cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Search results for , issue " 2016: SENDI_U" : 115 Documents clear
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN APOTEK DENGAN DATABASE MANAGEMENT SYSTEM Yesica, Valentine
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.601 KB)

Abstract

Informasi merupakan salah satu sumber daya penting sebagai dasar pengambilan suatukeputusan. Sistem informasi persediaan Apotek dengan database management system inidirancang untuk mempermudah pengelolaan dan pengolahan data dan informasi persediaan diApotek X, sehingga dapat mengurangi permasalahan terkait dengan selisih jumlah persediaan,keterlambatan order barang dan keterlambatan retur barang yang mendekati tanggal kadaluarsake supplier. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle(SDLC) dan penerapan teknik Joint Application Development dalam proses perancangan awal.Sistem informasi yang dibuat merupakan aplikasi berbasis web yang memiliki keunggulan dalamhal penggunaan serta pemilihan perangkat keras. Bahasa pemrograman yang digunakan dalamperancangan sistem informasi persediaan ini adalah PHP dan HTML, sedangkan database yangdigunakan adalah MySQL 5.0. Hasil dari penelitian ini berupa prototype sistem informasimanajemen persediaan apotek yang mampu menyediakan informasi persediaan yang akurat sertaterbarui secara otomatis. Sistem informasi tersebut memiliki beberapa data dan informasi yangdisesuaikan dengan proses bisnis Apotek terkait, meliputi master data (data produk, dokter,supplier), transaksi (penjualan, penerimaan barang, retur) serta data persediaan yang membantupengguna dalam memantau jumlah persediaan serta mengetahui barang yang mendekati tanggalkadaluarsa.Kata Kunci: Sistem Informasi, System Development Life Cycle (SDLC), Joint ApplicationDevelopment (JAD), manajemen persediaan,, database
TINGKAT ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI SISTEM M-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN PADA TINGKAT SMA Hari, Yulius; ., Darmanto; Yanggah, Minny Elisa
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.397 KB)

Abstract

Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa resmi yang diakui oleh PBB. Di Indonesia,kebutuhan akan kemampuan bahasa ini juga mulai terlihat. Struktur kurikulum 2013 saat ini,dalam kelompok peminatan bahasanya, mata pelajaran bahasa mandarin sebagai salah satualternatif pilihannya. Sementara itu permasalahan utama dari pembelajaran bahasa ini selainpada terbatasnya sumber daya guru, kesulitan intonasi dan pelafalan Mandarin juga menjadikankesalahan umum dalam pembelajaran bahasa ini. Dengan perkembangan teknologi saat ini sudahtersedia system pembelajaran berbasis Mobile Learning (M-Learning) yang mampu mengatasijembatan kesulitan bahasa tersebut, namun sejauh manakah system ini mampu diadaptasi olehpengguna terutama dalam tingkat pendidikan formal disekolah masih terus dipertanyakan.Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dimana mencoba untuk menggali dan mengkajipemanfaatan system mobile learning guna menunjang proses pembelajaran bahasa Mandarin.Dalam hal ini, pengaruh aspek kemanfaatan dari system mobile learning diukur menggunakanpendekatan tingkat adopsi inovasi teknologi yang digunakan oleh para pembelajar baik gurumaupun siswa pada tingkat pendidikan SMA. Sebagai sample dalam penelitian ini, diujicobakanpada siswa SMA di Surabaya dan juga guru pada sekolah tersebut yang telah menerapkan sistempembelajaran ini. Hasil dari feedback dikumpulkan dalam bentuk kuisioner dalam skala likert,yang kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data denganpendekatan model persamaan struktural (structural equation modeling).
PERANCANGAN MESIN PEMINTAL TALI TAMPAR dhiguna, Bonthang Alfa A
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.498 KB)

