cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015" : 8 Documents clear
EFEKTIVITAS FOOT HAND MASSAGE TERHADAP RESPON FISIOLOGIS DAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT : STUDI DI RUANG ICCU RSUD.DR. ISKAK TULUNGAGUNG Awan Hariyanto; Suharyo Hadisaputro; Supriyadi -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.448 KB)

Abstract

Latar Belakang : Infark miokard akut (IMA) terjadi kerusakan jaringan jantung akibat kekurangan suplai oksigen menimbulkan nyeri dada, nyeri ini dapat menyebabkan frustasi dan penurunan kualitas hidup. Berbagai intervensi dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dada baik dengan farmakologis dan non farmakologis, salah satu intervensi nonfarmakologis adalah foot hand massage. Metode : Desain penelitian ini menggunakan  Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Pengambilan sampel dengan simple random sampling besar sampel  36 responden terdiri 18 kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Analisis data secara univariat dengan table distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan paired t-test, wilcoxon untuk kelompok berpasangan, untuk kelompok tidak berpasangan menggunakan independen t-test, mann-whitney dengan taraf signifikansi ≤ 0,05 Hasil: Foot hand massage berpengaruh terhadap respon fisiologis nyeri ( kelompok berpasangan ) p-value: tekanan darah systole  0,001 diastole 0,004, nadi 0,004, respirasi 0,001, suhu 0,059, lekosit 0,001, intensitas nyeri 0,001. Kelompok tidak berpasangan sesudah perlakuan p-value : tekanan darah sistole 0,034, diastole 0,010 nadi 0,001, respirasi 0,024, suhu 0,557, lekosit 0,019, intensitas nyeri 0,001. Simpulan: Pasien infark miokard akut yang diberikan foot hand massage selama 4 kali 20 menit dalam 2 hari bersama dengan pengobatan standart dapat memberikan respon fisiologis nyeri pada tekanan darah sistole, diastole, nadi , respirasi, lekosit darah dan pada kelompok perlakuan 94% intensitas nyeri menurun skala ringan, tapi tidak berespon terhadap suhu. Saran: Foot hand massage sangat efektif dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan non farmakologi untuk mengatasi nyeri infark miokard akut Kata Kunci : Foot Hand Massage, Nyeri, Infark Miokard Akut
PENGARUH COGNITIVE THERAPY PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI SMC RS TELOGOREJO Roseka Yuliyanti; Dwi Heppy Rochmawati; Purnomo -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.93 KB)

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan masalah kesehatan utama di beberapa negara maju dan berkembang.Perubahan fisik tersebut mengakibatkan pasien menjadi seseorang yang lemah, tidak mampu melakukan kegiatan seperti sediakala dan tidak berdaya.Sebagian besar  penderita gagal ginjal kronik mengalami keputusasaan karena mereka merasa dirinya tidak berguna lagi karena penyakit yang dideritanya. Pasien  gagal ginjal kronik mengalami kondisi putus asa  memerlukan kombinasi antara terapi medis dengan terapi psikososial khususnya Cognitive Therapy. Terapi yang dibutuhkan pada pasien Ini  dapat berupa terapi psikososial, seperti Cognitive Therapy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Cognitive Therapy terhadap pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keputusasaan di SMC RS Telogorejo. Metode dalam penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain one group pre dan post test. Populasi sebanyak 37 orang sehingga menggunakan total sampling dengan variabel terikat keputusasaan pasien Gagal Ginjal Kronik dan variabel bebas Cognitive Therapy.   Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Keputusasaan, Cognitive Therapy
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN PENDERITA DIABETES MELITUS LANSIA DALAM MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KADAR GULA DARAH DI KELURAHAN PURWOYOSO Istikharoh Asti Nuraeni; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.95 KB)

Abstract

Keperawatan komunitas merupakan praktek kesehatan keluarga sasarannya terdiri dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Masalah kesehatan di masyarakat adalah meningkatnya angka penderita diabetes melitus (DM) di masyarakat yaitu 0.7% (1.7 juta jiwa). Program perawatan kesehatan untuk DM adalah pendampingan keluarga dengan lima pilar (diet, latihan jasmani, pemantauan, terapi (jika diperlukan) dan pendidikan kesehatan). Keluarga diharapakan dapat mejadi mitra kerja yang tepat guna untuk penderita diabetes melitus lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pendampingan keluarga terhadap tingkat kemandirian penderita diabetes melitus lansia dalam mempertahankan kestabilan kadar gula darah di Kelurahan Purwoyoso. Desain penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan pendekatan the static groub comparism, jumlah sampel 44 responden (22 kelompok perlakuan dan 22 kelompok kontrol) dengan tehnik proportionate stratified random sampling. Evaluasi penelitian dilakukan pada kunjungan ke-4 setelah latihan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p value 0.0001). Artinya pendampingan keluarga efektif terhadap tingkat kemandirian keluarga dan kadar gula darah menjadi lebih stabil. Dari hasil penelitian tersebut peniliti menyarankan agar peneliti selanjutnya menggunakan kriteria sampel responden yang lebih bervariasi sehingga dapat mempresentasikan jumlah populasi pasien diabetes melitus yang sebenarnya. Kata kunci       : Pendampingan keluarga, KM, Kestabilan kadar gula darah
EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING SEJAK DINI DAN SEBELUM PELEPASAN KATETER URIN TERHADAP TERJADINYA INKONTINENSIA URINE PADA PASIEN PASKA OPERASI DI SMC RS TELOGOREJO Lucky Angelia Shabrini; Ismonah -; Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.409 KB)

