cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR Latief, Hilman
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3358

Abstract

Learning is an activity that can result in changes in a person, both actual and potential. Learning will be more meaningful if the child has learned what not to know. One of the methods that position the active role of students in this study is a method of contextual learning. Issues raised in this study is whether there are differences in initial test scores and final scores as well as differences in learning outcomes in the experimental class using contextual learning and classroom control using conventional methods. The design used in this study is a quasi experimental, Nonequivalent (Pretest and posttest) Control-Group Design on class VII SMP 4 Padalarang. The independent variables are contextual learning. The dependent variable is the student learning outcomes. Testing the difference of the average pretest and posttest score results using the t test at significance level α = 0.05, with a basis for decision making Ho is accepted if t t table, otherwise the Ho is rejected if t count t table. The result of the calculation is the average difference using t-test at α = 0.05, df 39 is obtained t = 6.773, whereas the t table = 11.099. Because it uses a two-sided test, the acceptance region is a table-t ≤ t ≤ t table. Meanwhile t (6.773) t table (1.690), therefore the Ho = accepted. From the calculation of N-gain per class research 12.5% of students were high, 72.5% medium category and 15% lower category. From these calculations it can be concluded occur influence learning outcomes were greater in the experimental class than the control class. The conclusion of this study that there is a significant effect of contextual learning on learning outcomes as indicated by he change in the value of better learning outcomes than the value of the results of the previous study on class VII SMP 4 Padalarang Keywords: Contextual Teaching and Learning, Learning Outcomes, Pretest, Posttest, N-Gain
PERAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PEMAHAMAN MITIGASI BENCANA Noviansyah, Rony
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3364

Abstract

Geography is a process of learning and interaction between teacher and pupil in reviewing interaction, interrelation and integration of symptoms - symptoms surface of the earth, learning is one of the priorities in disaster risk reduction actions. This study aims to determine the level of students' understanding of disaster mitigation in North Bandung area, which is one of the disaster-prone areas, be it earthquakes, volcanoes and ground movement. The approach in this study uses a quantitative approach to survey methods with a sample of 176 were conducted by proportional random sampling of 2769 students in the areas of disaster-prone areas of North London which consists of 10 schools both public and private schools. Based on the results of the study, students who do not understand the disaster and disaster mitigation in the North London area is still quite high with a percentage of 43.7%, while quite aware of the potential for disaster in the North London area of 31.8% and are aware of the potential for disaster in the Region North Bandung by 24.5%. There is still a lack of understanding of the students in North Bandung disaster mitigation factors that cause is the method used by the teacher in presenting material related to disaster mitigation and disaster only use the lecture method. Recommendations in the study include making a concept in which the charged device pembeajaran mitigation and expected learning device is charged mitigation tested on high school students by further research.Keywords: The Role of Learning, Understanding Disasters and Disaster Mitigation.
PENGARUH GENIUS LEARNING METHOD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 1 KASOKANDEL MAJALENGKA Nur Fajriah, Siti Afifah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3360

Abstract

Lemahnya pemahaman konsep geografi peserta didik di SMA Negeri 1 Kasokandel dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode pembelajaran genius learning Method. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genius learning methods terhadap pemahaman konsep. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain non equivalent pretest postest design. Subjek penelitian terdiri dari tiga kelas yang berbeda: kelas eksperimen pertama menggunakan perlakuan genius learning method teknk rotasi refleksi, kelas eksperimen kedua menggunakan genius learning method teknik operan kertas ide dan satu kelas kontrol yang menggunakan expository learning method. Instrumen penelitian menggunakan tes, observasi, dan lembar tugas. Analisis data menggunkan statistik uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman konsep dari peserta didik sebelum dan setelah pembelajran di kelas eksperimen pertama dan kedua, dan ada perbedaan pemahaman konsep dari peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran pada kelas kontrol. Selanjutnya, tidak ada perbedaan pemahaman konsep setelah pembelajaran antara kelas eksperimen pertama dan kedua. Sementara itu, antara kelas eksperimen pertamadan kelas kontrol ada perbedaan pemahaman konsep pseserta didik. Hasil yang sama ditunjukkan diantara kelas eksperimen kedua dan kelas kontrol. Kendala dilapangan diantaranya keterbatasan waktu penelitian, penguasaan langkah-langkah metode pembelajaran, dan sarana prasarana sebagai penunjang pembelajaran.Kesimpulannya, genius learning method berpengaruh terhadap pemahaman konsep peserta didik.Rekomendasi dalam penelitian ini adalah agar guru dapat mencoba menggunakan genius learning method, selain teknik rotasi refleksi dan operan kertas ide juga terdapat teknik penutup sesi pembelajaran, membicarakan topik, “ngobrol” santai, donat dan komentarpenutup yang dapat digunakan pada materipelajaran yang lain dengan lebih memotivasi peserta didik dan penggunaan waktu yang efisien.Kata kunci: genius learning, expository learning, pemahaman konsep.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Eksperimen padaMata Pelajaran Geografi di Kelas X Ilmu-ilmu Sosial di SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat) Mardiyah, Yayah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3365

