Articles
CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
Prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Kodifikasia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak:Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank konÂvensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa dijalankan dan bahkan fungsi ini dipayungi oleh undangÂundang. Oleh karena itu, kinerja sosial bank syariah perlu dievaluasi dan dinilai, untuk melihat apakah bank syariah benar-benar menjalankan fungsi sosialnya atau tidak. Selama ini, kinerja bank syariah lebih banyak dinilai dari sisi kinerja keuangannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini meneliti Kinerja Sosial Bank Umum Syariah di Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) bank syariah di Indonesia?; 2. Bagaimana Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) bank syariah di Indonesia?; dan 3. Bagaimana Kontribusi Untuk Stakeholder bank syariah di Indonesia? Dengan jenis kuantitatif deskriptif yang diteliti adalah semua bank umum syariah yang beroperasi pada tahun 2012-2013 yang berjumlah 11 BUS, hasil analisis menunjukkan Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) Bank Syariah di Indonesia mendapatkan nilai 69,09 (baik); Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM), kinerja KKM bank syariah di Indonesia ternyata hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik) karena <50; dan Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) bank syariah rata-rata mendapatkan nilai 64 dengan predikat Kurang Baik (51-<66). Sementara hasil akumulatif penilaian kinerja sosial seluruh bank syariah di Indonesia adalah skor 57,60. Skor ini artinya secara akumulatif bank syariah kinerja sosialnya masih berpredikat Kurang Baik. Kinerja paling rendah pada aspek Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) yang hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik), disusul Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) yang mendapatkan nilai 64,00 (Kurang Baik), dan kinerja sosial bank syariah yang terbaik pada aspek Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) yang mendapatkan nilai 69,09 (Baik).
ANALISIS RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Kodifikasia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rentabilitas bank merupakan salah satu faktor untuk menilai kinerja sebuahbank. Faktor ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ke mampuan bankuntuk menghasilkan laba. Artikel ini berusaha meng analis rentabilitas bankumum syariah di Indonesia pada tahun 2011. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif deskriptif dengan meneliti bank yang berjenis BankUmum Syariah (BUS) dan yang di teliti adalah semua Bank Umum Syariahyang beroperasi pada tahun 2011 yang berjumlah 11 BUS. Hasil analisismenunjukkan bahwa rata-rata rasio NOM bank syariah pada tahun2011 sebesar 1,90%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standardBI berada pada peringkat 3. Artinya, kemampuan aktiva produktif banksyariah dalam menghasilkan laba rata-rata cukup tinggi. Sementara padakomponen ROA, rata-rata rasio ROA bank syariah sebesar 1,81%. Nilaise besar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat1. Arti nya, keberhasilan manajemen dalam meng hasilkan laba sangattinggi.Di sisi lain, pada komponen REO, rata-rata rasio REO bank syariahse besar 80,75%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standardBI berada pada peringkat 1. Artinya, efisiensi kegiatan operasional banksyariah sangat tinggi. Sementara, pada komponen IGA, rata-rata rasioIGA bank syariah sebesar 92,48%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuaidengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, aktiva bank syariahyang bisa meng hasilkan pendapatan sangat tinggi. Dan dari hasil analisis,semua bank umum syariah menempati peringkat 1 pada komponen ini. Padakomponen terakhir, diversifikasi pendapatan, rata-rata rasio diversifikasipendapatan bank syariah sebesar 9,50%. Nilai sebesar itu kalau dilihatsesuai dengan standard BI berada pada peringkat 2. Artinya, kemampuanbank syariah dalam menghasilkan pen dapatan dari jasa berbasis fee tinggi.
