cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
ISLAM DAN GENDER Mohamad Hafid
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.555

Abstract

Ketika isu gender diangkat, yang timbul dalam benak kita adalah diskriminasi terhadap wanita dan penghilangan hak-hak terhadap mereka. Gender yang telah diperjuangkan oleh beberapa kalangan, baik dari kalangan akademisi atau dari kalangan yang meganggap bahwa Islam adalah agama yang memicu kehadiran isu gender tersebut di dunia ini. Tentunya para orientalis yang berbasis misionarisme ini ingin mendiskreditkan umat Islam dengan mengangkat isu ini dalam berbagai tulisan dan buku atau artikel-artikel yang menyudutkan dan memberikan opini secara sepihak tentang islam dan gender. Islam tidak membedakan antara hak dan kewajiban yang ada pada anatomi manusia, hak dan kewajiban itu selalu sama di mata Islam bagi kedua anatomi yang berbeda tersebut. Islam mengedepankan konsep keadilan bagi siapun dan untuk siapapun tanpa melihat jenis kelamin mereka. Islam adalah agama yang telah membebaskan belenggu tirani perbudakan, persamaan hak dan tidak pernah mengedapankan dan menonjolkan salah satu ko-munitas anatomi saja. Islam hadir sebagai agama yang menyebarkan kasih sayang bagi siapa saja.
ISLAM DAN DEMOKRASI Naili Rohmah Iftitah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.556

Abstract

Demokrasi merupakan istilah yang selalu hangat diper-bincangkan oleh berbagai kalangan baik kalangan politisi, akade-misi maupun rakyat kalangan atas sampai kalangan bawah. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan berbagai persolan dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bernegara bahkan beragama. Dalam kaitan-nya dengan agama, khususnya agama islam, demokrasi marak di-perbincangkan. Sehingga tulisan ini mencoba menjelaskan tentang Islam dan demokrasi, mulai dari pengertian demokrasi, hubungan agama dan demokrasi, islam dan demokrasi, serta Islam, demokrasi dan pendidikan kaitannya dengan demokratisasi pendidikan islam.
ISLAM DAN DEMOKRASI Naili Rohmah Iftitah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.557

Abstract

Demokrasi merupakan istilah yang selalu hangat diper-bincangkan oleh berbagai kalangan baik kalangan politisi, akade-misi maupun rakyat kalangan atas sampai kalangan bawah. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan berbagai persolan dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bernegara bahkan beragama. Dalam kaitan-nya dengan agama, khususnya agama islam, demokrasi marak di-perbincangkan. Sehingga tulisan ini mencoba menjelaskan tentang Islam dan demokrasi, mulai dari pengertian demokrasi, hubungan agama dan demokrasi, islam dan demokrasi, serta Islam, demokrasi dan pendidikan kaitannya dengan demokratisasi pendidikan islam.
ISLAM DAN MODERNISME Sholeh Suaidi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.558

Abstract

Modernisasi bukanlah sesuatu hal yang substansial untuk ditentang kalau masih mengacu pada ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama universal yang tidak akan membelenggu manusia untuk bersikap maju, akan tetapi harus berpedoman kepada Islam. Dalam Islam yang tidak dibenarkan adalah Westernisasi, yaitu total way of life di mana faktor yang paling menonjol adalah sekularisme, sebab sekulraisme selalu berkaitan dengan ateisme dan sekularisme itulah sumber segala imoralitas. Inti dari modernisasi yang kemudian menjadi esensial dan sejalan dengan ajaran agama Islam adalah rasionalisasi yakni usaha untuk menundukkan segala tingkah laku kepada kalkulasi dan pertimbangan akal. Rasionalisasi pada selanjutnya akan mendorong ummat Islam untuk bisa bersikap kritis dan meninggalkan taqlid yang dikecam dalam Islam. Dengan demikian, pada dasarnya modernisasi bukanlah sebuah esensi yang bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam.
PENDIDIKAN BERPARADIGMA KEMANUSIAAN DALAM PEMIKIRAN HASAN LANGGULUNG Mohammad Arifudin
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.559

Abstract

Pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Pendidikan berarti tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value dan berorientasi dunia akhirat (teosentris dan antroposentris). Sehingga secara garis besar tujuan pendidikan dalam Islam adalah sama dengan tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu memikul amanah Allah Swt. di muka bumi dalam rangka ibadah kepada Allah Swt. Oleh karena itu kurikulum hendaknya mencakup materi yang berkaitan dengan pengembangan aspek fitrah peserta didik yang meliputi aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah dan bahasa, baik secara individu maupun kolektif yang dilakukan secara seimbang
FALSAFAH INSANIYAH DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM M. Syaiful Rahman Rahman
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.560