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran geografi saat ini, yang menjadikan guru sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Peserta didik pada umumnya hanya mendengarkan, membaca, dan menghafal informasi yang diperoleh,sehingga hasil belajar tidak optimal. Salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah metode investigasi kelompok.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode investigasi kelompok terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi di kelas X Ilmu-ilmu Sosial pada kompetensi dasar ruang lingkup dan pengetahuan dasar geografi.Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol acak tes awal-tes akhir ( the pretest - posttest control group design ). Instrumen penelitian yang digunakan adalah format observasi, tes dan tugas.Berdasarkan hasil analisis data penggunaan metode investigasi kelompok memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif khususnya metode investigasi kelompok perlu dijadikan model alternatif dan direkomendasikan penggunaannya pada materi yang berbeda pada pelajaran geografi. Kata Kunci : metode investigasi kelompok, hasil belajar peserta didik
PERANAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM MENUMBUHKAN SIKAP DAN PERILAKU KERUANGAN PESERTA DIDIK Nurlaela, Asti
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran geografi. Peserta didik diharapkan paham mengenai fenomena geografi. Lingkungan dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman dan diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan perilaku keruangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan teknik analisis multigroup sample. Penelitian ini di lakukan di SMA yang ada di kabupaten Majalengka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA kelas XI IPS di kabupaten majalengka. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 peserta didik. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan proportional random sampling. Data primer diperoleh dari alat ukur penelitian yang berupa instrument kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sebagai sumber pembelajaran geografi memiliki peranan terhadap sikap keruangan dengan dipengaruhi oleh kompetensi professional guru sebesar 14,1 %. Begitu juga dengan sikap berpengaruh terhadap perilaku keruangan peserta didik SMA kelas XI IPS di kab majalengka sebesar 23,5%.Kata kunci: lingkungan sebagai sumber pembelajaran, sikap keruangan, perilaku keruangan.
PENERAPAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAP) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI-2 IPS SMAN 1 RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Harjanti, Diah Trismi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3366

Abstract

enelitian ini dilatarbelakangai oleh lemahnya pemahaman konsep geografi peserta didik di SMAN 1 Rasau Jaya. penyebab lemahnya pemahaman konsep geografi adalah materi ajar yang sangat banyak pada setiap pokok bahasannya membuat guru sering memilih memberikan tugas meringkas materi dan mendiktekan materi kepada peserta didik disetiap pertemuannya. Salah satu upaya untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep geografi peserta didik adalah dengan dapat menerapkan teknik peta pikiran. Penelitian ini juga dapat mengetahui hambatan yang dihadapi selama penerapan teknik peta pikiran. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMAN 1 Rasau Jaya pada semester genap. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS 2 dengan jumlah peserta didik 24, peserta didik laki-laki 12 dan peserta didik perempuan 12. Rencana tindakan dilaksanakan melalui dua siklus dan disetiap siklusnya terdiri dari dua tindakan. Adapun dalam setiap tindakan terdiri dari tiga kegiatan yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), dan refleksi (reflection). Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila 75% dari jumlah peserta didik atau sekitar 18 peserta didik mencapai KKM. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geografi peserta didik melalui penerapan teknik peta pikiran (Mind Map) pada mata pelajaran geografi. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari setiap tindakan yang dilakukan.Hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan penelitian diantaranyaketerbatasan waktu penelitian, penguasaan langkah-langkah teknik pembelajaran, manajemen waktu yang kurang baik oleh guru model, dan kurangnya minat peserta didik dalam membaca dan menulis. Kesimpulannya, teknik peta pikiran (Mind Map) dapat meningkatkan pemahaman konsep geografi peserta didik. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah guru dapat mencoba menggunakan teknik peta pikiran untuk pembelajaran selanjutnya, selain dapat mempermudah dalam penyampaian pokok bahasan yang banyak juga dapat melatih guru dalam penggunaan waktu yang efisien., melatih minat baca dan menulis peserta didik serta melatih ketekunan, ketelitian dan kesabaran peserta didik.  Kata kunci: teknik peta pikiran, pemahaman konsep, penelitian tindakan kelas.
PERILAKU WARGA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI ADIWIYATA DI SMK NEGERI 2 SEMARANG Hidayati, Nanik
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adiwiyata is a government program to succeed a sustainable educational development. It aims at creating responsible school memberships in protecting and conserving environment through good school management. This is implemented by state vocational school 2 Semarang having won Adiwiyata Mandiri in 2013.This research is to explore State Vocational School 2 Semarang members’ ’attitude on the implementation of adiwiyata program. The research employs descriptive qualitative approach. The data taken on this research are primary and secondary ones. The primary data refers to direct sources like the principal, teachers, administrative staffs, students and school committee. The secondary data are taken from collecting written sources and documents. The techniques of collecting data are through participation, interview, and documentation. The data analysis involves reduction, presentation, and data verification.The result shows that four adiwiyata indicators comprising environmental based school policy, environmental school based curriculum, participative school based activity and environmental school based infrastructure have been successfully implemented at State Vocational School 2 Semarang as evidenced by the success of the management of parks, greenery, cleanliness and cultural reduce, reuce, and recycle success is supported by habits, knowledge, and real actions that requires explicit school regulation and sustainable environmental managements.Adiwiyata program in State Vocational School 2 Semarang needs to be preserved, transmitted, and distributed to schools or other community.Keywords : Adiwiyata, Environment, Attitude, School’s Memberships
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS (Studi Kasus pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup di SMP Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) Yanti, Enok
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh petani setempat, mengidentifikasi faktor penyebabnya,  mengetahui hubungan pemahaman dengan sikap peserta didik, dan merumuskan bahan ajar IPS tentang pemanfaatan lahan pada materi pelestarian lingkungan hidup. Metode yang digunakan metode deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui survei lapangan, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Populasi penelitian seluruh petani, peserta didik kelas VIII serta guru SMP maupun MTs di Kecamatan Argapura. Sampel petani diambil dengan teknik stratified random sampling, sampel peserta didik dengan teknik proportional random sampling, dan sampel guru diambil sesuai jumlah populasi yang ada. Teknik analisis data menggunakan prosentase dan regresi linear sederhana serta ganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pemanfaatan lahan di Kecamatan Argapura sebagian besar tidak sesuai dengan kemiringan lerengnya, frekuensi mengikuti penyuluhan sebagai faktor penyebab pemanfaatan lahan mempunyai taraf signifikansi negatif. Pemahaman peserta didik terhadap kondisi lahan tidak sejalan dengan sikap mereka terhadap pemanfaatan lahan sehingga perlu perumusan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka agar pembelajaran lebih bermakna. Rekomendasi yang diajukan pemanfaatan lahan harus mengikuti kaidah dalam pengolahan lahan supaya pelestarian lingkungan tetap terjaga, dan bahan ajar yang dihasilkan baru sampai tataran konsep sehingga diharapkan ada penelitian lanjutan untuk mengujicobakan bahan ajar tentang pemanfaatan lahan pada materi pelestarian lingkungan hidup di SMP kelas VIII semester 1. Kata kunci : Pemanfaatan lahan, Bahan ajar, Pelestarian lingkungan hidup.
MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA Ningrum, Epon; Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3357