Abstract

Mesin pemintal dirancang untuk memintal tali tampar yang akan digunakan untuk membuat kerajinantangan. Dasar utama dari perancangan mesin pemintal ini adalah sebuah UMKM kerajinan tangan daritali tampar yang berada di daerah kulonprogo yang mengalami masalah dalam proses pemintalan danmengakibatkan proses produksi terhambat. Masalah yang dialami oleh pengerajin yaitu tali tampar yangselalu kendor saat proses pemintalan sedang berjalan. Metode rasional digunakan untuk menentukanrancangan mesin pemintal benang. Interview dan observasi ditempuh sebagai tool untuk mendapatkanatribut produk dan QFD sebagai tool untuk mendapatkan desain akhir perancangan produk. Untukperancangan ditunjang dengan software solid work 2013. Hasil perancangan ini adalah sebuah desainmesin pemintal tali tampar yang selanjutnya hasil perancangan dapat direalisasikan menjadi mesinpemintal tali tampar yang siap di pakai.Kata kunci: mesin pemintal, metode rasional, QualityFunction Deployment (QFD)
METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA PRODUK ELEMENT BOILER DI PT. XYZ Purnama, Jaka; Suparto, .; Christa Dinata, Pramudia
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.569 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memiliki kapabilitas dalam pembuatan boiler maupunkomponen-komponen penyusun boiler. Pelaksanaan proyek LNK unit 2, ternyata tidak dapat mencapai peningkatanproduktivitas yang harapan perusahaan sesuai dengan perencanaan kerja. Penyebab tidak tercapainya peningkatanindeks produktivitas disebabkan oleh jumlah produk cacat/defect berada di atas batas standar dari defect yangditentukan oleh perusahaan. Metode Six Sigma dengan siklus DMAIC, berdasarkan analisis data terjadi peningkatanindeks produktivitas proyek LNK Unit 2 terhadap LNK Unit 1 sebesar 2.98%. Terjadi penurunan COPQdibandingkan antara proyek LNK Unit 1 dengan LNK Unit 2 sebesar 3.79%. Perbedaan nilai menunjukkan adanyaindikasi bahwa pengalokasian biaya kualitas untuk COGQ dan COPQ kurang berjalan efektif dan efisien. Hasilevaluasi menggunakan Productivity Evaluation Tree, hasil ΔTPit untuk produktivitas total dan parsial yang hasilnyaadalah negative, berarti peningkatan indeks produktivitas pada proyek LNK Unit 2 belum sesuai dengan harapanperusahaan. Hasil pengukuran baseline kinerja kualitas pada data atribut dan variable saat ini, ditemukan sigma leveldi bawah 4.00 yang menjadi prioritas perbaikan, karena untuk masing-masing jenis defect potensial yang berhasildiidentifikasi pada Element Bending, Element Bundling, dan Element Assembly SET, dipilih RPN tertinggi untukdapat diimplementasikan dan dapat dijadikan sebagai standar kerja pada proyek berikutnya.Kata Kunci : Produktivitas, Six Sigma, Siklus, DMAIC
PERANCANGAN MESIN PENIRIS UNTUK ANEKA MAKANAN RINGAN HASIL GORENGAN Wasisto, Sugeng; Indra Purnama, Ign. Luddy; Wisnu Anggoro, Paulus
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.583 KB)

Abstract

Pandowoharjo merupakan desa di kabupaten Sleman dengan banyak warganya bekerja membuat aneka makananringan yang digoreng, sebagai contoh adalah sale pisang, keripik, dan abon. Dalam pembuatan makanan ini, salahsatu hal yang berpengaruh pada keawetan atau masa konsumsi adalah kandungan minyak pada makanan yangdikemas. Agar keawetan makanan yang dikemas bertambah, maka kandungan minyak harus diminimalkan. Untukmeminimalkan kandungan minyak, sangat sulit dilakukan secara manual karena sebagian besar makanan ini bersifatrenyah sehingga tidak dapat dipress. Oleh karena itu, warga Pandowoharjo berinisiatif untuk membuat mesin penirissederhana untuk menigkatkan kualitas produk olahannya. Dalam melakukan perancangan, digunakan metote kreatif.Wawancara dilakukan untuk medapatkan seluruh kriteria persyaratan mesin sebagai acuan perancangan. Untukmendapatkan ide-ide perancangan mesin peniris ini dilakukan proses brainstorming dengan berbagai pihak agar ideyang diperoleh semakin banyak. Hasil brainstorming diolah menjadi data jadi menggunakan metode weightedobjective Dalam melakukan proses perancangan ini digunakan software Solidworks dan Catia untuk menghasilkangambar desain mesin peniris dalam bentuk 2D dan 3D. Hasil perancangan ini adalah sebuah desain mesin penirisminyak sederhana dengan kapasitas 3 kg, menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 1 hp, seharga Rp1.800.000,00. Selanjutnya hasil perancangan dapat direalisasikan menjadi mesin peniris yang siap dipakai olehwarga Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.Kata kunci : mesin peniris, metode kreatif, weighted objective, brainstorming
KNOWLEDGE SHARING SEBAGAI SUMBER INOVASI DAN KINERJA PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEKTOR BATIK Asegaff, Mochammad; ., Wasitowati
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.488 KB)