ANALISIS RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.759
Rentabilitas bank merupakan salah satu faktor untuk menilai kinerja sebuah bank. Faktor ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ke mampuan bank untuk menghasilkan laba. Artikel ini berusaha meng analis rentabilitas bank umum syariah di Indonesia pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan meneliti bank yang berjenis Bank Umum Syariah (BUS) dan yang di teliti adalah semua Bank Umum Syariah yang beroperasi pada tahun 2011 yang berjumlah 11 BUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata rasio NOM bank syariah pada tahun 2011 sebesar 1,90%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 3. Artinya, kemampuan aktiva produktif bank syariah dalam menghasilkan laba rata-rata cukup tinggi. Sementara pada komponen ROA, rata-rata rasio ROA bank syariah sebesar 1,81%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Arti nya, keberhasilan manajemen dalam meng hasilkan laba sangat tinggi.Di sisi lain, pada komponen REO, rata-rata rasio REO bank syariah sebesar 80,75%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, efisiensi kegiatan operasional bank syariah sangat tinggi. Sementara, pada komponen IGA, rata-rata rasio IGA bank syariah sebesar 92,48%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, aktiva bank syariah yang bisa meng hasilkan pendapatan sangat tinggi. Dan dari hasil analisis, semua bank umum syariah menempati peringkat 1 pada komponen ini. Pada komponen terakhir, diversifikasi pendapatan, rata-rata rasio diversifikasi pendapatan bank syariah sebesar 9,50%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 2. Artinya, kemampuan bank syariah dalam menghasilkan pen dapatan dari jasa berbasis fee tinggi.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY(CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
Prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.731 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.790
Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank konvensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa dijalankan dan bahkan fungsi ini dipayungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, kinerja sosial bank syariah perlu dievaluasi dan dinilai, untuk melihat apakah bank syariah benar-benar menjalankan fungsi sosialnya atau tidak. Selama ini, kinerja bank syariah lebih banyak dinilai dari sisi kinerja keuangannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini meneliti Kinerja Sosial Bank Umum Syariah di Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) bank syariah di Indonesia?; 2. Bagaimana Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) bank syariah di Indonesia?; dan 3.Bagaimana Kontribusi Untuk Stakeholder bank syariah di Indonesia? Dengan jenis kuantitatif deskriptif yang diteliti adalah semua bank umum syariah yang beroperasi pada tahun 2012-2013 yang berjumlah 11 BUS, hasil analisis menunjukkan Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) Bank Syariah di Indonesia mendapatkan nilai 69,09 (baik); Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM), kinerja KKM bank syariah di Indonesia ternyata hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik) karena <50; dan Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) bank syariah rata-rata mendapatkan nilai 64 dengan predikat Kurang Baik (51-<66). Sementara hasil akumulatif penilaian kinerja sosial seluruh bank syariah di Indonesia adalah skor 57,60. Skor ini artinya secara akumulatif bank syariah kinerja sosialnya masih berpredikat Kurang Baik. Kinerja paling rendah pada aspek Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) yang hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik), disusul Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) yang mendapatkan nilai 64,00 (Kurang Baik), dan kinerja sosial bank syariah yang terbaik pada aspek Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) yang mendapatkan nilai 69,09 (Baik).
Perkembangan Bank Syariah PAsca UU 21 Tahun 2008
Prasetiyo, Luhur
AL-TAHRIR Vol 12, No 1 (2012): Ekonomi Syariah
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/al-tahrir.v12i1.46
Islamic banking system still grows continuously over time in various countries, including Indonesia. Although it was a bit late, if it was compared to another, Islamic banking system began to develop in Indonesia in the early 1990’s. At that time, Islamic banking, however, was still running with its all characteristics based on the rule without adequate law. Islamic banking began to be recognized legally as the legalization of UU Perbankan 1992, and it was followed by its deregulation in 1998, and Islamic banking in Indonesia finally got its full legality after legalization of UU Perbankan Syariah in 2008. UU Perbankan Syariah as a new law certainly has significance for the development of Islamic banking in Indonesia. Based on the BI statistics, Islamic banks, especially Bank Umum Syariah after legalization of UU Perbankan Syariah, has been growing significantly, among in the number of banks, total assets, and total financing. Unfortunately, the growth of PLS (profit and loss sharing) doesn’t occupy a significant position in total financing of Islamic banks, whereas PLS is core system in Islamic banking.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS MUSLIM (STUDI PADA MAJELIS TA’LIM AL-MUTHMAINNAH DI KABUPATEN PONOROGO)
Silvina Choirotul Fahmi;
Luhur Prasetiyo
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2365