Abstract

Keterampilan dasar mengajar menjadi kemampuan prasyarat yang harus dimiliki mahasiswa calon guru bagi terlaksananya pembelajaran konstruktivistik dan PAKEM. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkembangkan melalui pembiasaan dalam proses perkuliahan melalui kegiatan yang terintegratif antara teoretis dan praktik. Salah satu model pembelajaran yang memiliki karakteristik PAKEM dan konstruktif adalah quantum teaching. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Geografi melalui model quantum teaching. Metode penelitian mengimplementasikan metodologi penelitian tindakan kelas pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Geografi. Fokus kajian model quantum teaching dan keterampilan dasar mengajar. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, test, tugas, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif. Indikator ketercapaian adalah meningkatnya keterampilan dasar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model quantum teaching di ruang microteaching meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pada setiap tindakan, yang meliputi: keterampilan membuka dan menutup pelajaran, memberikan pertanyaan dan penguatan, melaksanakan metode secara konsisten, menggunakan media, mengadakan variasi gerak dan mimik serta intonasi, mengelola kelas, dan memberikan penjelasan.Kata kunci: perangkat pembelajaran, quantum teaching, keterampilan dasar mengajar
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KAWASAN EKOWISATA KAMPUNG BATU MALAKASARI SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI Supriatna, Upi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3363

Abstract

In the process of studying Geography, environment is important as a learning source to avoid the verbalism in learning process. To develop environment as a learning source we need learning device support. Based on that, the purpose of this study was to develop learning device with environment as a learning source. This research pick ecotourism area at Kampung Batu Malakasari as geographic learning source and to develop the learning device in that area. The learning device which developed in this study produced a practical worksheets which equipped with guidelines for teachers, and location overview. These worksheets and its support measured the validity based on didactical, constructional and technical specification. To measure the validity of learning device researcher used delphy method by asking four experts judgement. The worksheets of learning device of the research in Kampung Batu Malakasari had scored 4.56 (excellent), teacher’s guideline scored 4.60 (excellent), and location overview scored 4.54 (excellent). Thus the learning device for the activity in Kampung Batu Malakasari is adequate to be implemented in Geography learning in that location.Keywords: environment, a learning of source, develop a learning device

Page 1 of 1 | Total Record : 10