Abstract

Usaha kecil dan menengah sektor batik memiliki kontribusi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi dansebagai warisan budaya, tetapi dalam mengembangkan masih banyak masalah terutama pemberdayaan assetinternal, sehingga berdampak pada kapabilitas inovasi dan kinerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruhknowledge donating dan knowledge collecting terhadap kapabilitas inovasi dan kinerja UKM batik di Jawa Tengah.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan analisa data menggunakan Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukkan knowledge donating dan knowledge collecting berpengaruh signifikan terhadapkapabiltas inovasi. Knowledge donating dan kapabilitas inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, tetapiknowledge collecting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.Kata kunci : Mengumpulkan pengetahuan, Memberikan pengetahuan, Kapabilitas inovasi, Kinerja
MEMAHAMI MAKNA DAN KONSEP RUANG KAWASAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA STUDI KASUS PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA DI PECINAN SEMARANG Kautsary, Jamilla
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.608 KB)

Abstract

Makna dan konsep ruang merupakan bagian paling penting dari fungsi ruang dalam permukiman tradisional.Makna dan konsep ini tidak mudah dipahami dari apa yang terlihat oleh mata, sehingga dalam dunia perencanaanmoderen, keduanya sering terabaikan. Kurangnya pemahaman terhadap dua hal tersebut, dalam pengembanganwisata berbasis budaya tentu akan menimbulkan permasalahan, yang berdimensi ruang dan waktu. Artikel inibertujuan untuk menjelaskan temuan makna dan konsep ruang di kawasan Pecinan, yang dibangun semenjakberdirinya kawasan sampai saat ini. Tulisan ini merupakan sebagian hasil dari penelitian yang menggunakanpendekatan fenomenologi dan analisis diskriptif empiris. Beberapa makna ruang yang ditemukan dalam skalakawasan diantaranya adalah ruang penghidupan, perlindungan, berbagi, jut bio, hoki, laku bakti, satya, teladan,ekspresi dan ruang bersyukur. Hasil akhir dari penalaran dan penafsiran terhadap makna ruang tersebutditemukan empat konsep ruang berupa ruang kebertahanan, ruang persaudaraan (kebersamaan dan keselarasan),ruang penghormatan, serta ruang keseimbangan/harmoni. Adanya temuan ini diharapkan upaya pegembanganwisata budaya di Pecinan Semarang akan lebih bisa berkembang dalam koridor yang menguntungkan semua pihak,tanpa menganggu kepentingan budaya masyarakat lokal.Kata Kunci: Makna, Konsep, Ruang dan Wisata Budaya
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF SEBAGAI PENGGERAK DESTINASI PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG ., Nurchayati; Tri Ratnawati, Andalan
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.945 KB)

Abstract

Industri kreatif dan destinasi wisata merupakan dua hal yang saling berpengaruh serta saling bersinergi, sehingga dibutuhkan adanya pengetahuan yang kreatif dalam menggelola keduanya. Penelitian ini, bertujuan merumuskan Strategi Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Penggerak Destinasi Pariwisata Di Kabupaten Semarang. Dengan ditemukannya strategi Pengembangan, diharapkan Industri Kreatif mempunyai linkage dengan sektor wisata di Kabupaten Semarang. Dan merupakan alat yang sangat bermanfaat bagi Kabupaten Semarang dalam mengembangkan industri kreatif dan sektor wisata secara optimal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriftif analisis, baik analisis kuantitatif maupun analisis kualitatif, Lokasi Penelitian Di Kabupaten Semarang, metode penggumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara mendalam dengan pelaku industri kreatif yang berhubungan dengan destinasi wisata secara snowboll. Alat analisis data menggunakan analisis SWOT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kabupaten Semarang memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kreatif dan destinasi wisata, bahkan industri kreatif di sub sektor kerajinan memberikan sumbangan terbesar dalam bentuk devisa dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang. Potensi pengembangan industri kreatif sebagai penggerak wisata di Indonesia masih belum dapat diimplementasikan secara optimal. Bahkan cenderung berjalan secara terpisah. Kurangnya linkage antara industri kreatif dan sektor wisata dapat terlihat dari meskipun terdapat banyak destinasi wisata yang dikemas dalam bentuk paket - paket wisata, namun masih banyak destinasi wisata yang tidak menyediakan tempat penjualan souvenir khas daerah. Kalaupun ada, souvenir yang dijual terkesan biasa, serta dapat dengan mudah ditemukan di daerah lain. Desain produk yang biasa dan mudah ditiru serta kurangnya promosi menjadi sebuah proyek yang gagal mendatangkan lebih banyak wisatawan...Dan agar terjadi linkage diantara keduanya di butuhkan adanya strategi pengembangan indutri kreatif untuk menunjang destinasi wisata, dengan pengetahuan yang kreatif, melalui pengelolaan something to see, something to do dan something to buy.Kata kunci: Industri Kreatif, Destinasi Pariwisata, Knowladge Creative
ATURAN ALIH TEKNOLOGI DARI PERUSAHAAN SWASTA ASING KEPADA PERUSAHAAN NASIONAL PADA KEGIATAN PENANAMAN MODAL UNTUK PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI MAJU DI INDONESIA Irawan, Candra
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.768 KB)

Abstract

Di masa depan diharapkan Indonesia memiliki peraturan alih teknologi dari Perusahaan Swasta Asing kepadaPerusahaan Dalam Negeri, agar dalam waktu tidak terlalu lama mampu mengejar ketertinggalan teknologi darinegara maju, seperti yang sudah dilakukan Cina. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modaltidak mengatur alih teknologi, kecuali pada Pasal 10 Ayat (4), perusahaan penanaman modal yang mempekerjakantenaga kerja asing diwajibkan menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerjaIndonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan Pasal 10 Ayat (4) hanya berlakusecara perorangan terkait ketenagakerjaan, bukan secara institusional mewajibkan perusahaan penanaman modalasing mengalihkan teknologinya kepada perusahaan lokal sebagai mitra usahanya. Atas dasar ketentuan tersebut,tidak salah jika perusahaan swasta asing (PSA) tidak membuka informasi teknologinya secara tuntas dan engganmengalihkannya kepada perusahaan dalam negeri (PDM), karena memang tidak ada kewajiban yang diatur undangundang.Hal ini tidak adil, jika dibandingkan dengan banyaknya pemberian fasilitas kepada PSA, sepertipenguarangan pajak penghasilan neto, pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal dan bahanbaku, pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang modal, penyusutan yangdipercepat dan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (Pasal 18 Ayat (4) Undang-Undang Penanaman Modal(UUPM). Sementara kewajiban perusahaan penanaman modal (PPM) adalah menerapkan prinsip tata kelolaperusahaan yang baik, melaksanakan tanggung jawab sosial, menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal,menghormati tradisi budaya masyarakat dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 15UUPM). Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah adanya keterlibatan Negara/Pemerintah dalam mengatur alihteknologi dari Perusahaan Swasta Asing (PSA) kepada Perusahaan Dalam Negeri (PDM) melalui instrumen hukum(dapat berbentuk Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, atau KeputusanMenteri). Hanya instrumen hukum yang memiliki daya paksa, sehingga alih teknologi dapat berjalan sesuai dengankepentingan nasional, meskipun pengaturannya tidak boleh bertentangan dengan perjanjian internasional sepertiWTO, Paris Convention, Bern Convention dan WIPO.Kata Kunci: Aturan Hukum, Alih Teknologi, Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional
TANGGAPAN BURUH WANITA TERHADAP MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA INDUSTRI GARMEN (STUDI PADA INDUSTRI GARMEN DI KARANGJATI, UNGARAN-JAWA TENGAH) Buana Damai, Sekar Harum; Pravitasmara Dewi, Yustina Ertie; Suharti, Lieli
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.759 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tanggapan buruh wanita pada industri garmen terhadap Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dilihat dari 4 aspek yaitu (1) Komitmen pihak perusahaan, (2) Ketersediaan dukungan tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang meliputi tempat lokasi kerja, mesin dan perlengkapan alat kerja yang digunakan, kondisi tempat kerja serta pemeriksaan kesehatan dan bahan-bahan kimia, (3) Sistem kontrol perusahaan, dan (4) Kesadaran pekerja. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, dimana pengambilan sampel dengan memilih responden yang kebetulan dijumpai. Kriteria pengambilan sampel dalam penselitian ini adalah buruh wanita yang bekerja pada industri garmen di wilayah Karang Jati, Ungaran, Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan buruh wanita terhadap 4 (empat) aspek penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berupa tanggapan buruh wanita terhadap komitmen perusahaan pada penerapan K3 dan kesadaran pekerja masuk dalam kategori buruk, sedangkan tanggapan buruh wanita terhadap ketersediaan dukungan K3 terhadap lokasi tempat kerja, mesin dan perlengkapan alat kerja, pemeriksaan kesehatan dan bahan-bahan kimia masuk dalam kategori cukup baik..Kata Kunci: K3, komitmen perusahaan, buruh wanita

Page 7 of 12 | Total Record : 115