cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Marsianus Falo; Simon Juan Kune; Adeline Norawati Hutapea; Origenes Boy Kapitan
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.801 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih. Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak lahan yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan peluangnya dukungan dari PEMDA, permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada adalah letak lahan memiliki sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi.
Analisis Kelayakan Finansial Industri Tempe di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan Adeline Norawati Hutapea; Yosefina Marice Fallo
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.133 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial industri kecil tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dan menggunakan data primer dan data sekunder. berupa modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produksi, pemasaran dan kelayakan finansial dengan teknik sampling sensus. Analisis kelayakan investasi menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dan untuk mengetahui industri kecil tempe layak atau tidak untuk terus dijalankan menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan investasi dan operasional industri tempe. Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR (1,1) > 1, artinya industri tempe layak dilanjutkan, dan nilai NPV positif (+) menunjukkan industri tempe tersebut layak dilakukan investasi. Sedangkan nilai IRR (30,3519%) > bunga pinjaman (DF=18%) menunjukkan industri tempe di Kelurahan Oelami layak untuk dilakukan investasi dan menjalankan operasional perusahaan dan Break Event Point (BEP) sebesar 180.496 unit/tahun. Dengan demikian industri kecil tempe bisa dikembangkan karena memberikan potensi keuntungan.
Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Melalui Transformasi Nilai-Nilai Kewirausahaan dalam Pelaksanaan Program Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara Stefanus Bekun; Agustinus L. Tiza
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.917 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.125

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui Program Sari Tani serta transformasikan nilai-nilai kewrirausahaan kepada masyarakat desa melaui Program Sari Tani di Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Target pengurangan KK Miskin selama 5 tahun RPJMD adalah Tahun 2010 sebesar 65,62% atau 36.225 KK, Tahun 2011 sebesar 61.92 % atau 34.182 KK, Tahun 2012 sebesar 58.22 % atau 32.139 KK, Tahun 2013 54.52 % atau 30.097 KK, Tahun 201 sebesar 50.82 % = 28.054 KK dan Tahun 2015 sebesar 47.12 % atau 26. 012 KK. Prosentase penurunan per tahun adalah: 3.7 %. Sehingga akumulasi penurunan prosentase kemiskinan di Kabupaten TTU selama lima tahun adalah sebesar 18.53%. Di tahun 2015 diharapkan jumlah KK miskin di TTU: 26.012 KK. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten TTU menurut Data Terpadu PPLS tahun 2011 adalah 31.175 KK atau sebesar 55,54 % dari 56. 494 KK. Tahun 2012, data BPS menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Timor Tengah Utara: 51.200 jiwa atau 25.600 KK atau 44,47 %. Dalam implementasinya progran Sari Tani bertujuan meningkatkan populasi ternak. Tetapi dalam pelaksanaan Sari Tani belum berjalan baik yang disebabkan karena 1) masyarakat masih memposisikan dirinya sebagai obyek dalam program Sari Tani, sehingga cenderung untuk tidak pro aktif dalam pengelolaan dana; 2) Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) belum memahami tupoksinya secara baik dan benar; 3) Unit Pelaksana Sari Tani (UPST) belum memahami tupoksinya secara baik dan benar; 4) Rendahnya dukungan Pemerintah Desa; 5) Sikap dan perilaku masyarakat yang masih terikat dengan budaya (adat istiadat) sehingga pola pikir terhadap program Sari Tani belum memadai. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mentransformasi semangat kewirausahan bagi masyarakat dalam mengembangkan dirinya menjadi masyarakat yang madiri, terutama secara ekonomi.
Pemasaran Sirih Buah di Desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timur Tengah Utara Wilfridus Sasi; Agustinus Nubatonis
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.18 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui saluran pemasaran sirih buah; 2) mengetahui fungsi–fungsi pemasaran sirih buah yang dilakukan oleh petani dan pedangang perantara, dan; 3) mengetahui pemasaran sirih buah. Metode pengambilan sampel yang digunakan melipui 1) purposive sampling untuk penentua petani, dan; 2) snow ball sampling untuk pedangang. Metode analisis data menggunakan metode analisis kulitatif untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, metode analisis margin pemasaran untuk menjawab tujuan ketiga. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran sirih buah yaitu: a) Petani Produsen Ke Konsumen; b) Petani Produsen – Pengecer – Wini - Konsumen Wini, dan; c) Petani Produsen – Pemborong – Pengecer Kefamenanu – Konsumen kefamenanu. Petani dan pedagang tidak menjalankan semua fungsi pemasaran. Terdapat perbedaan margin disetiap saluran pemasaran yaitu: (a) margin pemasaran sirih buah/tumpuk pada saluran II yaitu: Rp. 540,000 (b) margin pemasaran sirih buah/bugkus pada saluran III yaitu: Rp. 753,333.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung di Desa Tesi Ayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan Yuliana Bantaika
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.316 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.127

