cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 9 Documents clear
STUDI PEMETAAN SESAR REMBANG-MADURA-KANGEAN-SAKALA (RMKS) DENGAN DATA GAYA BERAT MENGGUNAKAN ANALISIS TURUNAN Daffa Andhika Pramadhana; Binar Haafizh Putra; Muhammad Syirojudin
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19917

Abstract

Pulau Jawa dan Madura merupakan pulau yang memiliki aktivitas tektonik yang aktif akibat adanya keberadaan sesar-sesar aktif. Sesar aktif tersebut perlu dipetakan, salah satu yang perlu dipetakan lebih lanjut adalah Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS). Metode yang digunakan dalam pemetaan Sesar RMKS adalah metode gaya berat yang diperoleh dari laman Murray GGMPlus. Dalam pengolahan data gaya berat tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan seperti penentuan nilai densitas rata-rata dengan metode Nettleton, penentuan nilai Simple Bouger Anomaly (SBA),  pemisahan anomali regional dan residual, analisis turunan nilai anomali regional dengan metode FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative). Nilai densitas rata-rata yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 2,6 gr/cm3. Nilai tersebut digunakan dalam tahapan selanjutnya. Hasil dari peneltian ini, menunjukkan bahwa Sesar RMKS memiliki mekanisme berupa sesar normal. Namun, menimbang beberapa sumber lain yang menyebutkan Sesar RMKS memiliki mekanisme berupa sesar geser mengiri, maka dapat disimpulkan bahwa Sesar RMKS memiliki mekanisme oblique dengan pengaruh sesar normal.
UJI AKURASI SLOPE GRADIENT DIGITAL TERRAIN MODEL HASIL PEMOTRETAN FOTO UDARA (STUDI KASUS : KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG) Fransisca Dwi Agustina; Martinus Edwin Tjahjadi; Imam Zulhan
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19469

Abstract

Penelitian ini mengkaji terkait uji akurasi slope gradient pada Digital Terrain Model (DTM) yang dihasilkan dari pemotretan foto udara, khususnya dengan menggunakan teknologi drone.  Pemotretan foto udara dengan drone telah menjadi metode yang umum digunakan untuk tujuan pemetaan. Metode pemotretan teknologi drone memungkinkan pengambilan data fotogrametri dengan resolusi tinggi dan detail yang signifikan, namun penting untuk memvalidasi akurasi hasil pemodelan DTM, terutama terkait dengan parameter slope gradient. Slope gradient memiliki implikasi penting dalam pemodelan kemiringan lereng, analisis kestabilan lereng, dan perencanaan tata guna lahan. Penelitian ini melibatkan uji akurasi DTM dengan membandingkan nilai slope gradient dari model dengan nilai slope yang diukur secara langsung di lapangan.  Metode yang digunakan yaitu pemrosesan data dari foto udara dan ekstraksi informasi dari kemiringan tanah. Data lapangan tersebut mencakup pengukuran kemiringan secara langsung pada titik-titik tertentu. Analisis statistik digunakan untuk membandingkan hasil dari DTM dengan data lapangan guna menguji tingkat akurasi. Berdasarkan hasil persentase kemiringan lereng memiliki pengaruh terhadap kestabilan lereng. Pemanfaatan data DTM dari foto udara melalui proses filtering dapat digunakan dalam melakukan analisa slope gradient atau kemiringan lereng. Hal tersebut dinyatakan dalam nilai Root Mean Square Error (RMSE) dari uji validasi kelayakan sampel area, bahwa keseluruhan area sampel memiliki selisih X < 8%, dimana dalam standar 8% masih di anggap datar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sejauh mana akurasi slope gradient dari DTM hasil pemotretan foto udara dan memiliki implikasi penting pada penggunaan foto udara dan teknologi pemetaan untuk analisis topografi dan perencanaan wilayah.
STUDI GERAKAN TANAH DI DESA NGETOS, KECAMATAN NGETOS, KABUPATEN NGANJUK Hendra Bahar; Yanira Artawijaya
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.18539

