Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016"
:
11 Documents
clear
PENGARUH MOBILISASI DINI ROM PASIF TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASKA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI UMUM DI SMC RS TELOGOREJO
Daru Eko Sriharyanti;
Ismonah -;
Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.078 KB)
Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani dengan membuat sayatan dan dalam pembedahan serta memerlukan tindakan anestesi. Salah satu pengaruh dari agens anestesi adalah dapat menghambat impuls saraf parasimpatis ke otot usus, sehingga memperlambat atau menghentikan gelombang peristaltik.Upaya untuk membantu memulihkan peristaltik usus dapat dilakukan tindakan mobilisasi dini ROM pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini ROM pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo. Rancangan penelitian menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian pretest- posttest design with control dan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Uji statistik yang digunakan menggunakan Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh mobilisasi dini ROM pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo dengan nilai p = 0,000. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan menghomogenkan jenis pembedahan sehingga didapatkan hasil lebih baik.
PENGARUH EKSTRAK ANNONA MURICATA LINN TERHADAP SEL LIMFOSIT DAN EKSPRESI COX-2PADA ADENOKARSINOMA MAMMA
Rusmiyati -;
Sarjadi -;
Andrew Johan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.379 KB)
Adenokarsinoma mamma/ kanker payudara merupakan salah satu keganasan tersering pada wanita dan merupakan penyebab kematian terbanyak kelima akibat kanker. Siklooksigenase -2 (COX-2) adalah enzim yang sangat penting dalam jalur metabolisme asam arachinoid. COX-2 dapat terekspresi didalam berbagai jaringan karena adanya induksi oleh sitokin proinflamasi. Beberapa studi menunjukkan bahwa kandungan pada daun sirsak efektif melawan, menargetkan dan membunuh sel –sel yang tumbuh abnormal seperti sel kanker. Senyawa ini tidak menyerang sel yang normal, berbeda dengan kemoterapi yang masih menyerang sebagian sel normal
PENGETAHUAN PENGASUH DALAM PERAWATAN ANAK YANG TERINFEKSI OPORTUINISIK USIA 6-12 TAHUN DI KABUPATEN TEMANGGUNG
Sri Widiyati;
Supriyadi -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.48 KB)
Latar belakang:Kondisi anak yang terinfeksi HIV tidak dapat terlepas dari status HIV orang tua kandungnya. Tekanan terbesar yang dihadapi para pengasuh adalah ketakutan tentang apa yang telah mereka lakukan akan menjadi sia-sia. Para pengasuh secara sadar tahu, bahwa belum ada vaksin yang bisa melenyapkan virus HIV/AIDS dari tubuh anak-anak ini. Obat ARV ( Antiretroviral) yang dikonsumsi anak-anak setiap hari, hanya berfungsi untuk menekan jumlah virus untuk berkembang. Inilah yang membuat para pengasuh terkadang putus harapan dalam membesarkan anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS pada anak masih merupakan hal yang terabaikan dan belum menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Tengah.Tujuan: Mendiskripsikan pengetahuan pengasuh dalam perawatan anak yang terinfeksi Oportunistik usia 6 - 12 tahun di Kabupaten Temanggung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Pemilihan subyek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Subyek dari penelitian ini adalah pengasuh anak usia 6 - 12 tahun yang terinfeksi oportunistik di Kabupaten Temanggung.Hasil penelitian:Semua pengasuh jarang melakukan penimbangan berat badan anak sehingga pengasuh saat di tanya oleh peneliti tidak mengetahui berat badan serta tinggi badan anak. Pengasuh hanya menilai secara fisik anak yang di asuh semakin kurus dan kondisinya semakin lemah. Alasan pengasuh tidak melakukan pengukuran berat badan secara rutin dikarenakan pengasuh tidak memiliki waktu dan merasa tidak perlu anak dilakukan penimbangan berat badan secara rutin. Anggota keluarga yang merawat anak memegang peranan penting dalam pencegahan infeksi oportunistik.Hal ini tergantung pada interaksi keluarga seperti pengetahuan pengasuh dalam kesiapan fisik merawat anak yang terinfeksi oportunistik.Salah satu pengasuh mengakui menggunakan pengobatan tradisional dengan memberikan getah pada bola mata yang terdapat selaput putih anak yang terinfeksi HIV. Informasi ini ia dapatkan dari tetangga sekitar rumah dan pengasuh merasa selaput putih pada bola mata anaknya agak berkurang.Faktor ekonomi merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan seseorang dalam menentukan layanan kesehatan. Sebagaimana dikemukakan Notoatmodjo dalam teori perilaku pencarian pengobatan bahwa berbagai alasan yang menyebabkan seseorang tidak menggunakan fasilitas kesehatan adalah jaraknya jauh, takut pergi ke rumahsakit, khawatir dengan biaya, dan sebagainya.Dalam hal perawatan anak yang terinfeksi HIV positif diperlukan pengetahuan pengasuh seperti perlindungan dari infeksi baru atau dari luar.Seperti mencuci tangan sebelum makan atau mengambil obat, memakai handbody untuk menjaga kulit kering anak yang terinfeksi oportuinistik dari keretakan dan infeksi, potong kuku anak untuk mencegah tergores. Tutupi luka,goresan dan ruam untuk mencegah infeksi. Sikat gigi secara teratur, jaga agar mulut tetap bersih dengan memberi air putih setelah minum susu. Salah satu aspek dalam perawatan anak yang terinfeksi HIV yang sangat penting adalah dukungan keluarga terutama ibu untuk membantu dalam mengatasi psikologis anak yang sangat komplek dan kebutuhan social.
