MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage"
:
10 Documents
clear
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-ZARNUJI (Rekontruksi Epistimologi Pendidikan Modern Berbasis Sufistik-Etik)
Muhammad Zaim;
Ahmad Masyruhin
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2360
AbstractRenewal of Islamic education today is faced two major issues. First, problems in education which are not able to created progressive outcome and Islamic behavior. Second, the influence of the Western education concepts that tends to be rational and empirical. Islamic education so that the world currently affected western very rational and empirical began to lose value and ethics. One of the thinkers of Islamic education that focuses on values and ethics are az-Zarnuji. Therefore, this article will reveal how to reconstruct the modern educational-ethical-based Sufi begins by reviewing az-Zarnuji’s educational epistemology. Methods of this study used literature review by tracking the primary source of Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum and other secondary sources. The results of this research education epistimologi az-Zarnuji designed and built on a foundation and framework sufistik-ethical values. The concept of education that starts from the object to the evaluation should be worth sufistik. always make God the backrest through morals, and ethics. always puts the character, morals, decency value with fellow humans or other creatures above intellectual. This was then used to reconstruct the world of modern education today by entering epistimologi az-Zarnuji educational thought in modern education. AbstrakPembaharuan pendidikan Islam saat ini di hadapkan dengan dua isu besar.Pertama, permasalahan dalam pendidikan yang belum mampu mencetakoutput yang berfikiran maju dan berprilaku Islami.Kedua, permasalahan pengaruh konsep pendidikan Barat yang cenderung rasional dan empiris semata.Sehingga dunia pendidikan Islam saat ini terpengaruh barat yang sangat rasional dan empiris sehinnga mulai kehilangan nilai dan etikanya.Adapun salah satu pemikiran tokoh pendidikan Islam yang sangat mengedapankan nilai dan etika adalah az-Zarnuji.Oleh karena itu, Artikel ini akanmengungkap bagaimana merekontruksi pendidikan modern berbasis sufistik-etik diawalidengan mengupas epistemologi pendidikan az-Zarnuji. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menelusuri sumber primerkitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum dan sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian ini Secara epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dibentuk dan dibangun melalui pondasi kerangka nilai sufistik-etik.Konsep pendidikan dari tujuan, sampai evaluasi harus bernilai sufistik yakni selalu menjadikan Allah sebagai sandaran melalui akhlak hati, dan etik yakni selalu mengedepankan akhlak, moral, nilai kesusilaan baik dengan sesama manusia ataupun dengan makhluk lainnya diatas intelektual.Ini lah yang kemudian digunakan untuk merekontruksi dunia pendidikan modern saat ini dengan memasukkan epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dalam pendidikan modern.
PENGGUNAAN PROSES KOGNITIF BENJAMIN SAMUEL BLOOM SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM
Hakim, Arif Rahman
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2240
AbstractThe development of textbooks becomes something important to accompany and complete the learning resources of students. The development of educational technology textbooks for Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of IAIN Ponorogo students is also very important. In addition, there are two main reasons why the development of educational technology textbooks is important. The first is the need of aplicable material for Instructional Technology, and the second is the need of a handbook for students that in line with the curriculum, so students will more easily attend lectures in Educational Technology courses. This research is a development research. The design model used in this research is ADDIE model (Analiyze, Design, Development, Implimentation, Evaluation). There are two techniques used for collecting data, which are questionnaire and test. The results showed that the validity of textbooks in Educational Technology perspective of Benjamin Samuel Bloom's cognitive process was good with validation of media experts got an average score of 3.36 with very good criteria, and validation of material experts got an average score of 3.25 with good criteria. with the result of both judgement from the expert, it is declared that the product is valid and worthy for use as a complement of the learning resources of students. And the effectiveness of the development of textbooks of Educational Technology courses in the perspective of cognitive processes Benjamin Samuel Bloom obtained an average N-Gain of 0.40, which means that the textboox is good and efective as a resourse of learning for educational technology material.  AbstrakPengembangan buku ajar Teknologi Pendidikan menjadi sebuah keharusan  bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai pendamping dan pelengkap sumber belajar mahasiswanya. Selain itu, ada dua alasan utama mengapa pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan ini menjadi penting, pertama adalah perlunya materi Teknologi Pendidikan yang sifatnya aplikatif sesuai dengan kondisi riil pembelajaran , dan yang kedua adalah perlunya buku pegangan bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah Teknologi Pendidikan yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan sehingga mahasiswa akan lebih mudah mengikuti perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian R&D, dengan  menggunakan model ADDIE. Ada dua teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu angket dan tes. Adapun teknik analisa datanya adalah menggunakan passing grade (skor rerata) untuk data hasil penilaian ahli dan mahasiswa dan menggunakan persamaan Maltzer normalized gain (N-gain) untuk data hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom adalah baik, dimana validasi dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 3.36 dengan kriteria sangat baik, dan validasi dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata sebesar 3.25 dengan kriteria baik dan dari kedua penilaian tersebut produk dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Selanjutnya efektifitas pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0.40, dan berdasarkan pedoman penilaian yang digunakan, termasuk dalam kategori baik atau efektif.
INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL HYPNOTEACHINGDALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI ANAK PEMULUNG DI KOTA MAKASSAR
Mardhiah Mardhiah;
Ida Suaidah;
St. Ibrah Mustafa Kamal
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2302
AbstractThis study aims to determine the description of the implementation of the Hypnoteaching model in learning to read the Qur'an for scavenger children in Makassar City, as well as to determine the increased interest and ability to read the Al-Qur'an part of the scavenger in Makassar City through the Hipnoteaching learning model. This is a classroom action research. The research subjects are 43 TK / TPA / TB Ar-Rasyid students in Tamangapa Village, Manggala District, Makassar City. This study consisted of three cycles. One cycle of this research is given two actions in two face-to-face. Then in each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. Data were collected through observations and questionnaires. The results showed that the Hypnoteaching Method could increase the students' interest and ability to read the Koran at TK / TPA / TB Ar-Rasyid, Tamangapa village, Manggala sub-district, Makassar city. The implication of this research is the realization of an increase in interest and ability to read the Koran for scavenger children after they experience the learning process with the hynoteaching model which is very useful for them in order to continue the learning process of the Qur'an at a further stage as well as the process of education and spiritual guidance for scavenger children in Makassar city. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran pelaksanaan modelHypnoteaching dalam pembelajaran membaca al-Qur;an bagi anak pemulung di Kota Makassar, serta untuk mengetahui peningkatan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagianakpemulung di Kota Makassar melalui model pembelajaran Hypnoteaching.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa TK/TPA/TB Ar-Rasyid sejumlah 43 orang di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Satu siklus penelitian ini diberikan dua kali tindakan dalam dua kali tatap muka. Kemudian dalam setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui hasil pengamatan dan pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Hypnoteaching dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswaTK/TPA/TB Ar-Rasyid kelurahan Tamangapa kecamatan Manggala kota Makassar.Adapun Implikasi penelitian ini adalah terwujudnya peningkatan minat dan kemampuan membaca al-Quran bagi anak pemulung setelah mereka mengalami proses pembelajaran dengan model hynoteaching sangat bermanfaat bagi mereka dalam rangka kelanjutan proses belajar Al-Qur’an pada tahap lebih lanjut serta proses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi anak pemulung di KotaMakassar.
