cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT PETANI TAMBAK TERHADAP KELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI DESA PABEAN ILIR KECAMATAN PASEKAN KABUPATEN INDRAMAYU Sodikin, Sodikin
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2597

Abstract

Latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah adanya perbedaan persepsi masyrakat petani tambak terhadap kelestarian hutan mangrove baik dari segi teknis, ekonomi maupun sosial yang berpengaruh terhadap usaha kelestarian hutan mangrove di Desa Pabean Ilir. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi hutan mangrove, kodisi sosial ekonomi masyarakat dan perbedaan persepsi masyarakat petani tambak terhadap kelestarian hutan mangrove.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi kepustakaan, studi dokumentasi, dan wawancara. Populasi adalah semua penduduk yang ada di Desa Pabean Ilir yang berjumlah 6.367 jiwa. Sampel penelitian adalah petani tambak yang diambil secara random (acak) dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa secara umum kondisi fisik daearah penelitian sesuai untuk pertumbuhan hutan mangrove, kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah penelitian tergolong mempunyai tingkat pendidikan yang tidak begitu tinggi, dan masyarakat mempunyai persepsi bahwa secara ekonomi masyarakat memandang hutan mangrove sangat bermanfaat untuk tempat mencari ikan dan kepiting, secara teknis bermanfaat untuk mencegah terjadinya abrasi, sedangkan dari segi sosial masyarakat mempunyai persepsi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat untuk menambah keindahan pemandangan. Kata kunci : persepsi, masyarakat, kelestarian, mangrove.
FILOSOFI HIDUP SEBAGAI BASIS KEARIFAN LOKAL Hermanto, Hermanto
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2593

Abstract

Tujuan penelitian untuk memahami sistem sosial-budaya Masyarakat Kasepuhan di Kabupaten Sukabumi. Penelitian bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda etnografi dan metoda fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi patisipasi dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria informan awal (pokok) dan informan yang ditunjuk (pangkal). Hasil penelitian menunjukan filosofi hidup yang dilandasi doktrin “Pancer pangawinan” yaitu mempersatukan manusa jeung kemanusaanna (manusia dan kemanusiaannya) pembinaan moral “Ngaji diri”(mawas diri) tercermin dalam semboyan “Tilu sapamulu, dua sakarupa nu hiji eta keneh”mempunyai arti; tiga kesesuaian/menyatu, dua serupa dan yang satu itu juga, pilar kehidupan tekad, ucap jeung lampah (kemauan/niat, perkataan dan perilaku), nyanghulu ka hukum nyanghunjar ka nagara mufakat kudu sarerea (taat pada hukum dan berlindung pada negara mufakan harus keseluruhan)yang tercermin dalam sistem kepercayaan, kemasyarakatan dan kelembagaan sebagai tatali paranti karuhun mampu mempertahankan kearifan lokal mereka. Perubahan nilai-nilaisosial budaya masyarakat Kasepuhan lebih bersifat pragmatis dalam meningkatkan kualitas hidup sedangkan tatali paranti karuhun, agama dan nagara tetap berada pada kerangka ideologis. Kata kunci: Filososfi hidup, sistem sosial-budaya dan kearifan lokal.
PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DI CIBEUNYING KOTA BANDUNG Agustina, Azfia
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2598

Abstract

Citra Quickbird merupakan salah satu citra penginderan jauh dengan resolusi tinggi sebesar 0,6 meter sehingga mampu menyajikan data dengan tingkat kerincian yang tinggi.Berbagai fungsi wilayah yang dimiliki Wilayah Cibeunying yaitu sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan dan kawasan lindung menjadikan wilayah ini memiliki penggunaan lahan yang bervariasi sehingga menarik untuk dipetakan.Tujuan dari makalah ini yaitu memetakan penggunaan lahan di wilayah Cibeunying Kota Bandung dengan menggunakan Citra Quickbird.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh sedangkan teknik pengumpulan data berupa teknik interpretasi visual on screen dan survai lapangan. Populasi dan sampel diambil secara acak berimbang (Proporsional Random Sampling) meliputi seluruh blok penggunaan lahan yang ada di Wilayah Cibeunying Kota Bandung yang teridentifikasi pada citra. Uji ketelitian interpretasi citra Quickbird menggunakan kaidah Short (confussion matrix) dengan hasil uji ketelitian 93,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di wilayah Cibeunying sebagian besar berupa permukiman (55%), perdagangan (8%), lembaga pemerintah (5%), dan tidak ada lahan bangunan (16%)..Pola penggunaan lahan di Wilayah Cibeunying menunjukkan pola spasial yang beragam, artinya masing-masing bentuk penggunaan lahan memiliki pola tersendiri. Sebagian besar bentuk penggunaan lahan di Wilayah Cibeunying memiliki pola mengelompok atau clustered dengan jumlah bentuk penggunaan lahan sebanyak 16 buah, 14 bentuk penggunaan lahan lainnya memiliki pola acak atau random dan hanya 3 bentuk penggunaan lahan memiliki pola seragam. Kata kunci: Citra Quickbird, pemetaan, penggunaan lahan.
PENERAPAN PRINSIP GEOGRAFI UNTUK KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Widiyati, Ana
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2594