Abstract

Landslides, for example in the incident in Selopuro Hamlet, Ngetos Village, Ngetos District, Nganjuk Regency, East Java Province, on Sunday, 14 February 2021, at 18.00 WIB, a landslide from the upper slopes hit the settlements below, Therefore, this study aims to determine the dominant factors that influence the occurrence of landslides in the Ngetos Village, as well as in which areas have the same potential for landslides as in Ngetos Village. The research was carried out by analyzing using the overlapping technique (overlay) of Geographic Information Systems (GIS). Based on the zoning of the susceptibility of ground movement, there are 3 (three) locations in the study location that are vulnerable to ground movement, namely Ngetos Village and Suru Village in Ngetos District, and Macanan Village in Loceret District, Ngajuk Regency. The causes of landslides besides the factors of slope, rainfall, and vegetation, are also caused by the type of lithology (rock/soil) in the form of weathered andesite igneous rock which is quite thick, as well as the presence of cracks on the top of the hill at the study site.
IDENTIFIKASI KEMENERUSAN PIPA AIR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) Afni Nur Jannah; Ahmad Faqih; Mesya Sabha Adma Dita; Daniel Juliandro; Helda Kusuma Rahayu; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19187

Abstract

Metode Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode geofisika non destruktif yang menghasilkan resolusi tinggi terhadap kontras dielektrik bawah permukaan. Dengan menggunakan metode GPR, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kemenerusan pipa air dan kepadatan lapisan pada daerah “AYE”. Frekuensi alat yang digunakan dalam pengambilan data adalah 270 MHz dengan jumlah lintasan sebanyak dua lintasan dan panjang tiap lintasan 20 m. Pengolahan dilakukan dengan program MATGPR dalam software Matlab 2015a. Tahap yang dilakukan dalam pengolahan antara lain input data, adjust signal position, remove DC component, dewow filter, median filter, inverse amplitude decay, removal global background, karhunen-loeve filter, bandpass filter, resample scan axis, 1-D velocity model, phase-shifting migration, 1D time to depth conversion, dan picking anomaly. Hasil pengolahan diperoleh penampang radargram dengan kedalaman ±7 meter. Dalam penampang radargram tersebut, diketahui dua anomali hiperbola yang sama diduga sebagai kemenerusan pipa air dengan bahan PVC pada meter 11.1 dan 18.1 dengan kedalaman 0,3 meter pada lintasan 1, dan ditemukan pada meter 10.7 dan 18.3 dengan kedalaman 0.9 meter pada lintasan 2. Anomali yang diduga pipa tersebut memiliki rentang kecepatan 0.0171 m/ns hingga 0.138 m/ns. Lapisan yang padat diindikasikan berada di kedalaman >4 meter yang ditunjukkan oleh reflektor dengan horizon yang kurang tajam, sedangkan lapisan bagian atas yang kurang padat diduga sebagai lapisan timbunanGround Penetrating Radar (GPR) method is a non destructive geophysical method that produces high resolution of subsurface dielectric contrast. Using the GPR method, this research was conducted to identify the continuity of water pipes and layer density in the "AYE" area. The frequency of the tool used in data collection is 270 MHz with a total of two passes and a length of 20 m for each pass. Processing is done with the MATGPR program in Matlab 2015a software. The stages carried out in the processing include data input, adjust signal position, remove DC component, dewow filter, median filter, inverse amplitude decay, removal global background, karhunen-loeve filter, bandpass filter, resample scan axis, 1D velocity model, phase-shifting migration, 1D time to depth conversion, and  anomaly picking. The processing results obtained a radargram cross section with a depth of ±7 meters. In the radargram cross section, the same two hyperbola anomalies are suspected to be the continuation of a water pipe with PVC material at meters 11.1 and 18.1 with a depth of 0.3 meters on track 1, and found at meters 10.7 and 18.3 with a depth of 0.9 meters on track 2. The suspected pipe anomaly has a velocity range of 0.0171 m/ns to 0.138 m/ns.  The dense layer is indicated to be at a depth of >4 meters as indicated by the reflector with a less sharp horizon, while the less dense upper layer is suspected to be the fill layer
ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA BUMI KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ISOLA-GUI (STUDI KASUS GEMPA BUMI MOJOKERTO, 19 JUNI 2023) Sayyidatul Khoiridah; Sri Roekminiati; Pamudi Pamudi; Sapto Pramono; Sunhari Prawiradiredja
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19934