EFEKTIFITAS PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK OVITRAP(PERANGKAP NYAMUK) DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG
Supriyadi -;
Nina Indriyawati;
Rodhi Hartono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.534 KB)
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan masalah besar dalam kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi dan. penyakit ini endemis di Kota Semarang. Upaya pencegahan sudah dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk, pemeriksaan jentik dan 3 M plus, akan tetapi hasilnya belum optimal. Oleh karena itu program reduksi sumber larva dan menggalang partisipasi sektor non kesehatan menjadi sangat penting diantaranya dengan memodifikasi ovitrap (perangkap jentik).Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Pemanfaatan Limbah untuk Ovitrap(Perangkap Nyamuk) di Sekolah DasarKecamatan TembalangKota Semarang. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan penelitian post-test onlydesign. Subjek penelitian ini adalah 33 SD di wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan dipasang 132ovitrapmasing-masing66 buah modified ovitrap: air sumur dan air rendaman jerami 5% dengan penempatan ovitrapindoor dan outdoor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka HI,CI, BI dan ABJ pada modified ovitrapberisi air sumur dan air rendaman jerami 5% tidak ada perbedaan antara modifiedovitrap indoor dan outdoor. Hasil uji Mann Whitneydidapatkan ada perbedaan yang bermakna antara modified ovitrapberisi air sumur dengan modified ovitrap berisi air rendaman jerami 5%terhadap jumlah jentik yang terperangkap (p = 0,029).Hendaknya masyarakat SD aktif dalam pemberantasan nyamuk Aedes aegypti dengan program yang PSN, PJB dan pemasangan modified ovitrap untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti dengan memutus siklus hidupnya.
PENGARUH DUKUNGAN BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN NIFAS GUNA DETEKSI RESIKO KEGAWATDARURATAN DI PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI
Uswatun Kasanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (146.689 KB)
Kunjungan nifas memegang peranan penting bagi ibu dan bayinya, pentingnya peranan tersebut dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan dengan melihat tujuan yang ada. Tujuan kunjungan nifas antara lain untuk memantau kemajuan kesehatan ibu dapat dipastikan keadaannya, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Setiap ibu nifas dianjurkan untuk memeriksakan keadaannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat, karena mengingat besarnya manfaat yang diperoleh bila memeriksakan secara rutin seperti mencegah perdarahan maupun infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan nifas adalah dukungan bidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan bidan terhadap kunjungan nifas. Penelitian ini adalaah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 50 ibu nifas dengan teknik sampling disproportionate stratifield random sampling. Dalam pengkategorian menggunkan cut of point dengan melakukan uji normalitas data menggunkan uji Kolmogorov. Hasil penelitian didapatkan hasil: terdapat hubungan antara dukungan bidan dengan kepatuhan kunjungan nifas dengan signifikansi (0,036.2) Ibu yang mendapat dukungan dari bidan cenderung kunjungan nifasnya terpenuhi sebesar 3 kali dibanding yang kurang mendapat dukungan bidan. Direkomendasikan bagi bidan agar meningkatkan dukungan bagi ibu nifas sehingga dapat melakukan kunjungan sesuai jadwal dan dapat mendeteksi resiko kegawatdaruratan nifas.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM KELAS HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN SARANG KABUPATEN REMBANG
Irfana Tri Wijayanti;
Riski Danik K
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.072 KB)
Berdasarkan survey awal ibu hamil trimester III di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang dari 10 responden (100%) terdapat 7 (70%) ibu hamil tidak mengikuti kelas hamil. Dan 7 (70%) responden mengalami kecemasan untuk menghadapi proses persalinan yaitu terdapat 1 (10%) responden mengalami kecemasan ringan, ada 5 (50%) responden mengalami kecemasan sedang, ada 1 (10%) responden mengalami kecemasan berat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas hamil dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil TM III di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten RembangRancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional, pendekatan dalam penelitian ini adalah survey cross sectional. Jumlah populasi berjumlah 33 ibu hamil trimester III dan teknik pengambilan sampel secara total sampling.Dari 33 responden diketahui ibu hamil trimester III yang tidak mengikuti kelas hamil sebanyak 21 (63.6%) orang yaitu sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 15 orang (45.5%). Dan sebanyak 12 orang (34.6%) mengikuti kelas hamil sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 8 orang (24.2%).Ada hubungan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas hamil dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil Tm III Di Desa Karang Mangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. Hal ini ditunjukkan oleh X2 hitung > X2 tabel (18.739 > 7.815) dan p value = 0.000 (< 0.05).Saran bagi tenaga kesehatan (bidan) diharapkan untuk lebih mengenalkan konsep kegiatan kelas ibu hamil pada masyarakat dan keuntungan yang diperoleh ibu hamil selama mengikuti kelas ibu hamil serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kelas ibu hamil.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) TERHADAP DERAJAT RUAM POPOK PADA ANAK DIARE PENGGUNA DIAPERS USIA 0-36 BULAN DI RSUD UNGARAN SEMARANG
Maretha Vega Jelita;
Sri Hartini Mardi Asih;
Ulfa Nurulita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.004 KB)
Penyakit yang sering terjadi pada usia 0-36 bulan adalah salah satu yang angka kejadiannya terus meningkat yaitu diare. Pengeluaran feses yang meningkat pada anak yang menderita diare, mengharuskan orangtua lebih sering mengganti popok jika popok tidak segera diganti akan menimbulkan kemerahan disekitar genetalia yaitu ruam popok. Minyak zaitun (Olive Oil) mengandung emolien yang bermanfaat untuk menjaga kondisi kulit yang rusak seperti psoriaris dan eksim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan quasy eksperiment, dengan design Non-equivalent control group dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden untuk setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 20 anak, sedangkan sesudah pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok ringan sebanyak 29 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak. Uji Wilcoxon Test menunjukan nilai p value=0,011 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan.