IDENTITAS GURU PAI ABAD 21 YANG IDEAL PADA PEMBELAJARAN FIQH DI SEKOLAH DAN MADRASAH
Firman Mansir
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2343
AbstractThis research explains that in 21st century, education is faces by some quite complex challenges. In this 21st century, advances in science and technology in all fields are increasingly narrowing the world. Compared to the previous century, in this century, professional teachers must have a wider range of competences. Teacher in 21st century must be able to improve personal skills, technical skills, social skills and pedagogical skills. Islamic Education teachers in 21st century are also expected to develop positive relationships with students and the school community using technology as a tool to raise teaching standards. Especially in learning Islamic religious education, in fiqh, an ideal or professional teacher is needed to form the skills of a teacher in building the enthusiasm of students in science, religion and technology. The ideal PAI teacher has the ability to develop and combine various learning strategies and methods to spur students' enthusiasm for learning because students nowadays know information very easily. AbstrakPenelitian ini menjelaskan bahwa pada abad 21 ini pendidikan dihadapkan dengan berbagai tantangan yang cukup kompleks. Pada abad 21 ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang semakin mempersempit dunia. Dibandingkan dengan abad yang sebelumnya, pada abad ini guru yang profesional harus mempunyai kompetensi yang lebih luas. Guru abad 21 ini harus mampu meningkatkan keterampilan pribadi, keterampilan teknis, keterampilan sosial dan keterampilan pedagogik. Guru PAI abad 21 juga diharapkan dapat mengembangkan hubungan positif dengan peserta didik dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan standar pengajaran. Terutama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, dalam fiqih guru yang ideal atau profesional sangat dibutuhkan untuk membentuk kecakapan seorang guru dalam membangun semangat peserta didik dalam hal sains, ilmu agama dan teknologi. Guru PAI yang ideal memiliki kemampuan untuk mengembangakan dan memadukan berbagai strategi dan metode belajar untuk memacu semangat belajar peserta didik, karena pada zaman saat ini peserta didik mengetahui infomasi-informasi dengan sangat mudah.
RELASI AGAMA DAN SAINS DALAM ISLAM (Pemetaan Konteks Awal dan Varian Pemikiran Sains Islam)
Ach. Maimun
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.1957
AbstractVarious models of ideas on the relationship between religion (Islam) and science reappear recently when some UIN (Universitas Islam Negeri/State Islamic University) have been established. The thoughts of the relationship between Islam and science not only turn into integrative concept, but also seem to be more various. Apparently, the root of the variations could be retraced through previous Islamic thoughts in the history of Islam. There has been interconnected practical problem within historical context i.e. Islam had a military defeat against the West and the consciousness of being backward in sciences and technology. Furthermore, it then brings “a syndrome of catching up” which is translated as endeavours based on the relational thoughts of Islam and science. The preliminary endeavours are emphasized on practical and artificial aspect as the colonialized country. However, the next development shows that a more comprehensive endeavour appears in the form of philosophical thoughts and followed by the way how to implement them practically. In this case, there are three school of thoughts: instrumentalist, restorationist and constructionist. The last school creates four trends: bucailist, fundamentalist, adaptationist and metaphysic, while the last trendcreates three more streams: philosophic-sufistic, traditionalist and accommodationist. Each thought has its specificities and similarities. The development of all variants is influenced by different experiences, knowledges and perspectives belong to each thinker, although every thinker probably has the same socio-historical background. All of them are the valuable richness that have been appreciated by theconceptualisers of UIN. AbstrakBerbagai model gagasan tentang relasi agama (Islam) dan sains mengemuka kembali dengan lahirnya berbagai Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia. Gagasan relasi Islam dan sains terarah pada konsep integrasi yang juga memperlihatkan keragamannya. Rupanya, berbagai konsep yang beragam tersebut telah memiliki cikal bakalnya pada pemikiran Islam sebelumnya dalam sejarah Islam. Hal itu tak bisa dilepaskan dari konteks historis berupa berupa problem praktis, yaitu kekalahan militer Islam dari Barat dan kesadaran akan ketertinggalan karena ketertinggalan di bidang sains dan teknologi. Inilah yang melahirkan “sindrom pengejaran ketertinggalan” (catching up syndrom) yang diterjemahkan dalam upaya-upaya yang didasarkan pada pemikiran tentang relasi Islam dan sains. Upaya-upaya awal tersebut menekankan pada aspek kepraktisan dan artifisial sebagai negara terjajah. Hanya dalam perkembangannya, muncul upaya-upaya yang lebih mendalam dalam bentuk pemikiran filosofis dan dilanjutkan dengan penerapan praktisnya. Dalam hal ini muncul tiga madzhab pemikiran: instrumentalis, restorasionis dan konstruksionis. Madzhab terakhir terbagi menjadi empat aliran: bucailis, fundamentalis, adaptasionis dan metafisik. Aliran terakhir terbagi lagi menjadi tiga kubu: filosofis-sufistik, tradisionalis dan akomodasionis. Masing-masing pemikiran memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri di samping ada kesamaan-kesamaannya. Walaupun dilatari oleh konteks sosial historis yang hampir sama, perbedaan gagasan itu muncul disebabkan oleh pengalaman, pengetahuan dan perspektif yang berbeda pada masing-masing pemikir. Semuanya adalah kekayaan khazanah yang telah diapresiasi oleh para konseptor UIN di Indonesia.