Abstract

Pasien yang dilakukan kateter urine pada paska operasi dapat mengalami kesulitan untuk berkemih baik terjadi inkontinensia ataupun retensi urine. Tujuan bladder training adalah untuk memperpanjang interval antara urinasi klien, menstabilkan kandung kemih dan menghilangkan urgensi. Umumnya bladder training dilakukan dengan cara kateter diklem selama dua jam dan dilepas setelah satu jam dan bladder training tersebut dilakukan sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini mengukur tingkat efektivitas bladder training sejak dini dan sebelum pelepasan kateter urin terhadap terjadinya inkontinensia urine. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah pasien paska operasi yang terpasang kateter urine di SMC RS. Telogorejo sebanyak 30 responden. Berdasarkan hasil uji beda dengan Mann Whitney pada table diatas dapat dilihat nilai p= 0.004, karena nilai p≤ 0.05, maka terdapat perbedaan yang antara bladder training sejak dini dengan bladder training sebelum pelepasan. Dapat dilihat juga pada perbandingan nilai rerata, pada nilai rerata bladder training sejak dini 10.93 dengan bladder training sebelum pelepasan 20.07 terbukti bahwa latihan bladder training sejak dini lebih baik daripada dengan bladder training sebelum pelepasan. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat memasukkan tindakan bladder training kedalam Standar Operasional Prosedur untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada pasien paska operasi.   Kata kunci: bladder training, kateter urin, inkontinensia
TINGKAT AKURASI PEMERIKSAAN BLADDER SCAN DENGAN KATETERISASI INTERMITTEN PADA PASIEN STROKE DENGAN RETENSI URINE Sri Dini Cempakaningroem; Sri Puguh Kristiyawati; S. Eko Ch. Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.419 KB)

Abstract

Salah satu dampak dari stroke adalah gangguan pengosongan kandung kemih retensi urine. Akibat retensi jika urine tidak dikeluarkan akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. Tindakan pemeriksaan bladder scan dan kateterisasi intermitten ini dilakukan sebagai rangkaian proses keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi terhadap permasalahan pasien dengan retensi urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi bladder scan pada pasien stroke dengan retensi urine di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tahun 2015. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen post test only design, sejumlah 25 responden. Karakteristik responden berjenis kelaminlaki-laki berjumlah 13 (52.0%), distribusi usia pasien usia 61-70 tahun sebanyak  14 (56.0%). Hasil pengukuran volume urine bladder scan dan kateterisasi intermitten diperoleh selisih 14,64 ml. Metodologi penelitian ini  dengan uji Paired t-test, setelahdilakukan uji statistik diperolehnilai p value = 0,001, maka bladder scan masih termasuk akurat sebagai alat deteksi retensi urine. Kesimpulan penelitian ini adalah bladder scan sebagai alternatif untuk mendeteksi retensi urine secara dini terbukti akurat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bladder scan dapat digunakan sebagai deteksi retensi urine selain kateterisasi intermitten   Kata kunci: bladder scan, kateterisasi intermitten, stroke, retensi urine
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI KELUARGA DALAM MEMANFAATKAN PELAYANAN KLINIK PRATAMA DI KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Cicilia Ninik Sulistiyani; Nella Vallen
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.968 KB)

