Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2016)"
:
10 Documents
clear
FENOMENA PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG DAN PERTUMBUHAN AKTIVITAS PERKOTAAN (Kasus Koridor Ruas Jalan Hertasning - Samata di Makassar - Gowa)
Harry Hardian Sakti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1592
The accelerations of Hertasning area development within Metropolitan Mamminasata zone, identified as a result of spatial physical change factors and the existence of Hertasning-Samata road corridor connecting Makassar city and Gowa Regency. This research aims to examine and analyze the determinants of spatial utilization change and influence of road corridor towards the growth of urban activities. In this research used quantitative methods with analysis tools, statistic descriptive to explain the determinants of spatial utilization change and analysis of correlation tests to explain the effects of urban activities growth. The results of analysis and discussions identified the determinant factors of spatial utilization change are movement distance, transportation infrastructures, availability of education facilities, availability of commercials and services facilities, types of land use, land prices, land sell values, site strategic values, and site selections, also factors that affected the growth of urban activities are settlement activities, commercials and services, educations, and movement network. Spatial development within Hertasning area has a significant role towards spatial utilization changes, because of structuring pattern of spatial utilizations that become basis to determine the development of spatial functions, therefore spatial pattern that formed appropriate to allotment and directions of future urban development.
POLA SPASIAL INDEKS KESULITAN GEOGRAFIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBANGUNAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Gilang Adinugroho;
Imam Arifa’ilah;
Selvi Elvina;
Inriyatni S;
Aisyah T
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1579
Indonesia merupakan negara dengan beragam kondisi geografis, dari pesisir sampai pegunungan. Keragaman tersebut dapat berpengaruh terhadap proses pembangunan. Selama ini pusat pertumbuhan berada di wilayah dengan topografi datar. Pembangunan di wilayah bergunung dan berbukit menyebabkan biaya menjadi lebih mahal. Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang pembangunannya masih tertinggal di DIY dan Karakteristik fisiknya lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Analisa pola spasial IKG akan memudahkan menentukan lokasi prioritas pembangunan di Gunungkidul. Tujuan dalam penelitian adalah sebagai berikut : 1) Mengidentifikasi pola spasial IKG 2) Mengidentifikasi pola spasial tingkat pembangunan desa, 3) Mengidentifikasi hubungan IKG dengan tingkat pembangunan desa di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Analisis pola spasial menggunakan SIG dan analisis hubungan menggunakan korelasi pearson. Indeks Kesulitan Geografis Kabupaten Gunungkidul paling tinggi dibandingkan di DIY. Hasil analisis menunjukkan bahwa 38 desa termasuk dalam klasifikasi rendah, 64 desa (sedang) dan 42 desa berklasifikasi tinggi. Desa dengan kesulitan geografis tinggi relatif banyak di bagian utara dan selatan. Indeks Pembangunan Desa Gunungkidul juga paling rendah di DIY. Desa-desa yang lebih maju berada di bagian tengah kabupaten. Hal ini dimungkinkan daerahnya yang datar, dilalui jalur strategis dan dekat dengan pusat pertumbuhan. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan sangat kuat antara IKG dengan IPD dengan arah negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah nilai IKG maka semakin besar nilai IPD, begitu juga sebaliknya.