URGENSI AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN (Tinjauan atas Qonun Assasy Ahlu Sunnah Wal Jama’ah karya Rois Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari)
Asep Awaluddin
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2301
AbstractAqidah ahlu sunah wal jama'ah in Islam is a very vital understanding, especially in our country. Because its existence is embraced by the majority of Indonesian Muslims. Ahlu Sunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah which was coined by KH. Hasyim Asy'ari became a milestone in the struggle for independence for the Unitary Republic of Indonesia since before the proclamation of independence. Nowadays, groups have emerged that also claim to practice ahlu sunah wal jama'ah, but in fact they have divided the unity among Muslims. What is the nature of the understanding of ahlu sunah wal jamaah and why is the understanding of ahlu sunah waljama'ahan-Nadhliyah useful for the Indonesian people ?. This research is based on literature, data analysis using content analysis and hermeneutical methods. The result of this research is that aqidah ahlu sunnah wal jamaah appears to answer the problems of many Islamic religious traditions, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah is the most appropriate aqidah for national education now and in the future. AbstrakAqidah ahlu sunah wal jama’ah dalam Islam menjadi faham yang sangat vital khususnya di negeri kita.Sebab keberadaannya dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.Ahlu Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi tonggak perlawanan perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak sebelum proklamasi kemerdekaan. Dewasa ini bermunculan kelompok yang juga mengaku beraqidah ahlu sunah wal jama’ah namun justru memecah belah persatuan diantara umat Islam. Bagaimanakah hakikat faham ahlu sunah wal jamaah dan mengapa faham ahlu sunah waljama’ahan-Nadhliyahbermanfaat untuk bangsa Indonesia?.Penelitian ini berbasis kepustakaan, analisis data menggunakan metode analisis isi dan hermeunetika. Hasil penelitian ini adalah aqidah ahlu sunnah wal jamaah muncul menjawab problematika banyaknya aliran keagamaan Islam, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah adalah aqidah yang paling sesuai untuk pendidikan kebangsaan sekarang dan masa yang akan datang.
KEPEMIMPINAN KOLEKTIF BERBASIS CONTINUAL IMPROVEMENT DI SMAIT ABU BAKAR BOARDING SCHOOL KULON PROGO
Akhsanul Fuadi
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2361
AbstractThis research explores management patterns as the strategy of the SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo School (SMAIT ABBS KP) in realizing to become superior schools, SMAIT ABBS KP has challenges in making it happen. This School applies the principle of collective leadership with a continuous improvement strategy to realize new schools that have excellence predicate in accreditation and are leading in the achievements, where management is based on local excellence namely the power of human resources to create new schools that excel in accreditation.This research is a qualitative study that describes in detail and in depth all conditions in a context, about something that happens in the field. The results showed that the SMAIT ABBS KP implements collective leadership with a continual improvement strategy to create a superior school, so that even though it was only established in 2017, a lot of achievements were achievedby SMAIT ABBS KP. Some of them are: (1) schools with a predicate with an accred itation score of 94 (A) (2) getting various kinds of championships, both in academic, religious and other non-academic fields, (3) the realization of a compact and harmonious work team as provision to achieve progressive achievements AbstrakPenelitian ini menggali pola managemen sebagai strategi SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo (SMAIT ABBS KP) dalam mewujudkan sekolah yang unggul, karena sebagai sekolah baru, SMAIT BBS KP mempunyai tantangan dalam mewujudkannya. SMAIT ABBS KP menerapkan prinsip kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah baru yang berpredikat unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi, di mana manajemen tersebut dilandaskan pada keunggulan lokal yaitu kekuatan SDM untuk mewujudkan sekolah baru yang unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan secara rinci dan mendalam segala potret kondisi dalam suatu konteks, tentang sesuatu yang terjadi di lapangan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa SMAIT ABBS KP menerapkan kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah yang unggul, sehingga walaupun baru berdiri tahun 2017 banyak prestasi yang sangat mengembirakan dan membanggakan di raih oleh SMAIT ABBS KP, karena sebagai sekolah yang baru 3 (tiga) tahun, telah berhasil meraih prestasi. Beberapa di antaranya adalah: (1) sekolah berpredikat unggul dalam akreditasi dengan meraih nilai 94 (A) (2) memperoleh berbagai macam kejuaraan, baik dalam bidang akademik, keagamaan dan non akademik lainnya, (3) terwujudnya tim kerja yang kompak dan harmonis sebagai bekal untuk melejitkan prestasi yang progressive.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS MUSLIM (STUDI PADA MAJELIS TA’LIM AL-MUTHMAINNAH DI KABUPATEN PONOROGO)