AbstractThe objective of thisstudy is to describe the patterns and strategies of society economic empowerment that are used by the management of the Islamic Board of Trustees and empowerment is ongoing before and after conducting empowerment. Besides, it describes the factors that influenced the empowerment activity.These three problem formulations were examined with the theory of society empowerment and social change because it related to changes that occur in society. The study was conducted in Pohijo, Sampung, Ponorogo. This study adopts a qualitative approach through field research on productive activities for a society based on data collected by interviews, observation, and document analysis.This study describes the results of this empowerment activity in terms of culinary, society can make pentol and meatballs with good taste. In terms of animal husbandry, society can breed goats properly so that the number of goats is increasing every year. In terms of agriculture, society can grow shallots with a good method, so that the harvest never fails. A Changing in attitudes and habits of the society from the results achieved from society empowerment activities have more helped the economy of the Talim Assembly congregation, especially empowerers. AbstrakTulisan bertujuan mengungkap pola dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digunakan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Muthmainnah di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogodan pemberdaya sebelum, sedang berlangsung dan sesudah melakukan pemberdayaan serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pemberdayaan ini.Sesuai dengan tujuan tersebut,data dikaji menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial karena berhubungan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Studi dilakukan di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan tentang kegiatan yang produktif bagi masyarakat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen.Studi ini mengungkapkan hasil dari kegiatan pemberdayaan ini yakni dari segi kuliner, masyarakat mampu membuat pentol dan bakso dengan citarasa yang enak. Dari segi peternakan, masyarakat mampu berternak kambing dengan baik hingga kian tahun kian bertambah jumlah kambingnya. Dari segi pertanian, masyarakat mampu bertanam bawang merah dengan metode yang baik sehingga setiap kali panennya tidak pernah gagal. Perubahan sikap serta kebiasaan masyarakat dari hasil yang sudah dicapai dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini sedikit banyak sudah membantu perekonomian jama’ah Majelis Ta’lim khususnya pemberdaya.
CRYPTOCURRENCY AS MONEY: Islamic Monetary System Perspective
Luhur Prasetiyo;
Unun Roudlotul Janah
AL-TAHRIR Vol 22, No 1 (2022): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/altahrir.v22i1.3617
The existence of cryptocurrencies that have emerged and developed since the last decade is still a debate, both in terms of function, regulation and compliance with Islamic economic principles. Different countries give different attitudes towards cryptocurrencies. Some countries accept its existence, while some other countries reject it. This is inseparable from the question that arises whether cryptocurrencies function as money or commodities. In addition, the absence of an official institution that is responsible for and regulates the circulation of cryptocurrencies and no underlying assets is also another problem. This article aims to see how cryptocurrencies are positioned based on their nature, characteristics and functions using an Islamic finance point of view. The results of the study indicate that cryptocurrencies currently carry out more functions as a store of value that are not in accordance with the Islamic financial system. In addition, the use of cryptocurrencies as money and means of payment carries a fairly large risk. This violates the principle of property protection in the maqasid al-shari'ah view.
ANALISIS RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Luhur Prasetiyo
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.759
Rentabilitas bank merupakan salah satu faktor untuk menilai kinerja sebuah bank. Faktor ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ke mampuan bank untuk menghasilkan laba. Artikel ini berusaha meng analis rentabilitas bank umum syariah di Indonesia pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan meneliti bank yang berjenis Bank Umum Syariah (BUS) dan yang di teliti adalah semua Bank Umum Syariah yang beroperasi pada tahun 2011 yang berjumlah 11 BUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata rasio NOM bank syariah pada tahun 2011 sebesar 1,90%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 3. Artinya, kemampuan aktiva produktif bank syariah dalam menghasilkan laba rata-rata cukup tinggi. Sementara pada komponen ROA, rata-rata rasio ROA bank syariah sebesar 1,81%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Arti nya, keberhasilan manajemen dalam meng hasilkan laba sangat tinggi.Di sisi lain, pada komponen REO, rata-rata rasio REO bank syariah sebesar 80,75%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, efisiensi kegiatan operasional bank syariah sangat tinggi. Sementara, pada komponen IGA, rata-rata rasio IGA bank syariah sebesar 92,48%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 1. Artinya, aktiva bank syariah yang bisa meng hasilkan pendapatan sangat tinggi. Dan dari hasil analisis, semua bank umum syariah menempati peringkat 1 pada komponen ini. Pada komponen terakhir, diversifikasi pendapatan, rata-rata rasio diversifikasi pendapatan bank syariah sebesar 9,50%. Nilai sebesar itu kalau dilihat sesuai dengan standard BI berada pada peringkat 2. Artinya, kemampuan bank syariah dalam menghasilkan pen dapatan dari jasa berbasis fee tinggi.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY(CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