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui gambaran usahatani jagung, dan faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jagung. Metode analisis data yang digunakan adalah analasis deskriptif kualitatif dan model analis data Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung di desa Tesi Ayofanu dimulai dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen, pasca panen dan penyimpanan. Pada uji f semua faktor yang diuji secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung. Sedangkan pada uji t atau secara parsial variabel yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung yaitu luas lahan dan benih sedangkan variabel tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 88,5% terhadap produksi usahatani jagung, sisanya sebesar 11,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Peranan Lembaga Keuangan Credit Union Kasih Sejahtera Bagi Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara Marsianus Falo; Simon Kune
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.735 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu Kabupaten TTU, 2) mengetahui peranan Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu bagi petani di Kabupaten TTU. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Credit Union Kasih Sejahtera adalah lembaga keuangan yang menjalankan usaha simpan pinjam serta memiliki 3 ciri utama yang menjadi keunikannya yakni ciri bank, ciri koperasi, serta ciri asuransi. Ada upaya pemberdayaan dari Credit Union bagi petani yang bertujuan untuk mengubah pola pikir petani yang bersifat konsumtif atau boros menjadi petani yang hemat serta mampu mengelola keuangannya secara mandiri dan terarah melalui pendidikan dan pelatihan yang berlangsung secara kontinyu. Produk-produk yang dimiliki oleh Credit Union Kasih Sejahtera bersifat memudahkan serta membantu anggota khususnya petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta derajat hidupnya. Peranan nyata Credit Union Kasih Sejahtera bagi petani di antaranya adalah sebagai penyedia dana segar dengan bunga yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk dapat membiayai pendidikan anak, membangun rumah yang layak huni, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Credit Union juga berperan merubah pola pikir petani agar hidup hemat dan mulai menabung demi masa depan.
Analisis Pemasaran Buncis di Desa Oerinbesi Kecamatan Biboki Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara Yohana Albertin Pay; Agustinus Nubatonis
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.342 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.173

Abstract

Buncis merupakan sayuran yang berpotensi ekonomi tinggi karena mempunyai peluang pasar yang cukup luas. Penelitian dan publikasi tentang pemasaran komoditi pertanian, dan perikanan di wilayah kabupaten TTU masih sangat minim, hal ini menyebabkan berbagai pihak terkait sulit untuk mendapatkan informasi yang bisa digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan oleh pemerintah, produsen, pedagang maupun konsumen yang lebih berpihak kepada petani produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran; 2) margin pemasaran; 3) farmer share; dan 4) efisiensi pemasaran buncis di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan di desa Oerinbesi, kecamatan Biboki Tanpah, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai Juli 2017 dengan petani sampel sebanyak 35 petani buncis. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga level saluran pasar yang terbentuk dalam pemasaran buncis di Desa Oerinbesi yakni saluran I Petani → Konsumen, saluran II Petani → Pengecer → Konsumen (Konsumen Atambua dan Kefamenanu) serta saluran III Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen (Konsumen Kefamenanu, Atambua dan Kupang). Margin pemasaran terbesar berada pada saluran pemasaran III khusus lokasi konsumen Kupang senilai Rp8.875,00 sedangkan terendah pada saluran I senilai Rp0,00 rata-rata nilai margin untuk tiga saluran pemasaran sebesar Rp3.402,50. farmer share tertinggi berada pada saluran I yakni 100% dan terendah pada saluran III lokasi Kupang yakni 31,06%, rata-rata farmer share untuk tiga saluran pemasaran yakni Rp65.657,00. Pemasaran buncis di desa Oerinbesi berdasarkan pendekatan struktur, perilaku dan tampilan pasar menunjukkan hasil tidak efisien pada struktur dan perilaku pasar, sedangkan keragaman pasar menunjukkan hasil tidak efisien.
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Matilde Hoar Nahak; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.739 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.174