Silvina Choirotul Fahmi;
Luhur Prasetiyo
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2365
AbstractThe objective of thisstudy is to describe the patterns and strategies of society economic empowerment that are used by the management of the Islamic Board of Trustees and empowerment is ongoing before and after conducting empowerment. Besides, it describes the factors that influenced the empowerment activity.These three problem formulations were examined with the theory of society empowerment and social change because it related to changes that occur in society. The study was conducted in Pohijo, Sampung, Ponorogo. This study adopts a qualitative approach through field research on productive activities for a society based on data collected by interviews, observation, and document analysis.This study describes the results of this empowerment activity in terms of culinary, society can make pentol and meatballs with good taste. In terms of animal husbandry, society can breed goats properly so that the number of goats is increasing every year. In terms of agriculture, society can grow shallots with a good method, so that the harvest never fails. A Changing in attitudes and habits of the society from the results achieved from society empowerment activities have more helped the economy of the Talim Assembly congregation, especially empowerers. AbstrakTulisan bertujuan mengungkap pola dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digunakan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Muthmainnah di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogodan pemberdaya sebelum, sedang berlangsung dan sesudah melakukan pemberdayaan serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pemberdayaan ini.Sesuai dengan tujuan tersebut,data dikaji menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial karena berhubungan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Studi dilakukan di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan tentang kegiatan yang produktif bagi masyarakat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen.Studi ini mengungkapkan hasil dari kegiatan pemberdayaan ini yakni dari segi kuliner, masyarakat mampu membuat pentol dan bakso dengan citarasa yang enak. Dari segi peternakan, masyarakat mampu berternak kambing dengan baik hingga kian tahun kian bertambah jumlah kambingnya. Dari segi pertanian, masyarakat mampu bertanam bawang merah dengan metode yang baik sehingga setiap kali panennya tidak pernah gagal. Perubahan sikap serta kebiasaan masyarakat dari hasil yang sudah dicapai dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini sedikit banyak sudah membantu perekonomian jama’ah Majelis Ta’lim khususnya pemberdaya.
IMPLEMENTASI HUKUMAN QISAS SEBAGAI TUJUAN HUKUM DALAM AL-QUR’AN
Devi Nilam Sari
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2342
AbstractIn Islam the punishment for the perpetrators of murder and persecution is called qisas, namely giving the same treatment to the perpetrators. The existence of qisas is not a cruel act but it is an alternative for the creation of life and life according to Divine provisions. Unfair legal practices are reconstructed by the Qur'an, so that the objectives of a just law and the peace of life of the people can be realized. This research will be discussed regarding the law of qisas the word of Allah SWT in al-Qur’an letter al-Baqarah: 178-179 as forms and purpose of law in acts of murder. This research is a literature study, with the nature of descriptive implementation of the qisas punishment as a legal objective in the al-Qur’an specifically in surah al-Baqarah: 178-179 research analysis to describe and explain systematically about the research findings. o find out the 9 which deals with the punishment for the violation of murder. The results show that Qisas is the law of origin, which is enforced from the beginning, while diyat is the second law, and forgiveness is the most commendable thing from the sentence in QS al-baqarah: 179 confirms the basic purpose of the implementation of qisas law to maintain human survival. The fuqaha 'formulate the level of murder as well as the sentence as the implementation of the qisas penalty