cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2012)" : 9 Documents clear
PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Muhammad Anshar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan sektor pertanian khususnyajagung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan diKelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara dan Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia,dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranansektor pertanian khususnya jagung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jenepontosangat besar, dimana produksi jagung mengalami peningkatan rata–rata sebesar 4,3 % pertahun dalam kurun waktu 2006-2010. Besarnya kontribusi jagung terhadap pertumbuhanekonomi dapat pula dilihat pada PDRB Kabupaten Jeneponto atas dasar harga berlaku,dimana pada Tahun 2010 sebesar 24,81%. Pengembangan usahatani jagung berdampak padapeningkatan pendapatan petani dan memperluas kesempatan kerja, selain itu juga tumbuhusaha–usaha penunjang seperti usaha penyaluran sarana produksi (bibit, pupuk dan obat–obatan), industri pengeringan jagung, industri rumah tangga (pembuatan keripik jagung),jasa transportasi dan industri pandai besi yang membuat alat–alat pertanian. Namunkontribusi ini belum optimal disebabkan karena pengembangan industri belum maksimalbaik itu industri hulu (bibit, pupuk, obat-obatan) maupun indutri hilir (pengolahan hasil,pascapanen, produk olahan, dan hasil ikutan).
PENGARUH SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Juhannis Juhannis
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.761

Abstract

Pembangunan ekonomi Nasional sebagai upaya untuk membangun seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional yaitu memajukan kesejahteraan umum, seperti yang tersurat pada alenia IV Pembukaan UUD 1945, Pembangunan sebagai salah satu cermin pengamalan Pancasila terutama dijiwai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yaitu upaya peningkatan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada tercapainya kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.Perkembangan ekonomi wilayah yang terjadi terhadap pertambahan pendapatan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan dalam perkembanganya terjadi perubahan yang cukup baik ini digambarkan melalui hasil produksi yang dicapai oleh masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Halmahera Selatan sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk yang ada, namun dalam kenyataanya belum dikelola secara efektif dan efisien. Kondisi inilah membutuhkan suatu kebijakan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan.
PENGARUH POLA PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT ADANYA BENDUNGAN LAMASI KECAMATAN LAMASI POMPENGAN KABUPATEN LUWU Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.753

Abstract

Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bangunan masih cenderung menurun. Hal ini terlihat dari sample yang disebarkan yakni 29 dari 40 sample atau 70 persen, mereka memperbaiki atau menambah bangunan yang sudah ada dalam kurun waktu antara tahun 2000 sampai 2110. Hal ini disebabkan lahan untuk bangunan baru semakin berkurang karena lahan sebagian desa sudah sempit seperti desa Wiwitan dan Lamasi, lahan untuk bangunan baru semakin terbatas sehingga pembangunan yang pada umumnya bersifat renovasi ataupun menambah bangunan-bangunan yang sudah ada. Penduduk yang tinggal pada kawasan jaringan irigasi Pompengan 95,0 persen atau 38 dari 40 sample yang disebarkan, mereka tinggal sebelum tahun 1998 sedangkan sisinya pendatang sesudah tahun 2009 dari dalam lingkungan kecamatan Lamasi dan Walenrang. Dan penduduk yang tinggal pada kawasanDengan dibangun jaringan irigasi teknis Pompengan atau Lamasi Kiri maka tata guna lahan berubah. Keadaan akhir tahun 2009 yang menunjukkan perubahan yang cukup besar yang dapat diuraikan sebagai berikut : Lahan kering 8,178 Ha, tegalan 1.452 Ha, perkebunan 295 Ha, padang rumput/rawa 527 Ha, hutan 3.054 Ha, pekarangan 2.789 Ha, kolam tambak 20 ha dan lain-lain 3.189 Ha.
ANALISIS PENDAPATAN, PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI NASIONAL Firdaus Yusuf
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.747

Abstract

This paper aims to find out fluctuations in income growth and national economic growth in 2004 - 2008, as one of the important information in the development of national economy, especially to determine the role of development and growth of economic sectors in the national economy. Analysis was performed by diskrptif. While the national income accounts approach based on the Central Bireau of Statistics (BPS) and national economic growth based on the model of growth developed by Roy F.Harrod and Evsey Domar. So that economic growth is simply defined as an increase in total long-term output. The hypothesis of this writing, that the role and growth of industrial sector tended to increase more than other sectors. This has evidenced with the role and growth of every sector of national income as measured by GNP based on constant price and current price.
ANALISIS KRITIS TERHADAP UU NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Jamaluddin Jahid Haneng
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.758

Abstract

Ketidakterpaduan pemanfaatan ruang pada semua tahapannya, telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, eksistensi UU No. 26 Tahun 2007 semakin dibutuhkan, namun ternyata undang-undang tersebut belum bisa memenuhi tuntutan kebutuhan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan sebagai akibat banyaknya faktor penghambat yang, bahkan berasal dari undang-undang itu sendiri.
PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI PULAU MAITARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Henny Haerany G
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.748

