pasir, penggundulan hutan, erosi tanah, hujan asam dan pencemaran udara perkotaan menjadi agenda internasional. Selain itu, ditambah pula dengan berlubangnya lapisan ozon, pemanasan global, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati (World Commission on Environment and Development, 1995) Makalah ini mengkaji pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar yang difokuskan pada bagaimana konsep-konsep dasar dan permasalahan lingkungan hidup dapat diadopsi oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar. Hal ini penting karena: pertama, pendidikan merupakan salah satu proses untuk dapat menjadikan diri seseorang lebih dewasa (Bloom, 1981). Perubahan tingkah laku merupakan indikator dari kedewasaan (Gagne, 1977). Kedua, proses pendewasaan menurut Piaget (1977) berkaitan dengan perkembangan intelektual seseorang dan kesiapan yang dimiliki untuk perkembangan selanjutnya. Siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret di mana berpikir logis yang dimiliki didasarkan pada manipulasi fisik dan obyek, sehingga penanaman konsep lingkungan hidup pada jenjang ini merupakan hal yang strategis. Ketiga, menurut Orams (1993) dengan memodifikasi teori Piaget mengemukakan bahwa proses membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi, transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru mengenai lingkungan tersebut. Kata kunci: Pendidikan lingkungan hidup, Pendidikan Dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 2