Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMETAAN POTENSI DAN RENCANA BISNIS KOMODITI BERAS SULAWESI SELATAN (Mapping of Potencies and Business Plan Rice Commodity in South Sulawesi) -, Muhammad Anshar
Teknosains Vol 7, No 2 (2013): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

otencies of rice commodity and arrange the business plan with Local Quatien (LQ) and feasibility analysis. Primer and secunder data were used. Location Quatient result show that agricultural sector in South Sulawesi especially on rice commodity were the basic sector/ the main priority, while feasibility analysis indicated, investment capital were needed for developing rice produc for trans island trading were Rp.1.380.500.000 with Rp. 185.237.000 of revenue each month and return on capital investment during 10 month. Expected, presenting the potencies and bussines plan document in order to develop the agribussines activities that could to attract the investors in carrying subsystems activities, upstream to downstream, so able to increase economics growth in South Sulawesi Province.Keywords: potency, bussines plan, agribusiness
TIPOLOGI DESA DAN KOMODITAS UNGGULAN DALAM PENERAPAN AGROPOLITAN DI DESA PA'RAPPUNGANTA KABUPATEN TAKALAR Siradjuddin, Irsyadi; Anshar, Muhammad; Idham AP., Andi
Jurnal Spasial Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v8i2.4466

Abstract

Abstract. Pa'rappunganta Village, Takalar Regency is a village with a dense population and needs to develop sustainable rural areas in the context of developing an agropolitan area. To optimize the potential of the agricultural sector in the application of the agropolitan concept, it is necessary to identify the village typology and superior commodities in Pa'rappunganta Village, Takalar Regency. This study aims to identify village typology and superior commodities in Pa'rappunganta Village. The research place in Pa'rappunganta Village, North Polongbangkeng District, Takalar Regency. The research was conducted from March 2019 to June 2019. Data collection was carried out by observation, surveys and literature study. The research analysis used is the analysis of village typology, LQ analysis, and Shift Share analysis. The results showed that the Typology of Pa'rappunganta Village was Self-Sufficient. Pa'rappunganta village has complete indicators in production (village output), culture, education and skills, as well as self-help and cooperation. Superior commodities of Pa'rappunganta village are corn and chili. Both commodities have value as a base sector and progressive growth.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN MALALO MELALUI PEMETAAN KOMODITAS UNGGULAN Muhammad Anshar; Irsyadi Siradjuddin; Amirin Kusmiran
Teknosains Vol 15 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i3.20264

Abstract

Pengembangan kawasan agropolitan Malalo saat ini belum optimal karena perencanaan pengembangan wilayah berbasis potensi komoditas yang tidak terkait sehingga komoditas unggulan yang dikembangkan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, komoditas pertanian yang menjadi komoditas basis yang dijadikan komoditas unggulan perlu dikenali. Pemetaan komoditas dikawasan agropolitan Malolo dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pertanian yang menjadi komoditas pokok di kawasan agropolitan Malolo adalah padi, jagung, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Dari komoditas tersebut, komoditas unggulan yang dapat dijadikan komoditas unggulan di kawasan agropolitan Malolo adalah komoditas jagung yang tersebar di desa-desa dan keluarga, yaitu Towata, Barugaya, Timbuseng, dan Massamaturu.
Pemetaan Komoditas Basis di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Muhammad Anshar; Irsyadi Siradjuddin
TATALOKA Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.3.354-362