Abstract

Geografi sebagai salah satu ilmu yang menelaah tentang fenomena di permukaan bumi serta timbal balik antara manusia dan lingkungan diharapkan mampu memberikan solusi pemecahan berbagai masalah di suatu wilayah. Salah satunya memberikan solusi dalam upaya konservasi sumber daya alam melalui penerapan prinsip geografi.Provinsi Jawa Barat dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah di antaranya termasuk Kabupaten Bogor. Wilayah Bogor Barat merupakan wilayah di Kabupaten Bogor yang kaya akan sumber daya alam. Penulisan ini bertujuan menerapkan prinsip geografi dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat. Melalui tulisan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta solusi kepada masyarakat dan pemerintah dalam upaya konservasi sumber daya alam di Wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa penerapan prinsip geografi dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan inventarisasi sumber daya alam di setiap wilayah dari wilayah yang terkecil kemudian hasil dari identifikasi dan inventarisasi sumber daya alam di tiap daerah diuraikan dan dijelaskan melalui tabel, peta, dan grafik. Berikutnya menjelaskan keterkaitan antara faktor-faktor yang memengaruhi sumber daya alam di suatu wilayah. Penulis memberikan saran agar dalam upaya konservasi sumber daya alam pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga timbul kesadaran dan tanggung jawan untuk menjaga lingkungan. Selain itu, diperlukan kebijakan yang tepat oleh pemerintah dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor. Kata kunci : Prinsip geografi, konservasi, sumber daya alam.
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Purwanti, Indah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2599

Abstract

Banyak metode pembelajaran yang sudah dikembangkan berpusat pada siswa dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satunya adalah pendekatan Keterampilan Proses yang diterapkan pada materi Atmosfer dan Dampaknya Bagi Kehidupan Di Bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar metode pendekatan Keterampilan Proses memberikan peningkatan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek eksperimen adalah siswa-siswa kelas X SMAN 11 Kota Bandung Tahun Ajaran 2008/2009. Kelas X-3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen menggunakan metode pendekatan Keterampilan Proses sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah bervariasi yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif berupa pilihan ganda, sedangkan analisis data menggunalkan cara statistik, yaitu uji normalitas data menggunakan uji chi kuadrat, uji homogenitas data menggunakan uji F, dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar siswa yang dilihat dari hasil pre test dan post test pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode pendekatan keterampilan proses. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut berdasarkan hasil uji hipotesis dimana H1 diterima dan Ho ditolak (thitung = 7,91 dan ttabel = 1,997). Terdapat peningkatan hasil belajar siswa antara hasil pre test dan post test pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah bervariasi dengan H1 diterima dan Ho ditolak (thitung = 7,51 dan ttabel = 1,997). Selain itu terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, namun dengan H1 ditolak dan Ho diterima (thitung = 0,42 dan ttabel = 1,997). Hal tersebut dikarenakan perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak signifikan. Hasil tersebut dilihat dari rata-rata gain kelompok eksperimen sebesar 4,47 dan kelompok kontrol 4,24 yang hanya memiliki selisih 0,23. Kata kunci: Pendekatan keterampilan proses, prestasi belajar.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KELUARGA KECIL PADA MASYARAKAT KECAMATAN BUAH DUA KABUPATEN SUMEDANG Eridiana, Wahyu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2595

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang, dengan fokus kajian latar belakang yang membentuk keluarga kecil di kecamatan ini. Jumlah sampel sebanyak 52 responden dan teknik pengujiannya menggunakan teknik perhitungan prosentase. Dari hasil kajian yang difokuskan kepada faktor sosial dan ekonomi terutama terhadap pandangan masyarakat, maka keluarga kecil pada masyarakat Buah Dua ada kaitannya dengan pandangan bahwa anak sebagai beban ekonomi dalamkeluarga, dan mereka menginginkan kehidupan yang sehat dan mapan. Disamping itu suatu keluarga dianggap ideal jika memiliki 2 – 3 anak, jumlah anak di atas 3 yaitu 4 – 5 anak sudah dipandang keluarga yang anaknya banyak. Kata kunci: Nilai sosial, keluarga kecil
ELEMEN DASAR KEBAHAGIAAN GEOGRAFIS Sudarma, Momon
Jurnal Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membuat pembahasan secara teoritis tentang arti kebahagiaan geografis. Secara rinci, meskipun masih studi pendahuluan, disajikan elemen dasar dari pembentukan kebahagiaan geografis. Asumsi dasar dari penulisan ini, semua orang membutuhkan tempat tinggal. Kebutuhan ini tidak dapat dipuaskan hanya dengan berpindah tempat (menjelajah). Pada dasarnya, hal utama yang diperlukan adalah kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup seseorang di lingkungannya, sambil mempertahankan keberadaannya sebagai bagian dari ekologi. Kata kunci: kebahagiaan, ruang geografis, kebahagiaan geografis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7