Abstract

Dari kejadiannya manusia sebagai makhlu materi dan immateri mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan fitrahnya yang selalu taat, patuh dan tunduk kepada hukum alam dan sunnatullah, manusia dapat menempatkan kedudukannya sebagai hamba Allah dan khalifah fil ardh, mem-punyai ketergantungan pada Zat Yang Maha Agung,disebabkan karena kesadaranya atas keterbatasan dirinya, oleh karena itu Allah melalui Rasulnya menunjukkan kepada manusia jalan yang benar dan jalan yang salah sehingga manusia dapat memenuhi amanah yang diberikan kepadanya untuk mengelola dan memelihara alam semesta dengan baik dan benar,salah satu aspek yang karus dilestarikan dan dikembangkan yaitu dunia pendidikan.Potensi-potensi yang dibawa sejak lahir, dan juga pengaruh dari ling-kungan, manusia sangat membantu dalam merumuskan berbagai komponen pendidikan, atau dapat dijadikan dasar dalam meru-muskan berbagai kebijakan dalam bidang pendidikan, terutama dalam perumusan visi, misi, tujuan dan hakikat pendidikan, kuri-kulum dan materi pendidikan, proses belajar mengajar, kompetensi tenaga pendidik, dan peserta didik yang semuanya dapat dipe-ngaruhi oleh pemahaman konsep tentang jiwa manusia.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBAL Mashudi -
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.561

Abstract

Tujuan pendidikan Islam sebagaiman pendapat Ahmad Tafsir adalah memanusiakan manusia. Pendidikan Islam harus membimbing anak didik dalam perkembangan dirinya, baik jasmani maupun rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama yang didasarkan pada hukum-hukum islam. Ini bisa dirialisasikan pada zaman keemasan Islam itu sendiri. Namun seiring berjalannya waktu pendidikan Islam tidak lagi sejaya sejarahnya, pendidikan Islam pada masa sekarang (Era Global), mengalami banyak kemunduran karena beberapa faktor. Pendidikan Islam tidak luput dari problematika yang muncul di era global ini, terdapat dua faktor dalam problematika tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengembalikan kejayaan Islam maka, ikuti artikel ini.
MATERI AJAR FIQH MUNAKAHAT DI MADRASAH ALIYAG Sarini Ika Rahmawati
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.562

Abstract

Pelaksanaan perkawinan di Indonesia diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974, PP No. 9 Tahun 1975, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Ketentuan-ketentuan dalam peraturan tersebut sepa-tutnya menjadi pedoman dan petunjuk pelaksanaan perkawinan ba-gi setiap muslim di Indonesia. Maka dari itu, sepatutnya aturan-atu-ran tersebut diketahui sejak dini oleh generasi muda muslim yang kelak akan melaksanakan perkawinan. Pemahaman tentang ketentu-an perkawinan tersebut di antaranya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah/madrasah. Materi tentang perkawinan is-lami di sekolah/madrasah lebih dikenal dengan fiqh munakahat, yang diajarkan di Madrasah Aliyah kelas XI semester 2.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH Siti Kamilah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.563

Abstract

Pemikiran pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Muhammad Abduh adalah tokoh pembaharu yang tidak asing lagi, dunia Islam dan Barat mengakuinya. Ia adalah seorang tokoh salaf, tetapi tidak menghambakan diri pada teks-teks agama. Ia memegangi teks-teks agama tapi dalam hal ini ia juga menghargai akal. Ia terkenal sebagai bapak peletak aliran modern dalam Islam karena kemauannya yang keras untuk melaksanakan pembaruan dalam Islam dan menempatkan Islam secara harmonis dengan tuntutan zaman modern dengan cara kembali kepada kemurnian Islam.
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN Imam Zamroni Latief
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.564

Abstract

Pengetahuan dalam al-Qur‟an adalah holistik dan utuh (berbeda dengan konsep sekuler tentang pengetahuan). Pembedaan ini sebagai bukti worldview tauhid dan monoteistik yang tak kenal kompromi. Dalam konteks ini berarti persoalan-persoalan episte-mologis harus selalu dikaitkan dengan etika dan spiritualitas. Epistemologis ini menempati posisi yang sangat strategis, karena ia membicarakan tentang cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Mengetahui cara yang benar dalam mendapatkan ilmu pe-ngetahuan berkaitan erat dengan hasil yang ingin dicapai yaitu berupa ilmu pengetahuan. Pada kelanjutannya kepiawaian dalam menentukan epistimologi, akan sangat berpengaruh pada warna atau jenis ilmu pengetahuan yang dihasilkan. Setidaknya ada lima model sistem berpikir dalam Islam, yakni bayani, „„irfani, burhani, dan iluminasi (isyraqi), serta metode transenden (hikmah al-muta’aliyah) yang masing-masing mempunyai pandangan yang berbeda tentang pengetahuan.