Abstract

The policy for commodity development in Polongbakeng Utara District has not been able to optimize its natural resource potential. One of the efforts to optimize this potential is the identification of food crops basis commodities by potential mapping in each village in Polongbangkeng Utara District. This study aims to identify the food crops commodity which is a basis commodity and to make the basis commodities mapping in Polongbangkeng Utara District. The analytical method used is LQ analysis and Ar-GIS mapping. The results showed that the food crops commodities which were the basis commodities in Polongbangkeng Utara District were rice, corn, green beans, cassava and sweet potatoes. Palleko is a village that has the most basis commodities with 4 basis commodities, namely rice, green beans, cassava and sweet potato. Rice and sweet potato commodities are the most basis commodities because they are the basis for 12 villages out of 18 villages in Polongbangkeng Utara district. Base commodity mapping was carried out on 5 food crop commodities. Mapping results show that there are more non-basis commodity polygons (50 polygons) than basis commodity polygons (40 polygons).
PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Muhammad Anshar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan sektor pertanian khususnyajagung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan diKelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara dan Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia,dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranansektor pertanian khususnya jagung terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jenepontosangat besar, dimana produksi jagung mengalami peningkatan rata–rata sebesar 4,3 % pertahun dalam kurun waktu 2006-2010. Besarnya kontribusi jagung terhadap pertumbuhanekonomi dapat pula dilihat pada PDRB Kabupaten Jeneponto atas dasar harga berlaku,dimana pada Tahun 2010 sebesar 24,81%. Pengembangan usahatani jagung berdampak padapeningkatan pendapatan petani dan memperluas kesempatan kerja, selain itu juga tumbuhusaha–usaha penunjang seperti usaha penyaluran sarana produksi (bibit, pupuk dan obat–obatan), industri pengeringan jagung, industri rumah tangga (pembuatan keripik jagung),jasa transportasi dan industri pandai besi yang membuat alat–alat pertanian. Namunkontribusi ini belum optimal disebabkan karena pengembangan industri belum maksimalbaik itu industri hulu (bibit, pupuk, obat-obatan) maupun indutri hilir (pengolahan hasil,pascapanen, produk olahan, dan hasil ikutan).
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI DESA BONTO LOJONG SEBAGAI KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN ULU ERE KABUPATEN BANTAENG Muhammad Anshar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i1.1016

Abstract

Pada hakekatnya Desa merupakan suatu wadah dimana hampir sebagian besar penduduknya bergerak di sektor pertanian serta masyarakat yang hidup di daerah perdesaan memiliki nilai sosial yang cukup tinggi. Selain itu, adat istiadat masyarakat Desa juga masih terjaga dengan baik. Seperti halnya dalam penelitian ini yang mengkaji potensi sumber daya alam Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata. Hal ini di dasarkan pada potensi pertanian Desa Bonto Lojong sangat memungkinkan untuk dijadikan sebagai kawasan wisata dengan tidak mengurangi kegiatan pertanian masyarakat setempat. Namun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi apa saja yang dimiliki Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata, serta mengidentifikasi strategi pengembangan potensi Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggambarkan atau menguraikan secara jelas apa yang ada di lapangan disertai perbandingannya, sedangkan metode analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: Desa Bonto Lojong yang memiliki potensi sumber daya alam berupa hasil pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan sebagai Desa wisata
KONTRIBUSI SEKTOR UNGGULAN TANAMAN PANGAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH DI KECAMATAN WATANG SIDENRENG Muhammad Yasir; Muhammad Anshar; Nur Syam
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v6i1.2528

Abstract

Salah satu wilayah dengan basis ekonomi tanaman pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang yakni di Kecamatan Watang Sidenreng. Penggunaan lahan terluas yakni lahan persawahan. Peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng tidak terlepas dari produksi tanaman pangan yang tentu berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat. Namun kebutuhan lahan yang terus meningkat, pembangunan serta pengembangan permukiman dan aktivitas perekonomian secara tidak lansung memunculkan konflik yang menjadi hambatan dalam melakukan upaya peningkatan ekonomi wilayah Kecamatan Watang Sidenreng khususnya dalam sistem produksi sektor unggulan tanaman pangan. Kendala-kendala yang dimaksud yakni semakin maraknya konversi lahan pertanian, ketersediaan dan kelayakan infrastruktur pertanian kurang memadai meliputi jaringan irigasi dan mekanisasi alat pertanian sehingga banyak petani yang beralih profesi serta keterampilan sumber daya manusia dalam melakukan pertanian yang masih kurang. Maka dibutuhkan suatu penelitian yang mengkaji seberapa besar kontribusi sektor unggulan tanaman pangan terhadap peningkatan ekonomi wilayah di Kecamatan Watang Sidenreng.
Strategi Pengembangan Perdesaan Berbasis Tanaman Industri di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Anshar; Zulkifli Zulkifli
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 3 No. 2 (2019): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2019.3.2.95-104