Luhur Prasetiyo
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.790
Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank konvensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa dijalankan dan bahkan fungsi ini dipayungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, kinerja sosial bank syariah perlu dievaluasi dan dinilai, untuk melihat apakah bank syariah benar-benar menjalankan fungsi sosialnya atau tidak. Selama ini, kinerja bank syariah lebih banyak dinilai dari sisi kinerja keuangannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini meneliti Kinerja Sosial Bank Umum Syariah di Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) bank syariah di Indonesia?; 2. Bagaimana Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) bank syariah di Indonesia?; dan 3.Bagaimana Kontribusi Untuk Stakeholder bank syariah di Indonesia? Dengan jenis kuantitatif deskriptif yang diteliti adalah semua bank umum syariah yang beroperasi pada tahun 2012-2013 yang berjumlah 11 BUS, hasil analisis menunjukkan Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) Bank Syariah di Indonesia mendapatkan nilai 69,09 (baik); Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM), kinerja KKM bank syariah di Indonesia ternyata hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik) karena <50; dan Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) bank syariah rata-rata mendapatkan nilai 64 dengan predikat Kurang Baik (51-<66). Sementara hasil akumulatif penilaian kinerja sosial seluruh bank syariah di Indonesia adalah skor 57,60. Skor ini artinya secara akumulatif bank syariah kinerja sosialnya masih berpredikat Kurang Baik. Kinerja paling rendah pada aspek Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) yang hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik), disusul Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) yang mendapatkan nilai 64,00 (Kurang Baik), dan kinerja sosial bank syariah yang terbaik pada aspek Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) yang mendapatkan nilai 69,09 (Baik).
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM PENINGKATAN POTENSIPASAR RAKYAT DI KOTA MADIUN
Mohamad Nur Efendi;
Luhur Prasetiyo
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3926
AbstractThe Srijaya People's Market in Madiun City is a traditional market that is currently still operating in the midst of the onslaught of the modern and digital era. This study aims to analyze what the potential of Srijaya Market is, how the integrated marketing strategy has been carried out by market managers in increasing the potential and impact of this strategy. This research is a field research using a descriptive qualitative methodological approach. The findings of this study reveal that in the analysis of the micro and macro environment of marketing, Srijaya Market has economic potential on Sundays. This is evidenced by the hecticity of traders and special visitors on Sundays which is reinforced by other potentials such as a strategic geographical location, easy road access and the number of varied traders. The integrated marketing communication strategy is carried out through advertising methods by placing posters and billboards, sales promotion through a prize coupon program and public relations through Market Operations and Return to People's Market events. This strategy has an impact on the economy of traders, the economy of the community and local government revenues. The direct impact occurred in increasing sales so that many traders wanted to sell, as well as increasing brand awareness of the existence of Srijaya Market. Srijaya Market is busy with many visitors on Sundays. has the potential to become a tourist market destination in Madiun City. AbstrakPasar Rakyat Srijaya Kota Madiun merupakan pasar tradisional yang saat ini masih beroperasi di tengah perkembangan gempuran era modernitas dan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja potensi yang dimiliki oleh Pasar Srijaya, bagaimana strategi pemasaran terpadu yang telah dilakukan oleh pengelola pasar dalam meningkatkan potensi serta dampak dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif.Hasil temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa dalam analisis lingkungan mikro dan makro pemasaran, Pasar Srijaya memiliki ekonomi yang potensial pada Hari Minggu.Hal tersebut dibuktikan dengan ramainya pedagang dan pengunjung khusus pada hari Minggu yang diperkuat dengan potensi lainnya seperti letak geografis yang strategis, akses jalan yang mudah serta banyaknya pedagang yang bervariasi.Strategi komunikasi pemasaran terpadu dilakukan melalui metode periklanan dengan memasang poster dan billboard, promosi penjualan melalui program kupon berhadiah serta hubungan masyarakat melalui eventOperasi Pasar dan Gerakan Kembali ke Pasar Rakyat.Strategi tersebut memberikan dampak terhadap ekonomi pedagang, ekonomi masyarakat dan pendapatan pemerintah daerah.Dampak secara langsung terjadi pada peningkatan penjualan sehingga banyak pedagang yang ingin berjualan, serta meningkatnya brand awareness terhadap keberadaan Pasar Srijaya. Ramainya Pasar Srijaya dengan banyaknya pengunjung pada hari Minggu, berpotensi menjadi destinasi pasar wisata di Kota Madiun.