Abstract

Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menaruh perhatian besar terhadap sumberdaya pariwisata. Sebagai produk ekowisata merupakan semua atraksi berbasis pada sumberdaya alam sebagai pasar, ekowisata merupakan perjalanan yang diarahkan pada upaya-upaya pelestarian lingkungan akhirnya sebagai pendekatan pengembangan, ekowisata merupakan metode pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya pariwisata secara ramah lingkungan. Kegiatan pariwisata memiliki korelasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan, sangat ditekankan dan ciri khas ekowisata. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan Pulau Maitara sebagai kawasan ekowisata di Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui peranan kawasan ekowisata Pulau Maitara dalam peningkatan ekonomi masyarakat Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan.
ANALISIS SISTEM SANITASI LINGKUNGAN BERDASARKAN KEBUTUHAN PENDUDUK KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Arief Hidayat
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.759

Abstract

gkungan yang baru dan manusia yang tinggal di dalamnya agar tetap sehat, berkembangnya fisik dengan normal bisa bertahan hidup sesuai dengan potensi yang ada. Namun kalau kita hanya melihat sesuatu menyangkut lingkungan perumahan di Indonesia hal yang saat ini di anggap rawan berupa hal-hal yang menyangkut sampah, penyediaan air bersih, pembuangan limbah manusia dan pembuangan air hujan.Perkembangan Kota Masohi dari tahun ketahun terus mengalami pertumbuhan. Dengan indikator jumlah penduduk, maka Kota Masohi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir terjadi peningkatan penduduk yang cukup pesat dengan tingkat pertumbuhan mencapai 1,09 % per tahun. Dikarekan Kota Masohi merupakan pusat pelayanan baik jasa maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kecenderungan penggunaan lahan semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk yang ada di Kota Masohi.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN A. Idham Pananrangi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.749

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan penduduk yang cukup besar sekitar 3.567.897orang pada tahun 2009. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan tahun 2005 sebesar 2.338.793. Masalah tingginya jumlah penduduk ini akan membawa kekhawatiran tersendiri diantaranya akan banyak pengangguran di Sumatera Selatan yang mencerminkan banyaknya penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan karena tidak mempunyai penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidup.   Pemerintah daerah selalu berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang ada di Sumatera Selatan dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Langkah yang diambil adalah dengan menambah investasi non fisik terutama pendidikan dan kesehatan.  Investasi yang dilakukan cenderung untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dari tahun 1997 hingga 2009, jumlah investasi mengalami peningkatan. Investasi yang tertinggi dilakukan pada tahun 2009 sebesar 103.882 juta rupiah.Berdasarkan hasil regresi bahwa pertumbuhan ekonomi belum mampu digunakan untuk mengatasi tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan. Dengan kata lain bahwa pertumbuhan ekonomi belum biasa memberikan pengaruh yang nyata terhadap pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan. Investasi pemerintah yang di lakukan di Sumatera Selatan belum dapat mengurangi  tingkat kemiskinan di Sumatera Selatan. Hal ini disebabkan karena investasi yang dilakukan belum fokus pada sektor-sektor yang berkaitan dengan pengentasan kemiskian, terutama sektor produktif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
ANALISIS PENGEMBANGAN KOTA BERDASARKAN KONDISI FISIK WILAYAH KOTA MASOHI IBUKOTA KABUPATEN MALUKU TENGAH Asbi Samli
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.760

Abstract

Dua hal penting dalam perkembangan kota, yaitu pertama; Menyangkut perubahan yang dikehendaki untuk memenuhi kebutuhan prasarana kota dan fasilitas hidup yang mengikat seiring perkembangan penduduk, kedua; menyangkut perluasan kota, sebab perkembangan ruang kota menuntut adanya ruang yang luas namun keterbatasan ruang yang merupakan kendala yang tak terhindarkan sehingga cenderung dilakukan konsolidasi dan pencadangan lahan serta peremajaan kota.Kota Masohi memiliki potensi yang sangat strategis baik dari segi posisi kewilayahan yang berada pada simpul pergerakan transportasi di daerah Kepulauan Seram yang dapat memicu perkembangan arus penduduk dalam jumlah besar, kemudian dari segi Historis yang merupakan ibukota kabupaten induk dari kedua kabupaten pemekaran yang menghimpit Kota Masohi dengan kondisi perkembangan yang telah ada baik itu ketersediaan sarana dan prasarana wilayah maupun kemampuan dalam mengelola sebuah perkotaan sehingga ketergantungan pada daerah ini masih sangat besar. Dengan melihat potensi-potensi tersebut, maka Kota Masohi memiliki beban yang bukan hanya dari dalam saja akan tetapi mendapat beban dari luar sehingga perkembangan wilayah secara fisik dirasakan sangat meningkat, sementara kondisi fisik wilayah kota memiliki beberapa keterbatasan dan kendala dalam perluasan wilayah kota dengan adanya beberapa faktor pembatas tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 9