Abstract

Niat merupakan dasar dari sebuah perilaku muncul, maka dari itu tanpa ada  intensi atau niat tidak mungkin ada juga sebuah perilaku. Perilaku yang dimaksud adalah perilaku keluarga dalam memanfaatkan klinik pratama. Klinik ini di sediakan untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan ibu dan anak mulai dari pemeriksaan kehamilan sampai pada penanganan anak sakit.. Hasil wawancara yang dilakukan terhadap 15 warga di Kecamatan Boja memberikan hasil bahwa 90 % menyatakan ingin ada klinik swasta yang buka 24 jam sehingga kalau ada masyarakat yang sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan atau sakit mendadak, kecelakaan langsung bisa di bawa ke klinik tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal tahun 2014 menyebutkan bahwa pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Boja mencapai angka 86,7% dan 40,3 % oleh klinik swasta. Angka ini tetu saja masih memberikan  potensi bagi fasilitas kesehatan milik swasta untuk ikut berperan dan berkembang dalam penyediaan layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Boja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruh intensi keluarga dalam memanfaatkan klinik pratama di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga (KK) di Kecamatan Boja dengan jumlah 18.835 KK yang terbagi dalam 18 desa dengan jumlah responden 100 KK yang diambil proportional  random sampling. Alat pengumpul data dengan kuesioner dimana data dianalasis dengan analisis univariat, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian adalah dari 100 responden pekrtjaan terbanyak adalah petani 68 (69 %) dan pekerjaan PNS dan swasta sebanyak 16 (16 %). pendapatan terbanyak adalah < 1.000.000 sebanyak 54 ( 54 %) dan pendapatan antara 1.500.000-2.000.000 paling sedkit dengan jumlah 10 (10 %). sikap  kuat sebanyak 51 (51 %) dan yang memiliki sikap rendah sebanyak 49 (49%). memiliki normakuat sebanyak 55 (55 %) dan yang memiliki norma renmdah sebanyak 45 (45%). memiliki pengendalian perilaku kuat sebanyak 48 (48 %) dan yang memiliki pengendalian perilaku  renmdah sebanyak 52 (52%). memiliki intensi positif sebanyak 56 (56 %) dan yang memiliki intensi negative  sebanyak 44 (44%). Terdapat pengaruh signifikan  sikap terhadap intensi keluarga dalam memanfaatkan klinik pratama dengan nilai korelasi 0,679 dan nilai p = 0,00 , terdapat pengaruh signifikan  norma subjektif terhadap intensi keluarga dalam memanfaatkan klinik pratam dengan nilai korelasi 0,670 dan nilai p = 0,00 (p< 0,05), terdapat pengaruh signifikan  pengendalian perilaku  terhadap intensi keluarga dalam memanfaatkan klinik pratam dengan nilai korelasi 0,640 dan nilai p = 0,00. Hasil uji regresi dengan nilai t = 44,96 dan nilai p = 0,00. Karena nilai p < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh secara bersama-sama antara sikap, norma subjektif  dan pengendalian perilaku terhadap intensi keluarga dalam memanfaatkan klinik pratama di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkanintensi untuk memanfaatkan klinik keyakinan, norma dan pengendalian diri. Dengan cara mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang manfaat klinik pratama, memberikan informasi kepada seluruh kelompok masyarakat. Kata kunci : sikap, norma subjektif, pengendalian perilaku
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK DHARMA WANITA SURUHAN LOR KECAMATAN BANDUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG Reni Oktavia Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.119 KB)

Abstract

Anak bukan dewasa dalam bentuk kecil, karena anak mempunyai sifat dan kebutuhan yang berbeda dengan orang dewasa. Peran orang tua sebagai pengasuh sangat besar terhadap perkembangan anak. Pola asuh yaitu bagaimana orang tua mengontrol, membimbing dan mendampingi anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangannya menuju kedewasaan. Salah satu aspek perkembangan yang harus dipantau adalah perkembangan motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Suruhan Lor kecamatan Bandung kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua dan anaknya di TK Dharma Wanita Suruhan Lor Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung sebanyak 32 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk orang tua dan DDST II untuk observasi anak. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Kruskal-Wallis.Hasil penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,042(p<0,05), hal ini berarti ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak usia 4-6 tahun. Disarankan untuk orang tua untuk menggunakan pola asuh yang sesuai dan memahami kondisi anak karena setiap anak berbeda-beda. Masih banyak orang tua yang menyamaratakan penerapan model pola asuh kepada semua anaknya karena pasti akan menuai pertentangan dari anak, keluh kesah serta hasilnyapun akan mengecewakan. Kepustakaan    : 35 (2003-2010)Kata kunci       : Pola Asuh, Perkembangan Motorik Halus
PENGARUH EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI) DI SMC RS TELOGOREJO Musaadah -; Murti Wandrati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.435 KB)

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Salah  satu tindakan invasif yang biasa dilakukan untuk menangani PJK adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Masalah yang sering muncul pada pasien pre PCI adalah kecemasan. Kecemasan tersebut harus ditangani, karena dapat mengganggu kondisi hemodinamik pasien menjadi tidak stabil. Salah satu upaya untuk mengatasai kecemasan adalah Emotional Freedom Technique (EFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh EFT terhadap kecemasan pasien yang akan menjalani PCI di SMC RS Telogorejo. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan pendekatan one group pre-post test with control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok, sehingga 12 responden menjadi kelompok intervensi dan 12 responden menjadi kelompok  kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-Test untuk membandingkan nilai pre test dan post test pada masing-masing kelompok dan Independent T-Test digunakan untuk membandingkan selisih kecemasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EFT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani PCI dengan selisih skor 2.833 dan p-value ≤0.05 (0.0001). Rekomendasi penelitian ini adalah supaya EFT dapat menjadi salah satu intervensi tambahan untuk mengatasi kecemasan pasien pre PCI.   Kata Kunci                  : PJK, PCI, Kecemasan,  EFT

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue