cover
Contact Name
Erik Aditia Ismaya
Contact Email
erik.aditia@umk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
refleksi.edukatika@umk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
REFLEKSI EDUKATIKA
ISSN : 20879385     EISSN : 2528696X     DOI : -
Core Subject : Education,
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan menampung artikel ilmiah hasil penelitian dan/atau gagasan ilmiah dari Akademisi Perguruan Tinggi, Peneliti dan Guru-guru Sekolah Dasar dari seluruh Indonesia dan/atau dari luar negeri. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS VI SD 3 JEKULO KUDUS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING -, Santoso; Oktavianti, Ika
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui model Problem Based Learning. Model Problem Based Learning merupakan pembelajaran dengan mengahadapkan siswa pada permasalahan-permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar atau dengan kata lain siswa belajar melalui masalah. Siswa dalam model ini dituntut untuk aktif memecahkan suatu masalah. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa yang dilihat dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik setelah mengikuti pembelajaran. Hipotesis tindakan yang diajukan adalah hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning siswa kelas VI SD 3 Jekulo Kudus dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VI SD 3 Jekulo Kudus dengan subjek penelitian 20 siswa yang berlangsung selama dua siklus masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model Problem Based Learning, sedangkan variabel terikatnya yaitu hasil belajar PKn. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn. Hal ini dapat dilihat dari tercapinya indikator keberhasilan sebagai berikut. Persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada ranah kognitif tes evaluasi siklus I 60% meningkat menjadi 85% pada tes evaluasi siklus II dengan peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus I 75,75 menjadi 80,50 pada siklus II. Hasil belajar siswa pada ranah afektif pada siklus I rata-rata memperoleh nilai 67% dengan kualifikasi baik meningkat pada siklus II menjadi 82 dengan kualifikasi baik. Hasil belajar siswa pada ranah psikomotorik pada siklus I rata-rata memperoleh nilai 60% dengan kualifikasi baik meningkat pada siklus II menjadi 85% dengan kualifikasi sangat baik Simpulan dalam penelitian ini yaitu melalui model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VI SD 3 Jekulo Kudus. Saran dalam penelitian ini, siswa hendaknya aktif dan menumbuhkan sikap positif dalam belajar agar dapat meraih hasil belajar yang baik. Bagi guru, hendaknya merencanakan model pembelajaran dan media yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DI KELAS V SD NEGERI PASURUHAN PATI Wati, Nanik Istika; Utaminingsih, Sri; Fakhriyah, Fina
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.451

Abstract

Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif serta penyampaian materi pembelajaran tidak dikaitkan dengan permasalahan di lingkungan sekitar membuat siswa kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan guru dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di SD Negeri Pasuruhan Pati. Hasil belajar siswa masih rendah. Dari 18 siswa yang mencapai KKM (70) hanya 5 siswa (27,8%) sedangkan 13 siswa (72,2%) belum mencapai KKM. Hasil penelitian terdapat peningkatan ketuntasan belajar klasikal (kognitif) pada materi daur air yang cukup signifikan antara kondisi awal (27,8%), siklus I (66,7%), dan siklus II (83,3%). Peningkatan hasil belajar juga didukung dengan peningkatan pengelolaan pembelajaran guru melalui penerapan model PBM mengalami peningkatan dari skor rata-rata siklus I 79,1% (baik) menjadi 89,5% (sangat baik) pada siklus II. Sedangkan hasil belajar (afektif dan psikomotor) juga mengalami peningkatan skor rata-rata siklus I 77% (baik) menjadi 88,25% (sangat baik) pada siklus II.
REVITALISASI BUDAYA LOKAL KOTA KUDUS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DI SEKOLAH DASAR -, Mutohhar; Purbasari, Imaniar; Fajrie, Nur
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.445

Abstract

Perwujudan budaya lokal terdapat pada tradisi, religi, sosial, teknologi dan seni. Penelitian ini bertujuan memberikan model pelestarian budaya melalui dunia pendidikan untuk mengembangkan visualisasi yang baru terhadap karakter-karakter budaya lokal di Kudus dengan cara melakukan kajian ilmu pengetahuan dan seni, melalui rekonstruksi serta melakukan visualisasi ulang terhadap karakter budaya lokal dengan gaya visual dan cerita yang baru agar bisa diterima khususnya oleh siswa-siswa di Sekolah Dasar. Jenis metode penelitian ini yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D). Hasil yang dikembangkan dalam pengembangan bahan ajar terdiri dari: (1) Kajian tentang kondisi, persepsi dan kebutuhan bahan ajar berupa cerita bergambar budaya lokal Kudus; (2) Kajian hasil pengembangan bahan ajar berupa cerita bergambar budaya lokal kota Kudus, dan (3) Kajian hasil uji coba produk.Selama proses pembelajaran budaya lokal Kudus, hasil penilaian sikap diambil dari kemampuan kognitif dan psikomotorik melalui keaktifan siswa dan hasil pengamatan siswa. Aspek kognitif yang dimiliki yaitu pengetahuan tentang cerita budaya lokal Kudus, mennganalisis cerita budaya lokal Kudus dari segi makna yang terkandung
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HASIL PEMBELAJARAN SISWA TERHADAP MATERI PESAWAT SEDERHANA KELAS V SD NEGERI NGAWEN Suyitno -
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.446

Abstract

The purpose of this study was to determine whether there is science learning outcomes on a simple plane Ngawen Elementary School fifth grade, Sub Cluwak, Pati regency. In the second semester of the school year 2014/2015 This research is a classroom action research (PTK) to solve the problem of whether the experiment (PAKEM) can improve student learning outcomes. PTK lasted until 3 cycles, each cycle consisting of (1) planning or planning, (2) the act or acting, (3) observation or observing, and (4) reflection or reflecting. The fourth relationship was regarded as one cycle. Collection and use of technical documentation, observation and testing, data collection tools in the form of the document journal learning, observation sheet and test items. Data analysis using descriptiveKomperatif by comparing the baseline of the first cycle data and the data of the second cycle followed by reflection. Results of a study of 25 students learning standards set minimum completeness 75, meaning students who have achieved a grade of 75 otherwise been completed. Furthermore, students who achieve a value of less than 75 otherwise unresolved in learning and need to get improvements in learning. From the research results at the end of the lesson formative tests turned out of 25 students who achieve grades above completeness only 9 students, if diprosentase students who otherwise completed only 35%. So unresolved classically reaches 65%. The conclusion of this experimental study (PAKEM) can improve the quality of student learning outcomes to the material plane Simple Ngawen Elementary School fifth grade, Sub Cluwak, Pati regency, through the medium of learning and teaching aids that characterized the student environment.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DI KELAS V SD NEGERI PASURUHAN PATI Wati, Nanik Istika; Utaminingsih, Sri; Fakhriyah, Fina
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.451

Abstract

Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif serta penyampaian materi pembelajaran tidak dikaitkan dengan permasalahan di lingkungan sekitar membuat siswa kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan guru dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di SD Negeri Pasuruhan Pati. Hasil belajar siswa masih rendah. Dari 18 siswa yang mencapai KKM (70) hanya 5 siswa (27,8%) sedangkan 13 siswa (72,2%) belum mencapai KKM. Hasil penelitian terdapat peningkatan ketuntasan belajar klasikal (kognitif) pada materi daur air yang cukup signifikan antara kondisi awal (27,8%), siklus I (66,7%), dan siklus II (83,3%). Peningkatan hasil belajar juga didukung dengan peningkatan pengelolaan pembelajaran guru melalui penerapan model PBM mengalami peningkatan dari skor rata-rata siklus I 79,1% (baik) menjadi 89,5% (sangat baik) pada siklus II. Sedangkan hasil belajar (afektif dan psikomotor) juga mengalami peningkatan skor rata-rata siklus I 77% (baik) menjadi 88,25% (sangat baik) pada siklus II.
PEMBELAJARAN TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR APRESIASI TARI KELOMPOK DAERAH SETEMPAT DI SMP 1 WIRADESA Widati, Sri
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada peningkatan aktivitas dan hasil belajarapresiasi tari kelompok daerah setempat di SMP 1 Wiradesa Pekalongan. Metode pengumpulan data tes, obeservasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif, kuantitatif dalam bentuk prosentase. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar tari. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa penggunaan teknik Jigsawcukup efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran.
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA Gudnanto -
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.447

Abstract

Model Bimbingan dan Konseling Islami untuk meningkatan konsep diri siswa dirumuskan sebagai model Bimbingan dan Konseling dengan mendasarkan pada konsep Islami yaitu Al-Quran dan Sunnah untuk mendorong peningkatan konsep diri Siswa. Rumusan di atas nampak, bahwa model Bimbingan dan Konseling Islami fokus pada peningkatan konsep diri siswa. Sedangkan konsep diri yang akan ditingkatkan adalah konsep diri (self-concept) tiga bagian utama yaitu: (1) Self-Ideal (Diri Ideal), (2) Self-Image (Citra Diri), dan (3) Self-Esteem (Harga Diri). Ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang membentuk kepribadian. Menentukan apa yang biasa kita pikir, rasakan, dan lakukan, serta akan menentukan segala sesuatu yang terjadi kepada diri individu. Tujuan jangka pendek yang ingin dicapai melalui kegiatan bimbingan dan konseling islami adalah adanaya peningkatan konsep diri siswa. Dengan tercapainya tujuan jangka pendek ini diharapkan individu yang dibimbing tumbuh dan berkembang berdasarkan syariat islam. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai adalah agar individu yang dibimbing secara bertahap bisa berkembang menjadi pribadi yang mempunyai konsep diri positif
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK SAINTIFIK MELALUI SUPERVISI KLINIS PENDEKATAN HUMANISTIK TEKNIK IMPLANT BAGI GURU KELAS IV DABIN I GUGUS SUKARNO-HATTA DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI PADA SEMESTER I T Kadis -
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.443

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru kelas IV se-Dabin I Gugus Sukarno-Hatta Dinas Pendidikan Kecamatan Gabus pada semester I tahun pelajaran 2014/2015 dalam pengelolaan pembelajaran Tematik Saintifik di kelasnya melalui supervisi klinis dengan menggunakan pendekatan Humanistik teknik Implant. Penelitian ini dilakukan pada subjek penelitian semua guru kelas IV se-Dabin I Gugus Sukarno-Hatta Dinas Pendidikan Kecamatan Gabus pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Action Risearch ini terdiri dari dua siklus, siklus satu merupakan supervisi klinis dengan menggunakan pendekatan Humanistik teknik Implant kelompok, sedangkan siklus dua supervisi klinis dengan menggunakan pendekatan Humanistik teknik Implant individu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes. Instrument yang digunakan adalah lembar pengamatan dan penilaian. Validasi data menggunakan trianggulasi sumber yang melibatkan teman sejawat, kepala sekolah dan subjek penelitian itu sendiri. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis yang dilanjutkan refleksi. Hasil penelitian sekolah ini adalah melalui penerapan supervisi klinis dengan menggunakan pendekatan Humanistik teknik Implant, kompetensi guru dalam penyususnan RPP tematik saintifik di Dabin I Gugus Sukarno-Hatta terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari pengamatan awal 53,13 %, siklus I 74,09%, siklus II 88,28%. Kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tematik saintifik di Dabin I Gugus Sukarno-Hatta terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari pengamatan awal 52,08%, siklus I 77,96%, siklus II 85,42%. Kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian dalam pembelajaran tematik saintifik di Dabin I Gugus Sukarno-Hatta terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari pengamatan awal 50,96%, siklus I 77,01%, siklus II 86,78%. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Kompetensi guru dalam penyususnan RPP tematik saintifik di Dabin I Gugus Sukarno-Hatta terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari pengamatan awal 53,13 %, siklus I 74,09%, siklus II 88,28%. Karena secara teori dan empirik dapat meningkat, maka pengawas perlu melakukan penelitian-penelitian sejenis bagi guru-guru di daerah binaannya, guna meningkatkan kemampuan dan profesional guru.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING ANG LEARNING MELALUI PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD 1 PEGANJARAN KUDUS Khakim -; Sri Utaminingsih; Fina Fakhriyah
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.448