Abstract

Jawa Timur termasuk wilayah rawan terjadi gempa bumi. Salah satu gempa di Jawa Timur yaitu gempa bumi Mojokerto, 19 Juni 2023 yang berpusat pada koordinat 7,50 LS dan 112,50BT dengan kedalaman 9 km dan magnitudo M4,2. Gempa Mojokerto ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa Mojokerto yaitu Mojokerto dengan skala III – IV MMI; Pasuruan, Surabaya, Lamongan, dan Gresik dengan skala III MMI; Sidoarjo dengan skala II – III MMI; dan Malang dengan skala II MMI. Gempa bumi Mojokerto tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga di Desa Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sebagai upaya mengurangi dampak bencana gempa bumi, maka dilakukan penelitian ini untuk menentukan karakteristik gempa bumi yang terjadi di Mojokerto melalui pemodelan mekanisme fokus. Penelitian ini menggunakan data waveform tiga komponen. Hasil dari pemodelan mekanisme fokus menunjukkan bahwa bidang patahannya yaitu berupa patahan strike slip dengan nilai nodal plane I yaitu strike = 179o, dip = 76o, rake = 178o dan nilai nodal plane II yaitu strike = 269o, dip = 88o, rake = 14o. Nilai variance reduction dari hasil penelitian ini yaitu sebesar 0,82.
IDENTIFIKASI POTENSI PANAS BUMI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA AREA SEKITAR DANAU LINOW, KOTA TOMOHON, SULAWESI UTARA Muhammad Faiz Nugraha; Siti Navisa; M Singgih Purwanto
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.20008

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis lineament density menggunakan data Digital Elevation Map (DEM) area Danau Linow. DEM diunduh dari DEMNAS dan diperkaya dengan data Land Surface Temperature dari MODIS. Software ArcGIS dan Geomatica digunakan untuk pengolahan data. Hasil analisis menunjukkan struktur sesar utama, terutama Timur Laut - Barat Daya, dikontrol oleh sesar di sekitar Danau Linow. Densitas pada area dengan struktur yang kompleks mencapai 1.364 Km/Km2 , terkonsentrasi di sebelah Timur Laut danau, mengindikasikan sesar utama Malalayang. Manifestasi geothermal di sekitar Danau Linow didukung oleh kelurusan dan densitas tinggi. Anomali tinggi berada pada arah Timur Laut Danau Linow sesuai dengan lokasi sesar, diperkuat oleh peta manifestasi geothermal. Suhu permukaan berkisar 27,12-29,70 derajat, dengan suhu tinggi di arah Utara dan Selatan Danau Linow, hal ini disebabkan oleh adanya sesar yang membuat adanya rekahan dan rekahan tersebut dialiri oleh magma sehingga membuat suhu dipermukaan meningkat, kenaikan suhu ini juga berkaitan dengan padatnya bangunan dan pemukiman masyarakat di area sekitar Danau Linow. Peta Indeks Vegetasi menunjukkan area dengan potensi geothermal memiliki vegetasi rendah, tetapi area pemukiman memiliki vegetasi lebih rendah. Area dengan zona lemah (kerapatan struktur tinggi) cenderung memiliki vegetasi sedang karena pengaruh suhu permukaan dan mineral panas bumi. Temuan ini memberikan wawasan dalam pemahaman struktur geologi, manifestasi panas bumi, dan dampak terhadap lingkungan di area Danau Linow.
GEOLOGI GUNUNG SLAMET TUA DAN GUNUNG SLAMET MUDA: KAJIAN GEOMORFOLOGI, PETROLOGI, GEOWISATA DAN BENCANA GEOLOGI Yogi Adi Prasetya; Akhmad Khahlil Gibran
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19960

Abstract

Gunung Slamet adalah gunungapi bertipe stratovulkano yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu Slamet Tua di bagian barat dan Slamet Muda di bagian timur. Penelitian geologi terdahulu hanya berfokus pada studi tentang petrologi dan geokimia batuan di Gunung Slamet. Studi ini membandingkan kondisi geomorfologi, petrologi, bencana geologi hingga geowisata Gunung Slamet Tua dan Gunung Slamet Muda dengan menggunakan metode citra satelit dan membandingkan data-data dari peneliti terdahulu. Secara geomorfologi Gunung Slamet Tua memiliki morfologi lebih curam dengan lembah yang dalam dan terjal kenampakan tekstur citra satelit lebih terlihat kasar jika dibanding Gunung Slamet Muda di sisi timur yang memiliki tekstur citra satelit yang lebih halus dengan lembah yang tidak terlalu dalam dan pada sisi barat daya Gunung Slamet terdapat morfologi yang disebut Lembah Guci. Slamet Tua memiliki komposisi batuan andesit basalt, pumice endapan piroklastik aliran, piroklastik jatuan dan piroklastik surge dengan komposisi SiO2 lebih tinggi 52,3 – 63,9 wt.%, dan Lembah Guci memiliki komposisi SiO2 yang sama dengan Slamet Muda yaitu 48,5 – 54,1 wt.%. Geowisata di Gunung Slamet terdapat beberapa air terjun baik di Gunung Slamet Tua maupun Gunung Slamet Muda, ada juga wisata berupa manifestasi air panas di Pancuran 7 Kabupaten Banyumas, dan Guci Kabupaten Tegal. Gunung Slamet memiliki tiga zona rawan bencana geologi yaitu zona I, zona II dan zona III. Lembah Guci memiliki ancama bahaya piroklastik aliran dan berada di zona bahaya I dan II.
TEKNIK PEMISAHAN ANOMALI MAGNETIK RESIDUAL-REGIONAL BERBASIS MATLAB: STUDI KASUS GUNUNG UNGARAN Syamsurijal Rasimeng; Dewi Wijayanti; Luthfi Rahmawati; Annur Istikomah; Rahmat Catur Wibowo
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.18572