DAMPAK SEDIMENTASI SUNGAI TALLO TERHADAP KERAWANAN BANJIR DI KOTA MAKASSAR
Zulfahmi Zulfahmi;
Nur Syam AS;
Jufriadi Jufriadi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1581
Kota Makassar memiliki 2 sungai besar yang bermuara di pantai Makassar bagian barat, yaitu Sungai Tallo, Sungai Jeneberang. Pada daerah sekitaran Sungai Tallo, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah menetapkan 19 titik rawan banjir yang berpengaruh di Kota Makassar. Kondisi air Sungai Tallo yang sering meluap dari sungai karena debitnya bertambah dengan cepat sehingga melebihi daya tampung sungai air hujan yang jatuh dipermukaan mengikis tanah sehinggah terbawa oleh aliran air kedalam sungai. Kondisi inilah yang menghasilkan dampak dari proses sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari sedimentasi Sungai Tallo terhadap tingkat pendangkalan dan memberikan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar Sungai Tallo berdasarkan klasifikasi tingkat kerawanan banjir. Penelitian ini menggunakan analisis USLE (Universal Soil Loss Equation) untuk memperkirakan laju erosi dengan mengoverlay beberapa faktor, analisis citra SPOT dengan pengelolaan dari data hasil rekaman citra satelit dan data DEM ditahun 2010 dan 2014, dan analisis kerawanan banjir dengan metode rasional. Hasil analisis menunjukkan kondisi sedimentasi dengan tingkat pendangkalan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan 4 area pendangkalan akibat kerawanan erosi yaitu area kurang rawan 0,34 km2, agak rawan 6,63 km2, rawan 1,53km2 dan sangat rawan 10,30 km2 dengan erosi total sebesar 559,88 ton/km2/tahun, hal tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan garis sungai, perubahan aliran sungai Tallo dan terjadinya banjir akibat rendahnya lantai dasar sungai. Untuk mencengah kerawanan banjir dilakukan berupa rekayasa strukutral yaitu perbaikan alur sungai, normalisasi saluran dengan cara penghijauan sedangkan rekayasa non struktural yaitu partisipasi masyarakat dan penegasan pada peraturan yang telah diundang-undangkan.
EFEKTIVITAS BIAYA KONSUMSI AIR BERSIH DI DAERAH YANG BELUM TERLAYANI PDAM DI KOTA BANDUNG
Heru Purboyo Hidayat Putro;
Dicksan Ferdian
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1582
Rendahnya cakupan layanan air bersih perpipaan yang dilakukan PDAM merupakan salah satu masalah yang terjadi di Kota Bandung. Masyarakat yang belum terlayani oleh PDAM mencari sumber air alternatif untuk konsumsi sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji sistem penyediaan air bersih dan sumber air alternatif. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan penyediaan air eksisting dan analisis efektivitas biaya (CEA) untuk mengukur efektivitas biaya dua intervensi hipotetik, yaitu layanan PDAM dan sumur komunal terhadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di daerah tanpa layanan PDAM merasa cukup dengan pasokan air saat ini walaupun ada beberapa masalah mengenai kualitas air yang mereka konsumsi. Dari analisis CEA, kedua intervensi menunjukkan hasil cost effectiveness ratio (CER) yang positif yang berarti bahwa kedua intervensi baik sumur komunal maupun PDAM lebih efektif dalam hal biaya dibandingkan dengan sumber air eksisting. Lebih jauh, intervensi PDAM memiliki CER yang lebih kecil dibandingkan dengan sumur komunal. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi PDAM relatif lebih efektif dibandingkan dengan intervensi sumur komunal.