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis hasil belajar siswa dengan penerapan model Contextual Teaching And Learning dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat cahaya mata pelajaran IPA kelas V SD 1 Peganjaran Kudus. Hasil penelitian siklus I keterampilan guru mencapai persentase ketuntasan 76.87% baik dan mengalami peningkatan siklus II menjadi 84.37% dengan kriteria baik. Hasil belajar IPA siswa ranah kognitif pada siklus I 52.63% dan pada siklus II meningkat menjadi 84.21%. Hasil belajar IPA ranah afektif siswa siklus I mencapai persentase 56.67% dengan kriteria cukup dan siklus II meningkat menjadi 87.23% dengan kriteria baik dan ranah psikomotorik siswa siklus I mencapai persentase 56.57% dengan kriteria cukup dan siklus II meningkat menjadi 83.41% dengan kriteria baik. Simpulan pada penelitian ini yakni dengan menggunakan model CTL melalui lingkungan sekitar dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD 1 Peganjaran Kudus. Peneliti menyarankan agar penggunaan model CTL dapat diterapkan oleh setiap pengajar dan dikembangkan melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sehingga siswa bisa mudah dalam menyerap pelajaran.
PENINGKATAN KETRAMPILAN BERBICARA (SPEAKING ) MAHASISWA MELALUI TEKNIK ENGLISH DEBATE Atik Rokhayani; Agung Dwi Nur Cahyo
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.439

Abstract

Ada beberapa teknik pembelajaranyang dapat digunakan oleh guru/dosen Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris terutama berbicara (speaking).Speaking dianggap sebagai kemampuan yang paling sulit karena di Indonesia Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Berdasarkan alas an tersebut, dosen harus memilih teknik pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan perhatian dan motivasi mahasiswa. Salah satu teknik pengajaran tersebut adalah teknik English Debate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah teknik English Debate dapat meningkatkan kemampuan speaking mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang diterapkan terhadap mahasiswa ESA (English Students Assiciation) semester 4 Pendidian Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus tahun akademik 2014/2015. Selamaa proses pembelajaran, mahasiswa diajar dengan menggunakan teknik English Debate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-ratanya mahasiswa si siklus 1 adalah 69,28 dan dapat dikategorikan menjadi cukup. Kemudian peneliti melanjutkan ke siklus 2. Hasil nilai rata-rata nilaispeaking mahasiswa adalah 80,14 dan dapat di kategorikan menjadi baik. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa teknik English Debate dapat digunakan bagi guru/dosen Bahasa Inggris untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan/speaking mahasiswa. Di dalam teknik Englsh Debate ada topic yang mengharuskan bagi peserta debat untuk berbicara bahasa Inggris. Disamping itu, teknik English Debate juga dapat digunakan untuk meningkatkan kosakata mahasiswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2025) Vol 15, No 1 (2024): Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2024) / In Press Vol 14, No 2 (2024): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2024) Vol 14, No 1 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2023) Vol 13, No 2 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2023) Vol 13, No 1 (2022): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2022) Vol 12, No 2 (2022): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2022) Vol 12, No 1 (2021): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2021) Vol 11, No 2 (2021): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2021) Vol 12, No 1 (2021): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 2 (2021): REFLEKSI EDUKATIKA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2020): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2020) Vol 10, No 2 (2020): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2020) Vol 11, No 1 (2020): REFLEKSI EDUKATIKA : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 2 (2020): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2019) Vol 9, No 2 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2019) Vol 10, No 1 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 2 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 2 (2019): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 1 (2018): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2018) Vol 9, No 1 (2018): Desember 2018 Vol 9, No 1 (2018): Desember 2018 Vol 8, No 2 (2018): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2018) Vol 8, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 8, No 1 (2017): Desember 2017 Vol 8, No 1 (2017): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2017) Vol 7, No 2 (2017): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2017) Vol 7, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 7, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 7, No 1 (2016) Vol 7, No 1 (2016) Vol 6, No 2 (2016) Vol 6, No 2 (2016) Vol 6, No 1 (2016) Vol 6, No 1 (2016) Vol 5, No 2 (2015) Vol 5, No 2 (2015) Vol 5, No 1 (2015) Vol 5, No 1 (2015) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 4, No 1 (2013): Refleksi Edukatika Vo. 4 No. 1 Th. 2013 More Issue