Abstract

Penelitian ini menggunakan data pengukuran magnetic di daerah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini membandingkan teknik inversi dengan persamaan polynomial orde 1, orde 2 dan orde 3 dalam pemisahan anomali residual dengan anomali regional.  Pada penelitian ini dilakukan kajian komputasi dengan membuat program komputer menggunakan software MatLab 2017. Data pengukuran magnetic yang digunakan merupakan data yang telah dilakukan koreksi sehingga telah didapatkan nilai anomali totalnya. Pemisahan anomali residual-regional ini selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi geologi sekitar daerah penelitian. Sebelumnya, telah dilakukan pemodelan kedepan (forward modeling) untuk memunculkan model sintetik pada perhitungan orde 1, orde 2 dan orde 3. Hasil forward modeling ini akan disesuaikan dengan model anomali regional yang muncul setelah diinversi. Setelah dilakukan pemisahan anomali residual-regional, selanjutnya adalah menyesuaikan antara kontur dan nilai anomali regional dengan keadaan geologi sekitar daerah penelitian. Gunung Ungaran merupakan bagian dari Pengunungan Serayu Utara yang berada pada bagian tengah Pola Jawa yang mana pada pola ini terdapat sesar naik dari arah Barat ke Timur. Dari hasil penyesuaian antara anomali regional orde 1, orde 2 dan orde 3 dengan kondisi geologi daerah sekitar didapatkan bahwa pada penelitian ini perhitungan inversi dengan orde 2 menunjukkan hasil pemisahan anomali yang paling sesuai.
PERBANDINGAN LUASAN PERSIL ORTOFOTO DAN DIRECT TRIANGULASI DARI PEMOTRETAN FOTO UDARA MENGGUNAKAN DRONE (STUDI KASUS : KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR) Martinus Edwin Tjahjadi; Fransisca Dwi Agustina; Wahdianaldy Adhiatama
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19470

Abstract

Pemetaan dengan menggunakan drone dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh data spasial yang akurat. Dengan menggunakan dua metode umum dalam pemrosesan data foto udara teknologi drone yaitu ortorektifikasi untuk dapat menghasilkan ortofoto dan direct triangulasi menggunakan data langsung dari drone. Perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi menjadi hal yang relevan pada bidang ini, karena dapat memberikan pemahaman lebih tentang keakuratan kedua metode tersebut dalam mempresentasikan luasan sebenarnya pada suatu area. Metodologi penelitian ini melibatkan akuisisi data, pemrosesan, dan analisis untuk mengevaluasi perbedaan luasan persil antara kedua metode. Untuk mengetahui akurasi spasial yang dihasilkan dari perkembangan teknologi pengolahan data foto udara dengan metode pemetaan bidang tanah menggunakan drone, maka dilakukan pengujian ketelitian yang mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Berdasarkan hasil dari ketelitian geometri nilai RMSE pada ortofoto teknik foto tegak 0,063 m dan ortofoto dengan teknik foto konvergen 0.53 m. Hasil RMSE metode direct triangulasi dengan teknik foto konvergen 0.066 m. Rata-rata selisih luasan ortofoto pada foto tegak 0.831 m², ortofoto pada foto konvergen 3.119 m² dan pada foto konvergen dengan metode direct triangulasi 0.936 m². Dengan melihat hasil dari perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi nantinya dapat memberikan informasi pada pengembangan teknik pemetaan dengan drone dan pengguna di bidang pemetaan dan survei tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9