EVALUASI KETERSEDIAAN RUMAH SUSUN SEWA TERHADAP PERTUMBUHAN PERMUKIMAN KUMUH KELURAHAN WAMEO KECAMATAN BATUPUARO
Rini Rini;
Andi Idham AP;
Rudi Latief
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1589
Pengembangan dan pemanfaatan rumah susun sewa di Kelurahan Wameo saat ini masih belum optimal dan belum efektif dalam mengatasi masalah permukiman kumuh di wilayah tersebut. Masalah tersebut diantaranya bahwa pengadaan rusunawa tidak menarik minat masyarakat di permukiman kumuh secara keseluruhan. Sehingga perlu dilakukan penelitian terkait evaluasi ketersediaan rumah susun sewa terhadap pertumbuhan permukiman. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, masih terdapat wilayah dengan ciri kawasan kumuh. Disisi lain pemerintah telah menyediakan fasilitas rumah susun sewa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana alat analisis yang digunakan adalah analisis chi kuadrat. Hasil analisis menunjukkan faktor tingkat pendapatan dan faktor tingkat sosialisasi merupakan faktor penyebab tidak efektifnya rumah susun. Arahan alternatif yang dapat dilakukan untuk untuk mengefektifkan rumah susun sewa dalam mengatasi permukiman kumuh yaitu memberikan penyuluhan, ikut dalam kegiatan sosial menyangkut kepedulian lingkungan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
POTENSI PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN UNTUK MEWUJUDKAN KAWASAN PERKOTAAN BELOPA YANG BERKELANJUTAN
Rusida Rusida
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1584
Kawasan perkotaan umumnya cenderung dikembangkan bagi pemanfaatan lahan non pertanian. Walaupun demikian, pertanian tetap menjadi salah satu pola pemanfaatan lahan yang akan mempengaruhi bentuk sekaligus keberlanjutan dari suatu kawasan perkotaan. Daya dukung lahan menunjukkan Kawasan Perkotaan Belopa berpotensi untuk dikembangkan menjadi pertanian lahan basah, pertanian semusim, dan pertanian tahunan, serta pertanian dengan pemanfaatan lahan terbatas pada pusat kawasan yang sudah padat dan minim sarana pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi yang menjadi unggulan sektor pertanian tanaman pangan adalah jenis komoditi padi sawah, jagung, ubi jalar dan kacang kedelai. Sedangkan komoditi perkebunan yang menjadi unggulan adalah jenis komoditi kelapa dalam, kelapa hibrida, pala, kapuk, kemiri, sagu dan pinang. Potensi pengembangan pertanian di kawasan perkotaan Belopa harus berhadapan dengan pengembangan kawasan perumahan yang semakin ekstensif terutama di pinggiran kawasan. Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan Belopa mengakibatkan tidak seluruh lahan dapat dikembangkan menjadi pertanian perkotaan. Kegiatan pertanian perkotaan menjadi salah satu pendukung bagi pemenuhan ketahanan pangan. Persepsi dan preferensi masyarakat dan juga pemerintah dinilai memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan sekaligus rencana lahan pertanian di masa depan.
AFFORDANCES OF STREET ENVIRONMENT FOR CHILD-FRIENDLY CITIES DURING HOME-SCHOOL JOURNEY IN OLD CITY ZONE OF MAKASSAR
Arti Manikam;
Ismail Said
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1591
Home-school journey is part of children daily routine in many Indonesian cities and towns. Consequently, the street environment is an important component for children’s growth and development. In the last two decades, many urban centers have been identified as unsuitable for children’s home-school journey due to issues relating to high urban density and traffic congestion. Therefore, many children are denied the opportunity to experience the outdoor environment. Their life is centered at homes and within their schools. There are few studies that explore the affordances of street environment on home-school journey for less privileged children in old city zones. This study explores the affordances of street environment that influence children’s play behavior and performance during their home-school journey. The elements and environment of home-school journey play an important role in promoting children’s active free play toward their environment. This study observed 40 less-privileged children, aged 9 to 11, from low income families that walked to their schools in the old city zone of Makassar. Data on children’s activities and their perceptual responses on the street environment during the journey were elicited using one method which was children’s observation. The data were content analyzed using Nvivo software. The result revealed that the children displayed a variety of behaviors related to the social transaction, physical play and decision making. Affordances of street environment are associated with elements including buildings, vehicles and street furniture whereby the children’s direct engagements lead to indirect learning. Therefore, middle-childhood children recognized that the street environment is part of their routine living experience.