Abstract

This study aims to determine the level of development and strategies for rural development based on industrial plants. This study uses primary and secondary data in the form of village potential data, supporting facilities, population numbers, accessibility, service facilities, institutions, disasters, and infectious diseases. Rural development based on industrial plants in Takalar District is spread in most rural areas. Industry with leading commodity of sugar cane is expected to be the spearhead of village development. However, based on BPS data, there was a decrease in sugar cane productivity during 2012–2016. The result of the analysis shows that the level of rural development based on industrial plants in North Polombangkeng district was higher than that South Polombangkeng district. It can be seen from the result of the scoring analysis which shows that two villages namely Palleko village and Massamaturu village, each weights 75 and 74, are located in North Polombangkeng district. This study recommends that in balancing the level of village development based on sugarcane plants, the local government and private sector should improve infrastructure and human resources as a whole.
Land Suitability and Potential Agriculture Analysis to Regional Development Based on Agro-Tourism Muhammad Anshar; Irsyadi Siradjuddin; Muhammad Rezki; Amirin kusmiran
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.37531

Abstract

Bontolempangan District is one of the districts included in the spatial planning area of the Gowa Regency. The development of tourism potential and agricultural land resources is a major part of the Gowa Regency spatial plan (RTRW 2012-2032). Therefore, this research investigates the potential of agricultural commodities and the carrying capacity of their land so that they can be used as a reference to become an agricultural-based tourism area. The agricultural potential was analyzed using the location quotient (LQ) and dynamic location quotient (DLQ) methods, while the carrying capacity of agricultural land was analyzed using land suitability analysis. From the LQ and DLQ analysis, robusta coffee, cocoa, cashew, candlenut, and arabica coffee are the leading agricultural commodities. Based on the land suitability analysis, the carrying capacity of the land for superior agricultural commodities is categorized into themoderate suitable level (S2) with an area of 2968.22 ha for Robusta coffee, 1202.30 ha of cocholate, 2227.22 ha of cashew nuts, 2253.47 ha of candlenut, 3235.91 ha of Arabica coffee ha, and sweet potatoes covering an area of 952.78 ha. Thus, leading agricultural commodities can be developed into agricultural-based tourism areas or agro-tourism.
Analisis pembangunan desa Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa melalui Indeks Desa Membangun Anshar, Muhammad; Siradjuddin, Irsyadi; Sari, Yuliana
Teknosains Vol 18 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i1.42700

Abstract

Pemetaan potensi desa dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan berguna untuk merumuskan strategi pengembangan desa. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu Indeks Desa Membangun untuk menilai klasifikasi kemandirian desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan desa se-Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa melalui potensi desa berdasarkan hasil identifikasi Indeks Desa Membangun (IDM) dan memetakan status pembangunan desa. Penelitian dilakukan di lima desa di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa dengan metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan indikator IDM dari Kementerian Desa kemudian dibuat pemetaan status pembangunan desa menggunakan aplikasi GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi desa berdasarkan rataan nilai indeks ketahanan sosial sebesar 0,778, menunjukkan bahwa Kecamatan Parangloe memiliki potensi dalam membangun dan menjaga kesejahteraan sosial masyarakatnya. Rataan nilai indeks ketahanan ekonomi sebesar 0,663, menunjukkan bahwa Kecamatan Parangloe memiliki kegiatan ekonomi yang cukup beragam, didukung dengan keberadaan pasar dan toko/warung kelontong yang memadai. Sedangkan rataan nilai indeks ketahanan lingkungan sebesar 0,720 yang menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pemetaan pembangunan desa berdasarkan nilai IDM di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa terdapat 3 desa maju yaitu Desa Bulapunranga, Desa Lonjoboko, dan Desa Borisallo. Sedangkan 2 desa lainnya yaitu Desa Bontokassi dan Desa Belabori pada indeks berkembang sehingga nilai IDM Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa sebesar 0,721, menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kondisi pembangunannya berada pada status maju. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa memiliki tingkat pembangunan yang relatif baik, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.