Abstract

Desa Bannae merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Insana Barat dan memiliki produktivitas jagung yang tinggi karena masyarakat pada umumnya berprofesi sebagai petani dan menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) besarnya pendapatan yang diperoleh petani; dan 2) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di desa Bannae kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan Februari hingga Juni 2017. Populasi berjumlah 413 KK dengan sampel 40 responden. Untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dilakukan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang dikeluarkan selama berusahatani jagung selama satu musim tanam ada dua jenis biaya yaitu biaya variabel dan biaya tetap dengan total biaya sebesar Rp17.236.516,00 dengan rata-rata biaya sebesar Rp430.913,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung Rp63.190.000,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp1.579.750,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp45.953.483,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.148.837,00. Keuntungan relatif yang diperoleh petani rata-rata 3,61 dan dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis dan setiap pengeluaran satu rupiah dapat memberikan rata-rata keuntungan sebesar 3,61.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Tanah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Aplonia Tay Asa
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.356 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.182

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) adalah salah satu daerah yang juga menghasilkan kacang tanah dan Insana merupakan salah satu kecamatan yang memberikan kontribusi terhadap produksi kacang tanah di kabupaten TTU. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani kacang tanah di desa Tapenpah kecamatan Insana Kabupaten TTU. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah semua petani kacang tanah sebanyak 150 KK. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani kacang tanah digunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor produksi digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan usahatani kacang tanah di desa Tapenpah dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman jagung dan atau kacang hijau. Tahapan usahatani meliputi pembersihan dan pengolahan lahan, persiapan benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Secara bersama-sama faktor luas lahan, tenaga kerja, pendidikan formal, pengalaman, pendidikan non formal dan pola tanam berpengaruh nyata pada produksi kacang tanah sedangkan secara sendiri-sendiri faktor yang berpengaruh nyata adalah luas lahan dan tenaga kerja, sedangkan faktor pendidikan formal, pengalaman, pendidikan non formal, dan pola tanam tidak berpengaruh nyata.
Analisis Pendapatan Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Maria Goreti Haki; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.903 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.191

Abstract

Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara yang petaninya membudidayakan tanaman cabe rawit merah dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan usahatani cabe rawit merah; 2) mengetahui berapa besar keuntungan relatif berusahatani cabe rawit merah; dan 3) mengetahui strategi pengembangan usahatani cabe rawit merah. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2017. Penelitian menggunakan metode survei. Untuk mengetahui pendapatan petani dilakukan analisis biaya, analisis pendapatan, analisis biaya. Keuntungan relatif dianalisis menggunakan R/C Ratio. Untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya yang dikeluarkan dalam usahatani cabe rawit merah meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp1.262.645,83 dan total biaya sebesar Rp18.939.688,00. Penerimaan usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam sebesar Rp135.420.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp7.737.354,16 dengan total pendapatan sebesar Rp116.480.312,50. Rata-rata penerimaan sebesar Rp9.000.000,00 dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.176.771,00, sehingga rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,12 yang artinya kegiatan usahatani cabe rawit oleh petani di desa Tapenpah layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. Faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Skor pembobotan untuk faktor kekuatan 3,2, kelemahan 1,5, peluang 1,95 dan ancaman 1,85. Berada pada kuadran I.

Page 3 of 20 | Total Record : 199