STUDI DESKRIPTIF : GAMBARAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI DI KELURAHAN TAWANG MAS KECAMATAN SEMARANG BARAT
Ismonah -;
Felicia Risca Ryandini;
Riris Risca Megawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.771 KB)
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang berlangsung kronik, dimana pasien diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sehingga terjadilah kelebihan gula didalam darah dan biasanya baru dirasakan ketika terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh, yaitu penyakit pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (kebutaan), pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (penyakit ginjal kronik), pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh). Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan pasien diabetes mellitus dengan komplikasi di wilayah keluarahan tawang mas kecamatan semarang barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif yang menggambarkan keadaan secara objektif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami komplikasi kronik neuropati diabetik yaitu sebesar 70% (40 orang). Kata kunci : diabetes mellitus, komplikasi kronik, neuropati
KELOMPOK PENDUKUNG SAKA SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA AGGREGAT BALITA DI WILAYAH CISALAK, PASAR-CIMANGGIS KOTA DEPOK
Asti Nuraeni;
Junaiti Sahar;
Henny Permatasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.095 KB)
Balita sebagai salah satu populasi berisiko untuk mengalami masalah diare. Balita mengalai rata-rata 3-4 kali kejadian diare pertahun atau hampir 15-20% sebagian kehidupannya terkena diare. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan diare adalah dengan deteksi dan pencegahan diare secara dini di keluarga. Penulisan Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dilaksanakan dalam pencegahan diare balita. Hasil p value 0.000 menunjukkan ada hubungan antara perilaku keluarga dalam penerapan SAKA terhadap penurunan angka kejadian diare balita di Kelurahan Cisalak Pasar. Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dalam pencegahan diare pada balita dengan melakukan pemantauan penerapan SAKA diare. Kegiatan Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu program pengembangan program pencegahan diare pada balita yang harus dilakukan secara kontinu serta dilakukan pembinaan secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Dinkes dan Puskesmas. Daftar Pustaka, 106 (1993-2012) Kata kunci: Kelompok Pendukung; diare; balita; keluarga.
PENGARUH ALIH BARING 2 JAM TERHADAP RESIKO DEKUBITUS DENGAN VARIAN BERAT BADAN PADA PASIEN BEDREST TOTAL DI SMC RS TELOGOREJO
Zulaikah -;
Sri Puguh Kristiyawati;
S. Eko Ch. Purnomo Ch. Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.928 KB)
Dekubitus merupakan luka yang ditimbulkan akibat adanya tekanan yang terus-menerus sehingga daerah yang tertekan akan mengalami kekurangan oksigen. Hal ini menjadi masalah yang serius baik untuk pasien maupun pihak rumah sakit. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya dekubitus adalah berat badan/IMT. Peran perawat sangat dibutuhkan dalam menjaga keutuhan integritas kulit. Tindakan pencegahan yang dilakukan adalah dengan melakukan alih baring 2 jam sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alih baring terhadap resiko dekubitus dengan varian berat badan pada pasien bedrest total di SMC RS Telogorejo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan posttest only design. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Dengan menggunakan cross sectional dimana peneliti melakukan pengukuran dan pengamatan dalam waktu yang bersamaan atau sekali waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah 66 pasien yang mengalami bedrest total yang belum terjadi luka tekan. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel adalah purposive sampling. Hasil uji chi square diperoleh hasil nilai X2 hitung sebesar 13.102, dengan nilai p sebesar 0.011, artinya ada pengaruh antara Indeks Masa Tubuh dengan resiko terjadinya dekubitus. Oleh karena itu perawat diharapkan mampu mengidentifikasi setiap pasien yang mengalami bedrest total dan beresiko dekubitus dengan memperhatikan IMT. Kata kunci : dekubitus, Indeks Masa Tubuh, alih baring 2 jam