which contains the value of restorative justice with a civil settlement, but in positive law emphasizes more on pure criminal law because of the principle of legal certainty. AbstrakDalam Islam hukuman terhadap pelaku pembunuhan dan penganiayaan disebut qisas, yaitu memberikan perlakuan yang sama kepada pelaku. Adanya qisas bukan sebagai tindakan yang sadis namun ini sebuah alternatif demi terciptanya hidup dan kehidupan sesuai ketentuan Ilahi. Praktik hukum yang tidak adil direkontruksi oleh al-Qur’an, agar tujuan hukum yang adil dan kedamaian hidup masyarakat dapat terwujud. Penelitian ini akan dibahas mengenai hukum qisas sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Baqarah: 178-179 sebagai bentuk-bentuk dan tujuan hukum pada tindakan pembunuhan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dengan sifat penelitian deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menjelaskan secara sistematis mengenai hasil temuan penelitian. Untuk mengetahui implementasi hukuman qisas sebagai tujuan hukum dalam al-Qur’an terkhusus dalam surat al-Baqarah: 178-179 yang membahas mengenai hukuman bagi pelanggaran pembunuhan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qisas merupakan hukum asal, yaitu diberlakukan sejak semula, sedangkan diyat adalah hukum kedua, dan memaafkan adalah hal paling terpuji dari hukuman tersebut. dalam QS al-baqarah: 179 menegaskan tujuan dasar diberlakukannya hukum qisas untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Para fuqaha’ merumuskan tingkatan pembunuhan sekalligus hukumannya sebagai implementasi hukuman qisas yang mengandung nilai keadilan restoratif dengan penyelesaian secara perdata, namun dalam hukum positif lebih menekankan pada hukum pidana murni karena adanya asas kepastian hukum.
PROBLEM KEHADIRAN DAN UPAYA HUKUM TERGUGAT DALAM PUTUSAN VERSTEK PERKARA PERCERAIAN PADA PENGADILAN AGAMA BANDUNG
Bustanul Arifien Rusydi
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2362
AbstractImposing court decisions in verstek are regulated in Article 125 HIR paragraph (1) or Article 149 RBg paragraph (1). The main requirement is that the plaintiff fulfills the summons to the trial, while the defendant has never attended the trial at all until the verdict is passed. The various types of decisions passed on the grounds of the party's presence also have an impact on legal remedies that can be taken by the party objecting to the decision. This study aims to determine the interpretation and implementation of judges on the provisions of the decision making verstek. The type of research used is juridical normative, namely the statutory approach and legal theory on cases that are the object of research. The results found, that in practice at the Bandung Religious Court there are judges who have other interpretations of the terms of the requirements for the imposition of verstek decisions. The defendant who was never present during the examination of the case but was present at the reading of the verdict, the judge can still issue a verdict in verstek. The presence of the defendant at the reading of the decision is equivalent to the notification of the contents of the decision. In addition, on the verstek decision that was appealed, there was a high judge who accepted and granted the legal remedy. Even though the legal action against the Verstek decision was by verzet, not filing an appeal. AbstrakPenjatuhan putusan pengadilan secara verstek diatur dalam Pasal 125 HIR ayat (1) atau Pasal 149 RBg ayat (1). Syarat utamanya yaitu penggugat memenuhi panggilan persidangan, sedangkan tergugat sama sekali tidak pernah menghadiri persidangan sampai dengan putusan dijatuhkan. Beragamnya jenis putusan yang dijatuhkan atas alasan kehadiran pihak maka berdampak pula pada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang keberatan atas putusan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dan implementasi hakim terhadap ketentuan penjatuhan putusan verstek. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu pendekatan perundang-undangan dan teori hukum terhadap kasus yang dijadikan objek penelitian. Hasil yang ditemukan, bahwa pada praktiknya pada Pengadilan Agama Bandung terdapat hakim yang memiliki penafsiran lain terhadap ketentuan syarat penjatuhan putusan verstek. Tergugat yang tidak pernah hadir selama pemeriksaan perkara tetapi hadir pada saat pembacaan putusan, hakim tetap dapat menjatuhkan putusan verstek. Kehadiran tergugat pada saat pembacaan putusan disetarakan dengan pemberitahuan isi putusan. Selain itu, atas putusan verstek yang diajukan banding terdapat hakim tinggi yang menerima dan mengabulkan upaya hukum tersebut. Padahal upaya hukum terhadap putusan verstek adalah dengan verzet, bukan mengajukan banding.