KETIMPANGAN SPASIAL PERKOTAAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER
Ratih Yuliandhari;
Agam Marsoyo;
M Sani Royschansyah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1585
Perkotaan Tanah Grogot yang dilalui oleh jalur strategis yakni jalur trans Kalimantan merupakan kawasan yang diprediksikan berkembang cepat. Namun kecenderungan di lapangan menunjukkan perkotaan Tanah Grogot merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam namun tidak diikuti oleh pemerataan kesejahteraan dimana tingkat perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan ketimpangan spasial serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan spasial yang terjadi di wilayah perkotaan Tanah Grogot. Lokasi studi ini adalah wilayah utara dan wilayah selatan perkotaan Tanah Grogot yang dipisahkan oleh Sungai Kandilo. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, maka dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data secara triangulasi yaitu menggabungkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi serta metode analisa menggunakan analisis deskriptif. Adapun temuan penelitian yang diperoleh bahwa terdapat ketimpangan spasial dilihat dari indikator fisik, sosial, dan ekonomi antara wilayah utara dan wilayah selatan perkotaan Tanah Grogot. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan spasial di perkotaan Tanah Grogot berupa faktor penunjang dan faktor penghambat. Faktor penunjang terdiri dari faktor penarik (faktor keadaan geografis, faktor ketersediaan sarana dan prasarana, faktor perekonomian dan faktor sumber daya alam) dan faktor pendorong (faktor sosial dan kependudukan, faktor kebijakan dan faktor lahan). Faktor penghambat terdiri dari faktor kebijakan, faktor sosial, dan faktor lahan. Adanya penguasaan lahan oleh pemilik lahan yang melakukan spekulasi untuk investasi jangka panjang menghambat perkembangan wilayah di perkotaan Tanah Grogot sehingga terjadi ketimpangan spasial. Dapat disimpulkan faktor kebijakan, faktor sosial, dan faktor lahan terkait spekulasi lahan menjadi faktor penghambat perkembangan suatu wilayah yang makin mempertajam ketimpangan spasial di perkotaan Tanah Grogot.
PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DI RUAS JALAN HERTASNING KOTA MAKASSAR
Musdalifah Rahman;
Henny Haerany;
Misliah Idrus
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1588
Penggunaan lahan di sisi ruas jalan Hertasning merupakan dominasi bangunan komersil berkembang. Aktifitas perdagangan dan jasa di ruas jalan ini mampu menghasilkan tarikan mobilisasi penduduk skala besar sehingga volume lalu lintas di Jalan Hertasning meningkat yang tentunya berpengaruh pada tingkat pelayanan jalan. Perkembangan pembangunan usaha perdagangan dan jasa di ruas jalan ini menjadi lebih rumit akibat badan jalan dijadikan sebagai tempat parkir darurat atau dadakan karena tidak tersedianya lahan parkir yang memadai oleh pemilik usaha. Selain itu maraknya pedagang kaki lima yang mengambil lahan untuk menjajakan dagangannya menjadikan lalu lintas semakin mengalami kelambatan. Hal ini merupakan masalah perkotaan yang membutuhkan suatu penelitian yang menyingkap seberapa besar pengaruh dari adanya aktifitas perdagangan dan jasa tersebut terhadap volume lalu lintas di ruas Jalan Hertasning.
ARAHAN PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BOVEN DIGOEL PROVINSI PAPUA
Marianus Keratorop;
Widiatmaka Widiatmaka;
Suwardi Suwardi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jpm.v5i2.1586
Economic characteristic of The Boven Digoel Regency is dominated by agriculture. Food crops has an important role in agricultural and economic development in Boven Digoel Regency. The objectives of this paper are : (1) Identifying and establishing food crops as the superior commodities, (2) Delineating the land availability for superior food crops development, (3) Assessing land suitabilityof superior food crops commodities and (4) Arranging direction development of superior food crops commodities in Boven Digoel Regency. The methodology used in this paper were consisted of the analysis of Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA), and evaluation of the land availability and land suitability. Results of LQ and SSA analyzes showed that cassava, sweet potato, paddy, corn and peanuts are the superior food crops commodities. The results of analyzes of land availability are presented in three scenarios. In the first scenario, available land covers an area of 36.227 ha, in the second scenario available land covers an area of 43.401 ha, while in the third scenario, available land covers an area of 610.990 ha. Evaluation of the suitable land in available land indicated that most of the land include in S3 class (marginally suitable), whilew the least area include in N class (not suitable). The developments of food crops in Boven Digoel were then done by considering the suitable and available land as well as comparative and competitive advantage of the comodities.